Selasa, 03 November 2026

Rabu, 4 November 2026 : Matematika

 Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

Mata Pelajaran           : Matematika

Hari, Tanggal              :  Rabu, 4 November 2026

Fase / Kelas                 : B / 3C

 Materi                          : Pembagian Bilangan Cacah sampai 1.000

Pertemuan Ke             : 6

Capaian Pembelajaran : 

Murid dapat melakukan operasi pembagian bilangan cacah 1 hingga 100 dengan contoh benda-benda di sekitar. 

Tujuan Pembelajaran (TP ): 

  • Melakukan pembagian bilangan cacah 1 hingga 100
  • Memahami pembagian sebagai pengurangan berulang.
  • Memahami pembagian sebagai kebalikan dari perkalian.
  • Menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan pembagian bilangan cacah 1 hingga 100
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat belajar dengan fokus dan teliti dalam memahami pembagian sebagai penguragan berulang. Peserta didik memperhatikan setiap angka, tanda operasi, dan langkah pengurangan agar memperoleh jawaban yang tepat.
    • Meaningful (Bermakna): murid dapat memahami bahwa pembagian digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menghitung sisa buku dalam beberapa rak, sisa pensil dalam beberapa kotak, sisa buah dalam beberapa keranjang. 
    • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui permainan kartu pembagian, menyusun benda konkret, bekerja dalam kelompok, serta berlomba menemukan pasangan kartu soal dan jawaban dengan tepat. Guru memberikan apresiasi sehingga pembelajaran terasa menyenangkan dan meningkatkan kepercayaan diri peserta didik.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ):

    1. Murid dapat membagi bilangan cacah 1 hingga 100.

    2. Pembagian sebagai kebalikan perkalian

    3. Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan pembagian bilangan cacah 1 hingga 100. 


    Materi Matematika :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, latihan mandiri.  

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    QS. Al-Baqarah Ayat 261
    Ayat ini mengumpamakan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. 
    Makna Matematis: Menggambarkan pelipatgandaan pahala secara eksponensial (menjadi 700 kali lipat atau bahkan lebih bagi siapa yang Allah kehendaki). 

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 





    Pengertian Perkalian

    Perkalian adalah penjumlahan berulang dari bilangan yang sama.

    Contoh:

    \(3 \times 4 = 4+4+4=12\)

    Artinya, ada 3 kelompok yang masing-masing berisi 4 benda. Jumlah seluruhnya adalah 12 benda.

    2. Pengertian Pembagian

    Pembagian adalah kegiatan membagi suatu jumlah menjadi beberapa kelompok sama banyak.

    Contoh:

    Ibu mempunyai 12 buah jeruk. Jeruk tersebut dibagikan kepada 3 anak dengan jumlah yang sama.

    Setiap anak mendapatkan:

    \(12 : 3 = 4\)

    Jadi, setiap anak mendapatkan 4 buah jeruk.

    Hubungan Pembagian dengan Perkalian

    Pembagian merupakan kebalikan dari perkalian.

    Artinya, jika kita mengetahui hasil perkalian, kita dapat menggunakan perkalian tersebut untuk mencari hasil pembagian.

    Perhatikan contoh berikut!

    Contoh hubungan perkalian dan pembagian

    4 × 3 = 12

    Empat kelompok, setiap kelompok berisi tiga apel.

    Dari perkalian tersebut, kita mendapatkan dua kalimat pembagian:

    12 : 3 = 4

    12 : 4 = 3

    Jadi, perkalian dan pembagian saling berhubungan.

    4. Cara Menentukan Hasil Pembagian dengan Perkalian

    Perhatikan contoh berikut:

    Contoh 1:

    (20 : 5 = ...)

    Langkah penyelesaian:

    1. Ingat kembali perkalian 5.

    2. Cari bilangan yang jika dikalikan 5 hasilnya 20.

    3. Karena (5 x 4 = 20), maka:

    [ 20 : 5 = 4 ]

    Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

    Contoh 1: Membagikan Permen

    Rina mempunyai 15 permen. Permen dibagikan kepada 5 temannya sama banyak.

