Nama Guru : Risky Melina Sari, S.Pd.
Mata Pelajaran : Matematika
Hari, Tanggal : Selasa, 22 September 2026
Fase / Kelas : B / 3C
Materi : Kalimat Matematika terkait Pengurangan dan Penjumlahan
Pertemuan Ke : 1
Capaian Pembelajaran :
Peserta didik dapat memahami dan menggunakan kalimat matematika untuk menyatakan situasi sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah. Peserta didik mampu menentukan operasi yang sesuai, menyelesaikan kalimat matematika, serta menjelaskan hubungan antara cerita, simbol matematika, dan hasil perhitungan.
Tujuan Pembelajaran (TP ):
- Mindful (Berkesadaran): Murid dapat memusatkan perhatian pada soal dan angka yang diberikan guru. Guru mengajak siswa mengamati bilangan, memahami informasi yang diketahui dan ditanyakan, kemudian menentukan apakah soal tersebut menggunakan penjumlahan (+) atau pengurangan (−) sebelum menuliskan kalimat matematikanya.
- Meaningful (Bermakna): Guru menghubungkan kalimat matematika dengan kehidupan sehari-hari, misalnya menghitung jumlah buku, pensil, buah, atau benda lainnya. Siswa menyelesaikan masalah seperti: “Di perpustakaan terdapat 235 buku. Kemudian datang 125 buku baru. Berapa jumlah buku sekarang?” Siswa menuliskan kalimat matematika 235 + 125 = 360.
- Joyful (Menyenangkan): Murid bermain kartu kalimat matematika secara berkelompok. Setiap kelompok mengambil kartu soal cerita, kemudian menentukan apakah menggunakan penjumlahan atau pengurangan dan menuliskan kalimat matematikanya pada papan tulis mini. Kelompok yang dapat menentukan operasi dan menjelaskan cara penyelesaiannya dengan benar mendapat apresiasi dari guru.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ):
1. Peserta didik mengenal pengertian dan bentuk kalimat matematika.
2. Peserta didik mengidentifikasi simbol +, −, dan = dalam kalimat matematika.
3. Peserta didik menghubungkan situasi atau soal cerita dengan operasi penjumlahan dan pengurangan.
4. Peserta didik mengubah soal cerita menjadi kalimat matematika.
5. Peserta didik menyelesaikan kalimat matematika penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah.
Materi Matematika :
Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning
Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, tanya jawab, latihan mandiri.
بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.
Apa kabarnya hari ini?
Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨
Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.
💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:
- 😊 Senyum dan memberi salam.
- 🙏 Duduk dengan rapi.
- 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
- ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
- 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
Perhatikan Video Pembalajaran Berikut :
1. Pengertian Kalimat Matematika
Kalimat matematika adalah kalimat yang menggunakan angka, tanda operasi, dan tanda sama dengan (=) untuk menunjukkan suatu hubungan atau perhitungan matematika.
Contoh:
245 + 123 = 368
Artinya, 245 ditambah 123 hasilnya 368.
Contoh lainnya:
500 − 175 = 325
Artinya, 500 dikurangi 175 hasilnya 325.
2. Mengenal Simbol Matematika
| Simbol | Nama | Arti |
|---|---|---|
| + | Tambah | Menjumlahkan |
| − | Kurang | Mengurangi |
| = | Sama dengan | Menunjukkan hasil atau kesamaan |
Contoh:
125 + 75 = 200
- 125 dan 75 disebut bilangan yang dijumlahkan.
- Tanda + menunjukkan operasi penjumlahan.
- 200 merupakan hasil penjumlahan.
450 − 125 = 325
- 450 merupakan bilangan yang dikurangi.
- 125 merupakan bilangan pengurang.
- 325 merupakan hasil pengurangan.
3. Kalimat Matematika Penjumlahan
Kalimat matematika penjumlahan digunakan ketika suatu masalah menunjukkan adanya penggabungan atau penambahan jumlah.
Contoh:
Di perpustakaan terdapat 235 buku cerita. Kemudian, sekolah mendapat tambahan 124 buku cerita.
Kalimat matematikanya:
235 + 124 = 359
Jadi, jumlah buku cerita sekarang adalah 359 buku.
Contoh lainnya:
Siti mempunyai 125 kelereng. Budi memberikan 75 kelereng kepada Siti.
Kalimat matematika:
125 + 75 = 200
Jadi, Siti mempunyai 200 kelereng.
4. Kalimat Matematika Pengurangan
Kalimat matematika pengurangan digunakan ketika suatu masalah menunjukkan jumlah yang berkurang, diambil, diberikan, atau tersisa.
Contoh:
Di dalam keranjang terdapat 450 buah jeruk. Sebanyak 125 jeruk dibagikan kepada warga.
Kalimat matematikanya:
450 − 125 = 325
Jadi, jeruk yang tersisa adalah 325 buah.
Contoh lainnya:
Rani mempunyai 375 stiker. Sebanyak 150 stiker diberikan kepada temannya.
Kalimat matematika:
375 − 150 = 225
Jadi, stiker Rani yang tersisa adalah 225 stiker.
5. Mengubah Soal Cerita Menjadi Kalimat Matematika
Untuk mengubah soal cerita menjadi kalimat matematika, lakukan langkah berikut:
Langkah 1
Baca soal dengan teliti.
Langkah 2
Tentukan informasi yang diketahui.
Langkah 3
Tentukan apa yang ditanyakan.
Langkah 4
Tentukan apakah menggunakan penjumlahan atau pengurangan.
Langkah 5
Tuliskan kalimat matematikanya.
Contoh:
Pak Budi memiliki 325 ekor ikan. Ia membeli lagi 125 ekor ikan.
Diketahui:
- Ikan awal = 325 ekor
- Ikan yang dibeli = 125 ekor
Karena jumlah ikan bertambah, maka menggunakan penjumlahan.
Kalimat matematika:
325 + 125 = 450
Jadi, Pak Budi mempunyai 450 ekor ikan.
Contoh Kalimat Matematika dalam Kehidupan Sehari-hari
Contoh 1 – Penjumlahan
Di kelas terdapat 18 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan.
Kalimat matematika:
18 + 15 = 33
Jadi, jumlah siswa adalah 33 orang.
Contoh 2 – Pengurangan
Perpustakaan mempunyai 750 buku. Sebanyak 125 buku dipinjam siswa.
Kalimat matematika:
750 − 125 = 625
Jadi, buku yang masih ada di perpustakaan adalah 625 buku.
Contoh 3 – Bilangan yang belum diketahui
Dina mempunyai beberapa pensil. Setelah membeli 25 pensil, jumlah pensilnya menjadi 80.
Kalimat matematika:
□ + 25 = 80
Maka:
80 − 25 = 55
Jadi, pensil Dina sebelumnya ada 55 buah.
