Kamis, 01 Oktober 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 : Seni Rupa

Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

Mata Pelajaran           : Seni Rupa

Hari, Tanggal              :  Jumat, 2 Oktober 2026

Fase / Kelas                 : B / 3C

 Materi                           : Mengenal Komposisi "Pengertian, Fungsi dan Jenis" 

Pertemuan Ke             : 1

Capaian Pembelajaran : 

Peserta didik mampu mengenal dan memahami unsur-unsur seni rupa serta prinsip sederhana dalam menciptakan karya seni rupa. Peserta didik mampu mengamati, mengeksplorasi, dan menggunakan unsur serta prinsip seni rupa untuk menghasilkan karya yang memiliki susunan atau komposisi yang baik.

Tujuan Pembelajaran (TP ):

  • Menjelaskan pengertian komposisi dalam seni rupa dengan bahasa sederhana.
  • Menjelaskan fungsi komposisi dalam sebuah karya seni rupa.
  • Mengidentifikasi jenis-jenis komposisi sederhana.
  • Membedakan komposisi simetris, asimetris, dan sentral.
  • Menunjukkan contoh komposisi melalui gambar. 
  • Membuat karya gambar sederhana dengan menerapkan salah satu jenis komposisi.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat memusatkan perhatian saat mengamati susunan objek dalam sebuah gambar. Guru mengajak murid memperhatikan posisi, ukuran, bentuk, dan keseimbangan objek sebelum menentukan jenis komposisinya.
    • Meaningful (Bermakna): Murid memahami bahwa komposisi digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat menyusun buku di meja, menata benda di kamar, menghias kelas, atau mengatur objek ketika menggambar agar terlihat rapi dan menarik.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui kegiatan mengamati gambar, permainan “Tebak Jenis Komposisi”, kemudian membuat gambar sederhana menggunakan komposisi simetris, asimetris, atau sentral sesuai kreativitas masing-masing.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): 

    1. Peserta didik mengamati berbagai gambar dan mengenali susunan objek dalam sebuah karya seni.

    2. Peserta didik memahami pengertian komposisi dalam seni rupa.

    3. Peserta didik memahami fungsi komposisi untuk membuat karya terlihat rapi, seimbang, dan menarik.

    4. Peserta didik mengenal jenis komposisi, yaitu komposisi simetris, asimetris, dan sentral.

    5. Peserta didik mengidentifikasi jenis komposisi berdasarkan contoh gambar.

    6. Peserta didik membuat gambar sederhana dengan menerapkan salah satu jenis komposisi.


    Materi Seni Rupa :

    Model / Metode Pembelajaran : Project Based Learning (PjBL)

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, tanya jawab, latihan mandiri.  

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    Surat Yusuf ayat 111:
    "Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. (Al-Quran) itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 


    1. Pengertian Komposisi

    Komposisi adalah cara mengatur atau menyusun berbagai unsur dalam sebuah karya seni agar terlihat rapi, seimbang, menarik, dan enak dilihat.

    Unsur yang dapat disusun dalam sebuah karya antara lain:

    • garis,
    • bentuk,
    • warna,
    • ukuran,
    • dan objek gambar.

    Contoh:
    Ketika menggambar taman, kita perlu mengatur posisi pohon, bunga, rumah, dan matahari agar gambar tidak terlihat terlalu penuh atau terlalu kosong.

    2. Fungsi Komposisi

    Komposisi memiliki beberapa fungsi, yaitu:

    1. Membuat karya lebih rapi
      Objek dalam gambar tersusun dengan baik.
    2. Menciptakan keseimbangan
      Susunan objek tidak terlihat berat pada satu sisi saja.
    3. Membuat karya lebih menarik
      Penataan objek dan warna membuat gambar lebih menyenangkan untuk dilihat.
    4. Mengatur perhatian
      Komposisi dapat membantu menunjukkan objek yang menjadi pusat perhatian.
    5. Menciptakan keselarasan
      Berbagai objek dalam gambar terlihat cocok dan sesuai satu sama lain.

    3. Jenis-Jenis Komposisi

    A. Komposisi Simetris

    Komposisi simetris adalah susunan objek yang seimbang antara bagian kiri dan kanan.

    Contoh:
    Gambar kupu-kupu dengan bentuk sayap kiri dan kanan yang hampir sama.

