Good morning my lovely students. How are you this morning?
Hopely you are healthy and happiness. 😍
ELEMEN DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN :
MATEMATIKA : Bilangan
Pada akhir fase B, peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000. Mereka dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, menggunakan nilai tempat, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan tersebut. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan uang menggunakan ribuan sebagai satuan.peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000. Mereka dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda-benda konkret, gambar dan simbol matematika. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan kelipatan dan faktor.
TUJUAN PEMBELAJARAN :
1. Peserta didik dapat memahami bahwa (puluhan, ratusan) : (bilangan nilai tempat satuan) dapat dihitung dengan cara yang sama seperti (bilangan nilai tempat satuan) : (bilangan nilai tempat satuan) dengan menggunakan 10 atau 100 sebagai satuan nilai tempat.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) :
1. Peserta didik memahami bahwa (puluhan, ratusan) : (bilangan nilai tempat satuan) dapat dihitung dengan cara yang sama seperti (bilangan nilai tempat satuan) : (bilangan nilai tempat satuan) dengan menggunakan 10 atau 100 sebagai satuan nilai tempat.
MATERI MATEMATIKA :
PEMBAGIAN OLEH PULUHAN DAN RATUSAN
Aturan Pembagain dan Perkalian
Apa itu Perkalian dan Pembagian dalam Matematika?
Dalam matematika, ada empat operasi dasar.
Penambahan (+)
Pengurangan (-)
Perkalian (×)
Divisi (÷)
Apa itu Perkalian?
Perkalian adalah penjumlahan berulang-ulang suatu bilangan. Jika kita mengalikan m dengan n, itu berarti m dijumlahkan berulang-ulang pada dirinya sendiri sebanyak n kali. Simbol untuk perkalian adalah '×'.
Misalnya, 8 dikali 4 sama dengan 32. Bagaimana? Dengan menambahkan 8 sebanyak 4 kali pada dirinya sendiri, kita peroleh;
8 + 8 + 8 + 8 = 32
Oleh karena itu, kita dapat menulis,
8x4 = 32
Apa itu Pembagian?
Pembagian adalah cara membagi atau mendistribusikan suatu bilangan menjadi bagian yang sama. Misalnya, jika 16 dibagi 4, maka 16 dibagi menjadi 4 bagian yang sama. Jadi, nilai yang dihasilkan adalah 4.
16 ÷ 4 = 4
Bagian-bagian divisi
Dividen ÷ Pembagi = Hasil Bagi
15 x 3 = 5
Dalam contoh di atas, ada tiga bagian untuk pembagian.
15 adalah dividen
3 adalah pembagi
5 adalah hasil bagi (RHS)
Hubungan Perkalian dan Pembagian
Perkalian dan pembagian merupakan operasi yang saling berkebalikan. Jika kita katakan, a dikalikan b sama dengan c, maka c dibagi b menghasilkan a. Secara matematis, hal ini dapat direpresentasikan sebagai:
sebuah x b = c
c = b = a = b = b = a
Misalnya,
4 x 5 = 20 [4 dikali 5 hasilnya 20]
20 ÷ 5 = 4 [20 dibagi 5 menghasilkan 4]
Aturan Perkalian dan Pembagian
Untuk setiap perhitungan matematika, kita perlu mengikuti aturan. Jadi, bahkan untuk mengalikan dan membagi angka, ada beberapa aturan yang perlu kita ikuti.
Aturan 1: Urutan operasi
Urutan operasi perkalian tidak menjadi masalah. Artinya, jika kita menyusun angka dalam urutan yang berbeda saat mengalikannya, maka hasilnya akan sama.
Contohnya adalah:
3x4 = 12
4x3 = 12
Dalam contoh di atas, kita dapat melihat, bahkan jika kita telah menukar posisi 3 dan 4, hasil kali kedua bilangan bulat tersebut sama dengan 12.
Namun aturan ini tidak berlaku untuk pembagian. Mari kita ambil contoh lain.
12 x 3 = 4
3 ÷ 12 ≠ 4 (sama dengan 0,25)
Oleh karena itu, kita tidak dapat mengubah urutan angka dalam metode pembagian.
Aturan 2: Perkalian dan Pembagian dengan Angka Positif
Jika suatu bilangan riil dikalikan atau dibagi dengan bilangan riil positif, maka tanda bilangan yang dihasilkan tidak berubah.
