Selasa, 15 September 2026

Rabu, 16 September 2026 : Matematika Teknik Menyimpan

  Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

Mata Pelajaran           : Matematika

Hari, Tanggal              :  Rabu, 16 September 2026

Fase / Kelas                 : B / 3C

 Materi                           : Pengurangan Bilangan Cacah dengan Menyimpan

Pertemuan Ke             : 4

Capaian Pembelajaran : 

Peserta didik mampu memahami, membaca, menulis, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 10.000 dengan menggunakan strategi dan prosedur yang tepat dalam menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran (TP ): 

  • Menjelaskan konsep pengurangan bilangan cacah sampai 1.000.
  • Menentukan nilai tempat satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan.
  • Melakukan pengurangan dengan teknik tanpa menyimpan menggunakan susun pendek.
  • Melakukan penjumlahan dengan teknik tanpa menyimpan menggunakan susun panjang.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat memusatkan perhatian pada angka yang diberikan guru. Guru mengajak siswa mengamati nilai tempat satuan, puluhan, dan ratusan sebelum menghitung.
    • Meaningful (Bermakna): Guru menghubungkan penjumlahan dengan kehidupan sehari-hari, misalnya menghitung jumlah pensil, buku, buah, atau uang mainan. Siswa menyelesaikan masalah seperti: “Di perpustakaan terdapat 235 buku. Kemudian dipinjam 125 buku baru. Berapa sisa buku sekarang?”
    • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat mengambil dua kartu bilangan, kemudian menjumlahkannya menggunakan blok nilai tempat atau papan nilai tempat. Kelompok yang dapat menjelaskan cara menghitung dengan benar mendapat apresiasi.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): Peserta didik memahami konsep pengurangan sebagai kegiatan menggabungkan dua kelompok bilangan dan melakukan pengurangan tanpa teknik menyimpan. 


    Materi Matematika :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, tanya jawab, latihan mandiri.  

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    Q.S. Al-Kahfi ayat 25 adalah ayat Al-Qur'an yang sering dikaitkan dengan konsep penjumlahan bilangan (300 + 9 = 309 tahun), sementara bilangan 1000 sendiri berkaitan dengan operasi pengurangan dalam Q.S. Al-'Ankabut ayat 14 (1000 - 50 = 950 tahun usia Nabi Nuh) atau bilangan ribuan dalam konteks waktu seperti pada Q.S. Al-Hajj ayat 47 atau Q.S. As-Sajadah ayat 5 (1000 tahun menurut perhitungan manusia)

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 



    Pengertian Pengurangan

    Pengurangan adalah proses mengambil atau mengurangi sebagian nilai dari suatu bilangan. Saat melakukan pengurangan tanpa teknik meminjam, nilai angka pada setiap tempat (satuan, puluhan, ratusan) di bilangan pertama selalu lebih besar atau sama dengan nilai angka di tempat yang sama pada bilangan kedua.

    1. Pengertian Pengurangan

    Pengurangan adalah operasi hitung untuk mengambil sebagian dari suatu jumlah sehingga diperoleh jumlah yang lebih sedikit.

    Simbol pengurangan adalah .

    Contoh:

    456 − 123 = 333

    Artinya, dari 456 diambil 123, sehingga tersisa 333.

    Pengurangan Tanpa Menyimpan

    Pengurangan tanpa menyimpan dilakukan apabila angka yang dikurangi pada setiap nilai tempat lebih besar atau sama dengan angka pengurang.

    Contoh:

    586 − 243

    • Satuan: 6 − 3 = 3
    • Puluhan: 8 − 4 = 4
    • Ratusan: 5 − 2 = 3

    Jadi:

    586 − 243 = 343

    Teknik Susun Pendek

    Langkah-langkah:

    1. Tuliskan bilangan secara bersusun sesuai nilai tempat.
    2. Satuan diletakkan di bawah satuan.
    3. Puluhan diletakkan di bawah puluhan.
    4. Ratusan diletakkan di bawah ratusan.
    5. Kurangkan mulai dari satuan, kemudian puluhan, lalu ratusan.

