Good morning my lovely students. How are you this morning?
Hopely you are healthy and happiness. 😍
Matematika
Elemen CP : Pengukuran : Pada akhir Fase B, peserta didik dapat mengukur panjang dan berat benda menggunakan satuan baku. Mereka dapat menentukan hubungan antar-satuan baku panjang (cm, m). Mereka dapat mengukur dan mengestimasi luas dan volume menggunakan satuan tidak baku dan satuan baku berupa bilangan cacah.
Tujuan Pembelajaran :
1. Peserta didik dapat mengukur panjang dan berat benda menggunakan satuan baku.
Alur Tujuan Pembelajaran :
1. Peserta didik menganalisis Panjang benda menggunakan satuan baku
Pengukuran Satuan Berat
Pengertian Satuan Berat dan Alat Ukurnya
Satuan berat merupakan standar atau dasar ukuran yang digunakan untuk menyatakan berat dari suatu benda, misalnya buah ini beratnya 1 kg. Satuan berat yang sering kita gunaan sehari hari adalah ons, kwintal, ton, kilogram, gram, pound, dan lbs.
Biasanya kita menggunaan satuan berat ketika misalnya belanja di pasar, membeli barang di toko bangunan, dan lain-lain. Nah, saat kita akan membeli sesuatu di pasar maupun toko bangunan, terkadang kita melihat suatu alat yang digunakan untuk menghitung berat suatu benda, alat tersebut dinamakan dengan timbangan. Ada berbagai macam bentuk timbangan, ada yang digital dan ada yang manual, bentuknya pun berbeda beda.
Berikit ini Video Pembelajaran Satuan Berat :
Membuat alat peraga Satuan Panjang dan Berat
Bahasa Indonesia
Elemen CP : Menyimak : Peserta didik mampu memahami ide pokok (gagasan) suatu pesan lisan, informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), dan instruksi lisan yang berkaitan dengan tujuan berkomunikasi. Peserta didik mampu memahami dan memaknai teks narasi yang dibacakan atau dari media audio.
Tujuan Pembelajaran : Mampu menentukan latar tempat/waktu dari sebuah teks narasi yang dibacakan atau dari media audio.
Alur Tujuan Pembelajaran :
1. Peserta didik memahami tujuan dan pesan yang disampaikan penulis dalam
tulisannya
2. Peserta didik mencari dan menggunakan informasi dari beragam sumber;
Materi Pembelajaran :
Sejarah Oeang Republik Indonesia (ORI)
Pemerintah Indonesia pada tanggal 1 Oktober 1945 menetapkan berlakunya mata uang bersama di wilayah Republik Indonesia (RI), yaitu uang De Javasche Bank, uang Hindia Belanda dan uang Jepang.
Menabung di Bank Tugas berikut ini dapat kalian kerjakan secara berkelompok. Cari tahu apa saja persyaratan dan prosedur menabung di bank. Diskusikan cara kelompok kalian mendapatkan informasi tersebut. Kalian dapat datang langsung ke sebuah bank, bertanya melalui telepon, atau mencari informasi di internet. Tuliskan di buku tulis kalian persyaratan dan prosedur tersebut.
Prosedur adalah tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas. Ingat, teks prosedur harus berisi
1. tujuan yang ingin dicapai dari prosedur tersebut;
2. persyaratan dan perlengkapan yang dibutuhkan; dan
3. langkah-langkah yang dilakukan.
Ciri-ciri teks prosedur:
1. menggunakan kalimat perintah;
2. menggunakan kata kerja aktif;
3. berisi langkah-langkah yang urut; dan
4. menggunakan kata penghubung untuk mengurutkan kegiatan/langkah.
Setelah mendapatkan berbagai informasi tentang uang, kini saatnya kalian berbagi pengalaman atau pendapat tentang menabung. Tuliskan pengalaman tersebut di buku kalian. Gunakan kalimat dengan menggabungkan subjek, predikat, kata sifat, dan kata depan. Dengan menuliskan cara menabung di bank, kalian berlatih menulis teks prosedur.
