Materi : Karakter Persatuan, Toleransi, dan Keadilan
Pertemuan Ke : 2
Capaian Pembelajaran :
Peserta didik mampu mengenal dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik memahami pentingnya hidup rukun dalam keberagaman, menghargai perbedaan, menunjukkan sikap toleransi, persatuan, gotong royong, dan berlaku adil terhadap teman di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Tujuan Pembelajaran (TP ): Memahami keberagaman latar belakang tokoh perumus Pancasila. dan Menjelaskan pentingnya persatuan dalam kehidupan sehari-hari.
Mindful (Berkesadaran):Peserta didik diajak untuk menenangkan diri, memusatkan perhatian, serta merefleksikan pengalaman dalam menerapkan persatuan, toleransi, dan keadilan di lingkungan sekolah dan rumah.
Meaningful (Bermakna):Peserta didik menghubungkan konsep persatuan, toleransi, dan keadilan dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari melalui diskusi dan pemecahan masalah sederhana.
Joyful (Menyenangkan): Murid dapat mempelajari karakter persatuan, toleransi, dan keadilan melalui permainan, kerja kelompok, kartu situasi, dan bermain peran sehingga pembelajaran berlangsung aktif, menyenangkan, dan bermakna.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): Mengenal keberagaman → memahami perjuangan tokoh perumus Pancasila → memahami makna persatuan dan toleransi → mengenal perilaku adil → memberikan contoh dalam kehidupan sekolah → mempraktikkan sikap persatuan, toleransi, dan keadilan.
Materi Pendidikan Pancasila :
Model / Metode Pembelajaran : Problem Based Learning (PBL)
Media Pembelajaran / Alat Peraga : Menampilkan gambar contoh perilaku persatuan, toleransi, dan keadilan.
بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.
Apa kabarnya hari ini? Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨
Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.
💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:
😊 Senyum dan memberi salam.
🙏 Duduk dengan rapi.
👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
Ayat Al-Qur'an utama yang secara komprehensif mengajarkan materi tentang Karakter Persatuan, Toleransi, dan Keadilan adalah Surah Al-Hujurat ayat 13 dan Surah Al-Ma'idah ayat 8.
Karakter Persatuan dan Toleransi: QS. Al-Hujurat Ayat 13
Ayat ini merupakan landasan utama dalam kurikulum pendidikan Islam untuk mengajarkan persatuan di tengah keberagaman (multikulturalisme) serta toleransi antarmanusia.
Karakter Keadilan: QS. Al-Ma'idah Ayat 8
Ayat ini mengajarkan konsep keadilan yang mutlak, di mana menegakkan keadilan adalah kewajiban moral yang tidak boleh goyah sedikit pun, bahkan terhadap orang atau kelompok yang tidak disukai.
Perhatikan Video Pembalajaran Berikut :
PENJABARAN MATERI
1. Keberagaman
Indonesia memiliki banyak keberagaman, seperti:
Perbedaan suku
Bahasa
Agama dan kepercayaan
Budaya
Makanan kesukaan
Hobi
Kemampuan
Kebiasaan
Perbedaan bukan alasan untuk bermusuhan. Kita harus saling menghargai dan hidup rukun.
2. Tokoh Perumus Pancasila
Beberapa tokoh yang berperan dalam proses perumusan dasar negara antara lain:
Mohammad Yamin
Prof. Dr. Soepomo
Ir. Soekarno
Mereka memiliki latar belakang dan pemikiran yang berbeda. Namun, mereka sama-sama berusaha memberikan gagasan terbaik untuk Indonesia.
Sikap yang dapat kita teladani adalah berani menyampaikan pendapat, menghargai pendapat orang lain, bekerja sama, dan mengutamakan persatuan.
3. Makna Persatuan
Persatuan berarti hidup bersama dengan rukun walaupun memiliki perbedaan.
Contoh persatuan di sekolah:
Bermain bersama tanpa memilih-milih teman.
Bekerja sama membersihkan kelas.
Membantu teman yang kesulitan.
Melaksanakan tugas kelompok bersama-sama.
Tidak mengejek teman yang berbeda.
4. Makna Toleransi
Toleransi adalah sikap menghargai dan menghormati perbedaan yang ada.
Contoh:
Menghargai teman yang berbeda kebiasaan.
Tidak mengejek bahasa atau logat teman.
Memberikan kesempatan teman menyampaikan pendapat.
Menghormati teman ketika sedang beribadah.
Mau berteman dengan siapa saja.
5. Makna Keadilan
Keadilan berarti memperlakukan orang lain dengan baik dan tidak pilih kasih.