    Contoh 1

    Hitunglah:

    675 − 234 = ...

    Susun pendek:

      675
    - 234
    -----
      441

    Langkah:

    • Satuan: 5 − 4 = 1
    • Puluhan: 7 − 3 = 4
    • Ratusan: 6 − 2 = 4

    Jadi:

    675 − 234 = 441

    Teknik Susun Panjang

    Teknik susun panjang dilakukan dengan menguraikan bilangan berdasarkan nilai tempatnya.

    Contoh:

    675 − 234

    Bilangan 675 diuraikan:

    675 = 600 + 70 + 5

    Bilangan 234 diuraikan:

    234 = 200 + 30 + 4

    Kemudian kurangkan:

    675 − 234
    = (600 + 70 + 5) − (200 + 30 + 4)
    = (600 − 200) + (70 − 30) + (5 − 4)
    = 400 + 40 + 1
    = 441

    Jadi:

    675 − 234 = 441


    Latihan Soal

    Hitunglah hasil pengurangan berikut secara bersusun panjang!

    1. 365 - 124 = ...

    2. 589 - 247 = ...

    3. 746 - 413 = ...

    4. 2.892 - 560 = ...

    5. 1.975 - 352 = ...



    Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 

     

    Senin, 14 September 2026

    Selasa, 15 September 2026 : Matematika

     Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : Matematika

    Hari, Tanggal              :  Selasa, 15 September 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                           : Pengurangan Bilangan Cacah dengan tanpa Menyimpan

    Pertemuan Ke             : 3

    Capaian Pembelajaran : 

    Peserta didik mampu memahami, membaca, menulis, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 10.000 dengan menggunakan strategi dan prosedur yang tepat dalam menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari.

    Tujuan Pembelajaran (TP ): 

  • Menjelaskan konsep pengurangan bilangan cacah sampai 1.000.
  • Menentukan nilai tempat satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan.
  • Melakukan pengurangan dengan teknik tanpa menyimpan menggunakan susun pendek.
  • Melakukan penjumlahan dengan teknik tanpa menyimpan menggunakan susun panjang.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat memusatkan perhatian pada angka yang diberikan guru. Guru mengajak siswa mengamati nilai tempat satuan, puluhan, dan ratusan sebelum menghitung.
    • Meaningful (Bermakna): Guru menghubungkan penjumlahan dengan kehidupan sehari-hari, misalnya menghitung jumlah pensil, buku, buah, atau uang mainan. Siswa menyelesaikan masalah seperti: “Di perpustakaan terdapat 235 buku. Kemudian dipinjam 125 buku baru. Berapa sisa buku sekarang?”
    • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat mengambil dua kartu bilangan, kemudian menjumlahkannya menggunakan blok nilai tempat atau papan nilai tempat. Kelompok yang dapat menjelaskan cara menghitung dengan benar mendapat apresiasi.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): Peserta didik memahami konsep pengurangan sebagai kegiatan menggabungkan dua kelompok bilangan dan melakukan pengurangan tanpa teknik menyimpan. 


    Materi Matematika :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, tanya jawab, latihan mandiri.  

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    Q.S. Al-Kahfi ayat 25 adalah ayat Al-Qur'an yang sering dikaitkan dengan konsep penjumlahan bilangan (300 + 9 = 309 tahun), sementara bilangan 1000 sendiri berkaitan dengan operasi pengurangan dalam Q.S. Al-'Ankabut ayat 14 (1000 - 50 = 950 tahun usia Nabi Nuh) atau bilangan ribuan dalam konteks waktu seperti pada Q.S. Al-Hajj ayat 47 atau Q.S. As-Sajadah ayat 5 (1000 tahun menurut perhitungan manusia)

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 


    Pengertian Pengurangan

    Pengurangan adalah proses mengambil atau mengurangi sebagian nilai dari suatu bilangan. Saat melakukan pengurangan tanpa teknik meminjam, nilai angka pada setiap tempat (satuan, puluhan, ratusan) di bilangan pertama selalu lebih besar atau sama dengan nilai angka di tempat yang sama pada bilangan kedua.