    🦋

    B. Komposisi Asimetris

    Komposisi asimetris adalah susunan objek yang tidak sama antara bagian kiri dan kanan, tetapi tetap terlihat seimbang.

    Contoh:
    Di sebelah kiri terdapat pohon besar, sedangkan di sebelah kanan terdapat dua pohon kecil dan sebuah bunga.

    C. Komposisi Sentral

    Komposisi sentral adalah susunan gambar dengan objek utama berada di bagian tengah.

    Contoh:
    Menggambar sebuah vas bunga di tengah kertas, kemudian menambahkan daun atau hiasan di sekelilingnya.

    Latihan Soal

    1. Apa yang dimaksud dengan komposisi dalam seni rupa?
    A. Cara mewarnai gambar
    B. Cara mengatur dan menyusun unsur-unsur dalam karya seni
    C. Cara menghapus gambar
    D. Cara menggambar menggunakan penggaris

    2. Perhatikan situasi berikut!
    Siti menggambar sebuah kupu-kupu. Sayap kiri dan sayap kanan kupu-kupu dibuat hampir sama bentuk dan ukurannya. Jenis komposisi yang digunakan Siti adalah ....
    A. Asimetris
    B. Sentral
    C. Simetris
    D. Acak

    3. Raka menggambar sebuah vas bunga tepat di tengah kertas. Bunga menjadi objek yang paling diperhatikan dalam gambarnya. Komposisi yang digunakan Raka adalah ....
    A. Simetris
    B. Asimetris
    C. Sentral
    D. Tidak beraturan

    4. Perhatikan cerita berikut!
    Dina menggambar sebuah taman. Di sebelah kiri terdapat satu pohon besar, sedangkan di sebelah kanan terdapat dua pohon kecil dan beberapa bunga. Walaupun tidak sama, gambar tersebut tetap terlihat seimbang. Jenis komposisi tersebut adalah ....
    A. Simetris
    B. Asimetris
    C. Sentral
    D. Berulang

    5. Salah satu fungsi komposisi dalam karya seni rupa adalah ....
    A. Membuat gambar menjadi sulit dilihat
    B. Membuat gambar menjadi tidak teratur
    C. Membuat karya terlihat rapi, seimbang, dan menarik
    D. Menghilangkan semua warna pada gambar


    Kunci Jawaban : 
    No.JawabanPenjelasan
    1BKomposisi adalah cara mengatur dan menyusun unsur-unsur dalam karya seni.
    2CKomposisi simetris memiliki susunan yang seimbang antara bagian kiri dan kanan.
    3CKomposisi sentral menempatkan objek utama di bagian tengah.
    4BKomposisi asimetris tidak sama antara kiri dan kanan, tetapi tetap terlihat seimbang.
    5CKomposisi membuat karya lebih rapi, seimbang, harmonis, dan menarik.

    Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 


    Jumat, 2 Oktober 2026 : IPAS Menyublim & Mengkristal

    Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : IPAS

    Hari, Tanggal              :  Jumat, 2 Oktober 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                           : Perubahan Wujud Benda 

    Pertemuan Ke             : 5

    Capaian Pembelajaran : 

    Peserta didik mampu mengenali berbagai benda yang terdapat di lingkungan sekitar, mengidentifikasi sifat dan wujud benda, serta menjelaskan perubahan wujud zat berdasarkan hasil pengamatan terhadap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

    Tujuan Pembelajaran (TP ):

  • Menjelaskan pengertian zat dengan bahasa sederhana.
  • Mengidentifikasi macam-macam wujud zat.
  • Menjelaskan ciri-ciri zat padat, cair, dan gas.
  • Mengelompokkan benda berdasarkan wujud zatnya.
  • Mengidentifikasi berbagai perubahan wujud zat.
  • Menjelaskan contoh perubahan wujud zat dalam kehidupan sehari-hari.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat belajar memusatkan perhatian, mengamati dengan teliti, dan menyadari benda-benda yang ada di lingkungan sekitar.
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat kemudian menghubungkan pengalaman tersebut dengan konsep perubahan wujud zat. Murid dapat memahami bahwa perubahan wujud zat bukan hanya materi di buku, tetapi terjadi di sekitar mereka setiap hari.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui permainan tebak perubahan wujud zat, menentukan apakah benda tersebut termasuk padat, cair, atau gas. 

