Selasa, 01 September 2026

Rabu, 2 September 2026 : Matematika Penjumlahan Susun Pendek

 Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

Mata Pelajaran           : Matematika

Hari, Tanggal              :  Rabu, 2 September 2026

Fase / Kelas                 : B / 3C

 Materi                           : Penjumlahan Bilangan Cacah dengan Teknik Menyimpan

Pertemuan Ke             : 2

Capaian Pembelajaran : 

Peserta didik mampu memahami bilangan cacah sampai 1.000, membaca, menulis, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 dalam menyelesaikan masalah sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran (TP ): Menjelaskan pengertian, menjumlahkan dua bilangan cacah sampai 1.000 dengan tanpa teknik menyimpan. 

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat memusatkan perhatian pada angka yang diberikan guru. Guru mengajak siswa mengamati nilai tempat satuan, puluhan, dan ratusan sebelum menghitung.
  • Meaningful (Bermakna): Guru menghubungkan penjumlahan dengan kehidupan sehari-hari, misalnya menghitung jumlah pensil, buku, buah, atau uang mainan. Siswa menyelesaikan masalah seperti: “Di perpustakaan terdapat 235 buku. Kemudian datang 125 buku baru. Berapa jumlah buku sekarang?”
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat mengambil dua kartu bilangan, kemudian menjumlahkannya menggunakan blok nilai tempat atau papan nilai tempat. Kelompok yang dapat menjelaskan cara menghitung dengan benar mendapat apresiasi.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): Peserta didik memahami konsep penjumlahan sebagai kegiatan menggabungkan dua kelompok bilangan dan melakukan penjumlahan tanpa teknik menyimpan. 


Materi Matematika :

Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, tanya jawab, latihan mandiri.  

بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

Apa kabarnya hari ini?
Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

  • 😊 Senyum dan memberi salam.
  • 🙏 Duduk dengan rapi.
  • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
  • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
  • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
Q.S. Al-Kahfi ayat 25 adalah ayat Al-Qur'an yang sering dikaitkan dengan konsep penjumlahan bilangan (300 + 9 = 309 tahun), sementara bilangan 1000 sendiri berkaitan dengan operasi pengurangan dalam Q.S. Al-'Ankabut ayat 14 (1000 - 50 = 950 tahun usia Nabi Nuh) atau bilangan ribuan dalam konteks waktu seperti pada Q.S. Al-Hajj ayat 47 atau Q.S. As-Sajadah ayat 5 (1000 tahun menurut perhitungan manusia)

Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 

1. Pengertian Penjumlahan

Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih untuk mendapatkan jumlah keseluruhan.
Tanda yang digunakan dalam penjumlahan adalah +.

Contoh:
125 + 234 = 359
Artinya, 125 digabungkan dengan 234 sehingga jumlahnya menjadi 359.

2. Nilai Tempat Bilangan

Sebelum melakukan penjumlahan sampai 1.000, kita perlu memahami nilai tempat.

Contoh bilangan 472:

RatusanPuluhanSatuan
472

Jadi:

  • 4 bernilai 400
  • 7 bernilai 70
  • 2 bernilai 2

Sehingga:

472 = 400 + 70 + 2

3. Penjumlahan Tanpa Menyimpan

Contoh:

234 + 125 = ...

Susun berdasarkan nilai tempat:

  234

+ 125

-----

  359

Langkah-langkah:

  • Satuan: 4 + 5 = 9
  • Puluhan: 3 + 2 = 5
  • Ratusan: 2 + 1 = 3

Jadi:

234 + 125 = 359

4. Penjumlahan dengan Teknik Menyimpan

Jika hasil penjumlahan pada suatu nilai tempat lebih dari 9, kita melakukan penyimpanan ke nilai tempat berikutnya.
Contoh:
278 + 145 = ...

  278
+ 145
-----
  423

Langkah:
Satuan
8 + 5 = 13
Tuliskan 3 pada tempat satuan dan simpan 1 ke puluhan.
Puluhan
7 + 4 + 1 = 12
Tuliskan 2 pada tempat puluhan dan simpan 1 ke ratusan.
Ratusan
2 + 1 + 1 = 4
Jadi:
278 + 145 = 423

5. Penjumlahan Bersusun Panjang

Penjumlahan bersusun panjang dilakukan dengan menguraikan bilangan berdasarkan nilai tempat.
Contoh:
326 + 241
326 = 300 + 20 + 6
241 = 200 + 40 + 1
Kemudian:
  • 300 + 200 = 500
  • 20 + 40 = 60
  • 6 + 1 = 7
Jadi:
500 + 60 + 7 = 567
Maka:
326 + 241 = 567

Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 



Senin, 31 Agustus 2026

Selasa, 1 September 2026 : Matematika

 Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

Mata Pelajaran           : Matematika

Hari, Tanggal              :  Selasa, 1 September 2026

Fase / Kelas                 : B / 3C

 Materi                           : Penjumlahan Bilangan Cacah 1 sampai 1.000

Pertemuan Ke             : 1

Capaian Pembelajaran : 

Peserta didik mampu memahami bilangan cacah sampai 1.000, membaca, menulis, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 dalam menyelesaikan masalah sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran (TP ): Menjelaskan pengertian, menjumlahkan dua bilangan cacah sampai 1.000 dengan tanpa teknik menyimpan. 

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat memusatkan perhatian pada angka yang diberikan guru. Guru mengajak siswa mengamati nilai tempat satuan, puluhan, dan ratusan sebelum menghitung.
  • Meaningful (Bermakna): Guru menghubungkan penjumlahan dengan kehidupan sehari-hari, misalnya menghitung jumlah pensil, buku, buah, atau uang mainan. Siswa menyelesaikan masalah seperti: “Di perpustakaan terdapat 235 buku. Kemudian datang 125 buku baru. Berapa jumlah buku sekarang?”
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat mengambil dua kartu bilangan, kemudian menjumlahkannya menggunakan blok nilai tempat atau papan nilai tempat. Kelompok yang dapat menjelaskan cara menghitung dengan benar mendapat apresiasi.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): Peserta didik memahami konsep penjumlahan sebagai kegiatan menggabungkan dua kelompok bilangan dan melakukan penjumlahan tanpa teknik menyimpan. 


Materi Matematika :

Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, tanya jawab, latihan mandiri.  

بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

Apa kabarnya hari ini?
Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

  • 😊 Senyum dan memberi salam.
  • 🙏 Duduk dengan rapi.
  • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
  • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
  • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
Q.S. Al-Kahfi ayat 25 adalah ayat Al-Qur'an yang sering dikaitkan dengan konsep penjumlahan bilangan (300 + 9 = 309 tahun), sementara bilangan 1000 sendiri berkaitan dengan operasi pengurangan dalam Q.S. Al-'Ankabut ayat 14 (1000 - 50 = 950 tahun usia Nabi Nuh) atau bilangan ribuan dalam konteks waktu seperti pada Q.S. Al-Hajj ayat 47 atau Q.S. As-Sajadah ayat 5 (1000 tahun menurut perhitungan manusia) . 

Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 

1. Pengertian Penjumlahan

Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih untuk mendapatkan jumlah keseluruhan.
Tanda yang digunakan dalam penjumlahan adalah +.

Contoh:
125 + 234 = 359
Artinya, 125 digabungkan dengan 234 sehingga jumlahnya menjadi 359.

2. Nilai Tempat Bilangan

Sebelum melakukan penjumlahan sampai 1.000, kita perlu memahami nilai tempat.

Contoh bilangan 472:

RatusanPuluhanSatuan
472

Jadi:

  • 4 bernilai 400
  • 7 bernilai 70
  • 2 bernilai 2

Sehingga:

472 = 400 + 70 + 2

3. Penjumlahan Tanpa Menyimpan

Contoh:

234 + 125 = ...

Susun berdasarkan nilai tempat:

  234

+ 125

-----

  359

Langkah-langkah:

  • Satuan: 4 + 5 = 9
  • Puluhan: 3 + 2 = 5
  • Ratusan: 2 + 1 = 3

Jadi:

234 + 125 = 359

4. Penjumlahan dengan Teknik Menyimpan

Jika hasil penjumlahan pada suatu nilai tempat lebih dari 9, kita melakukan penyimpanan ke nilai tempat berikutnya.
Contoh:
278 + 145 = ...

  278
+ 145
-----
  423

Langkah:
Satuan
8 + 5 = 13
Tuliskan 3 pada tempat satuan dan simpan 1 ke puluhan.
Puluhan
7 + 4 + 1 = 12
Tuliskan 2 pada tempat puluhan dan simpan 1 ke ratusan.
Ratusan
2 + 1 + 1 = 4
Jadi:
278 + 145 = 423

5. Penjumlahan Bersusun Panjang

Penjumlahan bersusun panjang dilakukan dengan menguraikan bilangan berdasarkan nilai tempat.
Contoh:
326 + 241
326 = 300 + 20 + 6
241 = 200 + 40 + 1
Kemudian:
  • 300 + 200 = 500
  • 20 + 40 = 60
  • 6 + 1 = 7
Jadi:
500 + 60 + 7 = 567
Maka:
326 + 241 = 567

Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 

Setelah mempelajari penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000 dengan teknik tanpa menyimpan menggunakan susun pendek, peserta didik dapat memahami bahwa penjumlahan dilakukan dengan menjumlahkan angka berdasarkan nilai tempat, yaitu satuan, puluhan, dan ratusan.

