Pesertadidik mampumenunjukkanpemahamandanmenyatakan garis bilangan pada bilangancacahsampai10.000.
Alur Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik mengetahui cara menentukan garis bilangan sampai bilangan cacah besar dengan tepat.
Materi Matematika
Pengertian Garis Bilangan dan Penggunaannya dalam Operasi Hitungan
Garis bilangan merupakan garis yang umum digunakan dalam operasi bilangan bulat dalam ilmu matematika. Garis bilangan adalah garis yang dibuat secara mendatar dengan menempatkan angka nol di bagian tengahnya. Dalam penulisan garis bilangan, maka angka atau bilangan bulat positif akan berada di sebelah kanan, sedangkan bilang bulat positif akan berada di sebelah kiri angka nol.
Fungsi Garis Bilangan dalam Pengoperasian Bilangan Bulat
pada dasarnya penggunaan garis bilangan dalam operasi hitungan matematika berguna untuk membandingkan dua buah bilangan yang bersifat positif dan negatif. Adapun yang dimaksud dengan garis bilangan tersebut ialah dapat diilustrasikan lewat gambar berikut:
Perbesar
Selain digunakan untuk membandingkan bilangan bulat positif dan negatif, keberadaan garis bilangan tersebut juga dapat memudahkan para pelajar untuk melakukan pengoperasian hitungan bilangan bulat. Dalam pengoperasian hitungan bilangan bulat, terdapat beberapa prinsip yang perlu dipahami oleh pelajar, di antaranya ialah sebagai berikut:
1. Jika bilangan bulat positif ditambah bilangan positif maka hasilnya tetap positif, misalnya: 3+2=5
2. Jika bilangan bulat positif ditambah dengan bilangan negatif maka hasilnya ditentukan berdasarkan bilangan yang terbanyak, misalnya: 3+(-2)=1
Pengertian Pertidaksamaan dalam Matematika
pertidaksamaan adalah kalimat terbuka yang menyatakan hubungan dua hal yang tidak mempunyai kesamaan atau tidak sama dengan. Hubungan tidak sama dengan, tanda lebih besar dan lebih kecil dapat dinotasikan dengan tanda sebagai berikut ini:
a. < (kurang dari)
b. ≤ (kurang dari atau sama dengan
c. > (lebih dari)
d. ≥ (lebih dari atau sama dengan)
Jika ada pertidaksamaan x < a maka niai x yang memenuhi adalah lebih kecil dari a. Jika ada pertidaksamaan matemati x ≥ a maka nilai x yang memenuhi adalah lebih besar dari a.
Berikut adalah sifat-sifat dari pertidaksamaan yang perlu diketahui dan dipahami agar saat mengerjakan soal pertidaksamaan lebih mudah, yakni:
1. Tanda pertidaksamaan tidak akan berubah jika menambahkan atau mengurangkan suatu pertidaksamaan dengan bilangan atau suatu ekspresi matemtaika tertentu.
2. Tanda pertidaksamaan tidak akan berubah jika mengalikan atau membaginya dengan bilangan POSITIF.
3. Tanda pertidaksamaan akan berbalik jika dikali atau dibagi dengan sebuah bilangan NEGATIF.
4. Pada operasi pemangkatan pertidaksamaan matematika, tanda pertidaksamaan berbalik tergantung dari ganjil atau genapanya pangkatnya.
Berikut Video Pembelajaran :
ELEMEN DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN :
IPAS : Pemahaman Sains
Peserta didik menganalisis hubungan antara bentuk serta fungsi bagian tubuh pada manusia (pancaindra). Peserta didik dapat membuat simulasi menggunakan bagan/alat bantu sederhana tentang siklus hidup makhluk hidup. Peserta didik dapat mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam di lingkungan sekitarnya dan kaitannya dengan upaya pelestarian makhluk hidup.
Tujuan Pembelajaran :
1. Peserta didik menganalisis hubungan antara bentuk serta fungsi bagian tubuh pada manusia (pancaindra).
Alur Tujuan Pembelajaran :
1.1Melalui gambar Peserta didik dapat mendeskripsikan hubungan antara struktur kerangka tubuh manusia dan fungsinya dengan tepat.
1.2Melalui video bergambar Peserta didik dapat mendeskripsikan hubungan antara panca indra dan fungsinya dengan tepat.