Good morning my lovely students. How are you this morning?
Hopely you are healthy and happiness. 😍
Pemahaman Sains
Peserta didikmengidentifikasi ragam bentang alam
danketerkaitannya
dengan profesi masyarakat.
Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik mampu Mengidentifikasi ragam bentang alam dan keterkaitannya dengan profesi masyarakat di sekitarnya
Alur Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik mengaitkan pengaruh ragam bentang alam dengan profesi masyarakat di daerahnya.
Materi Pembelajaran :
Jenis-Jenis Pekerjaan Berdasarkan Letak Geografis
Letak geografis suatu daerah sangat berpengaruh pada kehidupan masyarakat. Tidak hanya dalam segi kehidupan sosial budaya, letak geografis juga berpengaruh pada jenis pekerjaan masyarakatnya. Secara garis besar, letak geografis bisa dibagi menjadi tiga jenis, yaitu wilayah dataran tinggi, dataran rendah serta perairan. Ketiga jenis letak geografis ini memiliki karakteristik serta jenis pekerjaannya masing-masing.
Dataran tinggi
Dilansir dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), daerah dataran tinggi memiliki ketinggian lebih dari 700 meter di atas permukaan air laut. Contohnya perbukitan dan pegunungan. Daerah dataran tinggi bisa dimanfaatkan menjadi lahan pertanian, perkebunan serta kehutanan. Selain itu, daerah dataran tinggi juga sering digunakan sebagai tempat rekreasi.
Pegunungan
Masyarakat yang hidup di lereng pegunungan sebagian besar bekerja sebagai petani, karena ada banyak potensi alam yang bisa digunakan. Contohnya lahan yang besar bisa ditanami kentang atau tanaman lainnya. Selain itu, masyarakat di dataran tinggi juga memanfaatkan perkebunan untuk menanam teh dan kopi. Potensi alam yang ada terus di kembangkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Agen wisata juga menjadi salah satu jenis pekerjaan yang bisa ditemui di daerah dataran tinggi. Mayoritas dari mereka berjualan, membuka tempat penginapan, menjadi pemandu wisata, menyediakan jasa tour, dan lain-lain.
Dataran rendah
Berbeda dengan dataran tinggi, daerah ini hanya memiliki ketinggian 200 hingga 300 meter di atas permukaan air laut. Hawa atau udaranya tidak sesejuk daerah dataran tinggi. Jenis pekerjaan di dataran rendah lebih bervariasi dibanding dataran tinggi. Karena letak geografisnya yang sesuai dengan berbagai aktivitas ekonomi, seperti pertanian, peternakan, perikanan, perkantoran, industri, perdagangan, perkebunan, dan lain-lain. Contoh jenis pekerjaan yang ada di dataran rendah ialah peternak, petani, wartawan, karyawan, guru, dosen, dokter, perawat, sopir kendaraan umum, dan lainnya. Untuk bidang produksi barang, contohnya industri makanan dan industri pakaian. Sedangkan di bidang jasa, contohnya pelayanan jasa transportasi, pegawai bank, dan lainnya.
Perairan
Perairan merupakan daerah yang dipenuhi air, seperti laut, sungai, danau dan rawa. Jenis pekerjaannya pun berbeda dengan pekerjaan di dataran tinggi serta dataran rendah. Mayoritas masyarakat yang hidup di perairan, bekerja sebagai nelayan. Mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan berlayar dan menangkap ikan, baik untuk dikonsumsi sendiri atau dijual di pasar ikan. Selain menjadi nelayan, banyak masyarakat di daerah perairan yang bekerja sebagai petani garam. Mereka memproduksi garam dari air laut yang dikeringkan dengan bantuan panas matahari. Garam ini nantinya mereka jual untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Pedagang, pemandu wisata, penyedia tempat penginapan dan penyedia jasa tour juga termasuk dalam jenis pekerjaan di daerah perairan, khususnya daerah yang menjadi tempat wisata. Contohnya Pantai Kuta di Bali, sebagai salah satu destinasi wisata terkenal di Indonesia.