    1. Pengertian Pengurangan

    Pengurangan adalah operasi hitung untuk mengambil sebagian dari suatu jumlah sehingga diperoleh jumlah yang lebih sedikit.

    Simbol pengurangan adalah .

    Contoh:

    456 − 123 = 333

    Artinya, dari 456 diambil 123, sehingga tersisa 333.

    Pengurangan Tanpa Menyimpan

    Pengurangan tanpa menyimpan dilakukan apabila angka yang dikurangi pada setiap nilai tempat lebih besar atau sama dengan angka pengurang.

    Contoh:

    586 − 243

    • Satuan: 6 − 3 = 3
    • Puluhan: 8 − 4 = 4
    • Ratusan: 5 − 2 = 3

    Jadi:

    586 − 243 = 343

    Teknik Susun Pendek

    Langkah-langkah:

    1. Tuliskan bilangan secara bersusun sesuai nilai tempat.
    2. Satuan diletakkan di bawah satuan.
    3. Puluhan diletakkan di bawah puluhan.
    4. Ratusan diletakkan di bawah ratusan.
    5. Kurangkan mulai dari satuan, kemudian puluhan, lalu ratusan.

    Contoh 1

    Hitunglah:

    675 − 234 = ...

    Susun pendek:

      675
    - 234
    -----
      441

    Langkah:

    • Satuan: 5 − 4 = 1
    • Puluhan: 7 − 3 = 4
    • Ratusan: 6 − 2 = 4

    Jadi:

    675 − 234 = 441

    Teknik Susun Panjang

    Teknik susun panjang dilakukan dengan menguraikan bilangan berdasarkan nilai tempatnya.

    Contoh:

    675 − 234

    Bilangan 675 diuraikan:

    675 = 600 + 70 + 5

    Bilangan 234 diuraikan:

    234 = 200 + 30 + 4

    Kemudian kurangkan:

    675 − 234
    = (600 + 70 + 5) − (200 + 30 + 4)
    = (600 − 200) + (70 − 30) + (5 − 4)
    = 400 + 40 + 1
    = 441

    Jadi:

    675 − 234 = 441


    Latihan Soal

    Hitunglah hasil pengurangan berikut secara bersusun panjang!

    1. 365 - 124 = ...

    2. 589 - 247 = ...

    3. 746 - 413 = ...

    4. 2.892 - 560 = ...

    5. 1.975 - 352 = ...



    Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 

    Setelah mempelajari pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 dengan teknik tanpa menyimpan menggunakan susun panjang, peserta didik dapat memahami bahwa pengurangan dilakukan dengan mengurangkan bilangan berdasarkan nilai tempat, yaitu satuan, puluhan, dan ratusan. Peserta didik mampu menyusun bilangan secara tepat sesuai nilai tempat, kemudian mengurangkan setiap angka mulai dari satuan, puluhan, hingga ratusan tanpa melakukan teknik meminjam.

    Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan dapat mengerjakan pengurangan dengan teliti, benar, dan sistematis, serta mampu menerapkannya dalam menyelesaikan berbagai permasalahan sehari-hari.

    Selasa, 15 September 2026 : Bahasa Indonesia

     Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : Bahasa Indonesia

    Hari, Tanggal              :  Selasa, 15 September 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                           : Memahami Puisi dan Ciri-cirinya 

    Pertemuan Ke             : 1

    Capaian Pembelajaran : 

    Peserta didik mampu memahami informasi dan pesan dari teks sastra yang dibaca atau didengarkan. Peserta didik mampu mengenali dan menjelaskan unsur-unsur sederhana dalam puisi serta menyampaikan pemahamannya secara lisan dan tertulis dengan menggunakan bahasa yang santun dan sesuai konteks.

