Minggu, 27 Agustus 2023

P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Petani Pisang

 


Hari/Tanggal        : Senin, 28  Agustus 2023

Mata Pelajaran     : P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Petani Pisang

Alat Peraga           : Gambar dan PPT




Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you this morning?

Hopely you are healthy and happiness. 😍


PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA




TEMA P5 : KEWIRAUSAHAAN

PROJEK P5 : INOVASI OLAHAN PISANG

TUJUAN P5 :
Peserta didik mampu mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan, berkomunikasi dengan kelompok untuk mencapai tujuan bersama serta menampilkan tindakan yang sesuai dengan harapan dan tujuan kelompok.

TARGET P5 :
Proyek ini diharapkan dapat membantu peserta didik dalam mencapai dimensi Profil Pelajar Pancasila yaitu Bernalar Kritis, Kreatif dan Gotong Royong.

DIMENSI P5 :
1. Bernalar Kritis
2. Gotong Royong
3. Kreatif

SOSIALISASI PROYEK :

Pisang merupakan buah unggulan provinsi Lampung, bahkan tidak jarang masyarakat Lampung menjuluki sebagai icon kelurahan tersebut. Tetapi sangat disayangkan Keripik Pisang hanya banyak dinikmati dalam bentuk buah saja. Sebenarnya sudah ada beberapa home industry di provinsi Lampung yang mengolah Pisang menjadi beberapa olahan makanan. Diantaranya ada bolu pisang, sale pisang, keripik pisang, dan masih banyak lagi. 

Selain itu produk olahan Pisang dapat kita temui di sekitar jalan Pagar Alam, Kedaton ataupun pusat oleh-oleh. Kita sebagai warga yang tinggal di daerah yang memiliki potensi ini seyogyanya membantu mengenalkan produk olahan Keripik Pisang ke masyarakat luas. Dengan praktik membuat produk olahan Keripik Pisang secara tidak langsung mengenalkan kepada peserta didik bahwa kita dapat menciptakan peluang usaha dengan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar kita. 

Materi Ajar “Inovasi Olahan Pisang”

Komoditas Pisang oleh Petani Lampung

Kawasan Lampung Barat sudah lama dikenal akan potensinya dalam menghasilkan salah satu komoditas pisang terbaik di Indonesia. Dalam pasaran lokal, pisang hasil tani dari Tanggamus punya nama baik dan digemari secara luas. Sayangnya, meski memiliki kualitas ciamik, sistem pengembangan komoditas pisang ini masih terbilang lemah. Karena itulah, pemerintah melirik potensi sistem kemitraan sebagai salah satu jalan untuk membuka peluang pasar lebih lebar bagi petani pisang Tanggamus.

Meskipun berjalan pelan, namun melalui edukasi dan bimbingan langsung dari pihak pemerintah daerah maupun pusat, komoditas Pisang Tanggamus mulai diperhitungkan di pasar mancanegara. Dampaknya luar biasa, kesejahteraan petani meningkat dan kualitas pisang yang dihasilkan pun menjadi lebih baik. Ke depannya, bukan tidak mungkin, komoditas pisang Tanggamus bisa diekspor dalam skala yang lebih luas lagi. Simak perjalanan para petani di Lampung Barat menuju kesejahteraannya berikut ini.


Simak Video Petani Pisang di Bawah Ini 


Jawablah pertanyaan dibawah ini:
1. Berikan 1 pendapat kalian, terkait dengan video yang sudah kalian lihat?
2. Apakah kegiatan tersebut banyak kalian lihat di daerah sekitar sekolah dan tempat tinggal kalian?

ASESMEN DIAGNOSTIK :

Nama    :

Kelas     :

1. Dengan banyaknya petani Pisang di daerah kalian tinggal, ide apa yang dapat kalian kembangkan untuk mengangkat olahan buah Pisang menjadi daya tarik masyarakat baik di dalam daerah maupun luar daerah?

