Senin, 28 September 2026

Selasa, 29 September 2026 : Matematika

 Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

Mata Pelajaran           : Matematika

Hari, Tanggal              :  Selasa, 29 September 2026

Fase / Kelas                 : B / 3C

 Materi                          : Kalimat Matematika terkait Pengurangan dan Penjumlahan

Pertemuan Ke             : 2

Capaian Pembelajaran : 

Peserta didik dapat memahami dan menggunakan kalimat matematika untuk menyatakan situasi sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah. Peserta didik mampu menentukan operasi yang sesuai, menyelesaikan kalimat matematika, serta menjelaskan hubungan antara cerita, simbol matematika, dan hasil perhitungan.

Tujuan Pembelajaran (TP ): 

  • Menjelaskan pengertian kalimat matematika.
  • Mengenal simbol + (penjumlahan), − (pengurangan), dan = (sama dengan).
  • Mengubah soal cerita sederhana menjadi kalimat matematika.
  • Menentukan operasi penjumlahan atau pengurangan yang tepat berdasarkan suatu masalah.
  • Menyelesaikan kalimat matematika penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat memusatkan perhatian pada soal dan angka yang diberikan guru. Guru mengajak siswa mengamati bilangan, memahami informasi yang diketahui dan ditanyakan, kemudian menentukan apakah soal tersebut menggunakan penjumlahan (+) atau pengurangan (−) sebelum menuliskan kalimat matematikanya.
    • Meaningful (Bermakna): Guru menghubungkan kalimat matematika dengan kehidupan sehari-hari, misalnya menghitung jumlah buku, pensil, buah, atau benda lainnya. Siswa menyelesaikan masalah seperti: “Di perpustakaan terdapat 235 buku. Kemudian datang 125 buku baru. Berapa jumlah buku sekarang?” Siswa menuliskan kalimat matematika 235 + 125 = 360.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid bermain kartu kalimat matematika secara berkelompok. Setiap kelompok mengambil kartu soal cerita, kemudian menentukan apakah menggunakan penjumlahan atau pengurangan dan menuliskan kalimat matematikanya pada papan tulis mini. Kelompok yang dapat menentukan operasi dan menjelaskan cara penyelesaiannya dengan benar mendapat apresiasi dari guru.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ):

    1. Peserta didik mengenal pengertian dan bentuk kalimat matematika.

    2. Peserta didik mengidentifikasi simbol +, −, dan = dalam kalimat matematika.

    3. Peserta didik menghubungkan situasi atau soal cerita dengan operasi penjumlahan dan pengurangan.

    4. Peserta didik mengubah soal cerita menjadi kalimat matematika.

    5. Peserta didik menyelesaikan kalimat matematika penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah.


    Materi Matematika :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, tanya jawab, latihan mandiri.  

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    Q.S. Al-Kahfi: 25 menjelaskan operasi penjumlahan (300 + 9 tahun) dan Q.S. Al-'Ankabuut: 14 menjelaskan operasi pengurangan (1000 - 50 tahun) dalam konteks sejarah kehidupan para nabi.

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 




    1. Pengertian Kalimat Matematika

    Kalimat matematika adalah kalimat yang menggunakan angka, tanda operasi, dan tanda sama dengan (=) untuk menunjukkan suatu hubungan atau perhitungan matematika.

    Contoh:

    245 + 123 = 368

    Artinya, 245 ditambah 123 hasilnya 368.

    Contoh lainnya:

    500 − 175 = 325

    Artinya, 500 dikurangi 175 hasilnya 325.

    2. Mengenal Simbol Matematika

    SimbolNamaArti
    +TambahMenjumlahkan
    −KurangMengurangi
    =Sama denganMenunjukkan hasil atau kesamaan

    Contoh:

    125 + 75 = 200

    • 125 dan 75 disebut bilangan yang dijumlahkan.
    • Tanda + menunjukkan operasi penjumlahan.
    • 200 merupakan hasil penjumlahan.

    450 − 125 = 325

    • 450 merupakan bilangan yang dikurangi.
    • 125 merupakan bilangan pengurang.
    • 325 merupakan hasil pengurangan.

    3. Kalimat Matematika Penjumlahan

    Kalimat matematika penjumlahan digunakan ketika suatu masalah menunjukkan adanya penggabungan atau penambahan jumlah.

    Contoh:

    Di perpustakaan terdapat 235 buku cerita. Kemudian, sekolah mendapat tambahan 124 buku cerita.