Contohnya adalah:
2x3 = 6
-2x3 = -6
Karena 2 dan 3 keduanya bilangan bulat positif, maka hasil perkalian 2 dan 3 juga positif. Namun, hasil perkalian -2 dan 3 adalah bilangan negatif.
4 ÷ 2 = 2
-4 ÷ 2 = -2
Karena 4 dan 2 keduanya positif, maka 4 dibagi 2 juga merupakan angka positif. Namun -4 dibagi 2 merupakan angka negatif.
Berikut Video Pembelajaran
ELEMEN DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN :
IPAS : Pemahaman Sains
Peserta didik menganalisis hubungan antara bentuk serta fungsi bagian tubuh pada manusia (pancaindra). Peserta didik dapat membuat simulasi menggunakan bagan/alat bantu sederhana tentang siklus hidup makhluk hidup. Peserta didik dapat mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam di lingkungan sekitarnya dan kaitannya dengan upaya pelestarian makhluk hidup.
Tujuan Pembelajaran :
1. Peserta didik bisa mengidentifikasi
bagian-bagian tubuh dari tumbuhan.
Alur Tujuan Pembelajaran :
2.1Peserta didik menyebutkan bagian-bagian tubuh
tumbuhan.
2.2Peserta didik memahami bagian tumbuhan berdasarkan fungsinya.
Materi IPAS
Tumbuhan adalah salah satu jenis makhluk hidup yang hidup berdampingan dengan manusia. Tumbuhan memiliki banyak manfaat bagi kehidupan. Manfaat yang paling mendasar adalah sebagai penyuplai oksigen untuk kehidupan seluruh makhluk hidup di bumi. Setiap bagian-bagian tumbuhan memiliki fungsi dan manfaat bagi kehidupan. Misalnya, untuk sumber bahan makanan, bahan baku industri, kesehatan, dan sebagainya. Bagian-bagian tumbuhan yaitu:
Akar
Akar adalah bagian tumbuhan yang umumnya terdapat pada bagian bawah tumbuhan. Bagian ini biasanya terkubur di dalam tanah atau media tanam lainnya. Akar tumbuhan dibedakan menjadi akar tunggang dan akar serabut.
Fungsi akar pada tanaman, sebagai berikut:
1. Menyerap air dan mineral dari tanah dan meneruskannya ke batang
2. Sebagai penopang agar tanaman dapat berdiri kokoh
3. Menyimpan cadangan makanan, seperti pada tumbuhan kentang dan wortel
4. Pada akar jenis tertentu, berfungsi sebagai media pernapasan (respirasi), seperti pada tumbuhan bakau.
Daun
Daun adalah bagian tumbuhan yang memiliki peranan penting. Pada daun berwarna hijau, terdapat kandungan zat klorofil yang merupakan salah satu bahan yang dibutuhkan pada proses fotosintesis. Beberapa fungsi daun bagi tumbuhan, yakni:
1. Tempat terjadinya proses fotosintesis Sebagai alat pernapasan tumbuhan
2. Tempat terjadinya penguapan
3. Daun juga dapat digunakan sebagai alat perkembangbiakan vegetatif
Batang
Batang pada tanaman adalah tempat tumbuhnya ranting. Batang memiliki fungsi sebagai berikut;