2. Apakah usaha yang dilakukan masyarakat dan pemerintah untuk mengangkat olahan buah Pisang sudah maksimal? Berikan ulasan kalian!





Jumat, 25 Agustus 2023

Matematika "Pembagian"

 


Hari/Tanggal        : Jum'at, 25  Agustus 2023

Mata Pelajaran     : Matematika 

Alat Peraga           : Gambar dan PPT




Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you this morning?

Hopely you are healthy and happiness. 😍

ELEMEN DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN :

MATEMATIKA  : Bilangan
Pada akhir fase B, peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000. Mereka dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, menggunakan nilai tempat, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan tersebut. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan uang menggunakan ribuan sebagai satuan.peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000. Mereka dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda-benda konkret, gambar dan simbol matematika. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan kelipatan dan faktor.

TUJUAN PEMBELAJARAN :
1. Peserta didik dapat menghitung pembagian yang pembaginya ratusan, dengan mempertimbangkannya sebagai operasi " : (satuan nilai tempat pertama)" dengan menghilangkan 0 menggunakan aturan pembagian.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) :
1. Peserta didik menghitung pembagian yang pembaginya ratusan, dengan mempertimbangkannya sebagai operasi " : (satuan nilai tempat pertama)" dengan menghilangkan 0 menggunakan aturan pembagian. 


MATERI
Aturan Pembagian

1. Jika kamu akan membagi 80 lembar kertas lipat sama rata pada 2 orang, berapa banyak yang akan diterima setiap orang?
1. Tulislah kalimat matematikanya. ⃞ (Banyak kertas) :⃞ (banyak orang)
2. Jika 10 lembar kertas dikelompokkan menjadi 1, tulislah kalimat matematikanya.
3. Berapa banyak kelompok kertas yang diterima setiap orang?

2. Jika kamu akan membagi 800 kertas lipat sama rata kepada 2 orang, berapa lembar kertas yang akan diterima setiap anak?

1. Tulislah dalam kalimat matematika. 
2. Jika kertas lipat tersebut dikelompokkan sehingga bisa dinyatakan sebagai 8 : 2, ada berapa lembar kertaskah di tiap kelompok?
3. Ada berapa banyak kelompok kertas yang diterima setiap orang?

Kamis, 24 Agustus 2023

Bahasa Indonesia dan Matematika


Hari/Tanggal        : Kamis, 24  Agustus 2023

Mata Pelajaran     : Bahasa Indonesia dan Matematika 

Alat Peraga           : Gambar dan PPT




Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you this morning?

Hopely you are healthy and happiness. 😍

ELEMEN DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN :

B.INDONESIA : Menulis 

Peserta didik mampu memahami pesan dan informasi tentang kehidupan sehari-hari dalam bentuk cetak atau elektronik. Peserta didik mampu mengenal tanda atau petunjuk dari rambu-rambu lalu lintas yang telah dikenalinya dengan baik. Peserta didik mampu memahami arti rambu tanda atau petunjuk pada rambu lalu lintas. Peserta didik dapat mencari informasi dari teks bacaan dengan tepat. 


TUJUAN PEMBELAJARAN :
1. Melalui kegiatan mengamati teks cerita gambar, peserta didik dapat mencari informasi dan menjawab pertanyaan dengan benar. 

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) :
1. Peserta didik dapat mengamati teks gambar dan menenukan kata yang memiliki arti dan menjawab pertanyaan dengan benar. 


MATERI 





Berdiskusi!

Diskusikanlah kembali cerita “Awas!” bersama teman dan guru.
Kalian dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini sebagai bahan diskusi.
Sampaikan jawaban kalian setelah dipersilakan guru.
1. Di mana Rudi berada?
2. Mengapa pengendara sepeda motor itu marah kepada Rudi?
3. Mengapa Rudi memutuskan maju saat lampu lalu lintas belum berwarna hijau?
4. Menurut kalian, bagaimana perasaan Rudi?
5. Jika kalian menjadi Rudi, apa yang kalian lakukan?
6. Pernahkah kalian mengalami kejadian seperti itu? Ceritakanlah!