    \(15 : 5 = 3\)

    Setiap anak mendapatkan 3 permen.

    Contoh 2: Membagikan Buku

    Ada 24 buku yang akan diletakkan pada 6 meja sama banyak.

    (24 : 6 = 4)

    Setiap meja mendapatkan 4 buku.

    Contoh 3: Mengisi Keranjang

    Ayah mempunyai 30 jeruk. Jeruk dimasukkan ke dalam 5 keranjang sama banyak.

    (30 : 5 = 6)

    Setiap keranjang berisi 6 jeruk.




    Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 


    Senin, 02 November 2026

    Selasa, 3 November 2026 : Bahasa Indonesia

    Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : Bahasa Indonesia

    Hari, Tanggal              :  Selasa, 3 November 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                     : Mengenal Komponen Berbicara Santun (Pilihan kata, volume, intonasi dan gestur)   

    Pertemuan Ke             : 1

    Capaian Pembelajaran : 

    Peserta didik mampu berbicara dengan santun menggunakan pilihan kata yang tepat, volume suara yang sesuai, intonasi yang jelas, serta gestur tubuh yang baik dalam berbagai situasi komunikasi sehari-hari. Peserta didik juga mampu menyampaikan pendapat, bertanya, menjawab, dan menanggapi pembicaraan orang lain dengan bahasa yang baik dan penuh rasa hormat.

    Tujuan Pembelajaran (TP ): 

    • Menjelaskan pengertian berbicara santun dengan benar.

    • Mengidentifikasi empat komponen berbicara santun, yaitu pilihan kata, volume suara, intonasi, dan gestur.

    • Membedakan penggunaan kata-kata santun dan tidak santun dalam percakapan sehari-hari.

    • Mempraktikkan volume suara yang sesuai ketika berbicara.

    • Menggunakan intonasi yang tepat saat bertanya, menjawab, dan menyampaikan pendapat.

    • Mempraktikkan gestur tubuh yang sopan ketika berbicara dengan orang lain.

    • Melakukan percakapan sederhana dengan menerapkan komponen berbicara santun di lingkungan rumah dan sekolah.

    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyadari pentingnya berbicara santun dan menghargai orang lain ketika berkomunikasi.
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menceritakan pengalaman ketika meminta bantuan kepada orang tua. Murid dapat menghubungkan materi berbicara santun dengan pengalaman nyata di rumah dan sekolah. 
    • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat menyebutkan kata-kata santun seperti maaf, tolong, permisi, dan terima kasih. guru mengucapkan satu kalimat dengan berbagai intonasi, kemudian peserta didik menebak maksudnya.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): 

    1. Peserta didik mengenal pengertian berbicara santun.

    2. Peserta didik memahami pilihan kata yang baik dan sopan.

    3. Peserta didik memahami penggunaan volume suara yang sesuai.

    4. Peserta didik mengenal intonasi dalam berbicara.

    5. Peserta didik memahami gestur tubuh yang baik saat berbicara.

    6. Peserta didik mempraktikkan percakapan santun dalam kehidupan sehari-hari.


    Materi Bahasa Indonesia :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Tanya jawab, diskusi, demonstrasi, penugasan, dan permainan bahasa. 

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    Bunyi singkat: "Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar)."

    Video Pembelajaran : 


    Materi Pembelajaran

    1. Pengertian Berbicara Santun

    Berbicara santun adalah cara menyampaikan sesuatu kepada orang lain menggunakan bahasa yang baik, sopan, dan tidak menyakiti perasaan orang lain.

    Berbicara santun menunjukkan bahwa kita menghargai dan menghormati orang yang sedang diajak berbicara.

    Contoh perilaku berbicara santun:

    • Mengucapkan salam ketika bertemu guru.

    • Menggunakan kata tolong ketika meminta bantuan.

    • Mengucapkan terima kasih setelah menerima bantuan.

    • Mengucapkan maaf ketika melakukan kesalahan.

    • Mendengarkan orang lain ketika sedang berbicara.

    2. Komponen Berbicara Santun

    Ada empat komponen penting yang perlu diperhatikan ketika berbicara santun.

