Senin, 19 Oktober 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 : Matematika

  Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

Mata Pelajaran           : Matematika

Hari, Tanggal              :  Selasa, 20 Oktober 2026

Fase / Kelas                 : B / 3C

 Materi                          : Perkalian Bilangan Cacah sampai 1.000

Pertemuan Ke             : 3

Capaian Pembelajaran : 

Pada akhir Fase B, peserta didik mampu memahami dan melakukan operasi hitung bilangan cacah, termasuk perkalian, menggunakan berbagai strategi dan representasi. Peserta didik mampu menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan operasi perkalian serta menjelaskan proses dan hasil perhitungannya.

Tujuan Pembelajaran (TP ): 

  • Menjelaskan pengertian perkalian sebagai penjumlahan berulang.
  • Menentukan hasil perkalian bilangan cacah dengan tepat.
  • Menggunakan berbagai strategi untuk menyelesaikan perkalian.
  • Menyelesaikan perkalian bilangan cacah sampai 1.000 dengan teknik yang tepat.
  • Menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan perkalian dalam kehidupan sehari-hari.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat belajar dengan fokus dan teliti dalam memahami perkalian sebagai penjumlahan berulang. Peserta didik memperhatikan setiap angka, tanda operasi, dan langkah perhitungan agar memperoleh jawaban yang tepat.
    • Meaningful (Bermakna): murid dapat memahami bahwa perkalian digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menghitung jumlah buku dalam beberapa rak, jumlah pensil dalam beberapa kotak, jumlah buah dalam beberapa keranjang, atau jumlah siswa dalam beberapa kelompok.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui permainan kartu perkalian, menyusun benda konkret, bekerja dalam kelompok, serta berlomba menemukan pasangan kartu soal dan jawaban dengan tepat. Guru memberikan apresiasi sehingga pembelajaran terasa menyenangkan dan meningkatkan kepercayaan diri peserta didik.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ):

    1. Peserta didik mengenal perkalian sebagai penjumlahan berulang.

    2. Peserta didik menghubungkan perkalian dengan kelompok benda yang memiliki jumlah sama.

    3. Peserta didik memahami fakta perkalian dasar melalui tabel perkalian.

    4. Peserta didik menentukan hasil perkalian bilangan cacah menggunakan strategi yang sesuai.

    5. Peserta didik melakukan perkalian dengan bilangan yang menghasilkan nilai sampai 1.000.


    Materi Matematika :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, tanya jawab, latihan mandiri.  

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    QS. Al-Baqarah Ayat 261
    Ayat ini mengumpamakan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. 
    Makna Matematis: Menggambarkan pelipatgandaan pahala secara eksponensial (menjadi 700 kali lipat atau bahkan lebih bagi siapa yang Allah kehendaki). 

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 



    1. Pengertian Perkalian

    Perkalian adalah penjumlahan berulang dari bilangan yang sama.

    Contoh:

    3 × 5

    artinya 5 dijumlahkan sebanyak 3 kali.

    5 + 5 + 5 = 15

    Jadi:

    3 × 5 = 15

    2. Perkalian Menggunakan Kelompok Benda

    Misalnya terdapat 4 kelompok. Setiap kelompok berisi 3 bola.

    3 + 3 + 3 + 3 = 12

    Maka:

    4 × 3 = 12

    3. Perkalian Bilangan Cacah

    Contoh:

    25 × 4 = ...

    25 + 25 + 25 + 25 = 100

    Jadi:

    25 × 4 = 100

    Contoh lainnya:

    125 × 4 = 500

    Jadi, 125 × 4 = 500.

    Sifat-sifat perkalian

    a. Perkalian dengan angka 1

    Bilangan apa pun jika dikalikan 1, hasilnya bilangan itu sendiri.

    Contoh: 7 x 1 = 7

    b. Perkalian dengan angka 0

    Bilangan apa pun jika dikalikan 0, hasilnya 0.

    Contoh: 25 x 0 = 0

    c. Sifat pertukaran (komutatif)

    Urutan bilangan yang dikalikan dapat ditukar tanpa mengubah hasilnya.

    Contoh:

    3 x 5 = 15 
    5 x 3 = 15 

    Perkalian bilangan satu angka dengan bilangan dua angka

    Contoh: 23 x 3 = ... 

    Cara pertama: Menguraikan bilangan.

    Bilangan 23 terdiri atas 20 dan 3.

    23 x 3 = (20 x 3 ) + (3 x 3)
    =60+9=69

    Jadi, (23 x 3=69).