1. Sebagai alat transportasi yang mengangkut air dan mineral dari akar menuju daun
2. Menyalurkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh
3. Sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan.
4. Penyokong bagi daun, bunga, dan buah untuk tumbuh
5. Beberapa jenis batang tanaman memiliki kambium. Kambium dalam batang juga berperan dalam proses pertumbuhan tanaman.
Bunga
Tidak semua jenis tumbuhan memiliki bunga. Bunga merupakan tempat terjadinya perkembangbiakan secara generatif pada tumbuhan. Bunga memiliki bentuk yang sangat variatif dan berwarna-warni, memberikan daya tarik untuk menarik perhatian kupu-kupu dan serangga untuk hinggap dan membantu proses penyerbukan. Fungsi bunga antara lain:
1. Tempat terjadinya penyerbukan
2. Sebagai alat perkembangbiakan tumbuhan
3. Sebagai tempat bertemunya sel kelamin jantan dan betina
4. Sebagai penghasil biji
5. Perhiasan yang membuat tumbuhan menjadi indah
Buah
Buah merupakan cadangan makanan yang dihasilkan oleh sebuah tanaman yang dapat dinikmati oleh makhluk hidup lain. Fungsi buah, yaitu:
1. Untuk melindungi biji
2. Membantu dlaam penyebaran biji-bijian
3. Sebagai penyedia cadangan makanan ketika melakukan perkecambahan
4. Sumber makanan yang dapat dikonsumsi oleh manusia
KESIMPULAN DAN REFLEKSI PEMBELAJARAN :
Berdasarkan hasil pembelajaran pada hari ini dapat diketahui bahwa sebagian besar peserta didik sudah mampu memahami materi tentang bagian-bagian tumbuhan, namun masih ada beberapa peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami fungsi dari bagian-bagian tumbuhan. Untuk mengatasi hal tersebut maka guru menjelaskan kembali dengan menggunakan video pembelajaran dan contoh benda nyata serta mencontohkan dengan kegiatan sehari-hari. Sehingga peserta didik akan lebih paham dan mudah memahami materi tentang bagian-bagian tumbuhan beserta fungsinya.
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila dan Bahasa Indonesia
Alat Peraga : Gambar dan PPT
Tabik Pun 🙏
Good morning my lovely students. How are you this morning?
Hopely you are healthy and happiness. 😍
ELEMEN DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN :
Pendidikan Pancasila
Peserta didik mampu memahami dan menjelaskan makna sila-sila Pancasila serta menceritakan contoh penerapan sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan perkembangan dan konteks peserta didik. Peserta didik mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
TUJUAN PEMBELAJARAN :
1. Peserta didik dapat memiliki akhlak mulia dengan didasari keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) :
1. Peserta didik memiliki akhlak mulia dengan didasari keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
MATEI Pendidikan Pancasila
1. Sejarah perumusan Pancasila
1.2. Pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)
PPKI adalah organisasi pada masa awal-awal kemerdekaan republik Indonesia. Organisasi ini dibentuk setelah BPUPKI resmi dibubarkan oleh pemerintah Jepang. Tujuan dari pembentukan PPKI adalah untuk melanjutkan dan menjalankan tugas-tugas dari BPUPKI.
Dalam bahasa Jepang, PPKI disebut “Dokuritsu Junbi Inkai” dibentuk pada 7 Agustus 1945, setelah Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) dibubarkan. Sejarah terbentuknya PPKI BPUPKI dibubarkan pada 7 Agustus 1945, karena dianggap telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Badan ini sukses menghasilkan apa yang dibutuhkan untuk menjadi dasar hukum negara yang merdeka. Hal itu tak lain adalah Undang-Undang Dasar.
Di hari yang sama, Jepang mengumumkan pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Untuk mencapai tujuan pembentukan PPKI, pada 8 Agustus 1945, tiga orang tokoh, yakni Ir. Soekarno, Mohammad Hatta dan Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat menemui Jenderal Besar Terauchi Saiko Shikikan di Saigon.
Dalam pertemuan tersebut, Ir. Soekarno diangkat sebagai Ketua PPKI, dan Mohammad Hatta sebagai wakilnya. Dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, PPKI melibatkan sejumlah anggota yang berasal dari tokoh nasional tiap daerah.
Adapun tokoh tersebut ialah 12 orang dari Jawa, 3 dari Sumatera, 2 dari Sulawesi, 1 orang dari Kalimantan, 1 dari Nusa Tenggara, 1 dari Maluku, serta 1 orang dari golongan Tionghoa.
Tujuan pembentukan PPKI
Berikut beberapa tujuan pembentukan PPKI:
1.Meresmikan bagian pembukaan dan batang tubuh UUD 1945
2.Melanjutkan hasil kerja BPUPKI, yakni mempersiapkan pemindahan kekuasaan dari pemerintah pendudukan militer Jepang kepada bangsa Indonesia. Selain dua hal tersebut, tujuan pembentukan PPKI juga berkaitan dengan persiapan segala sesuatu yang menyangkut masalah ketatanegaraan bagi negara Indonesia baru. Dalam mencapai tujuan PPKI, ada beberapa golongan muda yang menginginkan kemerdekaan Indonesia dipercepat, dan diproklamasikan tanpa persetujuan militer Jepang.
