Selasa, 06 Oktober 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 : Matematika

Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

Mata Pelajaran           : Matematika

Hari, Tanggal              :  Rabu, 7 Oktober 2026

Fase / Kelas                 : B / 3C

 Materi                          : Perkalian Bilangan Cacah sampai 1.000

Pertemuan Ke             : 2

Capaian Pembelajaran : 

Pada akhir Fase B, peserta didik mampu memahami dan melakukan operasi hitung bilangan cacah, termasuk perkalian, menggunakan berbagai strategi dan representasi. Peserta didik mampu menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan operasi perkalian serta menjelaskan proses dan hasil perhitungannya.

Tujuan Pembelajaran (TP ): 

  • Menjelaskan pengertian perkalian sebagai penjumlahan berulang.
  • Menentukan hasil perkalian bilangan cacah dengan tepat.
  • Menggunakan berbagai strategi untuk menyelesaikan perkalian.
  • Menyelesaikan perkalian bilangan cacah sampai 1.000 dengan teknik yang tepat.
  • Menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan perkalian dalam kehidupan sehari-hari.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat belajar dengan fokus dan teliti dalam memahami perkalian sebagai penjumlahan berulang. Peserta didik memperhatikan setiap angka, tanda operasi, dan langkah perhitungan agar memperoleh jawaban yang tepat.
    • Meaningful (Bermakna): murid dapat memahami bahwa perkalian digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menghitung jumlah buku dalam beberapa rak, jumlah pensil dalam beberapa kotak, jumlah buah dalam beberapa keranjang, atau jumlah siswa dalam beberapa kelompok.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui permainan kartu perkalian, menyusun benda konkret, bekerja dalam kelompok, serta berlomba menemukan pasangan kartu soal dan jawaban dengan tepat. Guru memberikan apresiasi sehingga pembelajaran terasa menyenangkan dan meningkatkan kepercayaan diri peserta didik.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ):

    1. Peserta didik mengenal perkalian sebagai penjumlahan berulang.

    2. Peserta didik menghubungkan perkalian dengan kelompok benda yang memiliki jumlah sama.

    3. Peserta didik memahami fakta perkalian dasar melalui tabel perkalian.

    4. Peserta didik menentukan hasil perkalian bilangan cacah menggunakan strategi yang sesuai.

    5. Peserta didik melakukan perkalian dengan bilangan yang menghasilkan nilai sampai 1.000.


    Materi Matematika :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, tanya jawab, latihan mandiri.  

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    QS. Al-Baqarah Ayat 261
    Ayat ini mengumpamakan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. 
    Makna Matematis: Menggambarkan pelipatgandaan pahala secara eksponensial (menjadi 700 kali lipat atau bahkan lebih bagi siapa yang Allah kehendaki). 

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 



    1. Pengertian Perkalian

    Perkalian adalah penjumlahan berulang dari bilangan yang sama.

    Contoh:

    3 × 5

    artinya 5 dijumlahkan sebanyak 3 kali.

    5 + 5 + 5 = 15

    Jadi:

    3 × 5 = 15

    2. Perkalian Menggunakan Kelompok Benda

    Misalnya terdapat 4 kelompok. Setiap kelompok berisi 3 bola.

    3 + 3 + 3 + 3 = 12

    Maka:

    4 × 3 = 12

    3. Perkalian Bilangan Cacah

    Contoh:

    25 × 4 = ...

    25 + 25 + 25 + 25 = 100

    Jadi:

    25 × 4 = 100

    Contoh lainnya:

    125 × 4 = 500

    Jadi, 125 × 4 = 500.




    Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 


    Senin, 05 Oktober 2026

    Selasa, 6 Oktober 2026 : Matematika

     Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : Matematika

    Hari, Tanggal              :  Selasa, 6 Oktober 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                          : Perkalian Bilangan Cacah sampai 1.000

    Pertemuan Ke             : 1

    Capaian Pembelajaran : 

    Pada akhir Fase B, peserta didik mampu memahami dan melakukan operasi hitung bilangan cacah, termasuk perkalian, menggunakan berbagai strategi dan representasi. Peserta didik mampu menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan operasi perkalian serta menjelaskan proses dan hasil perhitungannya.