    Latihan Soal !

    1. 12 x 15 = ...
    2. 32 x 11 = ...
    3. 25 x 12 = ...
    4. 20 x 15 = ...
    5. 27 x 14 = ...


    Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 


    Selasa, 20 Oktober 2026 : Bahasa Indonesia

     Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : Bahasa Indonesia

    Hari, Tanggal              :  Selasa, 20 Oktober 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                           : Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif  

    Pertemuan Ke             : 1

    Capaian Pembelajaran : 

    Peserta didik mampu memahami informasi dari teks lisan, tulisan, dan visual serta menggunakan kosakata dan kaidah kebahasaan untuk menyampaikan gagasan secara lisan dan tertulis dengan jelas sesuai konteks. Dalam pembelajaran ini, peserta didik diarahkan untuk memahami perbedaan kalimat aktif dan kalimat pasif serta menggunakannya dalam kalimat sederhana yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

    Tujuan Pembelajaran (TP ): 

    • Menjelaskan pengertian kalimat aktif dan kalimat pasif dengan benar.
    • Mengidentifikasi ciri-ciri kalimat aktif dan kalimat pasif.
    • Membedakan kalimat aktif dan kalimat pasif dalam teks sederhana.
    • Mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif dan sebaliknya dengan tepat.

    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati setiap kalimat Subjek / kata kerja dengan teliti dan menentukan apakah kalimat tersebut kedalam kalimat aktif atau pasif. 
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat embuat kalimat berdasarkan pengalaman, seperti membantu orang tua, piket kelas, membaca buku, dan merawat tanaman.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat bermain kartu Ajaib aktif-pasif,  Setiap kelompok mengambil satu kartu kalimat dan mengubahnya menjadi bentuk lain.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): 

    1. Memahami pengertian kalimat aktif dan pasif

    2. Mengenali ciri-ciri kalimat aktif dan pasif

    3. Membedakan kalimat aktif dan pasif

    4. Mengubah kalimat aktif menjadi pasif dan sebaliknya

    5. Menulis kalimat aktif dan pasif berdasarkan pengalaman sehari-hari


    Materi Bahasa Indonesia :

    Model / Metode Pembelajaran : Problem Based Learning (PBL)

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Tanya jawab, diskusi, demonstrasi, penugasan, dan permainan bahasa. 

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.

    Contoh Kalimat Pasif (Fi'il Majhul) dalam Al-Qur'an
    • QS. Al-Baqarah (2:183):
      يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامَ...
      • Kata pasif: Kutiba (كُتِبَ - diwajibkan).
      • Makna/Hikmah: Menggunakan bentuk pasif untuk menunjukkan keagungan perintah atau kasih sayang Allah (rahmah), di mana fokusnya adalah kewajiban puasa itu sendiri bagi hamba, tanpa harus mengekspresikan pelakunya secara langsung di awal kata kerja tersebut.

    Video Pembelajaran : 


    Materi Pembelajaran

    1. Pengertian Kalimat Aktif

    Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu tindakan atau pekerjaan.

    Ciri-ciri kalimat aktif:

    • Subjek melakukan tindakan.

    • Umumnya menggunakan kata kerja berawalan me- atau ber-.

    • Menjelaskan siapa yang melakukan pekerjaan.

    Contoh:

    • Ibu memasak sayur.

    • Rani menyapu halaman.

    • Adik membaca buku.

    • Ayah mencuci mobil.

    2. Pengertian Kalimat Pasif

    Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai atau menerima suatu tindakan.

    Ciri-ciri kalimat pasif:

    • Subjek menerima tindakan.

    • Sering menggunakan kata kerja berawalan di- atau ter-.

    • Menekankan benda atau orang yang dikenai tindakan.

    Contoh:

    • Sayur dimasak oleh Ibu.

    • Halaman disapu oleh Rani.

    • Buku dibaca oleh Adik.

    • Mobil dicuci oleh Ayah.

    3. Perbedaan Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif

    Kalimat Aktif

    Kalimat Pasif

    Siti menulis surat.

    Surat ditulis oleh Siti.

    Budi menendang bola.

    Bola ditendang oleh Budi.

    Ibu menggoreng ikan.

    Ikan digoreng oleh Ibu.

    Kakak menyiram tanaman.

    Tanaman disiram oleh Kakak.

    Dika membersihkan meja.

    Meja dibersihkan oleh Dika.

