Minggu, 13 September 2026

Senin, 14 September 2026 : Postingan 3 Matematika

Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

Mata Pelajaran           : Matematika

Hari, Tanggal              :  Senin, 14 September 2026

Fase / Kelas                 : B / 3C

 Materi                           : Pengurangan Bilangan Cacah dengan tanpa Menyimpan

Pertemuan Ke             : 2

Capaian Pembelajaran : 

Peserta didik mampu memahami, membaca, menulis, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 10.000 dengan menggunakan strategi dan prosedur yang tepat dalam menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran (TP ): 

  • Menjelaskan konsep pengurangan bilangan cacah sampai 1.000.
  • Menentukan nilai tempat satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan.
  • Melakukan pengurangan dengan teknik tanpa menyimpan menggunakan susun pendek.
  • Melakukan penjumlahan dengan teknik tanpa menyimpan menggunakan susun panjang.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat memusatkan perhatian pada angka yang diberikan guru. Guru mengajak siswa mengamati nilai tempat satuan, puluhan, dan ratusan sebelum menghitung.
    • Meaningful (Bermakna): Guru menghubungkan penjumlahan dengan kehidupan sehari-hari, misalnya menghitung jumlah pensil, buku, buah, atau uang mainan. Siswa menyelesaikan masalah seperti: “Di perpustakaan terdapat 235 buku. Kemudian dipinjam 125 buku baru. Berapa sisa buku sekarang?”
    • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat mengambil dua kartu bilangan, kemudian menjumlahkannya menggunakan blok nilai tempat atau papan nilai tempat. Kelompok yang dapat menjelaskan cara menghitung dengan benar mendapat apresiasi.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): Peserta didik memahami konsep pengurangan sebagai kegiatan menggabungkan dua kelompok bilangan dan melakukan pengurangan tanpa teknik menyimpan. 


    Materi Matematika :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, tanya jawab, latihan mandiri.  

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    Q.S. Al-Kahfi ayat 25 adalah ayat Al-Qur'an yang sering dikaitkan dengan konsep penjumlahan bilangan (300 + 9 = 309 tahun), sementara bilangan 1000 sendiri berkaitan dengan operasi pengurangan dalam Q.S. Al-'Ankabut ayat 14 (1000 - 50 = 950 tahun usia Nabi Nuh) atau bilangan ribuan dalam konteks waktu seperti pada Q.S. Al-Hajj ayat 47 atau Q.S. As-Sajadah ayat 5 (1000 tahun menurut perhitungan manusia)

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 


    Pengertian Pengurangan

    Pengurangan adalah proses mengambil atau mengurangi sebagian nilai dari suatu bilangan. Saat melakukan pengurangan tanpa teknik meminjam, nilai angka pada setiap tempat (satuan, puluhan, ratusan) di bilangan pertama selalu lebih besar atau sama dengan nilai angka di tempat yang sama pada bilangan kedua.

    1. Pengertian Pengurangan

    Pengurangan adalah operasi hitung untuk mengambil sebagian dari suatu jumlah sehingga diperoleh jumlah yang lebih sedikit.

    Simbol pengurangan adalah .

    Contoh:

    456 − 123 = 333

    Artinya, dari 456 diambil 123, sehingga tersisa 333.

    Pengurangan Tanpa Menyimpan

    Pengurangan tanpa menyimpan dilakukan apabila angka yang dikurangi pada setiap nilai tempat lebih besar atau sama dengan angka pengurang.

    Contoh:

    586 − 243

    • Satuan: 6 − 3 = 3
    • Puluhan: 8 − 4 = 4
    • Ratusan: 5 − 2 = 3

    Jadi:

    586 − 243 = 343

    Teknik Susun Pendek

    Langkah-langkah:

    1. Tuliskan bilangan secara bersusun sesuai nilai tempat.
    2. Satuan diletakkan di bawah satuan.
    3. Puluhan diletakkan di bawah puluhan.
    4. Ratusan diletakkan di bawah ratusan.
    5. Kurangkan mulai dari satuan, kemudian puluhan, lalu ratusan.