Peserta didik mampu menyusun bilangan secara vertikal (susun pendek) dengan posisi angka yang tepat sesuai nilai tempatnya, kemudian menjumlahkan mulai dari satuan, puluhan, hingga ratusan. Pada teknik tanpa menyimpan, hasil penjumlahan setiap nilai tempat tidak mencapai 10 sehingga tidak perlu memindahkan angka ke nilai tempat berikutnya.

Dengan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu melakukan penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000 dengan teliti, tepat, dan percaya diri, serta dapat menerapkannya dalam menyelesaikan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.


Selasa, 1 September 2026 : Bahasa Indonesia

 Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

Mata Pelajaran           : Bahasa Indonesia

Hari, Tanggal              :  Selasa, 1 September 2026

Fase / Kelas                 : B / 3C

 Materi                           : Kerja sama di lingkungan Rumah dan Sekolah

Pertemuan Ke             : 2

Capaian Pembelajaran : 

Peserta didik mampu memahami informasi dari teks yang dibaca, didengar, dan diamati. Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, pengalaman, dan informasi secara lisan maupun tertulis dengan menggunakan bahasa yang santun dan sesuai konteks. Peserta didik juga mampu memahami dan menggunakan kosakata baru serta menyusun kalimat sederhana untuk menyampaikan informasi dan pengalaman sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran (TP ): Menjelaskan pengertian, contoh dan manfaat kerjasama dilingkungan sekolah dan masyarakat. 

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyadari pentingnya kerja sama dan peran dirinya dalam kelompok.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat Menghubungkan materi dengan pengalaman nyata peserta didik di sekolah.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat Menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan membuat peserta didik senang bekerja sama.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): Peserta didik memahami pengertian, contoh dan manfaat kerjasama dilingkungan sekolah dan rumah dengan baik. 


Materi Bahasa Indonesia :

Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

Media Pembelajaran / Alat Peraga : Diskusi  

بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

Apa kabarnya hari ini?
Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

  • 😊 Senyum dan memberi salam.
  • 🙏 Duduk dengan rapi.
  • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
  • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
  • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
Q.S. Al-Ma'idah ayat 2 adalah ayat utama dalam Al-Qur'an yang secara tegas memerintahkan umat manusia untuk melakukan kerja sama (ta'awun) dalam kebaikan dan takwa. 

Perhatikan Video Pembelajaran Berikut : 


1. Pengertian Kerja Sama

Kerja sama adalah kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama.

Dalam kerja sama, setiap orang memiliki tugas dan tanggung jawab. Dengan bekerja sama, pekerjaan yang sulit dapat menjadi lebih ringan dan cepat selesai.

Contoh:

  • Ayah dan ibu membersihkan rumah bersama.
  • Kakak dan adik merapikan kamar.
  • Siswa bekerja sama membersihkan kelas.
  • Siswa bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas.

2. Kerja Sama di Lingkungan Rumah

Rumah adalah tempat pertama bagi kita untuk belajar bekerja sama.

Contoh kerja sama di rumah:

  • Membersihkan rumah bersama keluarga.
  • Merapikan kamar tidur.
  • Menyapu halaman.
  • Menata meja makan.
  • Membantu ibu menyiapkan makanan.
  • Merapikan mainan setelah bermain.
  • Menyiram tanaman bersama.
  • Membantu menjaga kebersihan lingkungan rumah.

Contoh kalimat:

Pada hari Minggu, keluarga Rani bekerja sama membersihkan rumah. Ayah menyapu halaman, ibu membersihkan ruang tamu, sedangkan Rani dan kakaknya merapikan kamar. Mereka bekerja dengan senang hati sehingga rumah menjadi bersih dan rapi.

3. Kerja Sama di Lingkungan Sekolah

Sekolah merupakan tempat kita belajar dan berinteraksi dengan teman. Kerja sama diperlukan agar kegiatan di sekolah dapat berjalan dengan baik.

Contoh kerja sama di sekolah:

  • Melaksanakan piket kelas.
  • Membersihkan halaman sekolah.
  • Mengerjakan tugas kelompok.
  • Menata buku di kelas.
  • Menghias kelas.
  • Menyiapkan kegiatan sekolah.
  • Membantu teman yang mengalami kesulitan.
  • Menjaga kebersihan kelas bersama-sama.