    Tujuan Pembelajaran (TP ): 

  • Menjelaskan pengertian perkalian sebagai penjumlahan berulang.
  • Menentukan hasil perkalian bilangan cacah dengan tepat.
  • Menggunakan berbagai strategi untuk menyelesaikan perkalian.
  • Menyelesaikan perkalian bilangan cacah sampai 1.000 dengan teknik yang tepat.
  • Menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan perkalian dalam kehidupan sehari-hari.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat belajar dengan fokus dan teliti dalam memahami perkalian sebagai penjumlahan berulang. Peserta didik memperhatikan setiap angka, tanda operasi, dan langkah perhitungan agar memperoleh jawaban yang tepat.
    • Meaningful (Bermakna): murid dapat memahami bahwa perkalian digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menghitung jumlah buku dalam beberapa rak, jumlah pensil dalam beberapa kotak, jumlah buah dalam beberapa keranjang, atau jumlah siswa dalam beberapa kelompok.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui permainan kartu perkalian, menyusun benda konkret, bekerja dalam kelompok, serta berlomba menemukan pasangan kartu soal dan jawaban dengan tepat. Guru memberikan apresiasi sehingga pembelajaran terasa menyenangkan dan meningkatkan kepercayaan diri peserta didik.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ):

    1. Peserta didik mengenal perkalian sebagai penjumlahan berulang.

    2. Peserta didik menghubungkan perkalian dengan kelompok benda yang memiliki jumlah sama.

    3. Peserta didik memahami fakta perkalian dasar melalui tabel perkalian.

    4. Peserta didik menentukan hasil perkalian bilangan cacah menggunakan strategi yang sesuai.

    5. Peserta didik melakukan perkalian dengan bilangan yang menghasilkan nilai sampai 1.000.


    Materi Matematika :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, tanya jawab, latihan mandiri.  

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    QS. Al-Baqarah Ayat 261
    Ayat ini mengumpamakan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. 
    Makna Matematis: Menggambarkan pelipatgandaan pahala secara eksponensial (menjadi 700 kali lipat atau bahkan lebih bagi siapa yang Allah kehendaki). 

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 



    1. Pengertian Perkalian

    Perkalian adalah penjumlahan berulang dari bilangan yang sama.

    Contoh:

    3 × 5

    artinya 5 dijumlahkan sebanyak 3 kali.

    5 + 5 + 5 = 15

    Jadi:

    3 × 5 = 15

    2. Perkalian Menggunakan Kelompok Benda

    Misalnya terdapat 4 kelompok. Setiap kelompok berisi 3 bola.

    3 + 3 + 3 + 3 = 12

    Maka:

    4 × 3 = 12

    3. Perkalian Bilangan Cacah

    Contoh:

    25 × 4 = ...

    25 + 25 + 25 + 25 = 100

    Jadi:

    25 × 4 = 100

    Contoh lainnya:

    125 × 4 = 500

    Jadi, 125 × 4 = 500.




    Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 


    Selasa, 6 Oktober 2026 : Bahasa Indonesia

     Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : Bahasa Indonesia

    Hari, Tanggal              :  Selasa, 6 Oktober 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                           : Hebatnya Profesi di Sekitarku 

    Pertemuan Ke             : 2

    Capaian Pembelajaran : 

    Pada akhir Fase B, peserta didik mampu memahami dan menyampaikan informasi dari teks lisan, tulisan, visual, dan audiovisual sederhana. Peserta didik mampu membaca dan memahami informasi tersurat dari teks yang sesuai dengan tujuan komunikasi serta menyampaikan kembali informasi dengan bahasa yang jelas, santun, dan sesuai konteks.

    Tujuan Pembelajaran (TP ): 

  • Menjelaskan pengertian profesi dengan bahasa sederhana.
  • Mengidentifikasi berbagai jenis profesi yang ada di lingkungan sekitar.
  • Menemukan informasi penting dari teks tentang profesi.
  • Menjelaskan tugas dan manfaat beberapa profesi bagi masyarakat.
  • Menyampaikan informasi tentang suatu profesi secara lisan dengan percaya diri.
  • Menunjukkan sikap menghargai setiap profesi yang ada di masyarakat.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat belajar dengan fokus dan teliti saat membaca teks tentang profesi. Murid memperhatikan informasi mengenai nama profesi, tugas, tempat bekerja, dan manfaat setiap profesi.
    • Meaningful (Bermakna): Murid memahami bahwa profesi yang mereka pelajari dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mereka menyadari bahwa guru mengajar, dokter merawat orang sakit, petani menghasilkan bahan makanan, dan berbagai profesi lainnya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui permainan tebak profesi, kartu gambar profesi, diskusi kelompok, dan bermain peran sederhana sehingga pembelajaran menjadi aktif, menyenangkan, dan membuat murid berani berbicara.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): 