    Kalimat matematikanya:

    235 + 124 = 359

    Jadi, jumlah buku cerita sekarang adalah 359 buku.

    Contoh lainnya:

    Siti mempunyai 125 kelereng. Budi memberikan 75 kelereng kepada Siti.

    Kalimat matematika:

    125 + 75 = 200

    Jadi, Siti mempunyai 200 kelereng.

    4. Kalimat Matematika Pengurangan

    Kalimat matematika pengurangan digunakan ketika suatu masalah menunjukkan jumlah yang berkurang, diambil, diberikan, atau tersisa.

    Contoh:

    Di dalam keranjang terdapat 450 buah jeruk. Sebanyak 125 jeruk dibagikan kepada warga.

    Kalimat matematikanya:

    450 − 125 = 325

    Jadi, jeruk yang tersisa adalah 325 buah.

    Contoh lainnya:

    Rani mempunyai 375 stiker. Sebanyak 150 stiker diberikan kepada temannya.

    Kalimat matematika:

    375 − 150 = 225

    Jadi, stiker Rani yang tersisa adalah 225 stiker.

    5. Mengubah Soal Cerita Menjadi Kalimat Matematika

    Untuk mengubah soal cerita menjadi kalimat matematika, lakukan langkah berikut:

    Langkah 1

    Baca soal dengan teliti.

    Langkah 2

    Tentukan informasi yang diketahui.

    Langkah 3

    Tentukan apa yang ditanyakan.

    Langkah 4

    Tentukan apakah menggunakan penjumlahan atau pengurangan.

    Langkah 5

    Tuliskan kalimat matematikanya.

    Contoh:

    Pak Budi memiliki 325 ekor ikan. Ia membeli lagi 125 ekor ikan.

    Diketahui:

    • Ikan awal = 325 ekor
    • Ikan yang dibeli = 125 ekor

    Karena jumlah ikan bertambah, maka menggunakan penjumlahan.

    Kalimat matematika:

    325 + 125 = 450

    Jadi, Pak Budi mempunyai 450 ekor ikan.

    Contoh Kalimat Matematika dalam Kehidupan Sehari-hari

    Contoh 1 – Penjumlahan

    Di kelas terdapat 18 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan.

    Kalimat matematika:

    18 + 15 = 33

    Jadi, jumlah siswa adalah 33 orang.

    Contoh 2 – Pengurangan

    Perpustakaan mempunyai 750 buku. Sebanyak 125 buku dipinjam siswa.

    Kalimat matematika:

    750 − 125 = 625

    Jadi, buku yang masih ada di perpustakaan adalah 625 buku.

    Contoh 3 – Bilangan yang belum diketahui

    Dina mempunyai beberapa pensil. Setelah membeli 25 pensil, jumlah pensilnya menjadi 80.

    Kalimat matematika:

    □ + 25 = 80

    Maka:

    80 − 25 = 55

    Jadi, pensil Dina sebelumnya ada 55 buah.



    Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 


    Selasa, 29 September 2026 : Bahasa Indonesia

      Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : Bahasa Indonesia

    Hari, Tanggal              :  Selasa, 29 September 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                           : Sumatif 2 Bahasa Indonesia 

    Pertemuan Ke             : 1

    Capaian Pembelajaran : 

    Peserta didik mampu memahami informasi dari teks yang dibaca dan didengar, menemukan informasi penting, mengidentifikasi ide pokok dan ide pendukung, serta memahami penggunaan bahasa untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik juga mampu memahami makna ungkapan atau majas sederhana dan menerapkannya dalam konteks yang sesuai.

    Tujuan Pembelajaran (TP ): 

  • Menjelaskan pengertian ide pokok dalam sebuah paragraf.
  • Menentukan ide pokok dari sebuah paragraf sederhana.
  • Mengidentifikasi ide pendukung yang terdapat dalam paragraf.
  • Membedakan ide pokok dan ide pendukung.
  • Menjelaskan pengertian kerja sama.
  • Mengidentifikasi contoh kerja sama di lingkungan sekolah dan rumah.
  • Menunjukkan manfaat kerja sama dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menjelaskan pengertian majas dengan bahasa sederhana.
  • Mengenali macam-macam majas sederhana, seperti majas personifikasi, metafora, dan hiperbola.
  • Menentukan jenis majas yang digunakan dalam kalimat sederhana.
  • Memahami makna kalimat yang menggunakan majas.
  • Menyelesaikan soal berdasarkan bacaan, cerita, dan kalimat yang berkaitan dengan ketiga materi.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengetahui bahwa akan  dilaksanakan sumatif 2 Bahasa Indonesia bab 2. 
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat memahami ide pokok dan pendukung, materi kerjasama dan pengertian majas dan macam-macamnya. 
    • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat menyelesaikan latihan soal dengan baik dan benar. 