    Ingat! Pada kalimat aktif, subjek melakukan tindakan. Pada kalimat pasif, subjek dikenai tindakan. Kata di- sebagai awalan kata kerja ditulis serangkai, misalnya ditulis dan dibaca. Kata depan di ditulis terpisah, misalnya di kelas dan di halaman.


    Latihan Soal

    A. Tentukan apakah kalimat berikut termasuk kalimat aktif atau pasif!

    1. Ibu memasak nasi di dapur.

    2. Bola ditendang oleh Beni.

    3. Kakak membaca buku cerita.

    4. Tanaman disiram oleh Siti.

    5. Ayah mencuci sepeda.

    B. Ubahlah kalimat berikut!

    1. Rina menulis surat. Ubahlah menjadi kalimat pasif.

    2. Buku dibaca oleh Andi. Ubahlah menjadi kalimat aktif.

    3. Ibu menggoreng ikan. Ubahlah menjadi kalimat pasif.

    4. Pintu dibuka oleh Kakak. Ubahlah menjadi kalimat aktif.

    5. Dodi membersihkan papan tulis. Ubahlah menjadi kalimat pasif.

    Kunci Jawaban

    1. Aktif.

    2. Pasif.

    3. Aktif.

    4. Pasif.

    5. Aktif.

    6. Surat ditulis oleh Rina.

    7. Andi membaca buku.

    8. Ikan digoreng oleh Ibu.

    9. Kakak membuka pintu.

    10. Papan tulis dibersihkan oleh Dodi.




    Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 


    Minggu, 18 Oktober 2026

    Senin, 19 Oktober 2026 : Bahasa Indonesia

     Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : Bahasa Indonesia

    Hari, Tanggal              :  Senin, 19 Oktober 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                           : Hebatnya Profesi di Sekitarku 

    Pertemuan Ke             : 2

    Capaian Pembelajaran : 

    Pada akhir Fase B, peserta didik mampu memahami dan menyampaikan informasi dari teks lisan, tulisan, visual, dan audiovisual sederhana. Peserta didik mampu membaca dan memahami informasi tersurat dari teks yang sesuai dengan tujuan komunikasi serta menyampaikan kembali informasi dengan bahasa yang jelas, santun, dan sesuai konteks.

    Tujuan Pembelajaran (TP ): 

  • Menjelaskan pengertian profesi dengan bahasa sederhana.
  • Mengidentifikasi berbagai jenis profesi yang ada di lingkungan sekitar.
  • Menemukan informasi penting dari teks tentang profesi.
  • Menjelaskan tugas dan manfaat beberapa profesi bagi masyarakat.
  • Menyampaikan informasi tentang suatu profesi secara lisan dengan percaya diri.
  • Menunjukkan sikap menghargai setiap profesi yang ada di masyarakat.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat belajar dengan fokus dan teliti saat membaca teks tentang profesi. Murid memperhatikan informasi mengenai nama profesi, tugas, tempat bekerja, dan manfaat setiap profesi.
    • Meaningful (Bermakna): Murid memahami bahwa profesi yang mereka pelajari dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mereka menyadari bahwa guru mengajar, dokter merawat orang sakit, petani menghasilkan bahan makanan, dan berbagai profesi lainnya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui permainan tebak profesi, kartu gambar profesi, diskusi kelompok, dan bermain peran sederhana sehingga pembelajaran menjadi aktif, menyenangkan, dan membuat murid berani berbicara.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): 

    1. Peserta didik mengenal pengertian profesi dan berbagai jenis profesi di lingkungan sekitar.

    2. Peserta didik membaca teks sederhana tentang suatu profesi dengan memperhatikan informasi penting.

    3. Peserta didik mengidentifikasi nama profesi, tugas, tempat bekerja, dan manfaat profesi berdasarkan teks.

    4. Peserta didik berdiskusi untuk menghubungkan profesi dengan kehidupan sehari-hari.

    5. Peserta didik menyampaikan informasi tentang profesi tertentu secara lisan maupun tertulis.

    6. Peserta didik menunjukkan sikap menghargai berbagai profesi dan memahami bahwa setiap profesi memiliki peran penting.


    Materi Bahasa Indonesia :

    Model / Metode Pembelajaran : Problem Based Learning (PBL)

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Proyektor 

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.

    1. Pengertian Profesi

    Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan seseorang dengan keterampilan, pengetahuan, dan tanggung jawab tertentu.