    Contoh 1

    Hitunglah:

    675 − 234 = ...

    Susun pendek:

      675
    - 234
    -----
      441

    Langkah:

    • Satuan: 5 − 4 = 1
    • Puluhan: 7 − 3 = 4
    • Ratusan: 6 − 2 = 4

    Jadi:

    675 − 234 = 441

    Teknik Susun Panjang

    Teknik susun panjang dilakukan dengan menguraikan bilangan berdasarkan nilai tempatnya.

    Contoh:

    675 − 234

    Bilangan 675 diuraikan:

    675 = 600 + 70 + 5

    Bilangan 234 diuraikan:

    234 = 200 + 30 + 4

    Kemudian kurangkan:

    675 − 234
    = (600 + 70 + 5) − (200 + 30 + 4)
    = (600 − 200) + (70 − 30) + (5 − 4)
    = 400 + 40 + 1
    = 441

    Jadi:

    675 − 234 = 441


    Latihan Soal

    Hitunglah hasil pengurangan berikut secara bersusun pendek!

    1. 365 - 124 = ...

    2. 589 - 247 = ...

    3. 746 - 413 = ...

    4. 892 - 560 = ...

    5. 975 - 352 = ...




    Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 

     

    Senin, 14 September 2026 : Postingan 2 Seni Rupa

     Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : Seni Rupa

    Hari, Tanggal              :  Senin, 14 September 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                           : Gambar Cerita

    Pertemuan Ke             : 1

    Capaian Pembelajaran : 

    Peserta didik menerapkan pengalamannya sebagai sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik mampu mengenali karakteristik khusus suatu alat dan bahan dasar yang tersedia di lingkungan sekitar, kemudian secara mandiri mnggunakan alat dan bahan tersebut. Peserta didik memberikan respon terhadap kejadian sehari-hari dan keadaan lingkungan sekitar melalui karya seni rupa yang memberi dampak positif bagi dirinya dan lingkungan terkecilnya. 

    Tujuan Pembelajaran (TP ): Menjelaskan pengertian gambar cerita, menyebutkan fungsi gambar cerita, menyebutkan ciri-ciri gambar cerita, jenis-jenis dan alat bahan dalam menggambar secara kreatif. 

    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati gambar dengan tenang dan fokus, memperhatikan tokoh, objek, warna, dan kejadian sebelum memberikan pendapat.
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari, kemudian menjadikan pengalaman tersebut sebagai ide gambar cerita.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat menggambar dengan bebas, memilih warna dan tema, melakukan permainan "Tebak Ceritaku", serta memberikan apresiasi terhadap karya teman.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): Peserta didik dapat menjelaskan pengertian gambar cerita, menyebutkan fungsi gambar cerita, menyebutkan ciri-ciri gambar cerita, jenis-jenis dan alat bahan dalam menggambar secara kreatif. 


    Materi Seni Rupa :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, tanya jawab, latihan mandiri.  

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    Surat Yusuf ayat 111:
    "Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. (Al-Quran) itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 



    1. Pengertian Gambar Cerita

    Gambar cerita adalah gambar yang digunakan untuk menceritakan suatu kejadian, pengalaman, atau cerita sehingga orang yang melihatnya dapat memahami isi cerita melalui gambar.

    Gambar cerita dapat terdiri atas satu gambar atau beberapa gambar yang disusun secara berurutan.

    Contoh:

    Cerita tentang menanam bunga dapat dibuat menjadi beberapa gambar:

    Gambar 1: Anak menyiapkan tanah.
    Gambar 2: Anak menanam biji.
    Gambar 3: Anak menyiram tanaman.
    Gambar 4: Bunga tumbuh dan mekar.

    Dengan melihat gambar tersebut, orang dapat memahami urutan kejadian dalam cerita.