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): 

    No.Alur Tujuan PembelajaranMateri
    1Peserta didik memahami pengertian dan ciri-ciri ide pokok dalam sebuah paragraf.Ide Pokok
    2Peserta didik menemukan ide pokok dari paragraf sederhana melalui kegiatan membaca.Ide Pokok
    3Peserta didik memahami pengertian dan fungsi ide pendukung.Ide Pendukung
    4Peserta didik mengidentifikasi ide pendukung yang terdapat dalam sebuah paragraf.Ide Pendukung
    5Peserta didik membedakan ide pokok dan ide pendukung berdasarkan bacaan.Ide Pokok & Pendukung
    6Peserta didik memahami pengertian dan pentingnya kerja sama dalam kehidupan sehari-hari.Kerja Sama
    7Peserta didik mengidentifikasi contoh kerja sama di lingkungan sekolah dan rumah.Kerja Sama
    8Peserta didik menjelaskan manfaat kerja sama dan menunjukkan sikap bekerja sama dengan teman.Kerja Sama
    9Peserta didik memahami pengertian majas sebagai penggunaan kata atau kalimat dengan makna tertentu agar bahasa lebih menarik.Majas
    10Peserta didik mengenali majas personifikasi, metafora, dan hiperbola melalui contoh sederhana.Macam-Macam Majas
    11Peserta didik menentukan jenis majas dan memahami maknanya dalam sebuah kalimat.Majas
    12Peserta didik menerapkan pemahaman ide pokok, ide pendukung, kerja sama, dan majas dalam latihan sebagai persiapan Sumatif Harian ke-2.Penguatan & Sumatif

    Materi Bahasa Indonesia :

    Model / Metode Pembelajaran : Soal Sumatif 2 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Proyektor 

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.

    Ringkasan Materi untuk SH ke-2

    1. Ide Pokok dan Ide Pendukung

    • Ide pokok adalah gagasan utama atau inti pembahasan dalam sebuah paragraf.
    • Ide pendukung adalah informasi yang menjelaskan, memperkuat, atau mendukung ide pokok.
    • Cara menemukan ide pokok: baca paragraf dengan teliti, tentukan hal yang paling banyak dibahas, kemudian simpulkan inti paragraf.
    • Ide pendukung biasanya berupa contoh, penjelasan, alasan, atau informasi tambahan.

    Contoh:
    Setiap hari siswa kelas 3 menjaga kebersihan kelas. Mereka menyapu lantai, membersihkan papan tulis, dan membuang sampah pada tempatnya.

    • Ide pokok: Siswa kelas 3 menjaga kebersihan kelas.
    • Ide pendukung: Menyapu lantai, membersihkan papan tulis, dan membuang sampah pada tempatnya.

    2. Kerja Sama di Lingkungan Sekolah dan Rumah

    • Kerja sama adalah kegiatan yang dilakukan bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu.
    • Contoh di sekolah:
      • Melaksanakan piket kelas.
      • Membersihkan halaman sekolah.
      • Mengerjakan tugas kelompok.
      • Menata buku di perpustakaan.
    • Contoh di rumah:
      • Membersihkan rumah bersama keluarga.
      • Merapikan kamar.
      • Membantu orang tua.
    • Manfaat kerja sama: pekerjaan menjadi lebih ringan, cepat selesai, menumbuhkan persatuan, dan mempererat hubungan dengan orang lain.
    3. Majas
    Majas adalah penggunaan bahasa dengan cara tertentu agar kalimat menjadi lebih menarik dan memiliki makna khusus.
    Jenis MajasPengertianContoh
    PersonifikasiMemberikan sifat manusia kepada benda atau alam.Angin berbisik di telingaku.
    MetaforaMembandingkan sesuatu secara langsung dengan sesuatu yang lain.Rina adalah bintang kelas.
    HiperbolaMenggunakan ungkapan yang sangat berlebihan.Aku sudah menunggumu seribu tahun.

