Selasa, 22 September 2026

Rabu, 23 September 2026 : Bahasa Indonesia

 Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

Mata Pelajaran           : Bahasa Indonesia

Hari, Tanggal              :  Rabu, 23 September 2026

Fase / Kelas                 : B / 3C

 Materi                           : Memahami Majas

Pertemuan Ke             : 1

Capaian Pembelajaran : 

Peserta didik mampu memahami dan mengidentifikasi berbagai bentuk bahasa dalam teks sederhana, termasuk penggunaan kata dan ungkapan untuk menyampaikan pesan, perasaan, dan gambaran tertentu. Peserta didik mampu memahami makna kata atau ungkapan berdasarkan konteks serta menggunakan bahasa secara kreatif dalam komunikasi lisan dan tulisan.

Tujuan Pembelajaran (TP ): 

  • Menjelaskan pengertian majas dengan bahasa sederhana.
  • Mengidentifikasi kalimat yang menggunakan majas.
  • Menyebutkan macam-macam majas yang dipelajari.
  • Menjelaskan makna kalimat yang mengandung majas.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat belajar memahami berbagai macam majas dan artinya serta jenisnya. 
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat memahami bahwa kalimat majas sering diucapkan dalam kalimat sehari-hari sebagai bahasa yang sopan/ ada yang tidak sopan. 
    • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat membuat satu kalimat dengan menggunakan kalimat majas yang mereka inginkan. 

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): 

    1. Peserta didik mengenal pengertian majas sebagai penggunaan bahasa yang membuat kalimat menjadi lebih menarik.

    2. Peserta didik mengamati contoh kalimat yang menggunakan majas dalam teks sederhana.

    3. Peserta didik mengenal macam-macam majas yang sering digunakan dalam bahasa sehari-hari dan cerita anak.

    4. Peserta didik mengidentifikasi jenis majas berdasarkan contoh kalimat.

    Materi Bahasa Indonesia :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Kartu gambar profesi. 

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.

    Perhatikan Video Pembelajaran Berikut : 


    1. Pengertian Majas

    Majas adalah cara menggunakan kata-kata dengan makna atau gaya tertentu agar kalimat menjadi lebih menarik, indah, dan mudah dibayangkan.

    Majas banyak digunakan dalam cerita, puisi, dongeng, dan percakapan.

    Contoh:

    "Angin berbisik di antara pepohonan."

    Angin sebenarnya tidak dapat berbicara atau berbisik seperti manusia. Kalimat tersebut menggunakan majas agar suasana menjadi lebih hidup dan menarik.

    Macam-Macam Majas

    Untuk kelas 3 SD, peserta didik dapat dikenalkan pada beberapa majas sederhana berikut.

    1. Majas Personifikasi

    Personifikasi adalah majas yang memberikan sifat atau perilaku manusia kepada benda, hewan, atau alam.

    Contoh:

    • Angin berbisik di telingaku.
    • Matahari tersenyum di pagi hari.
    • Daun-daun menari tertiup angin.
    • Ombak berlari menuju pantai.

    Maksud sebenarnya: angin bergerak menghasilkan suara, matahari bersinar, dan daun bergerak karena tertiup angin.

    2. Majas Metafora

    Metafora adalah majas yang membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang lain secara langsung.

    Contoh:

    • Rani adalah bintang kelas.
    • Ayah adalah tulang punggung keluarga.
    • Dito menjadi buah hati ibunya.

    Maksudnya:

    • Bintang kelas berarti siswa yang berprestasi.
    • Tulang punggung keluarga berarti orang yang menjadi penopang keluarga.
    • Buah hati berarti anak yang disayangi.

    3. Majas Simile/Perumpamaan

    Majas simile adalah majas yang membandingkan dua hal dengan menggunakan kata seperti seperti, bagaikan, bak, laksana, atau ibarat.

    Contoh:

    • Wajahnya cerah seperti matahari.
    • Tubuhnya kuat seperti baja.
    • Suaranya merdu bagaikan burung berkicau.
    • Adik berlari seperti kijang.

    Kata penanda:
    👉 seperti, bagaikan, bak, laksana, ibarat.