Contoh kalimat:

Siswa kelas 3 bekerja sama membersihkan kelas. Ada yang menyapu lantai, membersihkan papan tulis, merapikan meja, dan membuang sampah. Mereka melakukan tugas masing-masing dengan penuh tanggung jawab.

4. Manfaat Kerja Sama

Kerja sama memiliki banyak manfaat, antara lain:

  1. Pekerjaan menjadi lebih ringan.
  2. Pekerjaan dapat selesai lebih cepat.
  3. Menumbuhkan rasa persaudaraan.
  4. Membuat hubungan dengan orang lain menjadi lebih baik.
  5. Melatih tanggung jawab.
  6. Melatih kepedulian terhadap orang lain.
  7. Membiasakan hidup rukun.
  8. Menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan menyenangkan. 

5. Sikap yang Diperlukan dalam Kerja Sama

Agar kerja sama berjalan dengan baik, kita harus memiliki sikap:

a. Tanggung jawab

Melaksanakan tugas yang telah diberikan dengan sungguh-sungguh.

b. Saling membantu

Membantu teman atau anggota keluarga yang membutuhkan bantuan.

c. Menghargai orang lain

Mendengarkan pendapat orang lain dan tidak memaksakan kehendak.

d. Disiplin

Melaksanakan tugas sesuai waktu yang telah ditentukan.

e. Peduli

Memperhatikan keadaan dan kebutuhan orang lain.

f. Saling menghormati

Menghargai perbedaan pendapat dan kemampuan setiap orang.

g. Gotong royong

Melakukan pekerjaan bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama.


Refleksi / Kesimpulan : 

Kerja sama dengan teman di lingkungan sekolah adalah kegiatan yang dilakukan bersama-sama untuk mencapai tujuan yang baik. Kerja sama dapat dilakukan dalam berbagai kegiatan, seperti membersihkan kelas, mengerjakan tugas kelompok, bermain bersama, dan membantu teman yang membutuhkan.

Melalui kerja sama, kita belajar saling menghargai, membantu, berbagi tugas, bertanggung jawab, dan menghormati pendapat orang lain. Kerja sama juga dapat membuat pekerjaan menjadi lebih ringan, cepat selesai, serta menciptakan suasana sekolah yang rukun, nyaman, dan menyenangkan.

Oleh karena itu, sebagai siswa kita perlu membiasakan diri bekerja sama dengan teman, tidak memilih-milih teman, mau membantu, dan menyelesaikan tugas bersama dengan penuh tanggung jawab. Dengan kerja sama yang baik, persahabatan menjadi semakin erat dan kehidupan di sekolah menjadi lebih harmonis.


Senin, 31 Agustus 2026 : Pendidikan Pancasila

 Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

Mata Pelajaran           : Pendidikan Pancasila 

Hari, Tanggal              :  Senin, 31 Agustus 2026

Fase / Kelas                 : B / 3C

 Materi                           : Karakter Persatuan, Toleransi, dan Keadilan

Pertemuan Ke             : 2

Capaian Pembelajaran : 

Peserta didik mampu mengenal dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik memahami pentingnya hidup rukun dalam keberagaman, menghargai perbedaan, menunjukkan sikap toleransi, persatuan, gotong royong, dan berlaku adil terhadap teman di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Tujuan Pembelajaran (TP ): Memahami keberagaman latar belakang tokoh perumus Pancasila. dan Menjelaskan pentingnya persatuan dalam kehidupan sehari-hari.

  • Mindful (Berkesadaran): Peserta didik diajak untuk menenangkan diri, memusatkan perhatian, serta merefleksikan pengalaman dalam menerapkan persatuan, toleransi, dan keadilan di lingkungan sekolah dan rumah.
  • Meaningful (Bermakna): Peserta didik menghubungkan konsep persatuan, toleransi, dan keadilan dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari melalui diskusi dan pemecahan masalah sederhana.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat mempelajari karakter persatuan, toleransi, dan keadilan melalui permainan, kerja kelompok, kartu situasi, dan bermain peran sehingga pembelajaran berlangsung aktif, menyenangkan, dan bermakna.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): Mengenal keberagaman → memahami perjuangan tokoh perumus Pancasila → memahami makna persatuan dan toleransi → mengenal perilaku adil → memberikan contoh dalam kehidupan sekolah → mempraktikkan sikap persatuan, toleransi, dan keadilan. 