    2. Fungsi Gambar Cerita

    Gambar cerita memiliki beberapa fungsi, yaitu:

    1. Menyampaikan cerita
      Gambar membantu menyampaikan isi sebuah cerita.
    2. Memperjelas isi cerita
      Pembaca lebih mudah memahami kejadian yang terdapat dalam cerita.
    3. Menarik perhatian
      Gambar yang menarik membuat orang lebih tertarik membaca atau melihat cerita.
    4. Mengembangkan imajinasi
      Gambar dapat membantu anak membayangkan tokoh, tempat, dan kejadian dalam cerita.
    5. Sebagai media komunikasi
      Gambar dapat menyampaikan pesan tanpa harus menggunakan banyak kata.

    3. Ciri-Ciri Gambar Cerita

    Gambar cerita memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

    • Menggambarkan suatu kejadian atau cerita.
    • Memiliki tokoh atau objek yang dapat diamati.
    • Menampilkan latar tempat atau suasana.
    • Gambar dapat menunjukkan urutan kejadian.
    • Memiliki pesan atau makna tertentu.
    • Menggunakan garis, bentuk, warna, dan komposisi yang sesuai.
    • Dapat dibuat dengan berbagai alat dan bahan.

    4. Jenis-Jenis Gambar Cerita

    a. Komik

    Komik adalah gambar cerita yang terdiri atas beberapa gambar atau panel yang disusun berurutan. Biasanya dilengkapi percakapan atau teks.

    Contoh: komik tentang persahabatan.

    b. Ilustrasi

    Ilustrasi adalah gambar yang digunakan untuk memperjelas atau menghias suatu cerita atau tulisan.

    Contoh: gambar anak sedang membaca buku pada halaman cerita.

    c. Kartun

    Kartun merupakan gambar dengan bentuk yang sederhana dan menarik. Tokohnya dapat berupa manusia, hewan, atau benda yang dibuat seperti memiliki sifat manusia.

    Contoh: gambar hewan yang sedang berbicara.

    d. Gambar Berseri

    Gambar berseri adalah beberapa gambar yang menggambarkan kejadian secara berurutan.

    Contoh: gambar berseri tentang kegiatan dari bangun tidur sampai berangkat sekolah.

    5. Alat dan Bahan Membuat Gambar Cerita

    Alat:

    • Pensil
    • Penghapus
    • Penggaris
    • Pensil warna
    • Krayon
    • Spidol
    • Kuas

    Bahan:

    • Kertas gambar
    • Buku gambar
    • Kertas karton
    • Cat air
    • Cat poster

    Peserta didik dapat memilih alat dan bahan sesuai dengan gambar yang akan dibuat.


    Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 



    Senin, 14 September 2026 : Postingan 1 Pendidikan Pancasila

     Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : Pendidikan Pancasila 

    Hari, Tanggal              :  Senin, 14 September 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                           : Bangga Menjadi Anak Indonesia dan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Persatuan

    Pertemuan Ke             : 2 (Menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan) 

    Capaian Pembelajaran : 

    Peserta didik mampu mengenal dan menunjukkan sikap bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia serta memahami pentingnya Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Peserta didik mampu menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dalam berkomunikasi dengan teman, guru, keluarga, dan masyarakat yang memiliki latar belakang daerah dan bahasa yang berbeda.

    Tujuan Pembelajaran (TP ): 


  • Menjelaskan arti bangga menjadi anak Indonesia.
  • Menyebutkan contoh keberagaman bahasa daerah di Indonesia.
  • Menjelaskan fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
  • Menunjukkan sikap bangga menggunakan Bahasa Indonesia.
  • Menggunakan Bahasa Indonesia untuk berkomunikasi dengan teman yang berbeda daerah.
  • Menghargai teman yang menggunakan bahasa daerah yang berbeda.
  • Menunjukkan perilaku yang mencerminkan persatuan dalam kehidupan sehari-hari.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyadari bahwa Bahasa Indonesia membantu mereka berkomunikasi dengan teman yang memiliki latar belakang berbeda.
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menyimpulkan bahwa Bahasa Indonesia menjadi bahasa bersama yang membantu mereka berkomunikasi dan menjaga persatuan.
    • Joyful (Menyenangkan): Guru menyiapkan beberapa kartu berisi nama daerah dan bahasa daerah. Murid dapat mengambil kartu secara bergantian dan menyebutkan informasi yang diketahui.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): 