    4. Majas Hiperbola

    Hiperbola adalah majas yang menggunakan ungkapan yang dilebih-lebihkan untuk memberikan kesan yang kuat.

    Contoh:

    • Aku sudah menunggumu seribu tahun.
    • Suaranya menggelegar sampai ke langit.
    • Tas ini terasa seberat gunung.
    • Aku sangat lapar sampai bisa memakan satu meja.

    Tentu saja, ungkapan tersebut tidak benar-benar terjadi. Kalimat dibuat berlebihan untuk menunjukkan keadaan yang sangat kuat.

    Perbandingan Macam-Macam Majas
    Jenis MajasPengertianContoh
    PersonifikasiMemberikan sifat manusia kepada benda atau alamAngin berbisik.
    MetaforaMembandingkan secara langsungRani adalah bintang kelas.
    SimileMembandingkan dengan kata seperti, bagaikan, bak, laksanaWajahnya cerah seperti matahari.
    HiperbolaMenggunakan ungkapan yang berlebihanAku menunggumu seribu tahun.

    Contoh Latihan

    Tentukan jenis majas pada kalimat berikut!

    1. Daun-daun menari tertiup angin.
      Jawaban: Personifikasi
    2. Sinta adalah bintang kelas.
      Jawaban: Metafora
    3. Rambutnya hitam seperti malam.
      Jawaban: Simile
    4. Aku sudah lapar setengah mati.
      Jawaban: Hiperbola
    5. Bulan tersenyum di langit malam.
      Jawaban: Personifikasi


    Refleksi / Kesimpulan : 



    Rabu, 23 September 2026 : Matematika

      Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : Matematika

    Hari, Tanggal              :  Rabu, 23 September 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                          : Kalimat Matematika terkait Pengurangan dan Penjumlahan

    Pertemuan Ke             : 1

    Capaian Pembelajaran : 

    Peserta didik dapat memahami dan menggunakan kalimat matematika untuk menyatakan situasi sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah. Peserta didik mampu menentukan operasi yang sesuai, menyelesaikan kalimat matematika, serta menjelaskan hubungan antara cerita, simbol matematika, dan hasil perhitungan.

    Tujuan Pembelajaran (TP ): 

  • Menjelaskan pengertian kalimat matematika.
  • Mengenal simbol + (penjumlahan), − (pengurangan), dan = (sama dengan).
  • Mengubah soal cerita sederhana menjadi kalimat matematika.
  • Menentukan operasi penjumlahan atau pengurangan yang tepat berdasarkan suatu masalah.
  • Menyelesaikan kalimat matematika penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat memusatkan perhatian pada soal dan angka yang diberikan guru. Guru mengajak siswa mengamati bilangan, memahami informasi yang diketahui dan ditanyakan, kemudian menentukan apakah soal tersebut menggunakan penjumlahan (+) atau pengurangan (−) sebelum menuliskan kalimat matematikanya.
    • Meaningful (Bermakna): Guru menghubungkan kalimat matematika dengan kehidupan sehari-hari, misalnya menghitung jumlah buku, pensil, buah, atau benda lainnya. Siswa menyelesaikan masalah seperti: “Di perpustakaan terdapat 235 buku. Kemudian datang 125 buku baru. Berapa jumlah buku sekarang?” Siswa menuliskan kalimat matematika 235 + 125 = 360.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid bermain kartu kalimat matematika secara berkelompok. Setiap kelompok mengambil kartu soal cerita, kemudian menentukan apakah menggunakan penjumlahan atau pengurangan dan menuliskan kalimat matematikanya pada papan tulis mini. Kelompok yang dapat menentukan operasi dan menjelaskan cara penyelesaiannya dengan benar mendapat apresiasi dari guru.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ):

    1. Peserta didik mengenal pengertian dan bentuk kalimat matematika.

    2. Peserta didik mengidentifikasi simbol +, −, dan = dalam kalimat matematika.

    3. Peserta didik menghubungkan situasi atau soal cerita dengan operasi penjumlahan dan pengurangan.

    4. Peserta didik mengubah soal cerita menjadi kalimat matematika.

    5. Peserta didik menyelesaikan kalimat matematika penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah.


    Materi Matematika :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, tanya jawab, latihan mandiri.  