Materi IPAS
Pengertian Rangka Manusia, Rangka merupakan alat gerak pasif dalam tubuh manusia, karena sifatnya hanya sebagai tempat melekatnya otot. Fungsi rangka diantaranya memberi postur tubuh, melekatnya otot, pelindung organ-organ bagian dalam yang lunak, bekerja secara simultan dengan otot dan sistem saraf.
Tulang sendiri memiliki beberapa lapisan dari arah luar ke dalam yang secara berturut-turut, ialah periosteum, tulang kompak, tulang spons, endosteum, dan sumsum tulang. Sementara 5 bentuk tulang diantaranya tulang pipa, tulang pipih, tulang pendek, tulak tidak beraturan, dan tulang sesamoid.
Rangka aksial sendiri tersusun dari: tulang tengkorak, tulang telinga dan hioid, tulang belakang, tulang dada, dan tulang rusuk. Sedangkan rangka apendikuler tersusun dari: alat gerak atas, gelang bahu, alat gerak bawah, dan gelang panggul. Secara keseluruhan, rangka manusia dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu:
Rangka tengkorak – Rangka badan yang melindungi organ-organ penting pada tubuh. Rangka badan tersusun atas 33 ruang tulang belakang, tulang rusuk dan tulang dada.
Rangka anggota gerak seperti untuk berjalan, lari, memegang benda dan lain-lain. Untuk rangka anggota gerak tersusun atas anggota gerak atas yang meliputi tulang pengumpil, lengan atas, hasta, pergelangan tangan, telapak tangan dan ruas jari tangan. Susunan anggota gerak bawah meliputi tulang paha, tempurung lutut, kering, betis, pergelangan kaki, telapak kaki dan ruas kaki.
Rangka kepala yang tersusun atas tulang-tulang seperti tulang dahi, tulang ubun-ubun, tulang pelipis, tulang tengkorak, tulang baji, tulang air mata, tulang pipi, tulang hidung, rahang atas dan bawah dan tulang lidah.
Fungsi Rangka Manusia
Rangka manusia memiliki banyak fungsi. Beberapa di antaranya adalah ;
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila dan Bahasa Indonesia
Alat Peraga : Gambar dan PPT
Tabik Pun 🙏
Good morning my lovely students. How are you this morning?
Hopely you are healthy and happiness. 😍
ELEMEN DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN :
Pendidikan Pancasila
Peserta didik mampu memahami dan menjelaskan makna sila-sila Pancasila serta menceritakan contoh penerapan sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan perkembangan dan konteks peserta didik. Peserta didik mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
TUJUAN PEMBELAJARAN :
1. Peserta didik dapat memiliki akhlak mulia dengan didasari keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) :
1. Peserta didik memiliki akhlak mulia dengan didasari keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
MATEI Pendidikan Pancasila
Pengertian Pancasila Sebagai Dasar Negara
Pancasila adalah dasar negara dan ideologi resmi Indonesia. Kata “Pancasila” berasal dari bahasa Sanskerta yang terdiri dari dua kata, yaitu “panca” yang berarti lima dan “sila” yang berarti prinsip atau dasar. Jadi, Pancasila secara harfiah berarti “lima prinsip”.
Pancasila dinyatakan dalam Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945 dan kemudian dijadikan dasar negara Indonesia dalam Pembukaan UUD 1945. Pancasila mencerminkan nilai-nilai, prinsip-prinsip, dan tujuan yang menjadi landasan ideologi negara Indonesia.
Kedudukan Pancasila sebagai Dasar Negara
Kedudukan Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia sangat kuat dan tidak dapat diganggu gugat. Berikut adalah penjelasan mengenai kedudukan Pancasila sebagai Dasar Negara:
1.Tertuang dalam Pembukaan UUD 1945
Pancasila secara resmi dijadikan dasar negara Indonesia dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pembukaan UUD 1945 menyatakan bahwa negara Indonesia didirikan atas dasar Pancasila. Hal ini menegaskan kedudukan Pancasila sebagai pijakan utama dalam konstitusi Indonesia.
2.Konstitusi yang Tidak Dapat Diganggu Gugat
UUD 1945 merupakan konstitusi tertulis yang memiliki kedudukan dan kekuatan hukum tertinggi di Indonesia. Dalam Pasal 1 Ayat (3) UUD 1945, disebutkan bahwa Pancasila merupakan asas tunggal negara dan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia. Oleh karena itu, tidak ada lembaga atau pihak manapun yang memiliki kewenangan untuk mengubah atau menggantikan Pancasila sebagai Dasar Negara.