Berikut Simak Video Berikut ini :
Seni Tari
Elemen CP : Berpikir dan bekerja artistik(Thinking and working artistically)Menunjukkan hasil tari kelompok denganbekerja secara kooperatif untukmengembangkan kemampuan bekerja samadan saling menghargai demi tercapainya tujuanbersama.
Tujuan Pembelajaran : Peserta didik mampumenunjukkan hasil tari kelompok denganbekerja secara kooperatif untukmengembangkan kemampuan bekerja samadan saling menghargai demi tercapainya tujuanbersama.
Alur Tujuan Pembelajaran : Peserta didik mengenal tari melalui cerita daerah/rakyat
Materi Pembelajaran :
Seni tari yang berkembang dan tumbuh di Indonesia sangatlah kaya dan turut mewarnai kebudayaan nusantara. Keanekaragaman serta kesenian dari tari tradisional tumbuh mulai dari Sabang hingga Merauke dan bahkan seni tari tradisional telah menjadi identitas dari setiap daerah, karena setiap seni tari tradisional dari daerah tertentu memiliki ciri khas dan keunikannya masing-masing. Oleh karena itulah, seni tari tradisional nusantara harus dilestarikan.
Salah satu cara untuk melestarikan tari tradisional adalah dengan mengenal jenis-jenis tari tradisional. Hal tersebut bisa dimulai dengan memahami apa itu tari tradisional, sejarah dan tentu saja beberapa contoh tari tradisional di nusantara.
1. Jenis Tari Tradisional
Meskipun seni tari tradisional tampaknya telah mengerucut, akan tetapi tari tradisional sebenarnya masih memiliki beberapa jenis yang berbeda-beda, berdasarkan pada nilai artistiknya, tari tradisional dapat dibedakan menjadi tiga di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Tari tradisional primitif
Tari primitif adalah tarian yang gerak dan iringannya masih sederhana. Secara umum, koreografinya belum dikerjakan secara serius dan busana serta tata riasnya juga kurang diperhatikan.
Tarian tradisional jenis ini jarang dipentaskan dan sudah jarang ditemukan, mungkin hanya dapat ditemukan di daerah terpencil atau pedalaman saja.
2. Tari klasik
Tari klasik adalah tarian tradisional yang sudah mapan atau baku, baik dari segi gerak maupun iringannya. Tarian ini sudah mendapatkan perhatian yang cukup besar dan biasanya dikerjakan secara serius oleh masyarakat setempat.
Tarian ini juga mendapatkan dukungan penuh dari tetua, bangsawan atau raja suatu daerah. Tarian ini dianggap memiliki nilai artistik yang tinggi karena telah menempuh perjalanan yang cukup panjang dan telah mengalami masa kejayaan.
3. Tari rakyat
Tari rakyat adalah tarian yang memiliki gerakan dan pola langkah yang sederhana dan mudah dipelajari meskipun telah mengalami penggarapan koreografi yang serius.
Tarian ini terlahir dari budaya masyarakat pedesaan yang berada di luar tembok keraton. Tarian ini diciptakan dan ditujukan untuk dinikmati oleh rakyat, sehingga tidak ada beban khusus terhadap kerajaan atau pihak penguasa lain yang menuntut nilai estetika tinggi.
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila dan Bahasa Indonesia
Alat Peraga : Gambar dan PPT
Tabik Pun 🙏
Good morning my lovely students. How are you this morning?