    Fokus yang Perlu Dipelajari Sebelum SH-2

    Peserta didik sebaiknya mampu:

    • menentukan ide pokok dari sebuah paragraf;
    • menentukan ide pendukung dari sebuah paragraf;
    • membedakan ide pokok dan ide pendukung;
    • menentukan contoh kerja sama di sekolah dan rumah;
    • menjelaskan manfaat kerja sama;
    • mengenali personifikasi, metafora, dan hiperbola;
    • menentukan jenis majas dalam sebuah kalimat;
    • memahami makna kalimat yang menggunakan majas;
    • menjawab soal berbentuk cerita atau bacaan berdasarkan ketiga materi tersebut.


    Refleksi / Kesimpulan : 



    Minggu, 27 September 2026

    Senin, 28 September 2026 : Matematika

    Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : Matematika

    Hari, Tanggal              :  Senin, 28 September 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                          : Kalimat Matematika terkait Pengurangan dan Penjumlahan

    Pertemuan Ke             : 1

    Capaian Pembelajaran : 

    Peserta didik dapat memahami dan menggunakan kalimat matematika untuk menyatakan situasi sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah. Peserta didik mampu menentukan operasi yang sesuai, menyelesaikan kalimat matematika, serta menjelaskan hubungan antara cerita, simbol matematika, dan hasil perhitungan.

    Tujuan Pembelajaran (TP ): 

  • Menjelaskan pengertian kalimat matematika.
  • Mengenal simbol + (penjumlahan), − (pengurangan), dan = (sama dengan).
  • Mengubah soal cerita sederhana menjadi kalimat matematika.
  • Menentukan operasi penjumlahan atau pengurangan yang tepat berdasarkan suatu masalah.
  • Menyelesaikan kalimat matematika penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat memusatkan perhatian pada soal dan angka yang diberikan guru. Guru mengajak siswa mengamati bilangan, memahami informasi yang diketahui dan ditanyakan, kemudian menentukan apakah soal tersebut menggunakan penjumlahan (+) atau pengurangan (−) sebelum menuliskan kalimat matematikanya.
    • Meaningful (Bermakna): Guru menghubungkan kalimat matematika dengan kehidupan sehari-hari, misalnya menghitung jumlah buku, pensil, buah, atau benda lainnya. Siswa menyelesaikan masalah seperti: “Di perpustakaan terdapat 235 buku. Kemudian datang 125 buku baru. Berapa jumlah buku sekarang?” Siswa menuliskan kalimat matematika 235 + 125 = 360.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid bermain kartu kalimat matematika secara berkelompok. Setiap kelompok mengambil kartu soal cerita, kemudian menentukan apakah menggunakan penjumlahan atau pengurangan dan menuliskan kalimat matematikanya pada papan tulis mini. Kelompok yang dapat menentukan operasi dan menjelaskan cara penyelesaiannya dengan benar mendapat apresiasi dari guru.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ):

    1. Peserta didik mengenal pengertian dan bentuk kalimat matematika.

    2. Peserta didik mengidentifikasi simbol +, −, dan = dalam kalimat matematika.

    3. Peserta didik menghubungkan situasi atau soal cerita dengan operasi penjumlahan dan pengurangan.

    4. Peserta didik mengubah soal cerita menjadi kalimat matematika.

    5. Peserta didik menyelesaikan kalimat matematika penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah.


    Materi Matematika :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, tanya jawab, latihan mandiri.  

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    Q.S. Al-Kahfi: 25 menjelaskan operasi penjumlahan (300 + 9 tahun) dan Q.S. Al-'Ankabuut: 14 menjelaskan operasi pengurangan (1000 - 50 tahun) dalam konteks sejarah kehidupan para nabi.

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 




    1. Pengertian Kalimat Matematika

    Kalimat matematika adalah kalimat yang menggunakan angka, tanda operasi, dan tanda sama dengan (=) untuk menunjukkan suatu hubungan atau perhitungan matematika.

    Contoh:

    245 + 123 = 368

    Artinya, 245 ditambah 123 hasilnya 368.

    Contoh lainnya:

    500 − 175 = 325

    Artinya, 500 dikurangi 175 hasilnya 325.

