Rabu, 02 September 2026

Kamis, 3 September 2026 : Pendidikan Pancasila

  Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

Mata Pelajaran           : Pendidikan Pancasila 

Hari, Tanggal              :  Kamis, 3 September 2026

Fase / Kelas                 : B / 3C

 Materi                           : Karakter Persatuan, Toleransi, dan Keadilan

Pertemuan Ke             : 3 

Capaian Pembelajaran : 

Peserta didik mampu mengenal dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik memahami pentingnya hidup rukun dalam keberagaman, menghargai perbedaan, menunjukkan sikap toleransi, persatuan, gotong royong, dan berlaku adil terhadap teman di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Tujuan Pembelajaran (TP ): Memahami keberagaman latar belakang tokoh perumus Pancasila. dan Menjelaskan pentingnya persatuan dalam kehidupan sehari-hari.

  • Mindful (Berkesadaran): Peserta didik diajak untuk menenangkan diri, memusatkan perhatian, serta merefleksikan pengalaman dalam menerapkan persatuan, toleransi, dan keadilan di lingkungan sekolah dan rumah.
  • Meaningful (Bermakna): Peserta didik menghubungkan konsep persatuan, toleransi, dan keadilan dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari melalui diskusi dan pemecahan masalah sederhana.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat mempelajari karakter persatuan, toleransi, dan keadilan melalui permainan, kerja kelompok, kartu situasi, dan bermain peran sehingga pembelajaran berlangsung aktif, menyenangkan, dan bermakna.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): Mengenal keberagaman → memahami perjuangan tokoh perumus Pancasila → memahami makna persatuan dan toleransi → mengenal perilaku adil → memberikan contoh dalam kehidupan sekolah → mempraktikkan sikap persatuan, toleransi, dan keadilan. 

Materi Pendidikan Pancasila :

Model / Metode Pembelajaran : Problem Based Learning (PBL) 

Media Pembelajaran / Alat Peraga : Menampilkan gambar contoh perilaku persatuan, toleransi, dan keadilan.


بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

Apa kabarnya hari ini?
Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

  • 😊 Senyum dan memberi salam.
  • 🙏 Duduk dengan rapi.
  • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
  • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
  • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.

Ayat Al-Qur'an utama yang secara komprehensif mengajarkan materi tentang Karakter Persatuan, Toleransi, dan Keadilan adalah Surah Al-Hujurat ayat 13 dan Surah Al-Ma'idah ayat 8.

Karakter Persatuan dan Toleransi: QS. Al-Hujurat Ayat 13
Ayat ini merupakan landasan utama dalam kurikulum pendidikan Islam untuk mengajarkan persatuan di tengah keberagaman (multikulturalisme) serta toleransi antarmanusia.
Karakter Keadilan: QS. Al-Ma'idah Ayat 8
Ayat ini mengajarkan konsep keadilan yang mutlak, di mana menegakkan keadilan adalah kewajiban moral yang tidak boleh goyah sedikit pun, bahkan terhadap orang atau kelompok yang tidak disukai.

Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 

PENJABARAN MATERI

1. Keberagaman

Indonesia memiliki banyak keberagaman, seperti:

  • Perbedaan suku

  • Bahasa

  • Agama dan kepercayaan

  • Budaya

  • Makanan kesukaan

  • Hobi

  • Kemampuan

  • Kebiasaan

Perbedaan bukan alasan untuk bermusuhan. Kita harus saling menghargai dan hidup rukun.

2. Tokoh Perumus Pancasila

Beberapa tokoh yang berperan dalam proses perumusan dasar negara antara lain:

  • Mohammad Yamin

  • Prof. Dr. Soepomo

  • Ir. Soekarno

Mereka memiliki latar belakang dan pemikiran yang berbeda. Namun, mereka sama-sama berusaha memberikan gagasan terbaik untuk Indonesia.

Sikap yang dapat kita teladani adalah berani menyampaikan pendapat, menghargai pendapat orang lain, bekerja sama, dan mengutamakan persatuan.

3. Makna Persatuan

Persatuan berarti hidup bersama dengan rukun walaupun memiliki perbedaan.

Contoh persatuan di sekolah:

  • Bermain bersama tanpa memilih-milih teman.

  • Bekerja sama membersihkan kelas.

  • Membantu teman yang kesulitan.

  • Melaksanakan tugas kelompok bersama-sama.

  • Tidak mengejek teman yang berbeda.

4. Makna Toleransi

Toleransi adalah sikap menghargai dan menghormati perbedaan yang ada.