    Tujuan Pembelajaran (TP ): 

  • Menjelaskan pengertian puisi dengan bahasa sederhana.
  • Mengidentifikasi ciri-ciri puisi.
  • Menyebutkan unsur-unsur puisi.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat belajar memahami puisi dan unsur-unsur dalam puisi. 
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat memahami bahwa puisi dibuat dalam bentuk karya tulisan yang mengandung unsur perasaan hati dan suasana orang dalam membuat puisi tersebut. 
    • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat membuat puisi berdasarkan suasana hati dan imajinasi dengan penuh semangat. 

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): 

    1. Peserta didik mengenal pengertian dan tujuan puisi melalui contoh puisi sederhana.

    2. Peserta didik mengidentifikasi ciri-ciri puisi dari teks yang dibaca.
    3. Peserta didik mengenal unsur-unsur yang terdapat dalam puisi.

    Materi Bahasa Indonesia :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Kartu gambar profesi. 

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.

    Perhatikan Video Pembelajaran Berikut : 


    1. Pengertian Puisi
    Guruku
    Mengajar dengan penuh kasih.
    Memberiku ilmu setiap hari,
    Agar menjadi anak berprestasi.


    2. Ciri-Ciri Puisi
    a. Ditulis dalam baris dan bait
    Burung berkicau di pagi hari.
    b. Menggunakan kata-kata yang indah

    • bunga yang cantik
    • langit yang cerah
    • angin yang sepoi-sepoi
    • senyum yang menawan
    c. Mengungkapkan perasaan atau pikiran
    • bahagia
    • sedih
    • kagum
    • sayang
    • bersyukur
    d. Memiliki makna atau pesan
    e. Memiliki judul
    • Guruku
    • Ibu
    • Sekolahku
    • Alamku
    • Sahabat
    • Cita-Citaku
    3. Unsur-Unsur Puisi
    a. Judul
    b. Tema
    • Puisi Guruku → tema pendidikan atau guru.
    • Puisi Ibu → tema kasih sayang keluarga.
    • Puisi Lingkunganku → tema lingkungan.
    • Puisi Cita-Citaku → tema cita-cita.
    c. Bait
    Membawa buku dan alat tulis.
    Belajar dengan sepenuh hati,
    Agar menjadi anak yang cerdas.
    d. Baris atau larik
    e. Diksi atau pilihan kata
    f. Amanat atau pesan
    g. Perasaan
    • senang
    • sedih
    • bangga
    • kagum
    • sayang

    Puisi adalah karya sastra yang menggunakan kata-kata indah untuk mengungkapkan perasaan, pikiran, pengalaman, atau pesan dari penulis.

    Puisi biasanya ditulis dalam baris dan bait.

    Contoh:

    Guruku selalu membimbingku,

    Puisi tersebut menceritakan kasih sayang dan jasa seorang guru.

    Puisi memiliki beberapa ciri yang mudah dikenali.

    Puisi terdiri atas beberapa baris. Beberapa baris dapat membentuk bait.

    Contoh:

    Matahari bersinar terang,

    Dua baris tersebut dapat menjadi satu bait.

    Puisi menggunakan kata-kata yang dapat membuat pembaca membayangkan atau merasakan sesuatu.

    Contoh:

    Puisi dapat menceritakan perasaan penulis, seperti:

    Puisi biasanya menyampaikan pesan kepada pembaca.

    Contohnya, puisi tentang menjaga lingkungan dapat memiliki pesan agar kita tidak membuang sampah sembarangan.

    Judul membantu pembaca mengetahui gambaran isi puisi.

    Contoh judul:

    Untuk memahami sebuah puisi, kita dapat mengenali beberapa unsurnya.

    Judul adalah nama atau kepala puisi.

    Contoh:

    Guruku

    Judul tersebut menunjukkan bahwa puisi membahas tentang guru.

    Tema adalah pokok pembicaraan atau gagasan utama dalam puisi.

    Contoh:

    Bait adalah kumpulan beberapa baris dalam puisi.

    Contoh:

    Pergi ke sekolah setiap pagi,

    Empat baris tersebut merupakan satu bait.

    Baris atau larik adalah setiap susunan kata yang membentuk satu bagian dalam puisi.