    A. Pilihan Kata

    Pilihan kata adalah kata-kata yang kita gunakan ketika berbicara dengan orang lain.

    Gunakan kata-kata yang baik, sopan, dan mudah dipahami.

    Contoh:

    • Santun: "Tolong ambilkan buku saya."

    • Tidak santun: "Ambilkan buku itu!"

    • Santun: "Maaf, boleh saya bertanya?"

    B. Volume Suara

    Volume suara adalah keras atau pelannya suara ketika berbicara.

    Berbicaralah dengan suara yang jelas dan sesuai keadaan.

    Contoh:

    • Di perpustakaan: berbicara dengan suara pelan.

    • Di kelas: berbicara dengan suara yang jelas.

    • Di lapangan: boleh menggunakan suara lebih keras agar terdengar.

    Hindari berteriak ketika berbicara dengan orang lain.

    C. Intonasi

    Intonasi adalah tinggi rendahnya nada suara ketika berbicara.

    Intonasi membantu orang lain memahami maksud pembicaraan kita.

    Contoh:

    • Kalimat berita: "Hari ini saya belajar Bahasa Indonesia." (nada biasa).

    • Kalimat tanya: "Apakah kamu sudah makan?" (nada bertanya).

    • Kalimat perintah: "Silakan duduk dengan tertib." (nada tegas tetapi sopan).

    • Kalimat kagum: "Wah, gambarmu bagus sekali!" (nada gembira).

    D. Gestur

    Gestur adalah gerakan tubuh yang digunakan untuk membantu menyampaikan pesan ketika berbicara.

    Contoh gestur yang santun:

    • Menatap lawan bicara dengan wajar.

    • Tersenyum dengan ramah.

    • Menganggukkan kepala ketika memahami pembicaraan.

    • Menggunakan gerakan tangan yang sopan.

    • Berdiri atau duduk dengan sikap yang baik.

    Hindari menunjuk wajah orang lain, membelakangi lawan bicara, atau bermain sendiri ketika orang lain berbicara.

    E. Contoh Percakapan Berbicara Santun

    Situasi: Meminjam Pensil kepada Teman

    Alya: "Rani, bolehkah aku meminjam pensilmu?"

    Rani: "Tentu, Alya. Silakan gunakan."

    Alya: "Terima kasih, Rani."

    Rani: "Sama-sama."

    Komponen berbicara santun dalam percakapan tersebut:

    1. Pilihan kata: menggunakan kata bolehkah, silakan, dan terima kasih.

    2. Volume suara: berbicara dengan suara jelas dan tidak berteriak.

    3. Intonasi: menggunakan nada bertanya ketika meminta izin.

    4. Gestur: tersenyum, menghadap teman, dan menggunakan gerakan tubuh yang sopan.

    F. Penerapan Berbicara Santun dalam Kehidupan Sehari-hari

    Lingkungan

    Contoh Berbicara Santun

    Rumah

    "Bu, bolehkah saya membantu memasak?"

    Sekolah

    "Bu Guru, izin bertanya."

    Perpustakaan

    Berbicara pelan agar tidak mengganggu orang lain.

    Bermain

    "Ayo, kita bermain bersama."

    Dengan teman

    "Maaf, aku tidak sengaja."


    I. Latihan Soal

    A. Pilihan Ganda

    Pilihlah jawaban yang paling tepat!

    1. Berbicara santun berarti berbicara menggunakan bahasa yang ....

    • A. kasar

    • B. sopan

    • C. keras

    • D. marah

    2. Ketika meminta bantuan kepada teman, sebaiknya kita mengucapkan kata ....

    • A. pergi

    • B. cepat

    • C. tolong

    • D. diam

    3. Keras dan pelannya suara disebut ....

    • A. gestur

    • B. intonasi

    • C. volume suara

    • D. pilihan kata

    4. Tinggi rendahnya nada suara ketika berbicara disebut ....

    • A. intonasi

    • B. gestur

    • C. volume

    • D. gerakan

    5. Contoh gestur yang baik ketika berbicara adalah ....

    • A. membelakangi teman

    • B. bermain sendiri

    • C. tersenyum dan menghadap lawan bicara

    • D. menunjuk wajah teman

    B. Isian Singkat

    1. Empat komponen berbicara santun adalah ....

    2. Ketika melakukan kesalahan, kita sebaiknya mengucapkan ....

    3. Saat berada di perpustakaan, kita harus berbicara dengan suara ....

    4. Gerakan tubuh ketika berbicara disebut ....

    5. Ketika menerima bantuan, kita mengucapkan ....

    Kunci Jawaban

    Pilihan Ganda: 1. B, 2. C, 3. C, 4. A, 5. C.