    2. Contoh Profesi

    ProfesiTugas
    GuruMengajar dan membimbing siswa
    DokterMemeriksa dan membantu mengobati orang sakit
    PetaniMenanam dan merawat tanaman
    PolisiMenjaga keamanan dan ketertiban
    PedagangMenjual barang kepada pembeli
    Pemadam kebakaranMemadamkan kebakaran dan membantu dalam keadaan darurat
    NelayanMenangkap ikan dan hasil laut
    KokiMenyiapkan dan memasak makanan

    3. Menghargai Profesi

    Kita dapat menghargai profesi orang lain dengan:

    • berbicara dengan sopan;
    • tidak meremehkan pekerjaan orang lain;
    • mengucapkan terima kasih;
    • menghargai usaha dan kerja keras mereka;
    • menjaga sikap saat menggunakan jasa mereka.

    Guru memberikan teks berikut.

    “Profesi di Sekitarku”

    Di sekitar kita terdapat banyak orang dengan berbagai profesi. Ada guru yang mengajarkan ilmu kepada siswa. Ada dokter yang membantu merawat orang sakit. Petani bekerja menanam dan merawat tanaman agar menghasilkan bahan makanan. Polisi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Pedagang menyediakan berbagai barang yang dibutuhkan oleh masyarakat.

    Setiap profesi memiliki tugas yang berbeda. Meskipun berbeda, semua profesi dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, kita harus menghargai setiap pekerjaan yang dilakukan dengan baik dan bertanggung jawab.

    Tahap 3: Menemukan Informasi

    Peserta didik menjawab pertanyaan berdasarkan teks:

    1. Siapa yang mengajarkan ilmu kepada siswa?
    2. Apa tugas dokter?
    3. Apa yang dilakukan petani?
    4. Apa tugas polisi?
    5. Mengapa kita harus menghargai setiap profesi?


    Refleksi / Kesimpulan : 

    Peserta didik memahami bahwa profesi adalah pekerjaan yang dilakukan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidup dan memberikan manfaat bagi orang lain. Setiap profesi memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda, seperti guru yang mengajar, dokter yang merawat orang sakit, polisi yang menjaga keamanan, petani yang menghasilkan bahan pangan, serta pemadam kebakaran yang memadamkan api. Setiap profesi memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, kita harus menghargai semua profesi, bersikap sopan kepada orang yang bekerja, dan tidak merendahkan pekerjaan orang lain.

    Senin, 19 Oktober 2026 : Matematika

     Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : Matematika

    Hari, Tanggal              :  Senin, 19 Oktober 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                          : Perkalian Bilangan Cacah sampai 1.000

    Pertemuan Ke             : 3

    Capaian Pembelajaran : 

    Pada akhir Fase B, peserta didik mampu memahami dan melakukan operasi hitung bilangan cacah, termasuk perkalian, menggunakan berbagai strategi dan representasi. Peserta didik mampu menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan operasi perkalian serta menjelaskan proses dan hasil perhitungannya.

    Tujuan Pembelajaran (TP ): 

  • Menjelaskan pengertian perkalian sebagai penjumlahan berulang.
  • Menentukan hasil perkalian bilangan cacah dengan tepat.
  • Menggunakan berbagai strategi untuk menyelesaikan perkalian.
  • Menyelesaikan perkalian bilangan cacah sampai 1.000 dengan teknik yang tepat.
  • Menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan perkalian dalam kehidupan sehari-hari.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat belajar dengan fokus dan teliti dalam memahami perkalian sebagai penjumlahan berulang. Peserta didik memperhatikan setiap angka, tanda operasi, dan langkah perhitungan agar memperoleh jawaban yang tepat.
    • Meaningful (Bermakna): murid dapat memahami bahwa perkalian digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menghitung jumlah buku dalam beberapa rak, jumlah pensil dalam beberapa kotak, jumlah buah dalam beberapa keranjang, atau jumlah siswa dalam beberapa kelompok.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui permainan kartu perkalian, menyusun benda konkret, bekerja dalam kelompok, serta berlomba menemukan pasangan kartu soal dan jawaban dengan tepat. Guru memberikan apresiasi sehingga pembelajaran terasa menyenangkan dan meningkatkan kepercayaan diri peserta didik.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ):

    1. Peserta didik mengenal perkalian sebagai penjumlahan berulang.

    2. Peserta didik menghubungkan perkalian dengan kelompok benda yang memiliki jumlah sama.

    3. Peserta didik memahami fakta perkalian dasar melalui tabel perkalian.

    4. Peserta didik menentukan hasil perkalian bilangan cacah menggunakan strategi yang sesuai.

    5. Peserta didik melakukan perkalian dengan bilangan yang menghasilkan nilai sampai 1.000.


    Materi Matematika :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, tanya jawab, latihan mandiri.  