Contoh:

  • Menghargai teman yang berbeda kebiasaan.

  • Tidak mengejek bahasa atau logat teman.

  • Memberikan kesempatan teman menyampaikan pendapat.

  • Menghormati teman ketika sedang beribadah.

  • Mau berteman dengan siapa saja.

5. Makna Keadilan

Keadilan berarti memperlakukan orang lain dengan baik dan tidak pilih kasih.

Contoh:

  • Membagi tugas kelompok secara seimbang.

  • Bergantian menggunakan fasilitas kelas.

  • Tidak mengambil hak teman.

  • Memberikan kesempatan yang sama kepada semua anggota kelompok.


Refleksi / Kesimpulan : 


Kamis, 3 September 2026 : IPAS Metamorfosis

 Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

Mata Pelajaran           : IPAS

Hari, Tanggal              :  Kamis, 3 September 2026

Fase / Kelas                 : B / 3C

 Materi                           : Metamorfosis Sempurna 

Pertemuan Ke             : 2

Capaian Pembelajaran : 

Peserta didik mampu memahami siklus hidup makhluk hidup serta mengidentifikasi tahapan pertumbuhan dan perkembangan hewan. Peserta didik dapat mengamati, mengurutkan, dan menjelaskan perubahan bentuk tubuh hewan dalam siklus hidupnya serta mengomunikasikan hasil pengamatannya secara sederhana.

Tujuan Pembelajaran (TP ): Menjelaskan pengertian metamorfosis sempurna dan Menyebutkan hewan yang mengalami metamorfosis sempurna.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati dan memperhatikan proses perubahan bentuk hewan dengan fokus dan tenangMengamati gambar/video metamorfosis dengan fokus dan melakukan refleksi
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan materi metamorfosis sempurna dengan pengalaman yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. "Siapa yang pernah melihat ulat atau kupu-kupu disekitar rumah?". Menghubungkan metamorfosis dengan pengalaman melihat ulat, kupu-kupu, atau nyamuk. 
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui permainan, aktivitas kelompok, dan kegiatan kreatif sehingga materi lebih mudah dipahami dan menyenangkan. Permainan kartu, puzzle, tebak tahap, dan menggambar siklus. 

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): 

Peserta didik mengenal pengertian siklus hidup makhluk hidup dan Peserta didik mengidentifikasi perubahan bentuk yang dialami beberapa hewan selama hidupnya.

Materi IPAS :

Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, Diskusi  

بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

Apa kabarnya hari ini?
Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

  • 😊 Senyum dan memberi salam.
  • 🙏 Duduk dengan rapi.
  • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
  • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
  • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
QS. Al-Mu'minun Ayat 12–14
Menjelaskan tahapan penciptaan manusia dari air mani (nutfah), segumpal darah (alaqah), segumpal daging (mudghah), pembentukan tulang, hingga dibentuk menjadi makhluk yang berbentuk lain (ciptaan yang sempurna).

Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 



1. Apa Itu Metamorfosis?
Metamorfosis adalah proses perubahan bentuk tubuh hewan selama pertumbuhan dan perkembangannya.
Beberapa hewan mengalami perubahan bentuk yang sangat berbeda dari saat menetas hingga menjadi dewasa.
Contohnya:
  • Kupu-kupu
  • Nyamuk
  • Lalat
  • Kumbang 
2. Pengertian Metamorfosis Sempurna
Metamorfosis sempurna adalah perubahan bentuk hewan yang melalui empat tahap, yaitu:
Telur → Larva → Pupa → Hewan Dewasa
Pada metamorfosis sempurna, bentuk hewan ketika masih larva berbeda jauh dengan bentuk hewan dewasanya.
Ciri-ciri metamorfosis sempurna:
  1. Memiliki empat tahap perkembangan.
  1. Dimulai dari telur.
  1. Memiliki tahap larva.
  1. Memiliki tahap pupa/kepompong.
  1. Bentuk larva berbeda dengan hewan dewasa.
  1. Setelah tahap pupa, hewan berubah menjadi dewasa. 
3. Tahapan Metamorfosis Sempurna
🥚 A. Telur
Tahap pertama adalah telur.
Hewan dewasa menghasilkan telur. Telur kemudian berkembang dan menetas menjadi larva.
Contoh:
Kupu-kupu betina meletakkan telur di permukaan daun.
🐛 B. Larva
Setelah telur menetas, muncul larva.
Larva adalah hewan muda yang bentuknya berbeda dari hewan dewasa.
Contoh pada kupu-kupu, larvanya disebut ulat.
Ulat biasanya banyak makan untuk memperoleh energi sehingga tubuhnya tumbuh semakin besar.
🟤 C. Pupa
Setelah melalui tahap larva, hewan memasuki tahap pupa.
Pada kupu-kupu, pupa disebut kepompong.
Pada tahap ini terjadi perubahan besar pada tubuh hewan hingga menjadi bentuk dewasa.
🦋 D. Hewan Dewasa
Setelah tahap pupa selesai, keluarlah hewan dewasa.
Pada kupu-kupu, hewan dewasanya memiliki sayap dan dapat terbang.
Kupu-kupu dewasa kemudian berkembang biak dan menghasilkan telur kembali.
Dengan demikian, siklus hidupnya berulang.
Urutannya:
Telur → Ulat → Kepompong → Kupu-kupu dewasa → Telur kembali
4. Contoh Hewan yang Mengalami Metamorfosis Sempurna
5. Contoh Metamorfosis Sempurna Kupu-Kupu
Telur
⬇️
Ulat (Larva)
⬇️
Kepompong (Pupa)
⬇️
Kupu-kupu Dewasa
⬇️
Menghasilkan Telur
Hal yang perlu diperhatikan
Bentuk ulat sangat berbeda dengan kupu-kupu dewasa. Ulat tidak memiliki sayap dan lebih banyak menggunakan waktunya untuk makan dan tumbuh.
Ketika menjadi kepompong, terjadi perubahan besar dalam tubuhnya. Setelah selesai, keluarlah kupu-kupu dewasa.
F. Metamorfosis Sempurna dalam Kehidupan Sehari-hari
Peserta didik dapat menemukan contoh metamorfosis sempurna di lingkungan sekitar.
Contoh pertanyaan pemantik:
  • Pernahkah kalian melihat ulat di daun?
  • Menurut kalian, apakah ulat akan tetap menjadi ulat?
  • Bagaimana ulat dapat berubah menjadi kupu-kupu?
  • Pernahkah kalian melihat jentik-jentik di air?
  • Menurut kalian, jentik-jentik akan berubah menjadi apa?
Pertanyaan tersebut dapat digunakan untuk mengajak peserta didik menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari.

HewanTahapan
🦋 Kupu-kupuTelur → ulat → kepompong → kupu-kupu
🦟 NyamukTelur → jentik-jentik → pupa → nyamuk dewasa
🪰 LalatTelur → belatung → pupa → lalat dewasa
🪲 KumbangTelur → larva → pupa → kumbang dewasa


Selasa, 01 September 2026

Rabu, 2 September 2026 : Matematika Penjumlahan Susun Pendek

 Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

Mata Pelajaran           : Matematika

Hari, Tanggal              :  Rabu, 2 September 2026

Fase / Kelas                 : B / 3C

 Materi                           : Penjumlahan Bilangan Cacah dengan Teknik Menyimpan

Pertemuan Ke             : 2

Capaian Pembelajaran : 

Peserta didik mampu memahami bilangan cacah sampai 1.000, membaca, menulis, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 dalam menyelesaikan masalah sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran (TP ): Menjelaskan pengertian, menjumlahkan dua bilangan cacah sampai 1.000 dengan tanpa teknik menyimpan. 

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat memusatkan perhatian pada angka yang diberikan guru. Guru mengajak siswa mengamati nilai tempat satuan, puluhan, dan ratusan sebelum menghitung.
  • Meaningful (Bermakna): Guru menghubungkan penjumlahan dengan kehidupan sehari-hari, misalnya menghitung jumlah pensil, buku, buah, atau uang mainan. Siswa menyelesaikan masalah seperti: “Di perpustakaan terdapat 235 buku. Kemudian datang 125 buku baru. Berapa jumlah buku sekarang?”
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat mengambil dua kartu bilangan, kemudian menjumlahkannya menggunakan blok nilai tempat atau papan nilai tempat. Kelompok yang dapat menjelaskan cara menghitung dengan benar mendapat apresiasi.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): Peserta didik memahami konsep penjumlahan sebagai kegiatan menggabungkan dua kelompok bilangan dan melakukan penjumlahan tanpa teknik menyimpan. 


Materi Matematika :

Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, tanya jawab, latihan mandiri.  

بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

Apa kabarnya hari ini?
Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

  • 😊 Senyum dan memberi salam.
  • 🙏 Duduk dengan rapi.
  • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
  • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
  • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
Q.S. Al-Kahfi ayat 25 adalah ayat Al-Qur'an yang sering dikaitkan dengan konsep penjumlahan bilangan (300 + 9 = 309 tahun), sementara bilangan 1000 sendiri berkaitan dengan operasi pengurangan dalam Q.S. Al-'Ankabut ayat 14 (1000 - 50 = 950 tahun usia Nabi Nuh) atau bilangan ribuan dalam konteks waktu seperti pada Q.S. Al-Hajj ayat 47 atau Q.S. As-Sajadah ayat 5 (1000 tahun menurut perhitungan manusia)

Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 

1. Pengertian Penjumlahan

Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih untuk mendapatkan jumlah keseluruhan.
Tanda yang digunakan dalam penjumlahan adalah +.

Contoh:
125 + 234 = 359
Artinya, 125 digabungkan dengan 234 sehingga jumlahnya menjadi 359.

2. Nilai Tempat Bilangan

Sebelum melakukan penjumlahan sampai 1.000, kita perlu memahami nilai tempat.

Contoh bilangan 472:

RatusanPuluhanSatuan
472

Jadi:

  • 4 bernilai 400
  • 7 bernilai 70
  • 2 bernilai 2

Sehingga:

472 = 400 + 70 + 2

3. Penjumlahan Tanpa Menyimpan

Contoh:

234 + 125 = ...

Susun berdasarkan nilai tempat:

  234

+ 125

-----

  359

Langkah-langkah:

  • Satuan: 4 + 5 = 9
  • Puluhan: 3 + 2 = 5
  • Ratusan: 2 + 1 = 3

Jadi:

234 + 125 = 359

4. Penjumlahan dengan Teknik Menyimpan

Jika hasil penjumlahan pada suatu nilai tempat lebih dari 9, kita melakukan penyimpanan ke nilai tempat berikutnya.
Contoh:
278 + 145 = ...

  278
+ 145
-----
  423

Langkah:
Satuan
8 + 5 = 13
Tuliskan 3 pada tempat satuan dan simpan 1 ke puluhan.
Puluhan
7 + 4 + 1 = 12
Tuliskan 2 pada tempat puluhan dan simpan 1 ke ratusan.
Ratusan
2 + 1 + 1 = 4
Jadi:
278 + 145 = 423

5. Penjumlahan Bersusun Panjang

Penjumlahan bersusun panjang dilakukan dengan menguraikan bilangan berdasarkan nilai tempat.
Contoh:
326 + 241
326 = 300 + 20 + 6
241 = 200 + 40 + 1
Kemudian:
  • 300 + 200 = 500
  • 20 + 40 = 60
  • 6 + 1 = 7
Jadi:
500 + 60 + 7 = 567
Maka:
326 + 241 = 567

Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 

Peserta didik telah memahami bahwa penjumlahan dengan teknik menyimpan susun pendek digunakan ketika hasil penjumlahan pada suatu nilai tempat mencapai 10 atau lebih. Cara mengerjakannya dimulai dari angka satuan, kemudian puluhan, dan seterusnya. Jika hasil penjumlahan lebih dari 9, maka angka puluhannya disimpan dan ditambahkan pada nilai tempat berikutnya.
Dengan memahami teknik menyimpan, peserta didik dapat melakukan penjumlahan bilangan dengan lebih teliti, teratur, dan tepat, serta mampu menerapkannya dalam menyelesaikan masalah sehari-hari.


Senin, 31 Agustus 2026

Selasa, 1 September 2026 : Matematika

 Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

Mata Pelajaran           : Matematika

Hari, Tanggal              :  Selasa, 1 September 2026

Fase / Kelas                 : B / 3C

 Materi                           : Penjumlahan Bilangan Cacah 1 sampai 1.000

Pertemuan Ke             : 1

Capaian Pembelajaran : 

Peserta didik mampu memahami bilangan cacah sampai 1.000, membaca, menulis, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 dalam menyelesaikan masalah sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran (TP ): Menjelaskan pengertian, menjumlahkan dua bilangan cacah sampai 1.000 dengan tanpa teknik menyimpan. 

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat memusatkan perhatian pada angka yang diberikan guru. Guru mengajak siswa mengamati nilai tempat satuan, puluhan, dan ratusan sebelum menghitung.
  • Meaningful (Bermakna): Guru menghubungkan penjumlahan dengan kehidupan sehari-hari, misalnya menghitung jumlah pensil, buku, buah, atau uang mainan. Siswa menyelesaikan masalah seperti: “Di perpustakaan terdapat 235 buku. Kemudian datang 125 buku baru. Berapa jumlah buku sekarang?”
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat mengambil dua kartu bilangan, kemudian menjumlahkannya menggunakan blok nilai tempat atau papan nilai tempat. Kelompok yang dapat menjelaskan cara menghitung dengan benar mendapat apresiasi.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): Peserta didik memahami konsep penjumlahan sebagai kegiatan menggabungkan dua kelompok bilangan dan melakukan penjumlahan tanpa teknik menyimpan. 