Hopely you are healthy and happiness. 😍
Pendidikan Pancasila
Elemen CP: Negara KesatuanRepublikIndonesia
Peserta
didik mampu mengidentifikasi dan menyajikanberbagai
bentuk keberagaman suku bangsa, sosialbudaya
di lingkungan sekitar. Peserta didik mampumemahami
lingkungan sekitar(RT/RW/desa/kelurahan,
dan kecamatan) sebagaibagian tidak terpisahkan
dari wilayah NKRI. Pesertadidik
mampu menampilkan sikap kerja sama dalamberbagaibentuk
keberagaman suku bangsa, sosial,dan
budaya di Indonesia yang terikat persatuan dankesatuan.
Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik mampu
mengidentifikasi dan menyajikanberbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosialbudaya
di lingkungan sekitar.
Alur Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik mengidentifikasi berbagai bentuk
keberagaman suku bangsa, sosial budaya di lingkungan sekitar.
Materi Pembelajaran
Bentuk-bentuk Keragaman Suku Bangsa dan Budaya di Indonesia
Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan keragaman suku bangsa dan budaya. Budaya masyarakat merupakan tata cara kehidupan masyarakat sehari-hari. Budaya masyarakat dapat berupa cara berpakaian, cara bercocok tanam, atau cara bergaul dalam kehidupan sehari-hari. Masing-masing budaya merupakan kebiasaan luhur yang dijunjung tinggi dan dihormati oleh para pengikutnya. Dengan demikian, tidak perlu ada anggapan bahwa budaya tertentu lebih tinggi daripada budaya lainnya. Keanekaragaman budaya merupakan salah satu kekayaan bangsa yang harus dilestarikan untuk kepentingan masyarakat secara bersama-sama. Adapun, setiap suku bangsa di Indonesia memiliki budayanya masing-masing. Budaya tiap suku itu disebut sebagai budaya daerah yang memperkaya budaya nasional.
Pakaian Adat Masing-masing daerah atau provinsi memiliki pakaian adat yang berbeda-beda. Perbedaan pakaian adat tersebut menunjukkan kekayaan budaya di negeri kita.
Rumah Adat Bentuk keanekaragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia selanjutnya adalah rumah adat. Rumah adat dimiliki oleh berbagai suku bangsa dan disesuaikan dengan fungsi dan keadaan geografis di daerah tersebut.
Tarian Tradisional Bentuk keanekaragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia selanjutnya adalah tarian tradisional. Setiap provinsi di Indonesia memiliki tarian tradisional yang memiliki ciri khas masing-masing. Tari tradisional merupakan salah satu bentuk kebudayaan dibidang kesenian yang diciptakan dengan maksud dan tujuan tertentu dan dilestarikan secara turun temurun.
Contoh Keberagaman Suku dan Budaya
Suku Jawa. Bahasa yang biasanya digunakan oleh suku jawa sebagian besar adalah bahasa Jawa.
Suku Sunda. Bahasa daerah orang Sunda yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari yaitu Bahasa Sunda.
Suku Batak. Bahasa daerah orang Batak adalah Bahasa Batak.
Suku Toraja.
Suku Dayak.
Berikut Simak Video Pembelajaran Berikut ini :
Bahasa Indonesia
Elemen CP : Menyimak : Peserta didik mampu memahami ide pokok (gagasan) suatu pesan lisan, informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), dan instruksi lisan yang berkaitan dengan tujuan berkomunikasi. Peserta didik mampu memahami dan memaknai teks narasi yang dibacakan atau dari media audio.
Tujuan Pembelajaran : Mampu menentukan latar tempat/waktu dari sebuah teks narasi yang dibacakan atau dari media audio.
Alur Tujuan Pembelajaran : Peserta didik menggunakan ADIKSIMBA untuk menentukan latar/waktu dari teks narasi.
Fungsi Latar Cerita
Kini kita akan mempelajari mengenai fungsi latar cerita. Tentu saja diciptakannya unsur di dalam karya sastra pasti memiliki fungsi, bukan? Lalu apa fungsi latar di dalam sebuah cerita atau karya sastra?