3.Keputusan Mahkamah Konstitusi
Mahkamah Konstitusi Indonesia (MK) telah menegaskan dan memperkuat kedudukan Pancasila sebagai Dasar Negara dalam putusan-putusannya. MK menyatakan bahwa perubahan terhadap Pancasila hanya dapat dilakukan melalui mekanisme amandemen UUD 1945 yang ditetapkan oleh MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat).
4.Keberadaan dan Pengamalan Sehari-hari
Pancasila bukan hanya sekadar simbol atau dokumen formal, tetapi juga harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Pancasila menjadi acuan dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, politik, hukum, sosial, ekonomi, dan budaya. Pengamalan nilai-nilai Pancasila menjadi tanggung jawab semua warga negara Indonesia.
5.Bendera dan Lambang Negara
Pancasila secara visual juga menjadi bagian yang penting dalam simbol-simbol nasional Indonesia. Lambang negara Garuda Pancasila dan bendera Merah Putih menunjukkan keberadaan Pancasila sebagai Dasar Negara yang dihormati dan dijunjung tinggi.
Dengan demikian, Pancasila memiliki kedudukan yang kuat dan tak tergoyahkan sebagai Dasar Negara Indonesia. Pancasila menjadi landasan moral, ideologi, dan identitas nasional yang menjadi pijakan untuk membangun masyarakat yang adil, beradab, dan demokratis.
A.Sejarah perumusan Pancasila
1.Pembentukan Badan Penyelidik
Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)
BPUPKI adalah salah satu badan yang berperan
penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Badan ini dibentuk oleh
Jepang pada tahun 1945.
Sebenarnya, BPUPKI dibentuk oleh Jepang hanya
untuk menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia. Namun
kenyataanya, BPUPKI merancang Undang-Undang Dasar Indonesia yang merdeka dan
berdaulat.
Dalam sidang-sidang yang digelar BPUPKI,
beberapa tokoh pergerakan nasional Indonesia menuangkan gagasan-gagasannya
untuk dasar Negara Indonesia Merdeka. Di antaranya adalah Muhammad Yamin,
Soekarno, dan Soepomo
Pengertian
BPUPKI
BPUPKI adalah singkatan dari Badan Penyelidik
Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Ini adalah sebuah badan yang
dibentuk oleh angkatan darat XIV Jepang di Jawa pada 29 April 1945.
Pembentukan BPUPKI adalah sebuah langkah konkrit
pelaksanaan janji Jepang atas kemerdekaan Indonesia. Badan ini terbentuk
berdasarkan Maklumat Gunseikan tanggal 29 April 1945.2
Sejarah Terbentuknya BPUPKI
Menjelang akhir tahun 1944, posisi Jepang
dalam Perang Asia Pasifik semakin terdesak. Daerah jajahannya jatuh satu per
satu ke tangan sekutu. Untuk menghadapi kondisi tersebut, Jepang mencari
dukungan kepada bangsa-bangsa yang didudukinya dengan cara memberikan janji
kemerdekaan.
7 September 1944, Perdana Menteri Jenderal
Kuniaki Koiso menjanjikan kemerdekaan kepada Indonesia. Janji tersebut
dikemukakan di depan Parlemen Jepang. Sebagai pembuktiannya, ia mengizinkan
pengibaran Bendera Merah Putih di kantor-kantor, namun dengan catatan harus
tetap berdampingan dengan bendera Jepang.3
Sebagai implementasi janji Kuniaki Koiso, pada 1
Maret 1945, Pemerintah Pendudukan Jepang di Jawa (Gunseikan), mengumumkan
rencana pembentukan BPUPKI. Lembaga ini akhirnya terbentuk pada 29 April 1945
melalui Maklumat Gunseikan.
Tujuan
BPUPKI
Tujuan utama dibentuknya BPUPKI adalah untuk
mengkaji, mendalami, serta menyelidiki bentuk dasar negara yang cocok untuk
Indonesia pasca kemerdekaan. Singkatnya, BPUPKI dibentuk untuk mempersiapkan
proses kemerdekaan Indonesia.
Dalam sudut pandang Jepang, BPUPKI dibentuk
dengan tujuan menarik simpati rakyat Indonesia agar membantu Jepang dalam
perang melawan sekutu. Salah satu hal yang dinilai dapat menarik simpati rakyat
Indonesia adalah janji kemerdekaan.
Saat itu Jepang memang terlibat dalam Perang
Dunia II. Jepang waktu itu melawan sekutu dan membutuhkan banyak dukungan.