    1. Peserta didik mengenal pengertian profesi dan berbagai jenis profesi di lingkungan sekitar.

    2. Peserta didik membaca teks sederhana tentang suatu profesi dengan memperhatikan informasi penting.

    3. Peserta didik mengidentifikasi nama profesi, tugas, tempat bekerja, dan manfaat profesi berdasarkan teks.

    4. Peserta didik berdiskusi untuk menghubungkan profesi dengan kehidupan sehari-hari.

    5. Peserta didik menyampaikan informasi tentang profesi tertentu secara lisan maupun tertulis.

    6. Peserta didik menunjukkan sikap menghargai berbagai profesi dan memahami bahwa setiap profesi memiliki peran penting.


    Materi Bahasa Indonesia :

    Model / Metode Pembelajaran : Problem Based Learning (PBL)

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Proyektor 

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    Video Pembelajaran : 


    1. Pengertian Profesi

    Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan seseorang dengan keterampilan, pengetahuan, dan tanggung jawab tertentu.

    2. Contoh Profesi

    ProfesiTugas
    GuruMengajar dan membimbing siswa
    DokterMemeriksa dan membantu mengobati orang sakit
    PetaniMenanam dan merawat tanaman
    PolisiMenjaga keamanan dan ketertiban
    PedagangMenjual barang kepada pembeli
    Pemadam kebakaranMemadamkan kebakaran dan membantu dalam keadaan darurat
    NelayanMenangkap ikan dan hasil laut
    KokiMenyiapkan dan memasak makanan

    3. Menghargai Profesi

    Kita dapat menghargai profesi orang lain dengan:

    • berbicara dengan sopan;
    • tidak meremehkan pekerjaan orang lain;
    • mengucapkan terima kasih;
    • menghargai usaha dan kerja keras mereka;
    • menjaga sikap saat menggunakan jasa mereka.

    Guru memberikan teks berikut.

    “Profesi di Sekitarku”

    Di sekitar kita terdapat banyak orang dengan berbagai profesi. Ada guru yang mengajarkan ilmu kepada siswa. Ada dokter yang membantu merawat orang sakit. Petani bekerja menanam dan merawat tanaman agar menghasilkan bahan makanan. Polisi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Pedagang menyediakan berbagai barang yang dibutuhkan oleh masyarakat.

    Setiap profesi memiliki tugas yang berbeda. Meskipun berbeda, semua profesi dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, kita harus menghargai setiap pekerjaan yang dilakukan dengan baik dan bertanggung jawab.

    Tahap 3: Menemukan Informasi

    Peserta didik menjawab pertanyaan berdasarkan teks:

    1. Siapa yang mengajarkan ilmu kepada siswa?
    2. Apa tugas dokter?
    3. Apa yang dilakukan petani?
    4. Apa tugas polisi?
    5. Mengapa kita harus menghargai setiap profesi?


    Refleksi / Kesimpulan : 



    Minggu, 04 Oktober 2026

    Senin, 5 Oktober 2026 : Bahasa Indonesia

    Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : Bahasa Indonesia

    Hari, Tanggal              :  Senin, 5 Oktober 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                           : Hebatnya Profesi di Sekitarku 

    Pertemuan Ke             : 1

    Capaian Pembelajaran : 

    Pada akhir Fase B, peserta didik mampu memahami dan menyampaikan informasi dari teks lisan, tulisan, visual, dan audiovisual sederhana. Peserta didik mampu membaca dan memahami informasi tersurat dari teks yang sesuai dengan tujuan komunikasi serta menyampaikan kembali informasi dengan bahasa yang jelas, santun, dan sesuai konteks.