Fungsi latar di dalam sebuah cerita pada dasarnya berisi mengenai ruang, waktu, serta suasana terjadinya peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam suatu cerita.
Fungsi adanya latar cerita adalah untuk memberikan suatu gambaran yang jelas supaya berbagai peristiwa yang terjadi di dalam jalannya cerita tersebut benar-benar terjadi atau memberikan informasi yang jelas mengenai situasi yang terjadi di dalam cerita tersebut.
Setting atau pengertian latar cerita juga memiliki fungsi sebagai gambaran kepada pembaca tentang suasana yang benar-benar terjadi di dalam cerita tersebut. Latar ini berfungsi untuk memudahkan pembaca untuk membayangkan hal-hal yang digambarkan terhadap hasil karya sastra atau cerita tersebut.
Saat menulis cerita, penulis diharapkan mampu menampilkan sebuah latar atau setting dengan tepat dengan tujuan membuat cerita yang dibuat menjadi lebih kuat dan lebih hidup. Tanpa adanya sikap dari penulis mengenai latar, maka pembaca juga akan merasa kesulitan membayangkan adanya sebuah peristiwa yang terjadi di dalam jalannya cerita tersebut.
Apakah kalian menyukai cerita “Ditukar dengan Apa?” tersebut? Bagian mana yang paling kalian sukai? Dapatkah kalian mengingat dan memahami jalan ceritanya? Apa saja peristiwa yang dialami para tokohnya?
Untuk memeriksanya, jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! Kalian boleh mengerjakannya berdua dengan teman.
1. Pada awalnya, bagaimana cara yang digunakan hewan-hewan di Hutan Kelayau untuk mendapatkan barang yang mereka inginkan?
2. Mengapa pembayaran dengan batu tidak jadi mereka lakukan?
3. Mengapa Sa Angsa tidak membuat uang kayu yang bertuliskan angka 3 atau 4?
4. Pernahkah kalian melakukan barter atau melihat orang melakukan barter? Jika ya, barang apa yang saling dipertukarkan?
5. Apakah menggunakan uang kayu telah menyelesaikan persoalan di Hutan Kelayau?
Jelaskan jawaban kalian! Ingat, carilah arti kata-kata yang belum kalian pahami di KBBI. Catat menjadi Kamus Kartu kalian.
Good morning my lovely students. How are you this morning?
Hopely you are healthy and happiness. 😍
Pendidikan Pancasila
Elemen CP: Bhinneka Tunggal Ika
Peserta didik mampu menjelaskan identitas diri, keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya, minat, dan perilakunya. Peserta didik mampu mengenali dan menyebutkan identitas diri (fisik dan non-fisik) orang di lingkungan sekitarnya. Peserta didik mampu menghargai perbedaan karakteristik baik fisik (contoh : warna kulit, jenis rambut, dll) maupun non fisik (contoh : miskin, kaya, dll) orang di lingkungan sekitar. Peserta didik mampu menghargai kebinekaan suku bangsa, sosial budaya, dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik mampu menjelaskan identitas diri, keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya, minat, dan perilakunya.
Alur Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik menjelaskan identitas dirisesuai budaya, minat, dan perilakunya.
Materi Pembelajaran
a. Cara Menghargai Keberagaman Suku
di Indonesia
Keberagaman bangsa Indonesia mencerminkan
semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua.
Berikut ini cara menghargai keberagaman suku di Indonesia, antara lain: a.
Saling menghargai dan menghormati sesama. b. Saling tolong menolong dengan
tetangga. c. Tidak membedakan berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan
(SARA). d. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa, e. Saling
menghomati orang yang berbeda suku dan agama. f. Membina kerukunan dengan
tetangga, saling menghormati, dan menghargai. g. Turut menjaga kebersihan
dengan tidak membuang sampah sembarangan. h. Mengutamakan kepentingan umun dari
pada kepentingan golongan. i. Tidak memelihara sikap fanatisme terhadap suku
sendiri j. Tidak membenci suku dan budaya bangsa lainnya di Indonesia k.