Contoh:
Membagi tugas kelompok secara seimbang.
Bergantian menggunakan fasilitas kelas.
Tidak mengambil hak teman.
Memberikan kesempatan yang sama kepada semua anggota kelompok.
Materi : Komposisi dan Dekomposisi Bilangan Cacah sampai 1.000
Pertemuan Ke : 2
Capaian Pembelajaran :
peserta didik mampu memahami bilangan cacah sampai 10.000, membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan. Peserta didik mampu menggunakan pemahaman nilai tempat untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bilangan dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan Pembelajaran (TP ): Menyusun beberapa bilangan berdasarkan nilai tempat menjadi sebuah bilangan cacah sampai 1.000. Menguraikan bilangan cacah sampai 1.000 berdasarkan nilai tempatnya.
Mindful (Berkesadaran): Murid dapat memusatkan perhatian pada setiap angka dan menyadari bahwa perubahan posisi angka dapat mengubah nilainya.
Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan konsep nilai tempat dengan situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti jumlah benda, harga barang, dan jumlah siswa.
Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui permainan kartu angka secara berkelompok untuk menyusun bilangan cacah sampai 1.000 dengan suasana aktif, menyenangkan, dan kolaboratif.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): Peserta didik memahami konsep komposisi bilangan. Peserta didik menghubungkan komposisi dan dekomposisi bilangan.
Materi Matematika :
Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning
Media Pembelajaran / Alat Peraga : Kartu angka, video pembelajaran
بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.
Apa kabarnya hari ini? Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨
Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.
💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:
😊 Senyum dan memberi salam.
🙏 Duduk dengan rapi.
👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
Ayat Al-Qur'an yang paling sering diintegrasikan dan dipelajari untuk menjelaskan konsep menyusun beberapa bilangan berdasarkan nilai tempat menjadi sebuah bilangan cacah (sampai 1.000) adalah Surah Al-Kahfi ayat 25.
Meskipun secara tekstual ayat ini membahas masa tertidurnya Ashabul Kahfi, struktur penyebutan bilangannya memuat pelajaran matematika tentang nilai tempat (ratusan dan satuan) yang membentuk sebuah bilangan cacah.
Perhatikan Video Pembalajaran Berikut :
1. Pengertian Bilangan Cacah
Bilangan cacah adalah bilangan yang dimulai dari 0, 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya.
Contoh bilangan cacah sampai 1.000:
0, 1, 2, 3, ..., 998, 999, 1.000
2. Nilai Tempat Bilangan
Setiap angka dalam suatu bilangan mempunyai tempat dan nilai yang berbeda.
Contoh:
Bilangan 735
Ratusan
Puluhan
Satuan
7
3
5
700
30
5
Jadi:
735 = 700 + 30 + 5
Artinya:
7 bernilai 700 atau 7 ratusan.
3 bernilai 30 atau 3 puluhan.
5 bernilai 5 atau 5 satuan.
3. Komposisi Bilangan
Komposisi bilangan adalah kegiatan menggabungkan atau menyusun beberapa nilai tempat menjadi sebuah bilangan.
Contoh:
500 + 40 + 6 = 546
Jadi, bilangan 546 merupakan hasil komposisi dari:
5 ratusan = 500
4 puluhan = 40
6 satuan = 6
Contoh lain:
300 + 20 + 7 = 327
800 + 60 + 4 = 864
900 + 5 = 905
Pada bilangan 905 tidak terdapat puluhan, sehingga:
905 = 900 + 0 + 5
4. Dekomposisi Bilangan
Dekomposisi bilangan adalah kegiatan menguraikan sebuah bilangan berdasarkan nilai tempatnya.
Contoh:
684
Dapat diuraikan menjadi:
684 = 600 + 80 + 4
Jadi:
6 ratusan = 600
8 puluhan = 80
4 satuan = 4
Contoh lainnya:
352 = 300 + 50 + 2
721 = 700 + 20 + 1
908 = 900 + 0 + 8
470 = 400 + 70 + 0
5. Bentuk Panjang dan Bentuk Singkat
Dekomposisi dapat dituliskan dalam bentuk panjang.
Contoh:
563 = 500 + 60 + 3
Sedangkan bentuk singkatnya:
500 + 60 + 3 = 563
Contoh:
Bentuk Singkat
Bentuk Panjang
246
200 + 40 + 6
381
300 + 80 + 1
507
500 + 0 + 7
690
600 + 90 + 0
825
800 + 20 + 5
6. Komposisi dengan Blok Nilai Tempat
Untuk memudahkan memahami komposisi, guru dapat menggunakan benda konkret.