    Tujuan Pembelajaran (TP ): 

  • Menjelaskan pengertian profesi dengan bahasa sederhana.
  • Mengidentifikasi berbagai jenis profesi yang ada di lingkungan sekitar.
  • Menemukan informasi penting dari teks tentang profesi.
  • Menjelaskan tugas dan manfaat beberapa profesi bagi masyarakat.
  • Menyampaikan informasi tentang suatu profesi secara lisan dengan percaya diri.
  • Menunjukkan sikap menghargai setiap profesi yang ada di masyarakat.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat belajar dengan fokus dan teliti saat membaca teks tentang profesi. Murid memperhatikan informasi mengenai nama profesi, tugas, tempat bekerja, dan manfaat setiap profesi.
    • Meaningful (Bermakna): Murid memahami bahwa profesi yang mereka pelajari dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mereka menyadari bahwa guru mengajar, dokter merawat orang sakit, petani menghasilkan bahan makanan, dan berbagai profesi lainnya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui permainan tebak profesi, kartu gambar profesi, diskusi kelompok, dan bermain peran sederhana sehingga pembelajaran menjadi aktif, menyenangkan, dan membuat murid berani berbicara.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): 

    1. Peserta didik mengenal pengertian profesi dan berbagai jenis profesi di lingkungan sekitar.

    2. Peserta didik membaca teks sederhana tentang suatu profesi dengan memperhatikan informasi penting.

    3. Peserta didik mengidentifikasi nama profesi, tugas, tempat bekerja, dan manfaat profesi berdasarkan teks.

    4. Peserta didik berdiskusi untuk menghubungkan profesi dengan kehidupan sehari-hari.

    5. Peserta didik menyampaikan informasi tentang profesi tertentu secara lisan maupun tertulis.

    6. Peserta didik menunjukkan sikap menghargai berbagai profesi dan memahami bahwa setiap profesi memiliki peran penting.


    Materi Bahasa Indonesia :

    Model / Metode Pembelajaran : Problem Based Learning (PBL)

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Proyektor 

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.

    1. Pengertian Profesi

    Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan seseorang dengan keterampilan, pengetahuan, dan tanggung jawab tertentu.

    2. Contoh Profesi

    ProfesiTugas
    GuruMengajar dan membimbing siswa
    DokterMemeriksa dan membantu mengobati orang sakit
    PetaniMenanam dan merawat tanaman
    PolisiMenjaga keamanan dan ketertiban
    PedagangMenjual barang kepada pembeli
    Pemadam kebakaranMemadamkan kebakaran dan membantu dalam keadaan darurat
    NelayanMenangkap ikan dan hasil laut
    KokiMenyiapkan dan memasak makanan

    3. Menghargai Profesi

    Kita dapat menghargai profesi orang lain dengan:

    • berbicara dengan sopan;
    • tidak meremehkan pekerjaan orang lain;
    • mengucapkan terima kasih;
    • menghargai usaha dan kerja keras mereka;
    • menjaga sikap saat menggunakan jasa mereka.

    Guru memberikan teks berikut.

    “Profesi di Sekitarku”

    Di sekitar kita terdapat banyak orang dengan berbagai profesi. Ada guru yang mengajarkan ilmu kepada siswa. Ada dokter yang membantu merawat orang sakit. Petani bekerja menanam dan merawat tanaman agar menghasilkan bahan makanan. Polisi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Pedagang menyediakan berbagai barang yang dibutuhkan oleh masyarakat.

    Setiap profesi memiliki tugas yang berbeda. Meskipun berbeda, semua profesi dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, kita harus menghargai setiap pekerjaan yang dilakukan dengan baik dan bertanggung jawab.

    Tahap 3: Menemukan Informasi

    Peserta didik menjawab pertanyaan berdasarkan teks:

    1. Siapa yang mengajarkan ilmu kepada siswa?
    2. Apa tugas dokter?
    3. Apa yang dilakukan petani?
    4. Apa tugas polisi?
    5. Mengapa kita harus menghargai setiap profesi?


    Refleksi / Kesimpulan : 

    Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik dapat memahami pengertian profesi dan mengenal berbagai jenis profesi yang ada di lingkungan sekitar. Peserta didik mengetahui bahwa profesi adalah pekerjaan yang dilakukan seseorang dengan keterampilan dan tanggung jawab tertentu. Peserta didik juga dapat menyebutkan berbagai profesi, seperti guru, dokter, petani, polisi, pedagang, nelayan, pemadam kebakaran, dan perawat, serta menjelaskan tugas sederhana dari masing-masing profesi.

    Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan dapat menghargai setiap pekerjaan dan memahami bahwa setiap profesi memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari.