    2. Mengenal Simbol Matematika

    SimbolNamaArti
    +TambahMenjumlahkan
    −KurangMengurangi
    =Sama denganMenunjukkan hasil atau kesamaan

    Contoh:

    125 + 75 = 200

    • 125 dan 75 disebut bilangan yang dijumlahkan.
    • Tanda + menunjukkan operasi penjumlahan.
    • 200 merupakan hasil penjumlahan.

    450 − 125 = 325

    • 450 merupakan bilangan yang dikurangi.
    • 125 merupakan bilangan pengurang.
    • 325 merupakan hasil pengurangan.

    3. Kalimat Matematika Penjumlahan

    Kalimat matematika penjumlahan digunakan ketika suatu masalah menunjukkan adanya penggabungan atau penambahan jumlah.

    Contoh:

    Di perpustakaan terdapat 235 buku cerita. Kemudian, sekolah mendapat tambahan 124 buku cerita.

    Kalimat matematikanya:

    235 + 124 = 359

    Jadi, jumlah buku cerita sekarang adalah 359 buku.

    Contoh lainnya:

    Siti mempunyai 125 kelereng. Budi memberikan 75 kelereng kepada Siti.

    Kalimat matematika:

    125 + 75 = 200

    Jadi, Siti mempunyai 200 kelereng.

    4. Kalimat Matematika Pengurangan

    Kalimat matematika pengurangan digunakan ketika suatu masalah menunjukkan jumlah yang berkurang, diambil, diberikan, atau tersisa.

    Contoh:

    Di dalam keranjang terdapat 450 buah jeruk. Sebanyak 125 jeruk dibagikan kepada warga.

    Kalimat matematikanya:

    450 − 125 = 325

    Jadi, jeruk yang tersisa adalah 325 buah.

    Contoh lainnya:

    Rani mempunyai 375 stiker. Sebanyak 150 stiker diberikan kepada temannya.

    Kalimat matematika:

    375 − 150 = 225

    Jadi, stiker Rani yang tersisa adalah 225 stiker.

    5. Mengubah Soal Cerita Menjadi Kalimat Matematika

    Untuk mengubah soal cerita menjadi kalimat matematika, lakukan langkah berikut:

    Langkah 1

    Baca soal dengan teliti.

    Langkah 2

    Tentukan informasi yang diketahui.

    Langkah 3

    Tentukan apa yang ditanyakan.

    Langkah 4

    Tentukan apakah menggunakan penjumlahan atau pengurangan.

    Langkah 5

    Tuliskan kalimat matematikanya.

    Contoh:

    Pak Budi memiliki 325 ekor ikan. Ia membeli lagi 125 ekor ikan.

    Diketahui:

    • Ikan awal = 325 ekor
    • Ikan yang dibeli = 125 ekor

    Karena jumlah ikan bertambah, maka menggunakan penjumlahan.

    Kalimat matematika:

    325 + 125 = 450

    Jadi, Pak Budi mempunyai 450 ekor ikan.

    Contoh Kalimat Matematika dalam Kehidupan Sehari-hari

    Contoh 1 – Penjumlahan

    Di kelas terdapat 18 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan.

    Kalimat matematika:

    18 + 15 = 33

    Jadi, jumlah siswa adalah 33 orang.

    Contoh 2 – Pengurangan

    Perpustakaan mempunyai 750 buku. Sebanyak 125 buku dipinjam siswa.

    Kalimat matematika:

    750 − 125 = 625

    Jadi, buku yang masih ada di perpustakaan adalah 625 buku.

    Contoh 3 – Bilangan yang belum diketahui

    Dina mempunyai beberapa pensil. Setelah membeli 25 pensil, jumlah pensilnya menjadi 80.

    Kalimat matematika:

    □ + 25 = 80

    Maka:

    80 − 25 = 55

    Jadi, pensil Dina sebelumnya ada 55 buah.



    Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 

    Peserta didik telah memahami bahwa kalimat matematika terkait penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000 digunakan untuk menyatakan suatu permasalahan ke dalam bentuk angka dan operasi penjumlahan. Peserta didik mampu menentukan bilangan yang diketahui, memilih operasi penjumlahan yang tepat, serta menghitung hasil penjumlahan dengan memperhatikan nilai tempat satuan, puluhan, dan ratusan.

    Melalui latihan soal cerita dan kegiatan sehari-hari, peserta didik dapat menerapkan kalimat matematika penjumlahan untuk menyelesaikan masalah sederhana dengan teliti, tepat, dan percaya diri.