ELEMEN DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN :
MATEMATIKA  : Bilangan
Pada akhir fase B, peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000. Mereka dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, menggunakan nilai tempat, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan tersebut. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan uang menggunakan ribuan sebagai satuan.peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000. Mereka dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda-benda konkret, gambar dan simbol matematika. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan kelipatan dan faktor.

Tujuan Pembelajaran:

1. Peserta didik dapat menjelaskan prosedur perhitungan bersusun dengan menghubungan cara menghitung operasi pembagian dan pembagian bersusun.


ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) :

1. Peserta didik memikirkan bagaimana cara menghitung 56:4 dan meringkasnya dalam sebuah laporan.





Rabu, 23 Agustus 2023

Seni Tari dan IPAS

 


Hari/Tanggal        : Rabu, 23  Agustus 2023

Mata Pelajaran     : Seni Tari dan IPAS 

Alat Peraga           : Gambar dan PPT




Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you this morning?

Hopely you are healthy and happiness. 😍


ELEMEN DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN :
SENI TARI : Mengalami (Experiencing)
Peserta didik mampu mengamati bentuk penyajian tari berdasarkan latar belakang serta mengeksplorasi unsur utama tari sesuai level, perubahan arah hadap, dan desain lantai.

TUJUAN PEMBELAJARAN :
1. Peserta didik dapat memahami gerak bermakna pada kegiatan atau aktivitas petani secara individu maupun kelompok.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) :
1. Peserta didik dapat memahami gerak bermakna pada kegiatan atau aktivitas petani secara individu maupun kelompok. 

MATERI : 

Gerak bermakna adalah suatu tindakan atau aksi yang mengandung makna tertentu. Contohnya, seseorang dapat mengungkapkan perasaannya melalui gerak bermakna seperti tatapan, senyuman, atau bahkan menggelengkan kepala. Gerak bermakna dapat berupa gerakan fisik, seperti gerakan tangan atau tubuh, atau bahkan gerakan emosional.

Gerak bermakna dapat digunakan untuk mengungkapkan makna, menginspirasi, atau bahkan mengkomunikasikan suatu pesan. Contohnya, dalam bahasa tubuh, tatapan mata menunjukkan keinginan untuk berbicara. Senyuman menunjukkan rasa gembira atau kesukaan. Geleng kepala menunjukkan penolakan.

Gerak bermakna juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dalam situasi tertentu. Contohnya, pada saat orang lain berbicara, mengisyaratkan bahwa Anda sedang mendengarkan dengan menganggukkan kepala bisa menunjukkan bahwa Anda menyimak. Atau jika Anda merasa bahwa orang lain sedang berbicara terlalu lama, Anda dapat menggunakan gerak bermakna seperti menunjukkan jam tangan atau meletakkan tangan di dada, mengisyaratkan bahwa Anda memiliki beberapa hal lain yang harus dikerjakan.

Gerak bermakna juga dapat digunakan untuk menyampaikan makna tertentu dalam sebuah pertunjukan. Contohnya, dalam pertunjukan tari modern, gerak bermakna dapat digunakan untuk menggambarkan situasi tertentu atau mengungkapkan perasaan tertentu. Gerakan bermakna dalam pertunjukan tari juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan tertentu atau membuat audiens berpikir tentang hal-hal tertentu.

Gerak bermakna dapat digunakan dalam banyak hal, dari menunjukkan rasa hormat, hingga menyampaikan makna tertentu. Gerak bermakna juga dapat digunakan dalam banyak situasi, mulai dari mengungkapkan perasaan, hingga menyampaikan pesan. Gerak bermakna adalah salah satu cara yang paling efektif untuk mengkomunikasikan makna.