Materi Pendidikan Pancasila :

Model / Metode Pembelajaran : Problem Based Learning (PBL) 

Media Pembelajaran / Alat Peraga : Menampilkan gambar contoh perilaku persatuan, toleransi, dan keadilan.


بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

Apa kabarnya hari ini?
Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

  • 😊 Senyum dan memberi salam.
  • 🙏 Duduk dengan rapi.
  • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
  • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
  • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.

Ayat Al-Qur'an utama yang secara komprehensif mengajarkan materi tentang Karakter Persatuan, Toleransi, dan Keadilan adalah Surah Al-Hujurat ayat 13 dan Surah Al-Ma'idah ayat 8.

Karakter Persatuan dan Toleransi: QS. Al-Hujurat Ayat 13
Ayat ini merupakan landasan utama dalam kurikulum pendidikan Islam untuk mengajarkan persatuan di tengah keberagaman (multikulturalisme) serta toleransi antarmanusia.
Karakter Keadilan: QS. Al-Ma'idah Ayat 8
Ayat ini mengajarkan konsep keadilan yang mutlak, di mana menegakkan keadilan adalah kewajiban moral yang tidak boleh goyah sedikit pun, bahkan terhadap orang atau kelompok yang tidak disukai.

Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 

PENJABARAN MATERI

1. Keberagaman

Indonesia memiliki banyak keberagaman, seperti:

  • Perbedaan suku

  • Bahasa

  • Agama dan kepercayaan

  • Budaya

  • Makanan kesukaan

  • Hobi

  • Kemampuan

  • Kebiasaan

Perbedaan bukan alasan untuk bermusuhan. Kita harus saling menghargai dan hidup rukun.

2. Tokoh Perumus Pancasila

Beberapa tokoh yang berperan dalam proses perumusan dasar negara antara lain:

  • Mohammad Yamin

  • Prof. Dr. Soepomo

  • Ir. Soekarno

Mereka memiliki latar belakang dan pemikiran yang berbeda. Namun, mereka sama-sama berusaha memberikan gagasan terbaik untuk Indonesia.

Sikap yang dapat kita teladani adalah berani menyampaikan pendapat, menghargai pendapat orang lain, bekerja sama, dan mengutamakan persatuan.

3. Makna Persatuan

Persatuan berarti hidup bersama dengan rukun walaupun memiliki perbedaan.

Contoh persatuan di sekolah:

  • Bermain bersama tanpa memilih-milih teman.

  • Bekerja sama membersihkan kelas.

  • Membantu teman yang kesulitan.

  • Melaksanakan tugas kelompok bersama-sama.

  • Tidak mengejek teman yang berbeda.

4. Makna Toleransi

Toleransi adalah sikap menghargai dan menghormati perbedaan yang ada.

Contoh:

  • Menghargai teman yang berbeda kebiasaan.

  • Tidak mengejek bahasa atau logat teman.

  • Memberikan kesempatan teman menyampaikan pendapat.

  • Menghormati teman ketika sedang beribadah.

  • Mau berteman dengan siapa saja.

5. Makna Keadilan

Keadilan berarti memperlakukan orang lain dengan baik dan tidak pilih kasih.

Contoh:

  • Membagi tugas kelompok secara seimbang.

  • Bergantian menggunakan fasilitas kelas.

  • Tidak mengambil hak teman.

  • Memberikan kesempatan yang sama kepada semua anggota kelompok.


Refleksi / Kesimpulan : 

Pembelajaran tentang karakter persatuan, toleransi, dan keadilan mengajarkan siswa pentingnya hidup rukun, saling menghargai, dan memperlakukan orang lain dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga karakter tersebut saling berkaitan dan menjadi dasar untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis.

Persatuan berarti mampu hidup bersama, bekerja sama, dan menjaga kerukunan meskipun memiliki perbedaan. Toleransi berarti menghargai perbedaan pendapat, agama, suku, budaya, kebiasaan, maupun kemampuan orang lain tanpa membeda-bedakan. Sementara itu, keadilan berarti memberikan hak kepada setiap orang secara seimbang serta melaksanakan kewajiban dengan penuh tanggung jawab.

Melalui pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu menerapkan karakter tersebut dalam kehidupan sehari-hari, seperti bekerja sama saat mengerjakan tugas kelompok, menghargai pendapat teman, tidak mengejek perbedaan, berbagi secara adil, menaati aturan, dan membantu teman yang membutuhkan. 

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 2 September 2026 : Matematika Penjumlahan Susun Pendek

  Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd. Mata Pelajaran           : Matematika Hari, Tanggal              :  Rabu, 2 Septembe...

 

Risky Melina Sari Template by Ipietoon Cute Blog Design