Menjadikan suku dan budaya di Indonesia sebagai inspirasi dalam berkarya
seperli kerajinan, pakaian, dan lain sebagainya.
B.Indonesia, ada enam agama yang
secara sah diakui, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu. Enam
agama tersebut pun bisa hidup berdampingan karena adanya rasa saling
menghargai. Pemerintah pun juga memberikan kebebasan pada masyarakatnya untuk
meyakini agama yang sesuai keinginannya. Karena itu, penting untuk saling
menghormati dan menhargai antar umat beragama. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk
menghargai dan menghormati antarumat beragama: a. Memberi Kesempatan untuk beribadah. Saat ada
seseorang yang ingin melakukan ibadah, kita tidak boleh melarangnya.
Menjalankan ibadah adalah hak setiap warga Indonesia. b. Tidak mengganggu
kegiatan ibadah Setiap agama memiliki cara ibadah yang berbeda-beda. Ada juga
kegiatan keagamaan yang beragam.Saat kegiatan keagamaan itu dilakukan, teman
kita menghargai dengan tidak mengganggu. c. Tidak membedak-bedakan teman
Berteman dengan siapa saja dari berbagai suku, agama, dan ras akan memberikan
banyak pengalaman. Dengan begitu, kita akan lebih menghargai keberagaman yang
ada di Indonesia. d. Bekerja sama tanpa membeda-bedakan Kita bisa bekerja sama
dengan berbagai orang dari suku, agama, dan ras yang berbeda.
Dengan begitu, akan ada banyak ide yang
muncul dari berbagai pengalaman berbeda. Adanya sikap saling menghargai ini,
kesatuan dan persatuan Indonesia akan semakin kuat. Selain itu, kerukunan dan
kedamaian akan terbangun dengan baik.
b. Menghargal dan Menghormati antar
Kebudayaan
Berikut akan dijelaskan cara menghargai dan menghormati
antar kebudayaan:
a. Bangga memakai pakaian adat daerah lain Setiap daerah pasti memiliki
pakaian adat yang berbeda-beda. Untuk menunjukan rasa hormat, kita harus bangga
saat mengenakan pakaian adat daerah lain.
b. Mempelajari tarian adat daerah
lain Cara lain yang bisa dilakukan adalah tidak malu untuk belajar tarian adat
daerah lain. Bukan hanya pakaian adat, setiap suku juga memiliki tarian adat
yang berbeda-beda. Jika tidak pandai menari, cukup memberikan apresiasi pada
tarian tersebut.
c. Menonton pertunjukan daerah lain. Bentuk menghargai dan
menghormati bisa dilakukan dengan menonton pertunjukan daerah lain. Ikut datang
dan menonton dengan tertib sudah menjadi bentuk apresiasi atas karya dan ke
kekhasan budaya daerah lain.
d. Menjaga kebersihan saat berkunjung ke daerah
lain Kita bisa juga menunjukan rasa hormat, dengan selalu menjaga kebersihan
saat berkunjung ke daerah lain. Terlebih saat berada di rumah adat daerah lain,
jangan sampai mengotori bangunan kebudayaan tesebut.
Perhatikan video berikut ini:
Pemahaman Sains
Peserta didik menjelaskan tugas, peran, dan tanggung jawab sebagai wargasekolah serta mendeskripsikan bagaimanainteraksi sosial yang terjadidi sekitar tempattinggal dan sekolah.
Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik mampu Menjelaskan dan
mendeskripsikan interaksi sosial di sekolah dengan lingkungan sekitarnya sesuai
tugas, peran dan tanggung jawabnya
Alur Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik mengidentifikasi
ragam bentang alam perairan di lingkungan sekitar.