Peran PPKI Pada 14 Agustus 1945,
Jepang menyerahkan kepada Sekutu. Inggris diberi tugas oleh Sekutu untuk menjaga wilayah Asia, termasuk Indonesia. Namun saat itu, Inggris belum sampai ke daratan nusantara. Akibat kekalahan Jepang dan bangsa Inggris yang tak kunjung datang, Indonesia mengalami kekosongan kekuasaan atau vacuum of power. Kesempatan ini diambil PPKI dan pejuang kemerdekaan lainnya. Meski sebelumnya terjadi perdebatan antara golongan tua dan muda, akhirnya pada 17 Agustus 1945, Soekarno memutuskan untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Tugas PPKI
Setelah berhasil membawa kemerdekaan bagi bangsa Indonesia, PPKI tetap melanjutkan tugasnya, yakni merancang hal-hal yang harus dilakukan oleh negara yang baru saja merdeka. Salah satunya, ideologi atau dasar negara. Oleh karena itu, sehari setelah kemerdekaan, tepatnya pada 18 Agustus 1945, PPKI melaksanakan sidang yang menghasilkan beberapa keputusan sebagai berikut:
1.Menetapkan Undang-Undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945
2.Memilih Presiden dan Wakil Presiden, yaitu Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta
3.Membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP)
4.Pancasila diakui sebagai dasar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Berikut Video Pembelajaran :
Memahami arti Musyawarah dalama Mufakat
dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), musyawarah adalah pembahasan bersama dengan maksud mencapai keputusan atas penyelesaian masalah. Mufakat artinya kesepakatan untuk melaksanakan hasil musyawarah.
Sehingga, musyawarah mufakat adalah perundingan bersama untuk memecahkan masalah, sehingga tercapai keputusan bulat yang akan dilaksanakan bersama.
Nilai-nilai pengambilan keputusan
Berikut nilai-nilai musyawarah mufakat dalam pengambilan keputusan bersama, yaitu:
1. Kebersamaan
Pengambilan keputusan harus dilakukan secara bersama-sama duduk dalam suatu tempat dengan tujuan yang sama demi kebaikan bersama.
Walaupun setiap peserta rapat berasal dari latar belakang yang berbeda namun harus tetap mendahulukan kepentingan umum dan mengesampingkan kepentingan pribadi.
2. Kebebasan
Mengemukakan pendapat bebas artinya tidak mendapat paksaan dari orang lain, semua peserta rapat boleh mengutarakan pendapatnya. Pendapat yang diberikan harus logis dan masuk di akal, tidak menimbulkan perpecahan, sesuai dengan norma, dan tidak menyinggung perasaan orang lain. 3. Menghargai pendapat orang lain
Setiap peserta rapat haruslah mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain tanpa menyela orang yang sedang mengemukakan pendapat. Bila tidak setuju dengan pendapat yang dikemukakan peserta lain, boleh menanggapinya tetapi dengan cara yang sopan agar tidak menimbulkan permasalahan
4. Jiwa besar serta lapang dada
Melaksanakan hasil keputusan dengan rasa penuh tanggung jawab. Artinya seluruh peserta rapat diberi hak yang sama untuk mengemukakan pendapatnya. Mereka diberikan kebebasan untuk mengungkapkan ide atau gagasan. Ciri-ciri dan prinsip musyawarah mufakat
Dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, ciri-ciri musyawarah untuk mufakat antara lain sebagai berikut:
1. Sesuai dengan kepentingan bersama.
2. Usul atau pendapat yang disampaikan mudah dipahami dan tidak memberatkan.
3. Dalam musyawarah, pertimbangan moral lebih diutamakan dan bersumber dari hati nurani yang jujur.
4. Pembicaraan harus dapat diterima dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani.
Dalam pelaksanaan musyawarah untuk mencapai mufakat kita harus berpedoman pada prinsip-prinsip dan aturan musyawarah, yaitu:
1. Musyawarah dilandasi dengan akal sehat dan hati nurani yang luhur.
2. Musyawarah dilandasi semangat kegotongroyongan dan kekeluargaan.
3. Mengutamakan kepentingan umum. Menghargai pendapat orang lain.
4. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa.
5. Melaksanakan keputusan bersama dengan dilandasi iktikad baik dan penuh rasa tanggung jawab.
ELEMEN DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN :
B. INDONESIA : Menulis
Peserta didik mampu menulis teks narasi, teks deskripsi, teks rekon, teks prosedur, dan teks eksposisi dengan rangkaian kalimat yang beragam, informasi yang rinci dan akurat dengan topik yang beragam. Peserta didik terampil menulis tegak bersambung.