    Senin, 5 Oktober 2026 : Pendidikan Pancasila

     Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : Pendidikan Pancasila 

    Hari, Tanggal              :  Senin, 5 Oktober 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                     : Mengidentifikasi aturan Tertulis dan Tidak Tertulis di Sekolah

    Pertemuan Ke             : 4 

    Capaian Pembelajaran : 

    Peserta didik mampu mengenal dan memahami aturan yang berlaku di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Peserta didik mampu mengidentifikasi aturan tertulis dan tidak tertulis serta menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan menghargai orang lain dengan melaksanakan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari.

    Tujuan Pembelajaran (TP ): 

  • Menjelaskan pengertian aturan tertulis dan aturan tidak tertulis dengan bahasa sederhana.
  • Mengidentifikasi contoh aturan tertulis yang berlaku di lingkungan sekolah.
  • Mengidentifikasi contoh aturan tidak tertulis yang berlaku di lingkungan sekolah.
  • Membedakan aturan tertulis dan tidak tertulis berdasarkan contoh yang ditemukan di sekolah.
  • Menjelaskan manfaat mematuhi aturan di lingkungan sekolah.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat memperhatikan dan mengenali berbagai aturan yang berlaku di lingkungan sekolah serta menyadari pentingnya mematuhi aturan tersebut.
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat memahami bahwa aturan membantu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, nyaman, dan menyenangkan bagi semua warga sekolah.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui permainan “Tertulis atau Tidak Tertulis?”, bermain peran, dan mengamati aturan yang terdapat di lingkungan sekolah sehingga pembelajaran menjadi lebih aktif dan menyenangkan.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): 

    1. Peserta didik mengenal pengertian aturan dan memahami bahwa aturan diperlukan agar kehidupan bersama menjadi tertib dan nyaman.

    2. Peserta didik mengenali ciri-ciri aturan tertulis dan tidak tertulis.

    3. Peserta didik mengidentifikasi berbagai contoh aturan tertulis di lingkungan sekolah.

    4. Peserta didik mengidentifikasi berbagai contoh aturan tidak tertulis di lingkungan sekolah

    5. Peserta didik mengelompokkan aturan di sekolah berdasarkan aturan tertulis dan tidak tertulis.

    Materi Pendidikan Pancasila :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : LKPD, Video Pembelajaran 


    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    Karakter Persatuan dan Toleransi: QS. Al-Hujurat Ayat 13
    Ayat ini merupakan landasan utama dalam kurikulum pendidikan Islam untuk mengajarkan persatuan di tengah keberagaman (multikulturalisme) serta toleransi antarmanusia.
    Karakter Keadilan: QS. Al-Ma'idah Ayat 8
    Ayat ini mengajarkan konsep keadilan yang mutlak, di mana menegakkan keadilan adalah kewajiban moral yang tidak boleh goyah sedikit pun, bahkan terhadap orang atau kelompok yang tidak disukai.

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 


    PENJABARAN MATERI

    📖 Materi Pembelajaran

    1. Pengertian Aturan

    Aturan adalah ketentuan yang dibuat untuk mengatur perilaku seseorang agar kehidupan bersama menjadi tertib, aman, nyaman, dan teratur.

    Aturan dapat ditemukan di rumah, sekolah, maupun masyarakat.

    Contoh:

    • Datang ke sekolah tepat waktu.
    • Menggunakan seragam sesuai ketentuan.
    • Menjaga kebersihan kelas.
    • Menghormati guru dan teman.
    • Mengantre dengan tertib.

    2. Aturan Tertulis

    Aturan tertulis adalah aturan yang dibuat dan dicatat dalam bentuk tulisan sehingga dapat dibaca dan diketahui oleh orang yang harus mematuhinya.

    Contoh aturan tertulis di sekolah:

    • Siswa datang tepat waktu.
    • Siswa memakai seragam sesuai jadwal.
    • Siswa mengikuti kegiatan pembelajaran.
    • Siswa menjaga kebersihan sekolah.
    • Siswa tidak boleh membawa benda yang dilarang sekolah.
    • Siswa mengerjakan tugas yang diberikan guru.
    • Siswa mengikuti tata tertib sekolah.

    Contoh:
    Di depan kelas terdapat tulisan:

    “Buanglah sampah pada tempatnya.”

    Aturan tersebut merupakan aturan tertulis karena dapat dibaca dalam bentuk tulisan.

    3. Aturan Tidak Tertulis

    Aturan tidak tertulis adalah aturan yang tidak dicatat secara resmi, tetapi dipahami dan dilakukan bersama berdasarkan kebiasaan, kesopanan, dan norma yang berlaku.