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): 

    1Peserta didik mengenal pengertian zat melalui benda-benda yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
    2Peserta didik mengidentifikasi tiga macam wujud zat, yaitu padat, cair, dan gas.
    3Peserta didik mengidentifikasi ciri-ciri zat padat, cair, dan gas melalui pengamatan.
    4Peserta didik mengelompokkan berbagai benda berdasarkan wujud zatnya.
    5Peserta didik mengenal perubahan wujud zat yang terjadi karena pemanasan atau pendinginan.


    Materi IPAS :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, Diskusi  

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    QS. Al-Mu'minun Ayat 12–14
    Menjelaskan tahapan penciptaan manusia dari air mani (nutfah), segumpal darah (alaqah), segumpal daging (mudghah), pembentukan tulang, hingga dibentuk menjadi makhluk yang berbentuk lain (ciptaan yang sempurna).

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 



    Perubahan Wujud Zat

    Zat dapat mengalami perubahan wujud. Perubahan tersebut dapat terjadi karena pemanasan atau pendinginan.

    https://chatgpt.com/s/w_6aab791bac2081918fd09c414270622b

    Ada beberapa perubahan wujud zat yang perlu kita ketahui.

    A. Mencair

    Mencair adalah perubahan wujud dari padat menjadi cair.

    Contoh:

    • Es batu dibiarkan di tempat yang panas menjadi air.
    • Mentega dipanaskan menjadi cair.
    • Cokelat dipanaskan menjadi leleh.

    Padat → Cair

    B. Membeku

    Membeku adalah perubahan wujud dari cair menjadi padat.

    Contoh:

    • Air dimasukkan ke dalam freezer menjadi es.
    • Jus yang dibekukan menjadi es.
    • Lilin cair yang dibiarkan dingin menjadi padat.

    Cair → Padat

    C. Menguap

    Menguap adalah perubahan wujud dari cair menjadi gas.

    Contoh:

    • Air yang dipanaskan menghasilkan uap.
    • Pakaian basah menjadi kering setelah dijemur.
    • Air di lantai lama-kelamaan menghilang ketika terkena panas.

    Cair → Gas

    D. Mengembun

    Mengembun adalah perubahan wujud dari gas menjadi cair.

    Contoh:

    • Bagian luar gelas berisi es menjadi basah.
    • Uap air berubah menjadi titik-titik air pada permukaan yang dingin.

    Gas → Cair

    E. Menyublim

    Menyublim adalah perubahan wujud dari padat menjadi gas tanpa melalui wujud cair.

    Contoh:

    • Kapur barus yang diletakkan di lemari lama-kelamaan mengecil dan habis.

    Padat → Gas

    F. Mengkristal

    Mengkristal adalah perubahan wujud dari gas menjadi padat.

    Contoh sederhana dapat ditemukan pada pembentukan kristal es dalam kondisi tertentu.

    Gas → Padat

    4. Tabel Perubahan Wujud Zat
    PerubahanDariMenjadiContoh
    MencairPadatCairEs menjadi air
    MembekuCairPadatAir menjadi es
    MenguapCairGasAir dipanaskan
    MengembunGasCairTitik air pada gelas dingin
    MenyublimPadatGasKapur barus mengecil
    MengkristalGasPadatPembentukan kristal es

    Cara Mudah Mengingat

    Padat → Cair = Mencair
    Cair → Padat = Membeku
    Cair → Gas = Menguap
    Gas → Cair = Mengembun
    Padat → Gas = Menyublim
    Gas → Padat = Mengkristal


    LKPD 


    REFLEKSI / KESIMPULAN PEMBELAJARAN : 



    Rabu, 30 September 2026

    Kamis, 1 Oktober 2026 : IPAS

      Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : IPAS

    Hari, Tanggal              :  Kamis, 1 Oktober 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                           : Perubahan Wujud Benda 

    Pertemuan Ke             : 4

    Capaian Pembelajaran : 

    Peserta didik mampu mengenali berbagai benda yang terdapat di lingkungan sekitar, mengidentifikasi sifat dan wujud benda, serta menjelaskan perubahan wujud zat berdasarkan hasil pengamatan terhadap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