    Senin, 28 September 2026 : Pendidikan Pancasila

       Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : Pendidikan Pancasila 

    Hari, Tanggal              :  Senin, 28 September 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                     : Mengidentifikasi aturan Tertulis dan Tidak Tertulis di Sekolah

    Pertemuan Ke             : 2

    Capaian Pembelajaran : 

    Peserta didik mampu mengenal dan memahami aturan yang berlaku di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Peserta didik mampu mengidentifikasi aturan tertulis dan tidak tertulis serta menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan menghargai orang lain dengan melaksanakan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari.

    Tujuan Pembelajaran (TP ): 

  • Menjelaskan pengertian aturan tertulis dan aturan tidak tertulis dengan bahasa sederhana.
  • Mengidentifikasi contoh aturan tertulis yang berlaku di lingkungan sekolah.
  • Mengidentifikasi contoh aturan tidak tertulis yang berlaku di lingkungan sekolah.
  • Membedakan aturan tertulis dan tidak tertulis berdasarkan contoh yang ditemukan di sekolah.
  • Menjelaskan manfaat mematuhi aturan di lingkungan sekolah.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat memperhatikan dan mengenali berbagai aturan yang berlaku di lingkungan sekolah serta menyadari pentingnya mematuhi aturan tersebut.
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat memahami bahwa aturan membantu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, nyaman, dan menyenangkan bagi semua warga sekolah.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui permainan “Tertulis atau Tidak Tertulis?”, bermain peran, dan mengamati aturan yang terdapat di lingkungan sekolah sehingga pembelajaran menjadi lebih aktif dan menyenangkan.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): 

    1. Peserta didik mengenal pengertian aturan dan memahami bahwa aturan diperlukan agar kehidupan bersama menjadi tertib dan nyaman.

    2. Peserta didik mengenali ciri-ciri aturan tertulis dan tidak tertulis.

    3. Peserta didik mengidentifikasi berbagai contoh aturan tertulis di lingkungan sekolah.

    4. Peserta didik mengidentifikasi berbagai contoh aturan tidak tertulis di lingkungan sekolah

    5. Peserta didik mengelompokkan aturan di sekolah berdasarkan aturan tertulis dan tidak tertulis.

    Materi Pendidikan Pancasila :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : LKPD, Video Pembelajaran 


    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    Karakter Persatuan dan Toleransi: QS. Al-Hujurat Ayat 13
    Ayat ini merupakan landasan utama dalam kurikulum pendidikan Islam untuk mengajarkan persatuan di tengah keberagaman (multikulturalisme) serta toleransi antarmanusia.
    Karakter Keadilan: QS. Al-Ma'idah Ayat 8
    Ayat ini mengajarkan konsep keadilan yang mutlak, di mana menegakkan keadilan adalah kewajiban moral yang tidak boleh goyah sedikit pun, bahkan terhadap orang atau kelompok yang tidak disukai.

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 


    PENJABARAN MATERI

    📖 Materi Pembelajaran

    1. Pengertian Aturan

    Aturan adalah ketentuan yang dibuat untuk mengatur perilaku seseorang agar kehidupan bersama menjadi tertib, aman, nyaman, dan teratur.

    Aturan dapat ditemukan di rumah, sekolah, maupun masyarakat.

    Contoh:

    • Datang ke sekolah tepat waktu.
    • Menggunakan seragam sesuai ketentuan.
    • Menjaga kebersihan kelas.
    • Menghormati guru dan teman.
    • Mengantre dengan tertib.

    2. Aturan Tertulis

    Aturan tertulis adalah aturan yang dibuat dan dicatat dalam bentuk tulisan sehingga dapat dibaca dan diketahui oleh orang yang harus mematuhinya.

    Contoh aturan tertulis di sekolah:

    • Siswa datang tepat waktu.
    • Siswa memakai seragam sesuai jadwal.
    • Siswa mengikuti kegiatan pembelajaran.
    • Siswa menjaga kebersihan sekolah.
    • Siswa tidak boleh membawa benda yang dilarang sekolah.
    • Siswa mengerjakan tugas yang diberikan guru.
    • Siswa mengikuti tata tertib sekolah.

    Contoh:
    Di depan kelas terdapat tulisan:

    “Buanglah sampah pada tempatnya.”

    Aturan tersebut merupakan aturan tertulis karena dapat dibaca dalam bentuk tulisan.