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    Q.S. Al-Kahfi: 25 menjelaskan operasi penjumlahan (300 + 9 tahun) dan Q.S. Al-'Ankabuut: 14 menjelaskan operasi pengurangan (1000 - 50 tahun) dalam konteks sejarah kehidupan para nabi.

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 




    1. Pengertian Kalimat Matematika

    Kalimat matematika adalah kalimat yang menggunakan angka, tanda operasi, dan tanda sama dengan (=) untuk menunjukkan suatu hubungan atau perhitungan matematika.

    Contoh:

    245 + 123 = 368

    Artinya, 245 ditambah 123 hasilnya 368.

    Contoh lainnya:

    500 − 175 = 325

    Artinya, 500 dikurangi 175 hasilnya 325.

    2. Mengenal Simbol Matematika

    SimbolNamaArti
    +TambahMenjumlahkan
    KurangMengurangi
    =Sama denganMenunjukkan hasil atau kesamaan

    Contoh:

    125 + 75 = 200

    • 125 dan 75 disebut bilangan yang dijumlahkan.
    • Tanda + menunjukkan operasi penjumlahan.
    • 200 merupakan hasil penjumlahan.

    450 − 125 = 325

    • 450 merupakan bilangan yang dikurangi.
    • 125 merupakan bilangan pengurang.
    • 325 merupakan hasil pengurangan.

    3. Kalimat Matematika Penjumlahan

    Kalimat matematika penjumlahan digunakan ketika suatu masalah menunjukkan adanya penggabungan atau penambahan jumlah.

    Contoh:

    Di perpustakaan terdapat 235 buku cerita. Kemudian, sekolah mendapat tambahan 124 buku cerita.

    Kalimat matematikanya:

    235 + 124 = 359

    Jadi, jumlah buku cerita sekarang adalah 359 buku.

    Contoh lainnya:

    Siti mempunyai 125 kelereng. Budi memberikan 75 kelereng kepada Siti.

    Kalimat matematika:

    125 + 75 = 200

    Jadi, Siti mempunyai 200 kelereng.

    4. Kalimat Matematika Pengurangan

    Kalimat matematika pengurangan digunakan ketika suatu masalah menunjukkan jumlah yang berkurang, diambil, diberikan, atau tersisa.

    Contoh:

    Di dalam keranjang terdapat 450 buah jeruk. Sebanyak 125 jeruk dibagikan kepada warga.

    Kalimat matematikanya:

    450 − 125 = 325

    Jadi, jeruk yang tersisa adalah 325 buah.

    Contoh lainnya:

    Rani mempunyai 375 stiker. Sebanyak 150 stiker diberikan kepada temannya.

    Kalimat matematika:

    375 − 150 = 225

    Jadi, stiker Rani yang tersisa adalah 225 stiker.

    5. Mengubah Soal Cerita Menjadi Kalimat Matematika

    Untuk mengubah soal cerita menjadi kalimat matematika, lakukan langkah berikut:

    Langkah 1

    Baca soal dengan teliti.

    Langkah 2

    Tentukan informasi yang diketahui.

    Langkah 3

    Tentukan apa yang ditanyakan.

    Langkah 4

    Tentukan apakah menggunakan penjumlahan atau pengurangan.

    Langkah 5

    Tuliskan kalimat matematikanya.

    Contoh:

    Pak Budi memiliki 325 ekor ikan. Ia membeli lagi 125 ekor ikan.

    Diketahui:

    • Ikan awal = 325 ekor
    • Ikan yang dibeli = 125 ekor

    Karena jumlah ikan bertambah, maka menggunakan penjumlahan.

    Kalimat matematika:

    325 + 125 = 450

    Jadi, Pak Budi mempunyai 450 ekor ikan.

    Contoh Kalimat Matematika dalam Kehidupan Sehari-hari

    Contoh 1 – Penjumlahan

    Di kelas terdapat 18 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan.

    Kalimat matematika:

    18 + 15 = 33

    Jadi, jumlah siswa adalah 33 orang.