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    QS. Al-Baqarah Ayat 261
    Ayat ini mengumpamakan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. 
    Makna Matematis: Menggambarkan pelipatgandaan pahala secara eksponensial (menjadi 700 kali lipat atau bahkan lebih bagi siapa yang Allah kehendaki). 

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 



    1. Pengertian Perkalian

    Perkalian adalah penjumlahan berulang dari bilangan yang sama.

    Contoh:

    3 × 5

    artinya 5 dijumlahkan sebanyak 3 kali.

    5 + 5 + 5 = 15

    Jadi:

    3 × 5 = 15

    2. Perkalian Menggunakan Kelompok Benda

    Misalnya terdapat 4 kelompok. Setiap kelompok berisi 3 bola.

    3 + 3 + 3 + 3 = 12

    Maka:

    4 × 3 = 12

    3. Perkalian Bilangan Cacah

    Contoh:

    25 × 4 = ...

    25 + 25 + 25 + 25 = 100

    Jadi:

    25 × 4 = 100

    Contoh lainnya:

    125 × 4 = 500

    Jadi, 125 × 4 = 500.

    Sifat-sifat perkalian

    a. Perkalian dengan angka 1

    Bilangan apa pun jika dikalikan 1, hasilnya bilangan itu sendiri.

    Contoh: 7 x 1 = 7

    b. Perkalian dengan angka 0

    Bilangan apa pun jika dikalikan 0, hasilnya 0.

    Contoh: 25 x 0 = 0

    c. Sifat pertukaran (komutatif)

    Urutan bilangan yang dikalikan dapat ditukar tanpa mengubah hasilnya.

    Contoh:

    3 x 5 = 15 
    5 x 3 = 15 

    Perkalian bilangan satu angka dengan bilangan dua angka

    Contoh: 23 x 3 = ... 

    Cara pertama: Menguraikan bilangan.

    Bilangan 23 terdiri atas 20 dan 3.

    23 x 3 = (20 x 3 ) + (3 x 3)
    =60+9=69

    Jadi, (23 x 3=69).



    Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 

    Pada pembelajaran hari ini, peserta didik memahami bahwa perkalian merupakan penjumlahan berulang dari bilangan yang sama. Peserta didik dapat menentukan hasil perkalian bilangan cacah dengan bilangan dua angka menggunakan cara yang tepat, seperti penjumlahan berulang, pengelompokan benda, dan cara bersusun sederhana.

    Melalui latihan soal dan contoh dalam kehidupan sehari-hari, peserta didik diharapkan mampu menyelesaikan soal perkalian dengan teliti, mandiri, dan percaya diri. Peserta didik juga dapat menerapkan konsep perkalian dalam kegiatan sehari-hari, seperti menghitung jumlah buku, pensil, atau benda lainnya yang tersusun dalam beberapa kelompok.

    Pesan pembelajaran: Dengan memahami perkalian, kita dapat menghitung jumlah benda dengan lebih mudah, cepat, dan tepat.

    Kamis, 15 Oktober 2026

    Jumat, 16 Oktober 2026 : IPAS

     Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : IPAS

    Hari, Tanggal              :  Jumat, 16 Oktober 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                           : Perubahan Bentuk Energi dalam Kehidupan sehari-hari

    Pertemuan Ke             : 1

    Capaian Pembelajaran : 

    Peserta didik mampu mengenali berbagai bentuk energi yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, mengidentifikasi sumber energi dan perubahan bentuk energi pada benda di sekitarnya, serta melakukan pengamatan dan eksperimen sederhana untuk memahami proses perubahan energi. Peserta didik mampu menyampaikan hasil pengamatan secara lisan maupun tertulis dan menunjukkan sikap ingin tahu, teliti, serta bertanggung jawab dalam menggunakan energi.

    Tujuan Pembelajaran (TP ):

    • Menjelaskan pengertian energi dengan bahasa sederhana secara tepat.
    • Mengidentifikasi berbagai bentuk energi, seperti energi panas, cahaya, bunyi, gerak, dan listrik.
    • Menjelaskan contoh perubahan bentuk energi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
    • Mengidentifikasi perubahan energi pada alat-alat yang digunakan di rumah dan sekolah.
    • Melakukan eksperimen sederhana tentang perubahan bentuk energi dengan mengikuti petunjuk dan aturan keselamatan.