Materi Pembelajaran :
Kenampakan alam ini biasa disebut dengan istilah bentang alam. Di Indonesia sendiri, memiliki bentang alam yang berbeda-beda.
Ada daerah dataran tinggi, dataran rendah, pegunungan, dan juga tinggal di pantai.
Kenampakan alam sendiri terbagi menjadi dua, yaitu kenampakan alam wilayah daratan dan wilayah perairan.
Kenampakan Alam di Wilayah Perairan
Ternyata kenampakan alam wilayah perairan alam mendominasi permukaan bumi. Kenampakan alam wilayah perairan adalah kumpulan air pada wilayah tertentu, baik air yang bergerak atau mengalir dan air yang tergenang.
Ciri-Ciri Kenampakan Alam di Wilayah Perairan
1. Laut
Laut adalah sekumpulan air di permukaan bumi yang memisahkan atau menghubungkan pulau bahkan negara. Salah satu ciri utama laut adalah airnya yang asin. Air laut mengandung sekitar 3,5% gram dan mineral lainnya.
Laut memiliki ukuran yang sangat besar dan dapat mencakup area yang sangat luas dengan kedalaman yang bervariasi. Laut memiliki gelombang yang terus bergerak dan juga mengalami pasang surut yang terjadi karena pengaruh gravitasi bulan dan Matahari.
Kenampakan alam ini juga menjadi sumber daya alam yang penting seperti ikan, minyak bumi, gas alam, dan garam. Laut dapat memengaruhi cuaca dan iklim dengan suhu laut dan memengaruhi pembentukan awan dan cuaca di daerah sekitarnya.
2. Teluk
Teluk adalah sebuah perairan yang perairan yang terletak di antara daratan, biasanya di daerah pantai dengan bentuk melengkung. Teluk terhubung dengan laut dan memiliki arus yang kuat, namun juga lebih tenang dan terlindung dari ombak yang besar. Teluk sering digunakan sebagai pelabuhan atau dermaga karena airnya yang tenang dan kedalamannya yang mencukupi.
Teluk biasanya memiliki keanekaragaman hayati tinggi, seperti terumbu karang, ikan, dan hewan laut lainnya. Teluk bisa terkena dampak cuaca ekstrem seperti badai atau angin kencang, sehingga bisa berbahaya bagi kapal yang berlabuh di dalamnya.
3. Sungai
Sungai adalah badan air yang mengalir dari sumber air ke muara. Aliran ini tak pernah berhenti dan bergerak ke arah lebih rendah. Sungai biasanya mengalir menuju laut, danau, atau sungai lain. Hal ini berbeda-beda tergantung pada topografi daerah sekitar sungai.
Sungai memiliki bagian hulu berukuran kecil dan bagian hilir yang lebih besar berbentuk memanjang, berkelok, dan bercabang. Sungai memiliki anak sungai yang mengalir ke sungai utama dan membentuk aliran air lebih besar dan memperkuat aliran sungai utama.
Sungai juga berfungsi sebagai pemisah antara daratan. Sungai bisa membentuk perbatasan alami antara negara, provinsi, dan kota.
4. Rawa
Rawa memiliki vegetasi yang khas seperti rumput, rawa, pandan, bakau, dan pohon-pohon tertentu seperti nipah. Rawa umumnya terletak di dataran rendah, terutama di sepanjang pesisir pantai atau di sepanjang aliran sungai yang lebar. Suhu rawa bervariasi tergantung pada lokasi dan musim dengan suhu yang cenderung tinggi pada siang hari dan dingin pada malam hari.
Rawa dapat mengalami banjir pada musim hujan karena volume air yang tinggi dan drainase yang buruk. Sayangnya, rawa seringkali terancam oleh aktivitas manusia seperti pembangunan, pertanian, dan penebangan hutan.
5. Danau
Danau adalah wilayah yang sangat luas berbentuk cekungan berisi air yang tawa yang tidak mengalir ke arah tertentu. Danau bisa terbentuk di berbagai tempat seperti lembah, kawah gunung berapi, atau bahkan di aliran sungai yang lambat.