    Contoh 2 – Pengurangan

    Perpustakaan mempunyai 750 buku. Sebanyak 125 buku dipinjam siswa.

    Kalimat matematika:

    750 − 125 = 625

    Jadi, buku yang masih ada di perpustakaan adalah 625 buku.

    Contoh 3 – Bilangan yang belum diketahui

    Dina mempunyai beberapa pensil. Setelah membeli 25 pensil, jumlah pensilnya menjadi 80.

    Kalimat matematika:

    □ + 25 = 80

    Maka:

    80 − 25 = 55

    Jadi, pensil Dina sebelumnya ada 55 buah.



    Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 


    Selasa, 22 September 2026 : Outhing Class "Taman Betung"

     Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : IPAS 

    Hari, Tanggal              :  Selasa, 22 September 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                          : Outhing Class "Taman Betung" 

    Pertemuan Ke             : 1

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.


    🌱 Rincian Kegiatan Outing Class di Taman Betung Bandar Lampung

    Tema: “Belajar, Merawat dan Menjaga Lingkungan”

    Tempat: Taman Betung

    1. Penyambutan dan Pengarahan

    Kegiatan diawali dengan:

    • Berkumpul bersama guru dan teman-teman.
    • Berdoa sebelum kegiatan.
    • Mendengarkan arahan guru mengenai tata tertib selama berada di Taman Betung.
    • Mengenal tujuan kegiatan outing class.
    • Mengingatkan siswa untuk menjaga kebersihan dan tidak merusak tanaman maupun fasilitas.

    2. Observasi Lingkungan Taman

    Siswa diajak berkeliling untuk:

    • Mengamati berbagai jenis tanaman.
    • Mengamati kondisi lingkungan yang hijau dan asri.
    • Mengenal pentingnya tumbuhan bagi kehidupan.
    • Mengamati bagaimana manusia dapat menjaga dan merawat lingkungan.
    • Membuang sampah pada tempatnya.

    Kegiatan ini dapat dikaitkan dengan pembelajaran IPAS tentang makhluk hidup, kebutuhan tumbuhan, lingkungan, dan cara menjaga kelestarian alam.

    3. Praktik Menanam Bibit Cabai 🌶️

    Siswa melakukan praktik secara langsung dengan bimbingan guru/pengelola.

    Rangkaian kegiatan:

    1. Mengenal bibit tanaman cabai.
    2. Mengamati bagian tanaman dan media tanam.
    3. Menyiapkan media/tempat untuk menanam.
    4. Membuat lubang tanam secukupnya.
    5. Menanam bibit cabai dengan hati-hati.
    6. Menutup bagian akar dengan tanah.
    7. Menyiram tanaman secukupnya.
    8. Memberikan tanda/nama pada tanaman jika memungkinkan.
    9. Mendengarkan penjelasan tentang cara merawat tanaman.

    Siswa juga diberikan pemahaman bahwa menanam bukan hanya kegiatan sekali selesai, tetapi membutuhkan tanggung jawab dan perawatan secara terus-menerus sampai tanaman tumbuh dan menghasilkan buah.

    4. Mengenal Budidaya Jamur Tiram 🍄

    Siswa mengunjungi area edukasi jamur tiram yang menjadi salah satu wahana pembelajaran di Taman Betung.

    Siswa dapat:

    • Melihat tempat budidaya jamur tiram.
    • Mengenal bentuk jamur tiram.
    • Mengamati media tempat jamur tumbuh.
    • Mendengarkan penjelasan mengenai proses budidaya.
    • Mengenal proses perawatan hingga jamur dapat dipanen.
    • Mengetahui bahwa hasil budidaya dapat diolah menjadi makanan.

    Kegiatan ini memberikan pengalaman bahwa tumbuhan dapat dibudidayakan dan dimanfaatkan sebagai sumber pangan serta sumber penghasilan.

    🌶️ Hasil Kegiatan Menanam Bibit Cabai

    Melalui kegiatan praktik menanam bibit cabai, siswa memperoleh pengalaman langsung dalam menanam dan merawat tumbuhan. Siswa tidak hanya mengetahui teori tentang kebutuhan tumbuhan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses penanaman.