Misalnya:
🟦 = 100 🟨 = 10 🟢 = 1
Jika terdapat:
4 blok ratusan + 3 blok puluhan + 6 blok satuan
maka:
400 + 30 + 6 = 436
Jadi, bilangan yang terbentuk adalah 436.
Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
Ibu memiliki Rp825 dalam bentuk uang mainan.
Uang tersebut dapat diuraikan menjadi:
Rp825 = Rp800 + Rp20 + Rp5
Artinya, Rp825 dapat disusun dari:
Rp800
Rp20
Rp5
Contoh lainnya, di perpustakaan terdapat 436 buku.
Jumlah tersebut dapat diuraikan menjadi:
436 = 400 + 30 + 6
Jadi terdapat:
400 buku pada kelompok ratusan,
30 buku pada kelompok puluhan,
6 buku pada kelompok satuan.
Contoh Latihan
1. Komposisi
Tentukan bilangan yang terbentuk!
a. 300 + 40 + 5 = ....
b. 600 + 20 + 8 = ....
c. 700 + 50 + 3 = ....
d. 900 + 0 + 6 = ....
Jawaban: a. 345 b. 628 c. 753 d. 906
2. Dekomposisi
Uraikan bilangan berikut berdasarkan nilai tempat!
a. 425 = ....
b. 638 = ....
c. 701 = ....
d. 950 = ....
Jawaban:
a. 425 = 400 + 20 + 5 b. 638 = 600 + 30 + 8 c. 701 = 700 + 0 + 1 d. 950 = 900 + 50 + 0
Materi : Siklus Tumbuhan Biji dan Unsur-unsur Warna
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
🌸 Apresiasi 🌸
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌼 Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.
Apa kabarnya hari ini? Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨
Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.
💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:
😊 Senyum dan memberi salam.
🙏 Duduk dengan rapi.
👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
🕌 Sekarang kita akan melaksanakan shalat Dhuha berjamaah dilanjutkan dengan murojaah surat-surat pendek.
📖 Sebelumnya, mari kita membaca doa sebelum belajar agar Allah memberikan ilmu yang bermanfaat dan memudahkan kita memahami pelajaran.
Aamiin Yaa Rabbal Alamin... 🤲📚
Selamat belajar, anak-anak hebat! Semoga Allah memberkahi setiap langkah kita. Aamiin. 🌟
Capaian Pembelajaran (CP) :
Peserta didik mampu memahami berbagai proses pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup serta mengidentifikasi tahapan siklus hidup tumbuhan. Peserta didik dapat mengamati perubahan yang terjadi pada tumbuhan, mengurutkan tahapan pertumbuhannya, serta menunjukkan kepedulian terhadap tumbuhan dan lingkungan di sekitarnya.
Tujuan Pembelajaran (TP ):
1. Menjelaskan pengertian siklus hidup tumbuhan.
2. Menjelaskan pengertian tumbuhan berbiji.
3. Mengidentifikasi tahapan siklus hidup tumbuhan berbiji.
4. Mengurutkan tahapan siklus hidup tumbuhan berbiji dengan benar.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ):
1. Peserta didik mengenal pengertian siklus hidup dan memahami bahwa tumbuhan mengalami pertumbuhan dan perkembangan.
2. Peserta didik mengenal tumbuhan berbiji dan bagian penting yang berperan dalam perkembangbiakannya.
3. Peserta didik mengamati tahapan pertumbuhan tumbuhan berbiji mulai dari biji.
4. Peserta didik mengurutkan tahapan siklus hidup tumbuhan berbiji.
Model / Metode : Discovery Learning
Materi Ipas :
1. Pengertian Siklus Hidup
Siklus hidup adalah tahapan kehidupan makhluk hidup sejak awal kehidupan, tumbuh dan berkembang, hingga menghasilkan keturunan.
Tumbuhan juga memiliki siklus hidup. Tumbuhan berbiji biasanya memulai kehidupannya dari biji, kemudian tumbuh menjadi tanaman muda, tanaman dewasa, berbunga, menghasilkan buah dan biji baru.
2. Apa Itu Tumbuhan Berbiji?
Tumbuhan berbiji adalah tumbuhan yang berkembang biak dengan menghasilkan biji.
Contoh tumbuhan berbiji antara lain:
Mangga
Jeruk
Apel
Kacang hijau
Jagung
Kacang tanah
Cabai
Tomat
Biji dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru jika mendapatkan kondisi yang sesuai.