    Contoh:

    Guruku selalu membimbingku.

    Kalimat tersebut merupakan satu baris/larik.

    Diksi adalah kata-kata yang dipilih oleh penulis dalam puisi.

    Penulis memilih kata yang sesuai agar puisi menjadi menarik dan memiliki makna.

    Contoh:

    Angin sepoi-sepoi menyapa.

    Kata sepoi-sepoi membuat pembaca membayangkan angin yang bertiup lembut.

    Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca.

    Contoh:

    Puisi tentang kebersihan memiliki amanat:

    Kita harus menjaga kebersihan lingkungan.

    Puisi dapat menunjukkan perasaan penulis.

    Misalnya:

    Contoh puisi tentang ibu biasanya menunjukkan perasaan sayang dan terima kasih.




    Refleksi / Kesimpulan : 

    Puisi adalah karya sastra yang digunakan untuk mengungkapkan perasaan, pikiran, pengalaman, dan imajinasi melalui kata-kata yang indah dan bermakna. Puisi memiliki ciri-ciri, antara lain tersusun dalam baris dan bait, menggunakan pilihan kata yang indah, memiliki makna tertentu, serta dapat menggunakan rima atau persamaan bunyi.

    Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu memahami pengertian puisi, mengenali ciri-ciri puisi, serta menemukan makna sederhana yang terdapat dalam sebuah puisi. Peserta didik juga dapat belajar menikmati keindahan bahasa dan berani mengungkapkan perasaan atau gagasannya melalui puisi.


    Minggu, 13 September 2026

    Senin, 14 September 2026 : Postingan 3 Matematika

    Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : Matematika

    Hari, Tanggal              :  Senin, 14 September 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                           : Pengurangan Bilangan Cacah dengan tanpa Menyimpan

    Pertemuan Ke             : 2

    Capaian Pembelajaran : 

    Peserta didik mampu memahami, membaca, menulis, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 10.000 dengan menggunakan strategi dan prosedur yang tepat dalam menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari.

    Tujuan Pembelajaran (TP ): 

  • Menjelaskan konsep pengurangan bilangan cacah sampai 1.000.
  • Menentukan nilai tempat satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan.
  • Melakukan pengurangan dengan teknik tanpa menyimpan menggunakan susun pendek.
  • Melakukan penjumlahan dengan teknik tanpa menyimpan menggunakan susun panjang.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat memusatkan perhatian pada angka yang diberikan guru. Guru mengajak siswa mengamati nilai tempat satuan, puluhan, dan ratusan sebelum menghitung.
    • Meaningful (Bermakna): Guru menghubungkan penjumlahan dengan kehidupan sehari-hari, misalnya menghitung jumlah pensil, buku, buah, atau uang mainan. Siswa menyelesaikan masalah seperti: “Di perpustakaan terdapat 235 buku. Kemudian dipinjam 125 buku baru. Berapa sisa buku sekarang?”
    • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat mengambil dua kartu bilangan, kemudian menjumlahkannya menggunakan blok nilai tempat atau papan nilai tempat. Kelompok yang dapat menjelaskan cara menghitung dengan benar mendapat apresiasi.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): Peserta didik memahami konsep pengurangan sebagai kegiatan menggabungkan dua kelompok bilangan dan melakukan pengurangan tanpa teknik menyimpan. 


    Materi Matematika :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, tanya jawab, latihan mandiri.  

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    Q.S. Al-Kahfi ayat 25 adalah ayat Al-Qur'an yang sering dikaitkan dengan konsep penjumlahan bilangan (300 + 9 = 309 tahun), sementara bilangan 1000 sendiri berkaitan dengan operasi pengurangan dalam Q.S. Al-'Ankabut ayat 14 (1000 - 50 = 950 tahun usia Nabi Nuh) atau bilangan ribuan dalam konteks waktu seperti pada Q.S. Al-Hajj ayat 47 atau Q.S. As-Sajadah ayat 5 (1000 tahun menurut perhitungan manusia)

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 


    Pengertian Pengurangan

    Pengurangan adalah proses mengambil atau mengurangi sebagian nilai dari suatu bilangan. Saat melakukan pengurangan tanpa teknik meminjam, nilai angka pada setiap tempat (satuan, puluhan, ratusan) di bilangan pertama selalu lebih besar atau sama dengan nilai angka di tempat yang sama pada bilangan kedua.