    Isian:

    1. Pilihan kata, volume suara, intonasi, dan gestur.

    2. Maaf.

    3. Pelan.

    4. Gestur.

    5. Terima kasih.



    Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 

    Berbicara santun adalah cara menyampaikan pikiran, perasaan, dan pendapat kepada orang lain dengan menggunakan bahasa yang baik, sopan, dan menghargai lawan bicara. Dalam berbicara santun, terdapat empat komponen penting yang harus diperhatikan, yaitu:

    1. Pilihan Kata: Menggunakan kata-kata yang sopan, seperti tolong, maaf, terima kasih, dan permisi.

    2. Volume Suara: Mengatur keras dan pelannya suara agar terdengar jelas dan tidak mengganggu orang lain.

    3. Intonasi: Menggunakan tinggi rendah nada suara yang sesuai dengan maksud pembicaraan.

    4. Gestur: Menggunakan gerakan tubuh, ekspresi wajah, dan sikap yang baik saat berbicara.

    Dengan memahami keempat komponen tersebut, peserta didik diharapkan mampu berkomunikasi dengan santun, percaya diri, menghargai orang lain, serta menciptakan hubungan yang baik dengan teman, guru, dan keluarga dalam kehidupan sehari-hari.

    Pesan Pembelajaran: Mari membiasakan diri berbicara dengan kata-kata yang baik, suara yang sopan, intonasi yang tepat, dan sikap tubuh yang santun agar menjadi anak yang berkarakter baik.

    Selasa, 3 November 2026 : Matematika

    Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : Matematika

    Hari, Tanggal              :  Selasa, 3 November 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                          : Pembagian Bilangan Cacah sampai 1.000

    Pertemuan Ke             : 5

    Capaian Pembelajaran : 

    Murid dapat melakukan operasi pembagian bilangan cacah 1 hingga 100 dengan contoh benda-benda di sekitar. 

    Tujuan Pembelajaran (TP ): 

  • Melakukan pembagian bilangan cacah 1 hingga 100
  • Memahami pembagian sebagai pengurangan berulang.
  • Memahami pembagian sebagai kebalikan dari perkalian.
  • Menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan pembagian bilangan cacah 1 hingga 100
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat belajar dengan fokus dan teliti dalam memahami pembagian sebagai penguragan berulang. Peserta didik memperhatikan setiap angka, tanda operasi, dan langkah pengurangan agar memperoleh jawaban yang tepat.
    • Meaningful (Bermakna): murid dapat memahami bahwa pembagian digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menghitung sisa buku dalam beberapa rak, sisa pensil dalam beberapa kotak, sisa buah dalam beberapa keranjang. 
    • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui permainan kartu pembagian, menyusun benda konkret, bekerja dalam kelompok, serta berlomba menemukan pasangan kartu soal dan jawaban dengan tepat. Guru memberikan apresiasi sehingga pembelajaran terasa menyenangkan dan meningkatkan kepercayaan diri peserta didik.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ):

    1. Murid dapat membagi bilangan cacah 1 hingga 100.

    2. Pembagian sebagai kebalikan perkalian

    3. Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan pembagian bilangan cacah 1 hingga 100. 


    Materi Matematika :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, latihan mandiri.  

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    QS. Al-Baqarah Ayat 261
    Ayat ini mengumpamakan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. 
    Makna Matematis: Menggambarkan pelipatgandaan pahala secara eksponensial (menjadi 700 kali lipat atau bahkan lebih bagi siapa yang Allah kehendaki). 

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 





    Pengertian Perkalian

    Perkalian adalah penjumlahan berulang dari bilangan yang sama.