Jadi, dapat dikatakan bahwa pementukan BPUPKI
oleh Jepang tidak 100 persen tulus untuk memberi kemerdekaan Indonesia tetapi
juga untuk mendapat dukungan dan melaksanakan politik kolonialnya.
Tokoh-tokoh
Anggota BPUPKI
BPUPKI diketuai oleh dr. K.R.T Radjiman
Wediodiningrat. Wakilnya terdiri atas 2 orang yakni Itibangase Yosio (Jepang)
dan R.P Soeroso.
Sidang
BPUPKI Dalam proses persiapan kemerdekaan Indonesia,
BPUPKI menggelar sidang sebanyak dua kali. Sidang
pertama dilaksanakan pada 29 Mei-1 Juni 1945, sedangkan sidang kedua pada
10-17 Juli 1945.
Berikut
hasil sidang pertama dan kedua BPUPKI Hasil Sidang Pertama BPUPKI Sidang pertama BPUPKI membahas tentang
rumusan dasar negara Indonesia merdeka. Untuk merumuskan dasar-dasar negara yang
benar-benar tepat, maka acara dalam sidang tersebut ialah mendengarkan pidato
dari tiga tokoh utama pergerakan Nasional Indonesia.
Tiga
tokoh utama pergerakan Nasional Indonesia tersebut yakni Mr Mohammad Yamin, Mr
Soepomo, dan Ir Soekarno. Yamin
menyampaikan pidatonya pada 29 Mei, sedangkan Soepomo pada 31 Mei, dan Soekarno
pada 1 Juni 1945.
Berikut Video Pembelajaran :
ELEMEN DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN :
B. INDONESIA : Menulis
Peserta didik mampu menulis teks narasi, teks deskripsi, teks rekon, teks prosedur, dan teks eksposisi dengan rangkaian kalimat yang beragam, informasi yang rinci dan akurat dengan topik yang beragam. Peserta didik terampil menulis tegak bersambung.
TUJUAN PEMBELAJARAN :
1. Melalui kegiatan membuat kalimat, peserta didik dapat menggunakan kosakata baru dalam kalimat dengan benar sesuai ketentuan bahasa Indonesia.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) :
1. Peserta didik menuliskan kalimat dengan unsur subjek, predikat, objek, dan keterangan, mengggunakan kombinasi kata benda dan kata sifat yang sesuai dengan konteks topik bahasan.
Kalimat Transitif dan Kalimat Intransitif
Kalimat transitif adalah kalimat yang memerlukan objek.
Bentuk kalimat transitif dapat diubah menjadi kalimat pasif.
Contoh:
Hanimemakaisepatu Heri.
S P O
Kalimat intransitif adalah kalimat yang tidak memerlukan objek.
Contoh:
Heriberlari.
S P
Suatu kalimat dapat dikatakan baik apabila memenuhi unsur-unsur kalimat di dalamnya. Beberapa kata dapat menjadi kalimat jika setidak-tidaknya mempunyai unsur Subyek (S) dan Predikat (P).
Contoh :
Bu Musrinah berjalan.
Subyek = Bu Musrinah Predikat = berjalan
Penjelasan :
Contoh di atas bisa dikatakan sebuah kalimat karena memiliki dua unsur pembentuk kalimat yakni Subyek dan Predikat.
Secara umum dalam kaidah bahasa Indonesia mempunyai 8 pola kalimat dasar yang dapat dikembangkan. Berikut penjelasannya :
a. Subyek – Predikat (S-P)
Contoh :
– Pak Guru mengabsen
Subyek = Pak Guru Predikat = mengabsen
– Adik belajar – Ayah membaca – Rina bersepeda – Anton bernyanyi
b. Subyek – Predikat – Obyek (S-P-O)
Contoh :
– Pak Agus mencuci piring
Subyek = Pak Agus Predikat = mencuci Obyek = piring
– Badriah memakai baju – Paman meminum kopi – Nisa mencuci gelas – Bibi menyiram tanaman – Galih membereskan ranjangnya. – Bu Susi bermain catur
c. Subyek – Predikat – Pel (S-P-Pel)
Contoh :
– Bu Rina menyukai yang pedas
Subyek = Bu Rina Predikat = menyukai Pelengkap = yang pedas
– Ardi tidak memakan yang manis-manis. – Dani menyukai yang hitam manis.
d. Subyek – Predikat – Obyek – Pelengkap (S-P-O-Pel)