Materi Matematika :

Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, tanya jawab, latihan mandiri.  

بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

Apa kabarnya hari ini?
Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

  • 😊 Senyum dan memberi salam.
  • 🙏 Duduk dengan rapi.
  • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
  • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
  • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
Q.S. Al-Kahfi ayat 25 adalah ayat Al-Qur'an yang sering dikaitkan dengan konsep penjumlahan bilangan (300 + 9 = 309 tahun), sementara bilangan 1000 sendiri berkaitan dengan operasi pengurangan dalam Q.S. Al-'Ankabut ayat 14 (1000 - 50 = 950 tahun usia Nabi Nuh) atau bilangan ribuan dalam konteks waktu seperti pada Q.S. Al-Hajj ayat 47 atau Q.S. As-Sajadah ayat 5 (1000 tahun menurut perhitungan manusia) . 

Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 

1. Pengertian Penjumlahan

Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih untuk mendapatkan jumlah keseluruhan.
Tanda yang digunakan dalam penjumlahan adalah +.

Contoh:
125 + 234 = 359
Artinya, 125 digabungkan dengan 234 sehingga jumlahnya menjadi 359.

2. Nilai Tempat Bilangan

Sebelum melakukan penjumlahan sampai 1.000, kita perlu memahami nilai tempat.

Contoh bilangan 472:

RatusanPuluhanSatuan
472

Jadi:

  • 4 bernilai 400
  • 7 bernilai 70
  • 2 bernilai 2

Sehingga:

472 = 400 + 70 + 2

3. Penjumlahan Tanpa Menyimpan

Contoh:

234 + 125 = ...

Susun berdasarkan nilai tempat:

  234

+ 125

-----

  359

Langkah-langkah:

  • Satuan: 4 + 5 = 9
  • Puluhan: 3 + 2 = 5
  • Ratusan: 2 + 1 = 3

Jadi:

234 + 125 = 359

4. Penjumlahan dengan Teknik Menyimpan

Jika hasil penjumlahan pada suatu nilai tempat lebih dari 9, kita melakukan penyimpanan ke nilai tempat berikutnya.
Contoh:
278 + 145 = ...

  278
+ 145
-----
  423

Langkah:
Satuan
8 + 5 = 13
Tuliskan 3 pada tempat satuan dan simpan 1 ke puluhan.
Puluhan
7 + 4 + 1 = 12
Tuliskan 2 pada tempat puluhan dan simpan 1 ke ratusan.
Ratusan
2 + 1 + 1 = 4
Jadi:
278 + 145 = 423

5. Penjumlahan Bersusun Panjang

Penjumlahan bersusun panjang dilakukan dengan menguraikan bilangan berdasarkan nilai tempat.
Contoh:
326 + 241
326 = 300 + 20 + 6
241 = 200 + 40 + 1
Kemudian:
  • 300 + 200 = 500
  • 20 + 40 = 60
  • 6 + 1 = 7
Jadi:
500 + 60 + 7 = 567
Maka:
326 + 241 = 567

Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 

Setelah mempelajari penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000 dengan teknik tanpa menyimpan menggunakan susun pendek, peserta didik dapat memahami bahwa penjumlahan dilakukan dengan menjumlahkan angka berdasarkan nilai tempat, yaitu satuan, puluhan, dan ratusan.

Peserta didik mampu menyusun bilangan secara vertikal (susun pendek) dengan posisi angka yang tepat sesuai nilai tempatnya, kemudian menjumlahkan mulai dari satuan, puluhan, hingga ratusan. Pada teknik tanpa menyimpan, hasil penjumlahan setiap nilai tempat tidak mencapai 10 sehingga tidak perlu memindahkan angka ke nilai tempat berikutnya.

Dengan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu melakukan penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000 dengan teliti, tepat, dan percaya diri, serta dapat menerapkannya dalam menyelesaikan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.


Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 3 September 2026 : Pendidikan Pancasila

   Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd. Mata Pelajaran           : Pendidikan Pancasila  Hari, Tanggal              :  Kami...

 

Risky Melina Sari Template by Ipietoon Cute Blog Design