    Contoh di sekolah:

    • Mengucapkan salam ketika bertemu guru.
    • Berbicara dengan sopan kepada guru dan teman.
    • Menghargai teman yang sedang berbicara.
    • Tidak memotong pembicaraan orang lain.
    • Meminta izin ketika ingin menggunakan barang milik teman.
    • Membantu teman yang mengalami kesulitan.
    • Tidak mengejek atau mengganggu teman.

    Aturan tersebut mungkin tidak selalu tertulis di papan pengumuman, tetapi tetap perlu dilakukan karena merupakan perilaku yang baik dan menghargai orang lain.

    4. Perbedaan Aturan Tertulis dan Tidak Tertulis

    Aturan TertulisAturan Tidak Tertulis
    Dicatat atau dituliskanTidak harus dituliskan
    Dapat dibaca oleh warga sekolahBiasanya dipahami melalui kebiasaan dan kesopanan
    Biasanya terdapat dalam tata tertib sekolahBerkaitan dengan norma dan kebiasaan baik
    Contoh: datang tepat waktuContoh: berbicara sopan
    Contoh: memakai seragam sesuai jadwalContoh: menghormati guru

    5. Mengapa Kita Harus Mematuhi Aturan?

    Mematuhi aturan sangat penting karena dapat:

    • menciptakan ketertiban;
    • membuat kegiatan belajar lebih nyaman;
    • menjaga keamanan;
    • melatih kedisiplinan;
    • menunjukkan sikap tanggung jawab;
    • menghargai hak orang lain;
    • menciptakan hubungan yang baik dengan guru dan teman.

    6. Akibat Tidak Mematuhi Aturan

    Jika aturan tidak dilaksanakan, dapat terjadi:

    • kegiatan belajar menjadi terganggu;
    • lingkungan menjadi tidak tertib;
    • orang lain merasa tidak nyaman;
    • terjadi perselisihan;
    • mendapatkan teguran atau konsekuensi sesuai aturan sekolah.

    7. Contoh Penerapan di Sekolah

    Situasi 1:
    Bel masuk berbunyi. Rani segera masuk kelas dan menyiapkan buku.

    ➡️ Rani telah melaksanakan aturan sekolah.

    Situasi 2:
    Budi melihat sampah di lantai. Ia mengambil sampah tersebut dan membuangnya ke tempat sampah.

    ➡️ Budi menunjukkan sikap bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan.

    Situasi 3:
    Siti sedang berbicara dengan guru. Andi menunggu sampai Siti selesai berbicara sebelum menyampaikan pendapatnya.

    ➡️ Andi telah melaksanakan aturan tidak tertulis berupa menghargai orang lain.

    8. Sikap yang Perlu Dibiasakan

    Peserta didik dapat membiasakan:

    🌟 Datang tepat waktu
    🌟 Memakai seragam sesuai ketentuan
    🌟 Mengikuti pembelajaran dengan tertib
    🌟 Menjaga kebersihan kelas
    🌟 Berbicara santun
    🌟 Menghormati guru
    🌟 Menghargai teman
    🌟 Mengantre dengan tertib
    🌟 Meminta izin ketika diperlukan
    🌟 Bertanggung jawab terhadap tugas


    LKPD 

    Refleksi / Kesimpulan : 

    Peserta didik telah memahami perbedaan antara aturan tertulis dan aturan tidak tertulis di lingkungan sekolah. Aturan tertulis adalah aturan yang dibuat dan dicatat secara resmi, seperti tata tertib sekolah, jadwal piket, dan aturan penggunaan seragam. Sementara itu, aturan tidak tertulis merupakan kebiasaan atau kesepakatan yang dilakukan bersama meskipun tidak dicatat secara resmi, seperti mengucapkan salam kepada guru, berbicara dengan sopan, menghormati teman, dan membantu teman yang membutuhkan.

    Dengan memahami kedua jenis aturan tersebut, peserta didik diharapkan mampu mematuhi aturan, bertanggung jawab, menghargai orang lain, serta menciptakan lingkungan sekolah yang tertib, aman, nyaman, dan harmonis.

    Cari Blog Ini

    Diberdayakan oleh Blogger.

    Rabu, 7 Oktober 2026 : Matematika

    Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd. Mata Pelajaran           : Matematika Hari, Tanggal              :  Rabu, 7 Oktober 20...

     

    Risky Melina Sari Template by Ipietoon Cute Blog Design