    1.Peserta didik mengenal Indonesia sebagai negara yang memiliki banyak suku, budaya, dan bahasa daerah.
    2.Peserta didik mengidentifikasi berbagai bahasa daerah yang ada di Indonesia.
    3.Peserta didik memahami bahwa keberagaman bahasa merupakan kekayaan bangsa Indonesia.
    4.Peserta didik memahami kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
    5.Peserta didik mengidentifikasi contoh penggunaan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.
    6.Peserta didik menunjukkan sikap bangga menggunakan Bahasa Indonesia.
    7.Peserta didik mempraktikkan penggunaan Bahasa Indonesia untuk berkomunikasi dengan teman yang berbeda daerah.

    Materi Pendidikan Pancasila :

    Model / Metode Pembelajaran : Problem Based Learning (PBL) 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Menampilkan gambar contoh perilaku persatuan, toleransi, dan keadilan.


    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    Karakter Persatuan dan Toleransi: QS. Al-Hujurat Ayat 13
    Ayat ini merupakan landasan utama dalam kurikulum pendidikan Islam untuk mengajarkan persatuan di tengah keberagaman (multikulturalisme) serta toleransi antarmanusia.
    Karakter Keadilan: QS. Al-Ma'idah Ayat 8
    Ayat ini mengajarkan konsep keadilan yang mutlak, di mana menegakkan keadilan adalah kewajiban moral yang tidak boleh goyah sedikit pun, bahkan terhadap orang atau kelompok yang tidak disukai.

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 


    PENJABARAN MATERI

    1. Aku Bangga Menjadi Anak Indonesia
    Indonesia adalah negara yang memiliki banyak suku, agama, budaya, adat istiadat, makanan khas, pakaian tradisional, dan bahasa daerah.
    Walaupun memiliki banyak perbedaan, kita tetap merupakan satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia.
    Sebagai anak Indonesia, kita harus merasa bangga terhadap bangsa dan negara kita.
    Contoh sikap bangga menjadi anak Indonesia:

    • Menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik.
    • Menghormati bendera Merah Putih.
    • Menyanyikan lagu kebangsaan dengan sikap yang baik.
    • Menjaga persatuan dan kerukunan.
    • Menghargai budaya daerah lain.
    • Menyukai dan melestarikan budaya Indonesia.
    • Menjaga kebersihan lingkungan.
    • Berteman dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan suku dan daerah.
    Contoh:
    Rani berasal dari Lampung, sedangkan Siti berasal dari Jawa. Mereka memiliki bahasa daerah yang berbeda. Ketika bermain bersama di sekolah, mereka menggunakan Bahasa Indonesia agar dapat saling memahami.
    Sikap tersebut menunjukkan bahwa mereka bangga menjadi anak Indonesia dan menjaga persatuan.

    2. Indonesia Memiliki Banyak Bahasa Daerah

    Indonesia memiliki masyarakat yang berasal dari berbagai daerah. Setiap daerah memiliki bahasa yang digunakan oleh masyarakatnya.

    Contohnya:

    DaerahContoh Bahasa Daerah
    JawaBahasa Jawa
    SundaBahasa Sunda
    BaliBahasa Bali
    LampungBahasa Lampung
    Sumatra BaratBahasa Minangkabau
    Sulawesi SelatanBahasa Bugis
    KalimantanBahasa Banjar

    Bahasa daerah merupakan kekayaan budaya Indonesia. Oleh karena itu, kita harus menghargai dan melestarikannya.

    Namun, karena setiap daerah dapat memiliki bahasa yang berbeda, kita membutuhkan bahasa yang dapat digunakan bersama.

    Bahasa tersebut adalah Bahasa Indonesia.

    3. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Persatuan

    Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia.

    Bahasa Indonesia membantu masyarakat dari berbagai daerah untuk berkomunikasi dan saling memahami.

    Misalnya:

    Edo berasal dari Papua.
    Budi berasal dari Jawa.
    Made berasal dari Bali.

    Mereka mungkin memiliki bahasa daerah yang berbeda. Ketika bertemu di sekolah, mereka dapat menggunakan Bahasa Indonesia untuk berbicara bersama.