    3. Aturan Tidak Tertulis

    Aturan tidak tertulis adalah aturan yang tidak dicatat secara resmi, tetapi dipahami dan dilakukan bersama berdasarkan kebiasaan, kesopanan, dan norma yang berlaku.

    Contoh di sekolah:

    • Mengucapkan salam ketika bertemu guru.
    • Berbicara dengan sopan kepada guru dan teman.
    • Menghargai teman yang sedang berbicara.
    • Tidak memotong pembicaraan orang lain.
    • Meminta izin ketika ingin menggunakan barang milik teman.
    • Membantu teman yang mengalami kesulitan.
    • Tidak mengejek atau mengganggu teman.

    Aturan tersebut mungkin tidak selalu tertulis di papan pengumuman, tetapi tetap perlu dilakukan karena merupakan perilaku yang baik dan menghargai orang lain.

    4. Perbedaan Aturan Tertulis dan Tidak Tertulis

    Aturan TertulisAturan Tidak Tertulis
    Dicatat atau dituliskanTidak harus dituliskan
    Dapat dibaca oleh warga sekolahBiasanya dipahami melalui kebiasaan dan kesopanan
    Biasanya terdapat dalam tata tertib sekolahBerkaitan dengan norma dan kebiasaan baik
    Contoh: datang tepat waktuContoh: berbicara sopan
    Contoh: memakai seragam sesuai jadwalContoh: menghormati guru

    5. Mengapa Kita Harus Mematuhi Aturan?

    Mematuhi aturan sangat penting karena dapat:

    • menciptakan ketertiban;
    • membuat kegiatan belajar lebih nyaman;
    • menjaga keamanan;
    • melatih kedisiplinan;
    • menunjukkan sikap tanggung jawab;
    • menghargai hak orang lain;
    • menciptakan hubungan yang baik dengan guru dan teman.

    6. Akibat Tidak Mematuhi Aturan

    Jika aturan tidak dilaksanakan, dapat terjadi:

    • kegiatan belajar menjadi terganggu;
    • lingkungan menjadi tidak tertib;
    • orang lain merasa tidak nyaman;
    • terjadi perselisihan;
    • mendapatkan teguran atau konsekuensi sesuai aturan sekolah.

    7. Contoh Penerapan di Sekolah

    Situasi 1:
    Bel masuk berbunyi. Rani segera masuk kelas dan menyiapkan buku.

    ➡️ Rani telah melaksanakan aturan sekolah.

    Situasi 2:
    Budi melihat sampah di lantai. Ia mengambil sampah tersebut dan membuangnya ke tempat sampah.

    ➡️ Budi menunjukkan sikap bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan.

    Situasi 3:
    Siti sedang berbicara dengan guru. Andi menunggu sampai Siti selesai berbicara sebelum menyampaikan pendapatnya.

    ➡️ Andi telah melaksanakan aturan tidak tertulis berupa menghargai orang lain.

    8. Sikap yang Perlu Dibiasakan

    Peserta didik dapat membiasakan:

    🌟 Datang tepat waktu
    🌟 Memakai seragam sesuai ketentuan
    🌟 Mengikuti pembelajaran dengan tertib
    🌟 Menjaga kebersihan kelas
    🌟 Berbicara santun
    🌟 Menghormati guru
    🌟 Menghargai teman
    🌟 Mengantre dengan tertib
    🌟 Meminta izin ketika diperlukan
    🌟 Bertanggung jawab terhadap tugas


    LKPD 

    Refleksi / Kesimpulan : 

    Peserta didik telah memahami bahwa aturan tertulis dan tidak tertulis merupakan pedoman yang membantu menciptakan lingkungan sekolah yang tertib, aman, nyaman, dan menyenangkan. Aturan tertulis dapat ditemukan dalam tata tertib sekolah, sedangkan aturan tidak tertulis berupa kebiasaan dan kesepakatan yang harus dilakukan dengan kesadaran, seperti menghormati guru, berbicara sopan, menjaga kebersihan, dan menghargai teman.

    Dengan memahami dan melaksanakan kedua jenis aturan tersebut, peserta didik dapat belajar menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, saling menghargai, dan mampu menjaga ketertiban di lingkungan sekolah.

    Cari Blog Ini

    Diberdayakan oleh Blogger.

    Selasa, 29 September 2026 : Matematika

      Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd. Mata Pelajaran           : Matematika Hari, Tanggal              :  Selasa, 29 Septe...

     

    Risky Melina Sari Template by Ipietoon Cute Blog Design