    Contoh:

    \(3 \times 4 = 4+4+4=12\)

    Artinya, ada 3 kelompok yang masing-masing berisi 4 benda. Jumlah seluruhnya adalah 12 benda.

    2. Pengertian Pembagian

    Pembagian adalah kegiatan membagi suatu jumlah menjadi beberapa kelompok sama banyak.

    Contoh:

    Ibu mempunyai 12 buah jeruk. Jeruk tersebut dibagikan kepada 3 anak dengan jumlah yang sama.

    Setiap anak mendapatkan:

    \(12 : 3 = 4\)

    Jadi, setiap anak mendapatkan 4 buah jeruk.

    Hubungan Pembagian dengan Perkalian

    Pembagian merupakan kebalikan dari perkalian.

    Artinya, jika kita mengetahui hasil perkalian, kita dapat menggunakan perkalian tersebut untuk mencari hasil pembagian.

    Perhatikan contoh berikut!

    Contoh hubungan perkalian dan pembagian

    4 × 3 = 12

    Empat kelompok, setiap kelompok berisi tiga apel.

    Dari perkalian tersebut, kita mendapatkan dua kalimat pembagian:

    12 : 3 = 4

    12 : 4 = 3

    Jadi, perkalian dan pembagian saling berhubungan.

    4. Cara Menentukan Hasil Pembagian dengan Perkalian

    Perhatikan contoh berikut:

    Contoh 1:

    (20 : 5 = ...)

    Langkah penyelesaian:

    1. Ingat kembali perkalian 5.

    2. Cari bilangan yang jika dikalikan 5 hasilnya 20.

    3. Karena (5 x 4 = 20), maka:

    [ 20 : 5 = 4 ]

    Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

    Contoh 1: Membagikan Permen

    Rina mempunyai 15 permen. Permen dibagikan kepada 5 temannya sama banyak.

    \(15 : 5 = 3\)

    Setiap anak mendapatkan 3 permen.

    Contoh 2: Membagikan Buku

    Ada 24 buku yang akan diletakkan pada 6 meja sama banyak.

    \(24 : 6 = 4\)

    Setiap meja mendapatkan 4 buku.

    Contoh 3: Mengisi Keranjang

    Ayah mempunyai 30 jeruk. Jeruk dimasukkan ke dalam 5 keranjang sama banyak.

    \(30 : 5 = 6\)

    Setiap keranjang berisi 6 jeruk.




    Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 

    Pembagian merupakan operasi hitung yang menjadi kebalikan dari perkalian. Artinya, pembagian dapat digunakan untuk mencari salah satu bilangan yang belum diketahui dalam perkalian.

    Contohnya:

    • (3 x 4 = 12)

    • (12 : 3 = 4)

    • (12 : 4 = 3)

    Dari contoh tersebut, kita dapat memahami bahwa perkalian dan pembagian saling berhubungan. Jika kita mengetahui hasil perkalian, kita dapat menggunakan pembagian untuk menemukan bilangan lainnya.

    Dalam kehidupan sehari-hari, pembagian sebagai kebalikan perkalian dapat digunakan untuk membagi benda sama banyak, seperti membagikan pensil, buku, permen, atau buah kepada teman.

    Pesan Pembelajaran:

    Dengan memahami hubungan antara perkalian dan pembagian, peserta didik dapat menyelesaikan soal matematika dengan lebih mudah, teliti, dan percaya diri serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Minggu, 01 November 2026

    Senin, 2 November 2026 : Bahasa Indonesia

    Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : Bahasa Indonesia

    Hari, Tanggal              :  Senin, 2 November 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                     : Mengenal Komponen Berbicara Santun (Pilihan kata, volume, intonasi dan gestur)   

    Pertemuan Ke             : 1

    Capaian Pembelajaran : 

    Peserta didik mampu berbicara dengan santun menggunakan pilihan kata yang tepat, volume suara yang sesuai, intonasi yang jelas, serta gestur tubuh yang baik dalam berbagai situasi komunikasi sehari-hari. Peserta didik juga mampu menyampaikan pendapat, bertanya, menjawab, dan menanggapi pembicaraan orang lain dengan bahasa yang baik dan penuh rasa hormat.