Kenampakan alam ini memiliki ukuran bervariasi, dari yang hanya beberapa meter hingga mencakup wilayah yang sangat luas. Danau bisa menjadi sumber air bagi masyarakat, baik untuk keperluan sehari-hari.
Danau seringkali memiliki ekosistem yang kaya dan beragam. Danau bisa jadi habitat bagi berbagai jenis ikan, hewan air, dan tumbuhan air. Seperti sungai, danau mengalami perubahan musiman. Saat musim hujan, danau mengalami peningkatan volume air.
Good morning my lovely students. How are you this morning?
Hopely you are healthy and happiness. 😍
Matematika
Elemen CP : Pengukuran : Pada akhir Fase B, peserta didik dapat mengukur panjang dan berat benda menggunakan satuan baku. Mereka dapat menentukan hubungan antar-satuan baku panjang (cm, m). Mereka dapat mengukur dan mengestimasi luas dan volume menggunakan satuan tidak baku dan satuan baku berupa bilangan cacah.
Tujuan Pembelajaran :
1. Peserta didik dapat mengukur panjang dan berat benda menggunakan satuan baku.
Alur Tujuan Pembelajaran :
1. Peserta didik menganalisis Panjang benda menggunakan satuan baku
Pengukuran Satuan Berat
Pengertian Satuan Berat dan Alat Ukurnya
Satuan berat merupakan standar atau dasar ukuran yang digunakan untuk menyatakan berat dari suatu benda, misalnya buah ini beratnya 1 kg. Satuan berat yang sering kita gunaan sehari hari adalah ons, kwintal, ton, kilogram, gram, pound, dan lbs.
Biasanya kita menggunaan satuan berat ketika misalnya belanja di pasar, membeli barang di toko bangunan, dan lain-lain. Nah, saat kita akan membeli sesuatu di pasar maupun toko bangunan, terkadang kita melihat suatu alat yang digunakan untuk menghitung berat suatu benda, alat tersebut dinamakan dengan timbangan. Ada berbagai macam bentuk timbangan, ada yang digital dan ada yang manual, bentuknya pun berbeda beda.
Berikut jenis-jenis timbangan.
Timbangan duduk atau barang, yaitu timbangan yang berfungsi untuk mengukur berat beras, terigu, gula, serta buah dalam jumlah banyak.
Timbangan badan, yaitu timbangan yang berfungsi sebagai alat ukur berat badan seseorang. Timbangan badan biasanya dipakai di rumah sakit, apotek, puskesmas, dan di berbagai tempat lain.
Neraca, yaitu alat untuk mengukur massa dari suatu benda. Terdapat beberapa jenis neraca, yakni neraca dua lengan, neraca elektronik, neraca pegas, neraca duduk, dan lain-lain.
Timbangan gantung, yaitu timbangan yang berfungsi untuk mengukur berat benda dengan cara digantung. Jadi, benda akan digantungkan di pengait yang ada di timbangan gantung agar beratnya bisa diukur.
Timbangan kodok, yaitu timbangan yang sering kali kita jumpai di pasar atau warung-warung karena kegunaannya untuk mengukur berat beras, gula, telur, buah-buahan serta daging. Timbangan ini dalam penggunannya dilengkapi dengan anak batu yang terdiri atas bermacam ukuran, mulai dari 50 gram (½ ons), 100 gram (1 ons), 200 gram (2 ons), 500 gram (½ kg), hingga 1000 gram (1 kg). Timbangan kodok mempunyai kapasitas muatan hingga 10 kg.
Timbangan digital, yaitu timbangan untuk mengukur berat suatu benda dengan tingkat ketelitian baca yang sangat kecil. Cara menggunakannya, yaitu benda diletakkan di atas plat timbangan, kemudian hasil ukurannya akan muncul secara digital di layar.