    Tujuan Pembelajaran (TP ):

  • Menjelaskan pengertian zat dengan bahasa sederhana.
  • Mengidentifikasi macam-macam wujud zat.
  • Menjelaskan ciri-ciri zat padat, cair, dan gas.
  • Mengelompokkan benda berdasarkan wujud zatnya.
  • Mengidentifikasi berbagai perubahan wujud zat.
  • Menjelaskan contoh perubahan wujud zat dalam kehidupan sehari-hari.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat belajar memusatkan perhatian, mengamati dengan teliti, dan menyadari benda-benda yang ada di lingkungan sekitar.
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat kemudian menghubungkan pengalaman tersebut dengan konsep perubahan wujud zat. Murid dapat memahami bahwa perubahan wujud zat bukan hanya materi di buku, tetapi terjadi di sekitar mereka setiap hari.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui permainan tebak perubahan wujud zat, menentukan apakah benda tersebut termasuk padat, cair, atau gas. 

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): 

    1Peserta didik mengenal pengertian zat melalui benda-benda yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
    2Peserta didik mengidentifikasi tiga macam wujud zat, yaitu padat, cair, dan gas.
    3Peserta didik mengidentifikasi ciri-ciri zat padat, cair, dan gas melalui pengamatan.
    4Peserta didik mengelompokkan berbagai benda berdasarkan wujud zatnya.
    5Peserta didik mengenal perubahan wujud zat yang terjadi karena pemanasan atau pendinginan.


    Materi IPAS :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, Diskusi  

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    QS. Al-Mu'minun Ayat 12–14
    Menjelaskan tahapan penciptaan manusia dari air mani (nutfah), segumpal darah (alaqah), segumpal daging (mudghah), pembentukan tulang, hingga dibentuk menjadi makhluk yang berbentuk lain (ciptaan yang sempurna).

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 



    Perubahan Wujud Zat

    Zat dapat mengalami perubahan wujud. Perubahan tersebut dapat terjadi karena pemanasan atau pendinginan.

    https://chatgpt.com/s/w_6aab791bac2081918fd09c414270622b

    Ada beberapa perubahan wujud zat yang perlu kita ketahui.

    A. Mencair

    Mencair adalah perubahan wujud dari padat menjadi cair.

    Contoh:

    • Es batu dibiarkan di tempat yang panas menjadi air.
    • Mentega dipanaskan menjadi cair.
    • Cokelat dipanaskan menjadi leleh.

    Padat → Cair

    B. Membeku

    Membeku adalah perubahan wujud dari cair menjadi padat.

    Contoh:

    • Air dimasukkan ke dalam freezer menjadi es.
    • Jus yang dibekukan menjadi es.
    • Lilin cair yang dibiarkan dingin menjadi padat.

    Cair → Padat

    C. Menguap

    Menguap adalah perubahan wujud dari cair menjadi gas.

    Contoh:

    • Air yang dipanaskan menghasilkan uap.
    • Pakaian basah menjadi kering setelah dijemur.
    • Air di lantai lama-kelamaan menghilang ketika terkena panas.

    Cair → Gas

    D. Mengembun

    Mengembun adalah perubahan wujud dari gas menjadi cair.

    Contoh:

    • Bagian luar gelas berisi es menjadi basah.
    • Uap air berubah menjadi titik-titik air pada permukaan yang dingin.

    Gas → Cair

    E. Menyublim

    Menyublim adalah perubahan wujud dari padat menjadi gas tanpa melalui wujud cair.

    Contoh:

    • Kapur barus yang diletakkan di lemari lama-kelamaan mengecil dan habis.

    Padat → Gas

    F. Mengkristal

    Mengkristal adalah perubahan wujud dari gas menjadi padat.

    Contoh sederhana dapat ditemukan pada pembentukan kristal es dalam kondisi tertentu.