3. Tahapan Siklus Hidup Tumbuhan Berbiji
Secara sederhana, siklus hidup tumbuhan berbiji dapat digambarkan sebagai berikut:
Biji → Berkecambah → Tumbuhan muda → Tumbuhan dewasa → Berbunga → Berbuah dan menghasilkan biji → Biji baru
a. Biji
Siklus hidup tumbuhan berbiji dapat dimulai dari biji.
Di dalam biji terdapat calon tumbuhan baru. Biji memiliki bagian yang dapat melindungi calon tumbuhan dan menyediakan makanan awal untuk pertumbuhan.
Contoh: biji kacang hijau, biji mangga, dan biji jagung.
b. Perkecambahan
Jika mendapatkan air, udara, dan kondisi yang sesuai, biji mulai berkecambah.
Akar kecil mulai tumbuh ke bawah. Setelah itu, batang dan daun kecil mulai muncul ke atas.
c. Tumbuhan Muda
Setelah berkecambah, tumbuhan menjadi tumbuhan muda.
Tumbuhan mulai memiliki akar, batang, dan daun yang berkembang. Daun membantu tumbuhan membuat makanan dengan bantuan cahaya matahari.
d. Tumbuhan Dewasa
Tumbuhan terus tumbuh hingga menjadi tumbuhan dewasa.
Tumbuhan dewasa memiliki akar, batang, dan daun yang lebih berkembang. Pada tumbuhan tertentu, tumbuhan dewasa mulai menghasilkan bunga.
e. Bunga
Bunga merupakan bagian penting pada banyak tumbuhan berbiji karena berperan dalam proses perkembangbiakan.
Bunga dapat mengalami penyerbukan sehingga memungkinkan terbentuknya biji.
f. Buah dan Biji
Setelah proses perkembangbiakan berlangsung, pada banyak tumbuhan akan terbentuk buah yang di dalamnya terdapat biji.
Biji tersebut dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru.
Dengan demikian, siklus hidup tumbuhan berbiji kembali berawal dari biji.
4. Kebutuhan Tumbuhan untuk Tumbuh
Agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, tumbuhan membutuhkan:
Air – membantu berbagai proses kehidupan tumbuhan.
Cahaya matahari – membantu tumbuhan membuat makanan.
Udara – diperlukan dalam proses kehidupan tumbuhan.
Tanah dan unsur hara – membantu menyediakan tempat tumbuh serta zat yang diperlukan tumbuhan.
Suhu yang sesuai – membantu tumbuhan tumbuh dengan baik.
5. Contoh Siklus Hidup Kacang Hijau
Perhatikan urutan berikut:
Biji kacang hijau → berkecambah → tumbuhan muda → tumbuhan dewasa → berbunga → menghasilkan buah dan biji → biji baru
Contoh pengamatan sederhana:
Hari ke-1: Biji kacang hijau ditanam di tanah yang lembap.
Hari ke-2–3: Biji mulai membengkak dan akar kecil mulai muncul.
Hari ke-4–5: Batang dan daun kecil mulai tumbuh.
Hari berikutnya: Tanaman semakin tinggi dan daunnya bertambah.
Jika terus dirawat dengan baik, tanaman dapat tumbuh menjadi tanaman dewasa dan pada waktunya menghasilkan bunga serta biji baru.
6. Cara Merawat Tumbuhan
Kita dapat membantu tumbuhan tumbuh dengan baik melalui beberapa tindakan, yaitu:
Menyiram tanaman secukupnya.
Meletakkan tanaman di tempat yang mendapatkan cahaya matahari sesuai kebutuhannya.
Menjaga tanah tetap baik untuk pertumbuhan tanaman.
Tidak merusak atau mencabut tanaman sembarangan.
Membersihkan lingkungan sekitar tanaman.
Memberikan pupuk sesuai kebutuhan tanaman.
7. Kesimpulan
Tumbuhan berbiji mengalami siklus hidup. Siklus tersebut dapat dimulai dari biji, berkecambah, tumbuhan muda, tumbuhan dewasa, berbunga, menghasilkan buah dan biji, kemudian terbentuk biji baru. Biji baru tersebut dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru.
Pertumbuhan tumbuhan membutuhkan air, cahaya matahari, udara, tanah atau media tumbuh, unsur hara, dan kondisi lingkungan yang sesuai. Oleh karena itu, kita harus menjaga dan merawat tumbuhan dengan baik.
Jawablah pertanyaan berikut:
Dari mana siklus hidup tumbuhan berbiji dapat dimulai?
Apa yang terjadi ketika biji mulai berkecambah?
Apa saja yang dibutuhkan tumbuhan untuk tumbuh?