    Setiap siswa belajar bahwa tanaman membutuhkan air, tanah/media tanam, cahaya matahari, dan perawatan agar dapat tumbuh dengan baik.

    Kegiatan ini juga menumbuhkan sikap:

    • 🌱 Peduli terhadap lingkungan
    • 💚 Menyayangi tumbuhan
    • 🤝 Bekerja sama
    • 🙋 Bertanggung jawab
    • 🧹 Menjaga kebersihan
    • ⏳ Sabar dalam merawat tanaman

    Bibit cabai yang telah ditanam menjadi tanggung jawab siswa untuk terus dirawat hingga tumbuh dan diharapkan dapat menghasilkan buah. Dengan demikian, kegiatan tidak berhenti pada saat outing class, tetapi dapat dilanjutkan melalui kegiatan pemantauan dan perawatan tanaman.

    🍄 Hasil Kegiatan Mengenal Pembuatan/Budidaya Jamur Tiram

    Pada kegiatan pengenalan jamur tiram, siswa mendapatkan pengalaman melihat secara langsung proses budidaya jamur tiram. Taman Betung memang memiliki fasilitas edukasi budidaya jamur tiram yang dapat digunakan sebagai pengalaman belajar bagi pengunjung.

    Siswa menjadi mengetahui bahwa jamur tiram tidak tumbuh begitu saja, tetapi dapat dibudidayakan dan dirawat melalui proses tertentu hingga siap dipanen.

    Dari kegiatan tersebut siswa belajar:

    • Mengenal jamur tiram.
    • Mengetahui tempat dan media pertumbuhan jamur.
    • Mengamati proses perawatan.
    • Mengetahui bahwa jamur dapat dipanen.
    • Mengetahui bahwa hasil panen dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan.
    • Memahami bahwa kegiatan budidaya dapat menjadi salah satu bentuk kegiatan ekonomi masyarakat.


    🌿 Kesimpulan Kegiatan

    Outing class di Taman Betung memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa karena pembelajaran dilakukan secara langsung di lingkungan nyata. Siswa tidak hanya belajar melalui buku dan penjelasan guru, tetapi dapat mengamati, mencoba, dan mengalami sendiri kegiatan merawat lingkungan.

    Melalui praktik menanam bibit cabai, siswa belajar tentang pertumbuhan tumbuhan sekaligus menumbuhkan sikap tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan. Sementara melalui pengamatan budidaya jamur tiram, siswa memperoleh pengetahuan tentang bagaimana makhluk hidup dibudidayakan dan dimanfaatkan oleh manusia.

    Kegiatan ini diharapkan dapat membuat siswa semakin peduli terhadap lingkungan, bertanggung jawab dalam merawat tanaman, mencintai alam, serta memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

    Minggu, 20 September 2026

    Senin, 21 September 2026 : Seni Rupa

     Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : Seni Rupa

    Hari, Tanggal              :  Senin, 21 September 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                           : Gambar Cerita

    Pertemuan Ke             : 3

    Capaian Pembelajaran : 

    Peserta didik menerapkan pengalamannya sebagai sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik mampu mengenali karakteristik khusus suatu alat dan bahan dasar yang tersedia di lingkungan sekitar, kemudian secara mandiri mnggunakan alat dan bahan tersebut. Peserta didik memberikan respon terhadap kejadian sehari-hari dan keadaan lingkungan sekitar melalui karya seni rupa yang memberi dampak positif bagi dirinya dan lingkungan terkecilnya. 

    Tujuan Pembelajaran (TP ): Menjelaskan pengertian gambar cerita, menyebutkan fungsi gambar cerita, menyebutkan ciri-ciri gambar cerita, jenis-jenis dan alat bahan dalam menggambar secara kreatif. 

    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati gambar dengan tenang dan fokus, memperhatikan tokoh, objek, warna, dan kejadian sebelum memberikan pendapat.
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari, kemudian menjadikan pengalaman tersebut sebagai ide gambar cerita.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat menggambar dengan bebas, memilih warna dan tema, melakukan permainan "Tebak Ceritaku", serta memberikan apresiasi terhadap karya teman.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): Peserta didik dapat menjelaskan pengertian gambar cerita, menyebutkan fungsi gambar cerita, menyebutkan ciri-ciri gambar cerita, jenis-jenis dan alat bahan dalam menggambar secara kreatif. 