TUJUAN PEMBELAJARAN :
B. INDONESIA :
1. Melalui kegiatan membuat kalimat, peserta didik dapat menggunakan kosakata baru dalam kalimat dengan benar sesuai ketentuan bahasa Indonesia.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) :
B. INDONESIA :
1. Peserta didik menuliskan kalimat dengan unsur subjek, predikat, objek, dan keterangan, mengggunakan kombinasi kata benda dan kata sifat yang sesuai dengan konteks topik bahasan.
MATERI BAHASA INDONESIA
Ada Vampir di Rumah Ini
Klik! Kipas angin pun menyala. “Sejuknya,” gumam Sani. Setelah berdiri sebentar di depan kipas angin, Sani kembali memilih-milih buku di rak. Klik! Kipas angin berhenti berputar. Kak Lita mematikannya.
“Kipas angin ada di sini, kamu di sana, percuma kamu menyalakan kipas angin. Membuang energi saja,” kata Kak Lita. “Aku kan mau membaca di sofa,” ucap Sani. Sani menyalakan lagi kipas angin, lalu duduk di sofa. Baru sebentar Sani membaca, Kak Lita kembali mematikan kipas angin.
“Kak, jangan dimatikan,” pinta Sani. “Gerah.” Kak Lita tak menjawab. Dia malah membuka jendela lebar-lebar.
“Sejuk, kan? Tidak perlu kipas angin dan hemat listrik,” kata Kak Lita sambil duduk di samping Sani.
Tiba-tiba dia melompat, lalu melepaskan kabel kipas angin yang tertancap di stopkontak. Aduh, jika tentang listrik, Kak Lita cerewet sekali. Sani sering diomeli jika lupa melepaskan kabel atau mematikan sakelar. Kak Lita juga menempel tulisan di tiap stopkontak di rumah ini: MATIKAN LAMPU! LEPASKAN KABEL! TARIK STEKERNYA,
kabel kok dibilang repot.” “Yang penting elektroniknya sudah dimatikan. Kenapa harus dicabut kabelnya?” “Kalau kabelnya tidak dicabut, daya listriknya masih jalan terus.”
Kak Lita lalu berbisik, “Kalau sudah begitu, kita seperti memberi makan vampir.” “VAMPIR? Kak, jangan main-main, aku takut,” Sani menoleh ke sekelilingnya dengan cemas. Masa di rumah ini ada kelelawar pengisap darah?”
“Bukan vampir yang itu. Vampir yang ini mengisap listrik.”
Kak Lita tertawa, lalu menunjukkan gambar yang ada di koran. “Lihat ini,” katanya. “Wah!” seru Sani terkejut. “Jadi, walau televisi sudah dimatikan, kalau kabelnya tetap tercolok ke stopkontak, listrik tetap mengalir?” “Nah, pintar adikku!” Kak Lita tertawa sambil menjawil dagu Sani.
Dalam cerita “Ada Vampir di Rumah Ini” terdapat beberapa kata terkait kelistrikan yang mungkin baru kalian dengar atau ketahui.
Carilah artinya di Kamus Besar Bahasa Indonesia dan catat di Kamus Kartu kalian.
Kalian bisa melihat bahwa ketiga kalimat itu dapat diuraikan menjadi dua kalimat terpisah. Kalimat seperti itu disebut kalimat majemuk. Kalimat majemuk adalah kalimat yang dibentuk dengan cara menggabungkan dua kalimat atau lebih. Untuk menyambungkan antarkalimat penyusun ini, biasanya digunakan kata hubung atau konjungsi.
Pada contoh-contoh di atas, kedua kalimat penyusun memiliki kedudukan yang sederajat. Keduanya dapat menjadi kalimat sendiri kalau konjungsi dihilangkan. Kalimat majemuk yang seperti ini disebut kalimat majemuk setara.
Konjungsi yang biasa dipakai dalam kalimat majemuk setara antara lain adalah dan (untuk menghubungkan kalimat yang situasinya sama), tetapi (untuk menghubungkan kalimat yang situasinya berlawanan), sehingga (untuk menghubungkan kalimat yang merupakan sebabakibat),dan lain-lain.