Mengapa kita harus merawat tumbuhan?
Apa yang dapat kamu lakukan untuk menjaga tumbuhan di lingkungan sekolah dan rumah?
V
Video Pembelajaran :
Refleksi / Kesimpulan :
Capaian Pembelajaran (CP) :
Peserta didik mampu mengenal warna sebagai salah satu unsur seni rupa, mengidentifikasi warna primer dan sekunder, memahami pencampuran warna sederhana, serta menggunakan berbagai warna untuk mengekspresikan ide dan pengalaman melalui karya seni rupa.
Tujuan Pembelajaran (TP) :
Menjelaskan pengertian warna sebagai salah satu unsur seni rupa dengan bahasa sederhana.
Mengidentifikasi warna primer, yaitu merah, kuning, dan biru.
Mengidentifikasi warna sekunder, yaitu hijau, jingga/oranye, dan ungu.
Menjelaskan hasil pencampuran dua warna primer.
Mencoba mencampurkan warna untuk menghasilkan warna baru.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :
1. Peserta didik mengenal warna sebagai salah satu unsur seni rupa melalui kegiatan mengamati benda dan gambar di lingkungan sekitar.
2. Peserta didik mengidentifikasi dan mengelompokkan warna berdasarkan jenisnya.
3. Peserta didik menjelaskan hubungan antara warna primer dan warna sekunder.
4. Peserta didik melakukan percobaan sederhana mencampurkan dua warna primer untuk menghasilkan warna baru.
5. Peserta didik mengamati dan menjelaskan perubahan warna yang terjadi setelah pencampuran.
Materi Seni Rupa
A. Pengertian Warna Primer (Warna Utama)
Warna Primer adalah warna dasar/utama yang tidak dapat dihasilkan dari pencampuran warna-warna lainnya. Warna primer menjadi bahan dasar untuk membentuk semua jenis warna lain.
Jenis-Jenis Warna Primer:
Merah (Red)
Kuning (Yellow)
Biru (Blue)
B. Pengertian Warna Sekunder (Warna Turunan Pertama)
Warna Sekunder adalah warna yang dihasilkan dari pencampuran dua warna primer dengan proporsi seimbang (1:1).
Rumus Pencampuran Warna Sekunder:
Campuran Warna Primer
Warna Sekunder
Merah + Kuning
🟠 Jingga
Kuning + Biru
🟢 Hijau
Biru + Merah
🟣 Ungu
Jadi, terdapat tiga warna sekunder, yaitu:
🟠 Jingga
🟢 Hijau
🟣 Ungu
Warna Tersier
Warna tersier adalah warna yang diperoleh dari campuran satu warna primer dengan satu warna sekunder yang berdekatan pada lingkaran warna.
Contohnya:
Campuran
Warna Tersier
Merah + Jingga
Merah-jingga
Kuning + Jingga
Kuning-jingga
Kuning + Hijau
Kuning-hijau
Biru + Hijau
Biru-hijau
Biru + Ungu
Biru-ungu
Merah + Ungu
Merah-ungu
C. Rangkuman Ringkas
Jenis Warna
Definisi
Anggota Warna
Primer
Warna dasar yang murni
Merah, Kuning, Biru
Sekunder
Hasil campuran 2 warna primer
Oranye, Hijau, Ungu
LATIHAN SOAL SENI RUPA
A. Pilihan Ganda
Warna yang tidak bisa dihasilkan dari pencampuran warna lain dinamakan warna... A. Sekunder
B. Tersier
C. Primer
D. Netral
Kelompok warna di bawah ini yang semuanya termasuk ke dalam warna primer adalah... A. Merah, Kuning, Hijau
B. Merah, Kuning, Biru
C. Biru, Hijau, Ungu
D. Oranye, Hijau, Ungu
Warna hijau merupakan hasil pencampuran dari dua warna primer, yaitu... A. Merah dan Biru
B. Merah dan Kuning
C. Kuning dan Biru
D. Biru dan Hitam
Jika kamu mencampurkan cat berwarna merah dan biru dengan jumlah yang sama, warna baru yang akan terbentuk adalah... A. Hijau
B. Oranye
C. Ungu
D. Cokelat
Di bawah ini yang bukan merupakan warna sekunder adalah... A. Oranye
B. Hijau
C. Ungu
D. Biru
B. Soal Isian Singkat
Hasil pencampuran warna merah dan kuning dinamakan warna _____________.
Sebutkan 3 warna primer dalam teori seni rupa!
Warna sekunder terbentuk dari pencampuran _____ warna primer dengan perbandingan seimbang.