    Dengan demikian, Bahasa Indonesia membantu menciptakan persatuan dan kesatuan.

    Ingat!

    Berbeda bahasa daerah, tetap satu Bahasa Indonesia.

    4. Mengapa Kita Harus Bangga Menggunakan Bahasa Indonesia?

    Kita harus bangga menggunakan Bahasa Indonesia karena:

    1. Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan.
    2. Bahasa Indonesia dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan orang dari berbagai daerah.
    3. Bahasa Indonesia menjadi salah satu identitas bangsa Indonesia.
    4. Bahasa Indonesia membantu menjaga persatuan.
    5. Bahasa Indonesia digunakan dalam kegiatan pendidikan dan kehidupan sehari-hari.
    5. Sikap Bangga Menggunakan Bahasa Indonesia

    Sikap bangga terhadap Bahasa Indonesia dapat ditunjukkan melalui tindakan sederhana.

    Di sekolah

    • Berbicara dengan teman menggunakan Bahasa Indonesia ketika diperlukan.
    • Menjawab pertanyaan guru dengan Bahasa Indonesia yang baik.
    • Membaca buku berbahasa Indonesia.
    • Menulis tugas menggunakan Bahasa Indonesia.
    • Tidak mengejek teman karena logat atau bahasa daerahnya.

    Di rumah

    • Berkomunikasi dengan anggota keluarga menggunakan Bahasa Indonesia sesuai kebutuhan.
    • Membaca cerita atau buku berbahasa Indonesia.
    • Membantu adik belajar Bahasa Indonesia.

    Di lingkungan masyarakat

    • Menggunakan Bahasa Indonesia ketika berbicara dengan orang dari daerah berbeda.
    • Menghargai orang yang menggunakan bahasa daerah.
    • Tidak merendahkan bahasa atau logat daerah tertentu. 
    6. Menghargai Bahasa Daerah

    Bangga menggunakan Bahasa Indonesia bukan berarti kita tidak boleh menggunakan bahasa daerah.

    Bahasa daerah juga merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

    Kita dapat menggunakan bahasa daerah ketika berada di lingkungan yang sesuai, misalnya berbicara dengan keluarga atau masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut.

    Ketika bertemu orang yang berbeda daerah dan mungkin tidak memahami bahasa daerah kita, kita dapat menggunakan Bahasa Indonesia.

    Jadi:

    Bahasa daerah memperkaya budaya Indonesia, sedangkan Bahasa Indonesia menyatukan kita sebagai bangsa Indonesia.


    Refleksi / Kesimpulan : 


    Kamis, 10 September 2026

    Jumat, 11 September 2026 : Seni Rupa

      Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : Seni Rupa

    Hari, Tanggal              :  Jumat, 11 September 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                           : Gambar Cerita

    Pertemuan Ke             : 1

    Capaian Pembelajaran : 

    Peserta didik menerapkan pengalamannya sebagai sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik mampu mengenali karakteristik khusus suatu alat dan bahan dasar yang tersedia di lingkungan sekitar, kemudian secara mandiri mnggunakan alat dan bahan tersebut. Peserta didik memberikan respon terhadap kejadian sehari-hari dan keadaan lingkungan sekitar melalui karya seni rupa yang memberi dampak positif bagi dirinya dan lingkungan terkecilnya. 

    Tujuan Pembelajaran (TP ): Menjelaskan pengertian gambar cerita, menyebutkan fungsi gambar cerita, menyebutkan ciri-ciri gambar cerita, jenis-jenis dan alat bahan dalam menggambar secara kreatif. 

    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati gambar dengan tenang dan fokus, memperhatikan tokoh, objek, warna, dan kejadian sebelum memberikan pendapat.
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari, kemudian menjadikan pengalaman tersebut sebagai ide gambar cerita.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat menggambar dengan bebas, memilih warna dan tema, melakukan permainan "Tebak Ceritaku", serta memberikan apresiasi terhadap karya teman.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): Peserta didik dapat menjelaskan pengertian gambar cerita, menyebutkan fungsi gambar cerita, menyebutkan ciri-ciri gambar cerita, jenis-jenis dan alat bahan dalam menggambar secara kreatif. 