    Materi Seni Rupa :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, tanya jawab, latihan mandiri.  

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    Surat Yusuf ayat 111:
    "Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. (Al-Quran) itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 



    1. Pengertian Gambar Cerita

    Gambar cerita adalah gambar yang digunakan untuk menceritakan suatu kejadian, pengalaman, atau cerita sehingga orang yang melihatnya dapat memahami isi cerita melalui gambar.

    Gambar cerita dapat terdiri atas satu gambar atau beberapa gambar yang disusun secara berurutan.

    Contoh:

    Cerita tentang menanam bunga dapat dibuat menjadi beberapa gambar:

    Gambar 1: Anak menyiapkan tanah.
    Gambar 2: Anak menanam biji.
    Gambar 3: Anak menyiram tanaman.
    Gambar 4: Bunga tumbuh dan mekar.

    Dengan melihat gambar tersebut, orang dapat memahami urutan kejadian dalam cerita.

    2. Fungsi Gambar Cerita

    Gambar cerita memiliki beberapa fungsi, yaitu:

    1. Menyampaikan cerita
      Gambar membantu menyampaikan isi sebuah cerita.
    2. Memperjelas isi cerita
      Pembaca lebih mudah memahami kejadian yang terdapat dalam cerita.
    3. Menarik perhatian
      Gambar yang menarik membuat orang lebih tertarik membaca atau melihat cerita.
    4. Mengembangkan imajinasi
      Gambar dapat membantu anak membayangkan tokoh, tempat, dan kejadian dalam cerita.
    5. Sebagai media komunikasi
      Gambar dapat menyampaikan pesan tanpa harus menggunakan banyak kata.

    3. Ciri-Ciri Gambar Cerita

    Gambar cerita memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

    • Menggambarkan suatu kejadian atau cerita.
    • Memiliki tokoh atau objek yang dapat diamati.
    • Menampilkan latar tempat atau suasana.
    • Gambar dapat menunjukkan urutan kejadian.
    • Memiliki pesan atau makna tertentu.
    • Menggunakan garis, bentuk, warna, dan komposisi yang sesuai.
    • Dapat dibuat dengan berbagai alat dan bahan.

    4. Jenis-Jenis Gambar Cerita

    a. Komik

    Komik adalah gambar cerita yang terdiri atas beberapa gambar atau panel yang disusun berurutan. Biasanya dilengkapi percakapan atau teks.

    Contoh: komik tentang persahabatan.

    b. Ilustrasi

    Ilustrasi adalah gambar yang digunakan untuk memperjelas atau menghias suatu cerita atau tulisan.

    Contoh: gambar anak sedang membaca buku pada halaman cerita.

    c. Kartun

    Kartun merupakan gambar dengan bentuk yang sederhana dan menarik. Tokohnya dapat berupa manusia, hewan, atau benda yang dibuat seperti memiliki sifat manusia.

    Contoh: gambar hewan yang sedang berbicara.

    d. Gambar Berseri

    Gambar berseri adalah beberapa gambar yang menggambarkan kejadian secara berurutan.

    Contoh: gambar berseri tentang kegiatan dari bangun tidur sampai berangkat sekolah.

    5. Alat dan Bahan Membuat Gambar Cerita

    Alat:

    • Pensil
    • Penghapus
    • Penggaris
    • Pensil warna
    • Krayon
    • Spidol
    • Kuas

    Bahan:

    • Kertas gambar
    • Buku gambar
    • Kertas karton
    • Cat air
    • Cat poster

    Peserta didik dapat memilih alat dan bahan sesuai dengan gambar yang akan dibuat.

    LKPD 


    Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 


    Cari Blog Ini

    Diberdayakan oleh Blogger.

    Rabu, 23 September 2026 : Bahasa Indonesia

      Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd. Mata Pelajaran           : Bahasa Indonesia Hari, Tanggal              :  Rabu, 23 S...

     

    Risky Melina Sari Template by Ipietoon Cute Blog Design