    Tujuan Pembelajaran (TP ): 

    • Menjelaskan pengertian berbicara santun dengan benar.

    • Mengidentifikasi empat komponen berbicara santun, yaitu pilihan kata, volume suara, intonasi, dan gestur.

    • Membedakan penggunaan kata-kata santun dan tidak santun dalam percakapan sehari-hari.

    • Mempraktikkan volume suara yang sesuai ketika berbicara.

    • Menggunakan intonasi yang tepat saat bertanya, menjawab, dan menyampaikan pendapat.

    • Mempraktikkan gestur tubuh yang sopan ketika berbicara dengan orang lain.

    • Melakukan percakapan sederhana dengan menerapkan komponen berbicara santun di lingkungan rumah dan sekolah.

    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyadari pentingnya berbicara santun dan menghargai orang lain ketika berkomunikasi.
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menceritakan pengalaman ketika meminta bantuan kepada orang tua. Murid dapat menghubungkan materi berbicara santun dengan pengalaman nyata di rumah dan sekolah. 
    • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat menyebutkan kata-kata santun seperti maaf, tolong, permisi, dan terima kasih. guru mengucapkan satu kalimat dengan berbagai intonasi, kemudian peserta didik menebak maksudnya.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): 

    1. Peserta didik mengenal pengertian berbicara santun.

    2. Peserta didik memahami pilihan kata yang baik dan sopan.

    3. Peserta didik memahami penggunaan volume suara yang sesuai.

    4. Peserta didik mengenal intonasi dalam berbicara.

    5. Peserta didik memahami gestur tubuh yang baik saat berbicara.

    6. Peserta didik mempraktikkan percakapan santun dalam kehidupan sehari-hari.


    Materi Bahasa Indonesia :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Tanya jawab, diskusi, demonstrasi, penugasan, dan permainan bahasa. 

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    QS. Al-Isra' Ayat 53 (Perkataan yang Lebih Baik)
    • Bunyi singkat: "Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar)."
    • Makna: Memerintahkan umat Islam untuk memilih kata-kata terbaik saat berbicara agar tidak memicu permusuhan yang disulut oleh setan. 

    Video Pembelajaran : 


    Materi Pembelajaran

    1. Pengertian Berbicara Santun

    Berbicara santun adalah cara menyampaikan sesuatu kepada orang lain menggunakan bahasa yang baik, sopan, dan tidak menyakiti perasaan orang lain.

    Berbicara santun menunjukkan bahwa kita menghargai dan menghormati orang yang sedang diajak berbicara.

    Contoh perilaku berbicara santun:

    • Mengucapkan salam ketika bertemu guru.

    • Menggunakan kata tolong ketika meminta bantuan.

    • Mengucapkan terima kasih setelah menerima bantuan.

    • Mengucapkan maaf ketika melakukan kesalahan.

    • Mendengarkan orang lain ketika sedang berbicara.


    2. Komponen Berbicara Santun

    Ada empat komponen penting yang perlu diperhatikan ketika berbicara santun.

    A. Pilihan Kata

    Pilihan kata adalah kata-kata yang kita gunakan ketika berbicara dengan orang lain.

    Gunakan kata-kata yang baik, sopan, dan mudah dipahami.

    Contoh:

    • Santun: "Tolong ambilkan buku saya."

    • Tidak santun: "Ambilkan buku itu!"

    • Santun: "Maaf, boleh saya bertanya?"

    B. Volume Suara

    Volume suara adalah keras atau pelannya suara ketika berbicara.

    Berbicaralah dengan suara yang jelas dan sesuai keadaan.

    Contoh:

    • Di perpustakaan: berbicara dengan suara pelan.

    • Di kelas: berbicara dengan suara yang jelas.

    • Di lapangan: boleh menggunakan suara lebih keras agar terdengar.

    Hindari berteriak ketika berbicara dengan orang lain.

    C. Intonasi

    Intonasi adalah tinggi rendahnya nada suara ketika berbicara.

    Intonasi membantu orang lain memahami maksud pembicaraan kita.