    1. Pengertian Pengurangan

    Pengurangan adalah operasi hitung untuk mengambil sebagian dari suatu jumlah sehingga diperoleh jumlah yang lebih sedikit.

    Simbol pengurangan adalah .

    Contoh:

    456 − 123 = 333

    Artinya, dari 456 diambil 123, sehingga tersisa 333.

    Pengurangan Tanpa Menyimpan

    Pengurangan tanpa menyimpan dilakukan apabila angka yang dikurangi pada setiap nilai tempat lebih besar atau sama dengan angka pengurang.

    Contoh:

    586 − 243

    • Satuan: 6 − 3 = 3
    • Puluhan: 8 − 4 = 4
    • Ratusan: 5 − 2 = 3

    Jadi:

    586 − 243 = 343

    Teknik Susun Pendek

    Langkah-langkah:

    1. Tuliskan bilangan secara bersusun sesuai nilai tempat.
    2. Satuan diletakkan di bawah satuan.
    3. Puluhan diletakkan di bawah puluhan.
    4. Ratusan diletakkan di bawah ratusan.
    5. Kurangkan mulai dari satuan, kemudian puluhan, lalu ratusan.

    Contoh 1

    Hitunglah:

    675 − 234 = ...

    Susun pendek:

      675
    - 234
    -----
      441

    Langkah:

    • Satuan: 5 − 4 = 1
    • Puluhan: 7 − 3 = 4
    • Ratusan: 6 − 2 = 4

    Jadi:

    675 − 234 = 441

    Teknik Susun Panjang

    Teknik susun panjang dilakukan dengan menguraikan bilangan berdasarkan nilai tempatnya.

    Contoh:

    675 − 234

    Bilangan 675 diuraikan:

    675 = 600 + 70 + 5

    Bilangan 234 diuraikan:

    234 = 200 + 30 + 4

    Kemudian kurangkan:

    675 − 234
    = (600 + 70 + 5) − (200 + 30 + 4)
    = (600 − 200) + (70 − 30) + (5 − 4)
    = 400 + 40 + 1
    = 441

    Jadi:

    675 − 234 = 441


    Latihan Soal

    Hitunglah hasil pengurangan berikut secara bersusun pendek!

    1. 365 - 124 = ...

    2. 589 - 247 = ...

    3. 746 - 413 = ...

    4. 892 - 560 = ...

    5. 975 - 352 = ...




    Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 

     Setelah mempelajari materi “Pengurangan Bilangan Cacah dengan Teknik Tanpa Menyimpan”, peserta didik memahami bahwa pengurangan digunakan untuk mengetahui selisih, sisa, atau jumlah yang berkurang dari suatu bilangan. Peserta didik dapat melakukan pengurangan bilangan cacah dengan cara susun pendek maupun susun panjang tanpa melakukan teknik meminjam.

    Dalam mengerjakan pengurangan, peserta didik perlu memperhatikan nilai tempat, yaitu satuan, puluhan, ratusan, dan seterusnya. Pengurangan dilakukan mulai dari angka satuan, kemudian puluhan, lalu ratusan dengan teliti. Keterampilan ini dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah pengurangan dalam kehidupan sehari-hari.

    Dengan demikian, peserta didik diharapkan mampu menghitung pengurangan bilangan cacah dengan tepat, teliti, dan percaya diri serta dapat menerapkannya dalam soal cerita sederhana.

    Cari Blog Ini

    Diberdayakan oleh Blogger.

    Rabu, 16 September 2026 : Matematika Teknik Menyimpan

       Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd. Mata Pelajaran           : Matematika Hari, Tanggal              :  Rabu, 16 Septem...

     

    Risky Melina Sari Template by Ipietoon Cute Blog Design