    Materi Seni Rupa :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, tanya jawab, latihan mandiri.  

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    Surat Yusuf ayat 111:
    "Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. (Al-Quran) itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 



    1. Pengertian Gambar Cerita

    Gambar cerita adalah gambar yang digunakan untuk menceritakan suatu kejadian, pengalaman, atau cerita sehingga orang yang melihatnya dapat memahami isi cerita melalui gambar.

    Gambar cerita dapat terdiri atas satu gambar atau beberapa gambar yang disusun secara berurutan.

    Contoh:

    Cerita tentang menanam bunga dapat dibuat menjadi beberapa gambar:

    Gambar 1: Anak menyiapkan tanah.
    Gambar 2: Anak menanam biji.
    Gambar 3: Anak menyiram tanaman.
    Gambar 4: Bunga tumbuh dan mekar.

    Dengan melihat gambar tersebut, orang dapat memahami urutan kejadian dalam cerita.

    2. Fungsi Gambar Cerita

    Gambar cerita memiliki beberapa fungsi, yaitu:

    1. Menyampaikan cerita
      Gambar membantu menyampaikan isi sebuah cerita.
    2. Memperjelas isi cerita
      Pembaca lebih mudah memahami kejadian yang terdapat dalam cerita.
    3. Menarik perhatian
      Gambar yang menarik membuat orang lebih tertarik membaca atau melihat cerita.
    4. Mengembangkan imajinasi
      Gambar dapat membantu anak membayangkan tokoh, tempat, dan kejadian dalam cerita.
    5. Sebagai media komunikasi
      Gambar dapat menyampaikan pesan tanpa harus menggunakan banyak kata.

    3. Ciri-Ciri Gambar Cerita

    Gambar cerita memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

    • Menggambarkan suatu kejadian atau cerita.
    • Memiliki tokoh atau objek yang dapat diamati.
    • Menampilkan latar tempat atau suasana.
    • Gambar dapat menunjukkan urutan kejadian.
    • Memiliki pesan atau makna tertentu.
    • Menggunakan garis, bentuk, warna, dan komposisi yang sesuai.
    • Dapat dibuat dengan berbagai alat dan bahan.

    4. Jenis-Jenis Gambar Cerita

    a. Komik

    Komik adalah gambar cerita yang terdiri atas beberapa gambar atau panel yang disusun berurutan. Biasanya dilengkapi percakapan atau teks.

    Contoh: komik tentang persahabatan.

    b. Ilustrasi

    Ilustrasi adalah gambar yang digunakan untuk memperjelas atau menghias suatu cerita atau tulisan.

    Contoh: gambar anak sedang membaca buku pada halaman cerita.

    c. Kartun

    Kartun merupakan gambar dengan bentuk yang sederhana dan menarik. Tokohnya dapat berupa manusia, hewan, atau benda yang dibuat seperti memiliki sifat manusia.

    Contoh: gambar hewan yang sedang berbicara.

    d. Gambar Berseri

    Gambar berseri adalah beberapa gambar yang menggambarkan kejadian secara berurutan.

    Contoh: gambar berseri tentang kegiatan dari bangun tidur sampai berangkat sekolah.

    5. Alat dan Bahan Membuat Gambar Cerita

    Alat:

    • Pensil
    • Penghapus
    • Penggaris
    • Pensil warna
    • Krayon
    • Spidol
    • Kuas

    Bahan:

    • Kertas gambar
    • Buku gambar
    • Kertas karton
    • Cat air
    • Cat poster

    Peserta didik dapat memilih alat dan bahan sesuai dengan gambar yang akan dibuat.


    Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 



    Cari Blog Ini

    Diberdayakan oleh Blogger.

    Senin, 14 September 2026 : Postingan 3 Matematika

    Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd. Mata Pelajaran           : Matematika Hari, Tanggal              :  Senin, 14 Septembe...

     

    Risky Melina Sari Template by Ipietoon Cute Blog Design