    Contoh:

    • Kalimat berita: "Hari ini saya belajar Bahasa Indonesia." (nada biasa).

    • Kalimat tanya: "Apakah kamu sudah makan?" (nada bertanya).

    • Kalimat perintah: "Silakan duduk dengan tertib." (nada tegas tetapi sopan).

    • Kalimat kagum: "Wah, gambarmu bagus sekali!" (nada gembira).

    D. Gestur

    Gestur adalah gerakan tubuh yang digunakan untuk membantu menyampaikan pesan ketika berbicara.

    Contoh gestur yang santun:

    • Menatap lawan bicara dengan wajar.

    • Tersenyum dengan ramah.

    • Menganggukkan kepala ketika memahami pembicaraan.

    • Menggunakan gerakan tangan yang sopan.

    • Berdiri atau duduk dengan sikap yang baik.

    Hindari menunjuk wajah orang lain, membelakangi lawan bicara, atau bermain sendiri ketika orang lain berbicara.

    E. Contoh Percakapan Berbicara Santun

    Situasi: Meminjam Pensil kepada Teman

    Alya: "Rani, bolehkah aku meminjam pensilmu?"

    Rani: "Tentu, Alya. Silakan gunakan."

    Alya: "Terima kasih, Rani."

    Rani: "Sama-sama."

    Komponen berbicara santun dalam percakapan tersebut:

    1. Pilihan kata: menggunakan kata bolehkah, silakan, dan terima kasih.

    2. Volume suara: berbicara dengan suara jelas dan tidak berteriak.

    3. Intonasi: menggunakan nada bertanya ketika meminta izin.

    4. Gestur: tersenyum, menghadap teman, dan menggunakan gerakan tubuh yang sopan.

    F. Penerapan Berbicara Santun dalam Kehidupan Sehari-hari

    Lingkungan

    Contoh Berbicara Santun

    Rumah

    "Bu, bolehkah saya membantu memasak?"

    Sekolah

    "Bu Guru, izin bertanya."

    Perpustakaan

    Berbicara pelan agar tidak mengganggu orang lain.

    Bermain

    "Ayo, kita bermain bersama."

    Dengan teman

    "Maaf, aku tidak sengaja."


    I. Latihan Soal

    A. Pilihan Ganda

    Pilihlah jawaban yang paling tepat!

    1. Berbicara santun berarti berbicara menggunakan bahasa yang ....

    • A. kasar

    • B. sopan

    • C. keras

    • D. marah

    2. Ketika meminta bantuan kepada teman, sebaiknya kita mengucapkan kata ....

    • A. pergi

    • B. cepat

    • C. tolong

    • D. diam

    3. Keras dan pelannya suara disebut ....

    • A. gestur

    • B. intonasi

    • C. volume suara

    • D. pilihan kata

    4. Tinggi rendahnya nada suara ketika berbicara disebut ....

    • A. intonasi

    • B. gestur

    • C. volume

    • D. gerakan

    5. Contoh gestur yang baik ketika berbicara adalah ....

    • A. membelakangi teman

    • B. bermain sendiri

    • C. tersenyum dan menghadap lawan bicara

    • D. menunjuk wajah teman

    B. Isian Singkat

    1. Empat komponen berbicara santun adalah ....

    2. Ketika melakukan kesalahan, kita sebaiknya mengucapkan ....

    3. Saat berada di perpustakaan, kita harus berbicara dengan suara ....

    4. Gerakan tubuh ketika berbicara disebut ....

    5. Ketika menerima bantuan, kita mengucapkan ....

    Kunci Jawaban

    Pilihan Ganda: 1. B, 2. C, 3. C, 4. A, 5. C.

    Isian:

    1. Pilihan kata, volume suara, intonasi, dan gestur.

    2. Maaf.

    3. Pelan.

    4. Gestur.

    5. Terima kasih.



    Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 

    Cari Blog Ini

    Diberdayakan oleh Blogger.

    Rabu, 4 November 2026 : Matematika

      Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd. Mata Pelajaran           : Matematika Hari, Tanggal              :  Rabu, 4 November...

     

    Risky Melina Sari Template by Ipietoon Cute Blog Design