REFLEKSI / KESIMPULAN PEMBELAJARAN :
Berdasarkan hasil pembelajaran pada hari ini dapat diketahui bahwa sebagian besar peserta didik sudah mampu memahami materi tentang Musyawarah dalam mufakat, namun masih ada beberapa peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami musyawarah dalam mencapai mufakat. Untuk mengatasi hal tersebut maka guru menjelaskan kembagi dengan menggunakan video pembelajaran dan contoh menyangkut dengan kegiatan sehari-hari atau dengan contoh pengalaman. Sehingga peserta didik akan lebih paham dan mudah memahami materi Musyawarah dalam Mufakat.
Good morning my lovely students. How are you this morning?
Hopely you are healthy and happiness. 😍
ELEMEN DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN :
MATEMATIKA : Bilangan
Pada akhir fase B, peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000. Mereka dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, menggunakan nilai tempat, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan tersebut. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan uang menggunakan ribuan sebagai satuan.peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000. Mereka dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda-benda konkret, gambar dan simbol matematika. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan kelipatan dan faktor.
TUJUAN PEMBELAJARAN :
1. Peserta didik dapat memahami bahwa (puluhan, ratusan) : (bilangan nilai tempat satuan) dapat dihitung dengan cara yang sama seperti (bilangan nilai tempat satuan) : (bilangan nilai tempat satuan) dengan menggunakan 10 atau 100 sebagai satuan nilai tempat.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) :
1. Peserta didik memahami bahwa (puluhan, ratusan) : (bilangan nilai tempat satuan) dapat dihitung dengan cara yang sama seperti (bilangan nilai tempat satuan) : (bilangan nilai tempat satuan) dengan menggunakan 10 atau 100 sebagai satuan nilai tempat.
MATERI MATEMATIKA :
PEMBAGIAN OLEH PULUHAN DAN RATUSAN
Berikut Video Pembelajaran
ELEMEN DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN :
Pendidikan Anti Korupsi (PAK)
Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik dapat memahami sikap disiplin dan menciptakan suatu keteraturan dalam diri.
Sikap Disiplin
Pada dasarnya, pengertian disiplin merujuk pada sikap ketaatan dan kepatuhan seseorang terhadap nilai yang dipercaya dan menjadi tanggung jawabnya. Dimana sikap ini mencakup segala hal yang bersifat pribadi, sosial, maupun nasional.
Bisa disimpulkan bahwa disiplin adalah suatu sikap kesadaran dan kepatuhan seseorang dalam menaati peraturan dan norma sosial yang berlaku tanpa adanya paksaan dari luar.
Tujuan Sikap Disiplin
Para ahli juga menerangkan tujuan dari sebuah sikap disiplin. Yang apabila dirangkum, beberapa tujuan tersebut meliputi:
Untuk menciptakan suatu keteraturan dalam diri
Untuk membuang dan memperbaiki kebiasaan buruk
Untuk membantu dan mengembangkan pengendalian atas diri
Untuk menciptakan prinsip agar seseorang dapat mencapai sasaran tertentu dalam hidup
Jenis Tindakan Disiplin
Secara umum, penerapan sikap atau tindakan disiplin bisa dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu disiplin pribadi, disiplin sosial, dan disiplin nasional.
1. Disiplin Pribadi
Disiplin pribadi merupakan kepatuhan seseorang terhadap berbagai unsur yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang dan membangun sikap positif pada orang tersebut.
2. Disiplin Sosial
Disiplin sosial adalah kepatuhan terhadap aturan yang berlaku dalam hubungan bermasyarakat, yang sejalan dengan norma dalam lingkungan tersebut.
3. Disiplin Nasional
Disiplin nasional adalah ketaatan suatu bangsa terhadap aturan yang berlaku dalam berbangsa dan bernegara yang menjadi sikap mental dan cerminan suatu bangsa secara keseluruhan.
4. Disiplin Terhadap Waktu
Disiplin waktu adalah bentuuk kedisiplinan seseorang dalam menggunakan waktunya selama 24 jam dalam sehari. Tidak hanya soal memulai dan menutup hari dari dan hingga pukul berapa, namun juga terhadap hal lain, termasuk yang berhubungan dengan orang lain.