    Gas → Padat

    4. Tabel Perubahan Wujud Zat
    PerubahanDariMenjadiContoh
    MencairPadatCairEs menjadi air
    MembekuCairPadatAir menjadi es
    MenguapCairGasAir dipanaskan
    MengembunGasCairTitik air pada gelas dingin
    MenyublimPadatGasKapur barus mengecil
    MengkristalGasPadatPembentukan kristal es

    Cara Mudah Mengingat

    Padat → Cair = Mencair
    Cair → Padat = Membeku
    Cair → Gas = Menguap
    Gas → Cair = Mengembun
    Padat → Gas = Menyublim
    Gas → Padat = Mengkristal


    LKPD 


    REFLEKSI / KESIMPULAN PEMBELAJARAN : 



    Kamis, 1 Oktober 2026 : Pendidikan Pancasila

    Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : Pendidikan Pancasila 

    Hari, Tanggal              :  Kamis, 1 Oktober 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                     : Mengidentifikasi aturan Tertulis dan Tidak Tertulis di Sekolah

    Pertemuan Ke             : 3 

    Capaian Pembelajaran : 

    Peserta didik mampu mengenal dan memahami aturan yang berlaku di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Peserta didik mampu mengidentifikasi aturan tertulis dan tidak tertulis serta menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan menghargai orang lain dengan melaksanakan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari.

    Tujuan Pembelajaran (TP ): 

  • Menjelaskan pengertian aturan tertulis dan aturan tidak tertulis dengan bahasa sederhana.
  • Mengidentifikasi contoh aturan tertulis yang berlaku di lingkungan sekolah.
  • Mengidentifikasi contoh aturan tidak tertulis yang berlaku di lingkungan sekolah.
  • Membedakan aturan tertulis dan tidak tertulis berdasarkan contoh yang ditemukan di sekolah.
  • Menjelaskan manfaat mematuhi aturan di lingkungan sekolah.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat memperhatikan dan mengenali berbagai aturan yang berlaku di lingkungan sekolah serta menyadari pentingnya mematuhi aturan tersebut.
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat memahami bahwa aturan membantu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, nyaman, dan menyenangkan bagi semua warga sekolah.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui permainan “Tertulis atau Tidak Tertulis?”, bermain peran, dan mengamati aturan yang terdapat di lingkungan sekolah sehingga pembelajaran menjadi lebih aktif dan menyenangkan.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): 

    1. Peserta didik mengenal pengertian aturan dan memahami bahwa aturan diperlukan agar kehidupan bersama menjadi tertib dan nyaman.

    2. Peserta didik mengenali ciri-ciri aturan tertulis dan tidak tertulis.

    3. Peserta didik mengidentifikasi berbagai contoh aturan tertulis di lingkungan sekolah.

    4. Peserta didik mengidentifikasi berbagai contoh aturan tidak tertulis di lingkungan sekolah

    5. Peserta didik mengelompokkan aturan di sekolah berdasarkan aturan tertulis dan tidak tertulis.

    Materi Pendidikan Pancasila :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : LKPD, Video Pembelajaran 


    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    Karakter Persatuan dan Toleransi: QS. Al-Hujurat Ayat 13
    Ayat ini merupakan landasan utama dalam kurikulum pendidikan Islam untuk mengajarkan persatuan di tengah keberagaman (multikulturalisme) serta toleransi antarmanusia.
    Karakter Keadilan: QS. Al-Ma'idah Ayat 8
    Ayat ini mengajarkan konsep keadilan yang mutlak, di mana menegakkan keadilan adalah kewajiban moral yang tidak boleh goyah sedikit pun, bahkan terhadap orang atau kelompok yang tidak disukai.

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 


    PENJABARAN MATERI

    📖 Materi Pembelajaran

    1. Pengertian Aturan

    Aturan adalah ketentuan yang dibuat untuk mengatur perilaku seseorang agar kehidupan bersama menjadi tertib, aman, nyaman, dan teratur.

    Aturan dapat ditemukan di rumah, sekolah, maupun masyarakat.

    Contoh:

    • Datang ke sekolah tepat waktu.
    • Menggunakan seragam sesuai ketentuan.
    • Menjaga kebersihan kelas.
    • Menghormati guru dan teman.
    • Mengantre dengan tertib.

    2. Aturan Tertulis

    Aturan tertulis adalah aturan yang dibuat dan dicatat dalam bentuk tulisan sehingga dapat dibaca dan diketahui oleh orang yang harus mematuhinya.

    Contoh aturan tertulis di sekolah:

    • Siswa datang tepat waktu.
    • Siswa memakai seragam sesuai jadwal.
    • Siswa mengikuti kegiatan pembelajaran.
    • Siswa menjaga kebersihan sekolah.
    • Siswa tidak boleh membawa benda yang dilarang sekolah.
    • Siswa mengerjakan tugas yang diberikan guru.
    • Siswa mengikuti tata tertib sekolah.