Contoh gerak bermakna dalam tarian, antara lain : 

  • 1. Gerakan Menabur Bunga.
  • 2. Gerakan Merias Wajah.
  • 3. Gerakan Memukul Lawan.

Tari Tani – Bertani merupakan profesi yang dilakoni oleh banyak masyarakat di Indonesia. Sebagai bentuk apresiasi dan kreatifitas terhadap kegiatan yang memenuhi berbagai kebutuhan ini, hadir tari Tani yang dikreasikan oleh para seniman di Jawa.

Kesenian tari dapat menjadi sarana yang fungsional bagi masyarakat untuk mencurahkan daya kreatifitasnya, termasuk menjadikan kegiatan bertani menjadi tarian.



ELEMEN DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN :

IPAS 
Peserta didik mengidentifikasi proses perubahan wujud zat dan perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mengidentifikasi sumber dan bentuk energi serta menjelaskan proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari (contoh: energi kalor, listrik, bunyi, cahaya). 

Tujuan Pembelajaran/ CP : 
Peserta didik dapat menjelaskan karakteristik wujud zat dan membandingkannya. 

Alur Tujuan Pembelajaran/ ATP : 
Peserta didik memahami macam-macam wujud zat. 

Materi IPAS : 

Wujud Zat (Materi) beserta Perubahannya




Wujud zat merupakan bentuk-bentuk berbeda yang diambil oleh berbagai fase materi berlainan.

zat atau materi adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Berdasarkan wujudnya, zat dibagi atas 3 jenis, yaitu zat padat, cair, dan gas.

Seperti yang telah dijabarkan di atas, ada tiga wujud zat, yakni zat padat, cair, dan gas.

1. Zat padat

Memiliki bentuk dan volume tetap. Misalnya ketika menggunting kertas dan memindahkannya ke dalam wadah, zat tersebut tetap bersifat padat.

Contoh lainnya, batu yang dimasukkan ke dalam gelas, bentuknya akan tetap padat, begitu pula volumenya.

2. Zat cair

Zat ini mampu menempati ruang, berbentuk sama seperti wadahnya, dan memiliki volume yang tetap.

Contohnya air, kecap, sirup, minyak, dan sebagainya. Ketika dituangkan dalam gelas, air akan berbentuk sama seperti wadahnya.

Volume air sebelum dimasukkan ke dalam gelas akan sama dengan volume air ketika dituangkan ke dalamnya.

3. Zat gas

Memiliki bentuk yang tidak tetap. Ketika meniup beberapa balon dengan bentuk berbeda, zat gas akan memenuhi balon dan menghasilkan bentuk yang berbeda pula.

Selain itu, zat gas juga mampu menekan ke segala arah. Contohnya ketika meniup balon yang awalnya tidak menggembung, kemudian mengembang. Hal ini terjadi karena zat gas mampu menekan dinding balon.

                                         


Kesimpulan : 




Senin, 21 Agustus 2023

Bahasa Indonesia dan Pendidikan Pancasila

 


Hari/Tanggal        : Selasa, 22  Agustus 2023

Mata Pelajaran     : Bahasa Indonesia dan Pendidikan Pancasila   

Alat Peraga           : Gambar dan PPT




Tabik Pun 🙏 

Good morning my lovely students. How are you this morning?

Hopely you are healthy and happiness. 😍

ELEMEN DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN :
B.INDONESIA : Membaca dan Memirsa 
Peserta didik mampu memahami pesan dan informasi tentang kehidupan sehari-hari dalam bentuk cetak atau elektronik. Peserta didik mampu mengenal tanda atau petunjuk dari rambu-rambu lalu lintas yang telah dikenalinya dengan baik. Peserta didik mampu memahami arti rambu tanda atau petunjuk pada rambu lalu lintas. 

TUJUAN PEMBELAJARAN :
1. Melalui kegiatan mengamati gambar, peserta didik dapat memahami tanda serta arti rambu-rambu lalu lintas. 