5. Disiplin Terhadap Aturan
Dalam kehidupan sosial, menghargai aturan yang berlaku dalam masyarakat adalah sebuah kewajiban. Sebab, dengan menaati peraturan yang berlaku, akan tercipta sebuah kerukunan dan keseimbangan di tengah kehidupan bermasyarakat.
6. Disiplin dalam Berbangsa dan Bernegara
Disiplin dalam berbangsa dan bernegara sangat dibutuhkan oleh semua elemen masyarakat agar tujuan pendidikan, ekonomi, dan keseh=jahteraan berbangsa dan bernegara bisa tercapai.
7. Disiplin dalam Beribadah
Semua agama yang ada di Indonesia mempunyai aturan yang harus ditaati oleh penganutnya. Tujuannya, agar penganut agama tersebut bisa menjadi pribadi yang lebih baik.
Manfaat Sikap Disiplin
Ketika sikap disiplin sudah bisa diterapkan atas dasar kemauan dan kesadaran sendiri, maka akan muncul dampak positif yang bisa dirasakan, baik oleh diri sendiri maupun orang lain. Adapun beberapa manfaat dari sikap disiplin ialah:
1. Menumbuhkan Kepekaan dan Kepedulian
Mereka yang diajarkan kedisiplinan sejak dini akan memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap diri sendiri dan orang lain.
2. Mengajarkan Keteraturan
Secara otomatis, mereka yang menerapkan sikap disiplin akan memiliki pola hidup yang teratur dan manajemen waktu yang baik.
3. Menumbuhkan Ketenangan
Dengan menerapkan sikap disiplin, akan tumbuh ketenangan dalam diri karena telah melakukan sesuatu yang sesuai dengan peraturan dan norma yang berlaku.
4. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri
Tanpa disadari, sikap disiplin juga dapat membuat seseorang menjadi lebih percaya diri dalam menjalani berbagai aktivitas kegiatan.
5. Membantu Perkembangan Otak
Seorang anak akan selalu meniru apa yang diajarkan kepadanya. Karena itu, pengajaran kedisiplinan akan membantu perkembangan otak anak dan membentuk kebiasaan serta sikap yang positif.
6. Menumbuhkan Sikap Patuh
Sesuai dengan definisinya, kedisiplinan juga jelas akan menumbuhkan sikap patuh terhadap segala hal yang dinilainya benar.
Contoh Perilaku disiplin di rumah :
membantu orang tua
berangkat sekolah tepat waktu
belajar setiap hari
Tidur dan bangun tepat waktu,
Merapikan tempat tidur dan kamar,
Makan dengan teratur,
Merapikan mainan setelah bermain,
Menjaga kebersihan rumah,
Menjalankan ibadah tepat waktu,
Mandi pagi dan sore hari,
Menjaga keamanan di rumah,
Penggunaan listrik dan peralatan elektronik
Contoh Disiplin yang diterapkan di sekolah :
Masuk sekolah tepat waktu
Berbaris dengan tertib
Berseragam sesuai ketentuan sekolah
Menaati tata tertib sekolah
Mendengarkan pelajaran dengan tekun
Beribadah tepat waktu
tidak terlambat masuk sekolah
bila keluar kelas minta izin
melaksanakan tugas piket
membuang sampah pada tembatnya
tidak boleh berbuat gaduh di kelas
duduk dengan rapi
Berlaku sopan santun
Contoh Sikap disiplin di masyarakat :
jangan membunyikan radio atau tv keras keras pada malam hari
membuang sampah pada tempat nya
berjalan di sebelah kiri
mematuhi rambulalu lintas di jalan umum
jangan bermain layang layang di jalan.
Menjaga kebersihan lingkungan
Menjaga keamanan lingkungan
Tidak mengganggu tetangga.
Kesopanan dalam bertamu
Hati-hati menggunakan barang milik orang lain.
REFLEKSI / KESIMPULAN PEMBELAJARAN :
Berdasarkan hasil pembelajaran pada hari ini dapat diketahui bahwa sebagian besar peserta didik sudah mampu memahami materi tentang pembagian dengan pengelompokkan, namun masih ada beberapa peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami pembagian dengan cara pengelompokkan. Untuk mengatasi hal tersebut maka guru menjelaskan kembagi dengan menggunakan contoh benda konkret yang menyangkut dengan kegiatan sehari-hari dan menggunakan video. Sehingga peserta didik akan lebih paham dan mudah memahami pembagian dengan cara mengelompokkan dengan tepat.