    Contoh:
    Di depan kelas terdapat tulisan:

    “Buanglah sampah pada tempatnya.”

    Aturan tersebut merupakan aturan tertulis karena dapat dibaca dalam bentuk tulisan.

    3. Aturan Tidak Tertulis

    Aturan tidak tertulis adalah aturan yang tidak dicatat secara resmi, tetapi dipahami dan dilakukan bersama berdasarkan kebiasaan, kesopanan, dan norma yang berlaku.

    Contoh di sekolah:

    • Mengucapkan salam ketika bertemu guru.
    • Berbicara dengan sopan kepada guru dan teman.
    • Menghargai teman yang sedang berbicara.
    • Tidak memotong pembicaraan orang lain.
    • Meminta izin ketika ingin menggunakan barang milik teman.
    • Membantu teman yang mengalami kesulitan.
    • Tidak mengejek atau mengganggu teman.

    Aturan tersebut mungkin tidak selalu tertulis di papan pengumuman, tetapi tetap perlu dilakukan karena merupakan perilaku yang baik dan menghargai orang lain.

    4. Perbedaan Aturan Tertulis dan Tidak Tertulis

    Aturan TertulisAturan Tidak Tertulis
    Dicatat atau dituliskanTidak harus dituliskan
    Dapat dibaca oleh warga sekolahBiasanya dipahami melalui kebiasaan dan kesopanan
    Biasanya terdapat dalam tata tertib sekolahBerkaitan dengan norma dan kebiasaan baik
    Contoh: datang tepat waktuContoh: berbicara sopan
    Contoh: memakai seragam sesuai jadwalContoh: menghormati guru

    5. Mengapa Kita Harus Mematuhi Aturan?

    Mematuhi aturan sangat penting karena dapat:

    • menciptakan ketertiban;
    • membuat kegiatan belajar lebih nyaman;
    • menjaga keamanan;
    • melatih kedisiplinan;
    • menunjukkan sikap tanggung jawab;
    • menghargai hak orang lain;
    • menciptakan hubungan yang baik dengan guru dan teman.

    6. Akibat Tidak Mematuhi Aturan

    Jika aturan tidak dilaksanakan, dapat terjadi:

    • kegiatan belajar menjadi terganggu;
    • lingkungan menjadi tidak tertib;
    • orang lain merasa tidak nyaman;
    • terjadi perselisihan;
    • mendapatkan teguran atau konsekuensi sesuai aturan sekolah.

    7. Contoh Penerapan di Sekolah

    Situasi 1:
    Bel masuk berbunyi. Rani segera masuk kelas dan menyiapkan buku.

    ➡️ Rani telah melaksanakan aturan sekolah.

    Situasi 2:
    Budi melihat sampah di lantai. Ia mengambil sampah tersebut dan membuangnya ke tempat sampah.

    ➡️ Budi menunjukkan sikap bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan.

    Situasi 3:
    Siti sedang berbicara dengan guru. Andi menunggu sampai Siti selesai berbicara sebelum menyampaikan pendapatnya.

    ➡️ Andi telah melaksanakan aturan tidak tertulis berupa menghargai orang lain.

    8. Sikap yang Perlu Dibiasakan

    Peserta didik dapat membiasakan:

    🌟 Datang tepat waktu
    🌟 Memakai seragam sesuai ketentuan
    🌟 Mengikuti pembelajaran dengan tertib
    🌟 Menjaga kebersihan kelas
    🌟 Berbicara santun
    🌟 Menghormati guru
    🌟 Menghargai teman
    🌟 Mengantre dengan tertib
    🌟 Meminta izin ketika diperlukan
    🌟 Bertanggung jawab terhadap tugas


    LKPD 

    Refleksi / Kesimpulan : 


    Cari Blog Ini

    Diberdayakan oleh Blogger.

    Jumat, 2 Oktober 2026 : Seni Rupa

    Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd. Mata Pelajaran           : Seni Rupa Hari, Tanggal              :  Jumat, 2 Oktober 20...

     

    Risky Melina Sari Template by Ipietoon Cute Blog Design