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) :
1. Peserta didik dapat mengenal tanda/rambu-rambu lalu lintas beserta artinya dengan benar. 

MATERI 

Di jalan raya, di terminal, di pasar, atau di tempat-tempat lainnya kalian mungkin pernah melihat tanda atau lambang sebagai petunjuk. Ada tanda tempat pembuangan sampah, ada tanda tempat menyeberang, dan lainnya. Tanda atau lambang seperti itu disebut rambu-rambu. Semua orang harus memahami dan menaati ramburambu supaya semua berjalan dengan tertib demi kebaikan bersama.
Gambar-gambar di bawah ini disebut rambu lalu lintas. Rambu lalu lintas bisa berupa lambang, huruf, angka, atau kalimat. Gunanya untuk memberikan peringatan, larangan, perintah, dan petunjuk bagi pemakai jalan. Pernahkah kalian melihatnya?


Perhatikan rambu-rambu yang ditunjukkan guru! Perhatikan warna dan bentuknya!
• Apa yang sama?
• Apa yang berbeda?
• Dapatkah kalian menduga artinya?

Rambu lalu lintas atau petunjuk Digunakan untuk memandu Pengguna Jalan saat melakukan perjalanan atau untuk memberikan informasi lain kepada Pengguna Jalan. 

Terdapat 4 jenis rambu-rambu lalu lintas, yaitu :

1. Rambu peringatan digunakan untuk memberi peringatan kemungkinan ada bahaya atau tempat berbahaya di depan pengguna jalan. Warna dasar rambu peringatan berwarna kuning dengan lambang atau tulisan berwarna hitam.
Contoh : 


2. Rambu larangan 
Rambu Larangan menunjukkan perbuatan yang dilarang dilakukan oleh pemakai jalan. Warna dasar dari rambu jenis ini adalah berwarna putih dan lambang atau tulisan berwarna hitam atau merah.

Contohnya : 



3. Rambu perintah 
Rambu ini menyatakan perintah yang harus dilakukan oleh pemakai jalan. Rambu perintah berbentuk bundar berwarna biru dan lambang atau tulisan berwarna putih serta merah untuk garis serong sebagai batas akhir perintah.

Contohnya : 



4. Rambu petunjuk adalah salah satu bagian dari rambu lalu lintas yang fungsinya sebagai pemandu dan pemberi informasi bagi pengguna jalan.

Contohnya : 




ELEMEN DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN :
Pendidikan Pancasila
Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menyajikan hasil identifikasi hak dan kewajiban sebagai anggota keluarga dan sebagai warga sekolah.

 TUJUAN PEMBELAJARAN :
1. Peserta didik dapat mengidentifikasi hak dan kewajiban sebagai peserta didik.


ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) :
1. Peserta didik mengidentfikasi hak dan kewajiban sebagai anggota keluarga di sekolah. 

MATERI 

Hak adalah kekuasaan atau kewenangan yang benar atas sesuatu. Contoh, seorang warga negara memiliki hak untuk hidup, memiliki tempat tinggal, beragama, dan memiliki pendidikan yang layak.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, kewajiban adalah sesuatu yang diwajibkan, sesuatu yang harus dilaksanakan, atau suatu keharusan. Pengertian kewajiban juga dimaknai sebagai tugas atau pekerjaan. Dalam ilmu hukum, kewajiban adalah segala sesuatu yang menjadi tugas manusia (membina kemanusiaan).

Contoh Hak siswa di sekolah

1. Bertanya dan berpendapat

2. Mendapatkan materi pelajaran

3. Mendapatkan perlakuan yang adil

4. Menggunakan fasilitas sekolah

5. Mendapatkan Nilai 

Contoh Kewajiban siswa di sekolah

1. Membantu kelancaran proses belajar mengajar di kelas

2. Menjaga kebersihan dan keamanan sekolah

3. Menjaga nama baik sekolah

4. Wajib mengikuti proses belajar


Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
 

Risky Melina Sari Template by Ipietoon Cute Blog Design