    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat memusatkan perhatian pada materi dan menyadari perubahan energi yang terjadi di sekitarnya.
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan konsep perubahan energi dengan pengalaman sehari-hari.
    • Joyful (Menyenangkan): Guru dapat menunjukkan gambar radio, lalu peserta didik menyebutkan perubahan energi yang terjadi.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): 

    1. Peserta didik mengenal pengertian energi dan manfaatnya.

    2. Peserta didik mengidentifikasi bentuk-bentuk energi.

    3. Peserta didik menjelaskan proses perubahan bentuk energi.

    4. Peserta didik melakukan eksperimen sederhana.


    Materi IPAS :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, Diskusi  

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.

    QS. An-Nahl ayat 10

    هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً

    Huwal-lażī anzala minas-samā’i mā’an.

    Artinya: “Dialah yang telah menurunkan air dari langit untuk kamu ....”

    Hubungan dengan materi IPAS:

    • Air sangat penting bagi kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan.

    • Air yang mengalir dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin pada pembangkit listrik tenaga air.

    • Ayat ini mengajak peserta didik mensyukuri air sebagai karunia Allah Swt.

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 



    1. Pengertian Energi

    Energi adalah kemampuan untuk melakukan kegiatan atau menyebabkan perubahan. Kita membutuhkan energi untuk bergerak, belajar, bermain, menyalakan lampu, dan menjalankan berbagai alat.

    Contoh sumber energi di sekitar kita adalah matahari, makanan, baterai, dan listrik.


    2. Macam-Macam Bentuk Energi

    Unsupported client – Canva

    a. Energi panas

    Energi yang dapat membuat benda menjadi hangat atau meningkatkan suhunya.

    Contoh: panas matahari dan panas dari setrika.

    Relacionar Columnas: Match the Phrasal Verbs to the Correct Images.

    b. Energi cahaya

    Energi yang membantu kita melihat benda.

    Contoh: cahaya matahari dan cahaya lampu.

    Bambino Con Tamburo Vettoriali, Illustrazioni e Clipart

    c. Energi bunyi

    Energi yang dihasilkan oleh benda yang bergetar dan dapat didengar oleh telinga.

    Contoh: bunyi bel, gitar, dan drum.

    ¿Cuál es la principal diferencia entre rodar y girar para niños? - Giggle Academy Blog

    d. Energi gerak

    Energi yang dimiliki benda karena bergerak.

    Contoh: bola menggelinding, sepeda berjalan, dan kipas berputar.

    Bóng đèn sáng nhờ dòng điện | Khám phá - Khoa học & Công nghệ

    e. Energi listrik

    Energi yang digunakan untuk menjalankan berbagai peralatan listrik.

    Contoh: televisi, lampu, dan kipas angin.

    3. Proses Perubahan Bentuk Energi

    Perubahan bentuk energi adalah proses berubahnya energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Perubahan energi sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

    1Lampu menyalaEnergi listrik menjadi energi cahaya dan panas
    2Kipas anginEnergi listrik menjadi energi gerak dan bunyi
    3Setrika listrikEnergi listrik menjadi energi panas
    4RadioEnergi listrik menjadi energi bunyi
    5Panel suryaEnergi cahaya matahari menjadi energi listrik
    6Tubuh saat berlariEnergi kimia dari makanan menjadi energi gerak dan panas
    7Buah jatuh dari pohonEnergi potensial gravitasi menjadi energi gerak
    8Baterai pada senterEnergi kimia menjadi energi listrik, lalu menjadi energi cahaya dan panas


    Mengapa Energi Dapat Berubah?

    Energi dapat berubah bentuk ketika suatu benda atau alat bekerja. Misalnya, kipas angin menggunakan energi listrik untuk memutar baling-baling. Energi listrik berubah menjadi energi gerak, disertai sedikit bunyi dan panas.

    Energi tidak selalu hilang ketika berubah bentuk. Energi dapat berpindah atau berubah bentuk, meskipun sebagian energi dapat tersebar ke lingkungan sebagai panas atau bunyi.

    Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 


    Cari Blog Ini

    Diberdayakan oleh Blogger.

    Selasa, 20 Oktober 2026 : Matematika

       Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd. Mata Pelajaran           : Matematika Hari, Tanggal              :  Selasa, 20 Okto...

     

    Risky Melina Sari Template by Ipietoon Cute Blog Design