Kamis, 17 September 2026

Jum'at, 18 September 2026 : Seni Rupa

  Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

Mata Pelajaran           : Seni Rupa

Hari, Tanggal              :  Jum'at, 18 September 2026

Fase / Kelas                 : B / 3C

 Materi                           : Gambar Cerita

Pertemuan Ke             : 2

Capaian Pembelajaran : 

Peserta didik menerapkan pengalamannya sebagai sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik mampu mengenali karakteristik khusus suatu alat dan bahan dasar yang tersedia di lingkungan sekitar, kemudian secara mandiri mnggunakan alat dan bahan tersebut. Peserta didik memberikan respon terhadap kejadian sehari-hari dan keadaan lingkungan sekitar melalui karya seni rupa yang memberi dampak positif bagi dirinya dan lingkungan terkecilnya. 

Tujuan Pembelajaran (TP ): Menjelaskan pengertian gambar cerita, menyebutkan fungsi gambar cerita, menyebutkan ciri-ciri gambar cerita, jenis-jenis dan alat bahan dalam menggambar secara kreatif. 

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati gambar dengan tenang dan fokus, memperhatikan tokoh, objek, warna, dan kejadian sebelum memberikan pendapat.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari, kemudian menjadikan pengalaman tersebut sebagai ide gambar cerita.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat menggambar dengan bebas, memilih warna dan tema, melakukan permainan "Tebak Ceritaku", serta memberikan apresiasi terhadap karya teman.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): Peserta didik dapat menjelaskan pengertian gambar cerita, menyebutkan fungsi gambar cerita, menyebutkan ciri-ciri gambar cerita, jenis-jenis dan alat bahan dalam menggambar secara kreatif. 


Materi Seni Rupa :

Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, tanya jawab, latihan mandiri.  

بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

Apa kabarnya hari ini?
Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

  • 😊 Senyum dan memberi salam.
  • 🙏 Duduk dengan rapi.
  • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
  • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
  • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
Surat Yusuf ayat 111:
"Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. (Al-Quran) itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."

Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 



1. Pengertian Gambar Cerita

Gambar cerita adalah gambar yang digunakan untuk menceritakan suatu kejadian, pengalaman, atau cerita sehingga orang yang melihatnya dapat memahami isi cerita melalui gambar.

Gambar cerita dapat terdiri atas satu gambar atau beberapa gambar yang disusun secara berurutan.

Contoh:

Cerita tentang menanam bunga dapat dibuat menjadi beberapa gambar:

Gambar 1: Anak menyiapkan tanah.
Gambar 2: Anak menanam biji.
Gambar 3: Anak menyiram tanaman.
Gambar 4: Bunga tumbuh dan mekar.

Dengan melihat gambar tersebut, orang dapat memahami urutan kejadian dalam cerita.

2. Fungsi Gambar Cerita

Gambar cerita memiliki beberapa fungsi, yaitu:

  1. Menyampaikan cerita
    Gambar membantu menyampaikan isi sebuah cerita.
  2. Memperjelas isi cerita
    Pembaca lebih mudah memahami kejadian yang terdapat dalam cerita.
  3. Menarik perhatian
    Gambar yang menarik membuat orang lebih tertarik membaca atau melihat cerita.
  4. Mengembangkan imajinasi
    Gambar dapat membantu anak membayangkan tokoh, tempat, dan kejadian dalam cerita.
  5. Sebagai media komunikasi
    Gambar dapat menyampaikan pesan tanpa harus menggunakan banyak kata.

3. Ciri-Ciri Gambar Cerita

Gambar cerita memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Menggambarkan suatu kejadian atau cerita.
  • Memiliki tokoh atau objek yang dapat diamati.
  • Menampilkan latar tempat atau suasana.
  • Gambar dapat menunjukkan urutan kejadian.
  • Memiliki pesan atau makna tertentu.
  • Menggunakan garis, bentuk, warna, dan komposisi yang sesuai.
  • Dapat dibuat dengan berbagai alat dan bahan.

4. Jenis-Jenis Gambar Cerita

a. Komik

Komik adalah gambar cerita yang terdiri atas beberapa gambar atau panel yang disusun berurutan. Biasanya dilengkapi percakapan atau teks.

Contoh: komik tentang persahabatan.

b. Ilustrasi

Ilustrasi adalah gambar yang digunakan untuk memperjelas atau menghias suatu cerita atau tulisan.

Contoh: gambar anak sedang membaca buku pada halaman cerita.

c. Kartun

Kartun merupakan gambar dengan bentuk yang sederhana dan menarik. Tokohnya dapat berupa manusia, hewan, atau benda yang dibuat seperti memiliki sifat manusia.

Contoh: gambar hewan yang sedang berbicara.

d. Gambar Berseri

Gambar berseri adalah beberapa gambar yang menggambarkan kejadian secara berurutan.

Contoh: gambar berseri tentang kegiatan dari bangun tidur sampai berangkat sekolah.

5. Alat dan Bahan Membuat Gambar Cerita

Alat:

  • Pensil
  • Penghapus
  • Penggaris
  • Pensil warna
  • Krayon
  • Spidol
  • Kuas

Bahan:

  • Kertas gambar
  • Buku gambar
  • Kertas karton
  • Cat air
  • Cat poster

Peserta didik dapat memilih alat dan bahan sesuai dengan gambar yang akan dibuat.


Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 

Setelah mengikuti pembelajaran, murid dapat memahami bahwa gambar cerita adalah gambar yang digunakan untuk menggambarkan atau menyampaikan suatu peristiwa dalam sebuah cerita. Gambar cerita memiliki berbagai macam bentuk, seperti komik, ilustrasi, gambar pada cerita bergambar, dan gambar pada buku cerita. Setiap gambar cerita memiliki ciri dan fungsi yang berbeda, tetapi sama-sama membantu pembaca memahami isi cerita dengan lebih mudah dan menarik. Melalui pembelajaran ini, murid diharapkan mampu mengenali berbagai macam gambar cerita serta menghargai karya seni yang ada di lingkungan sekitar.


Jum'at, 18 September 2026 : IPAS

 Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

Mata Pelajaran           : IPAS

Hari, Tanggal              :  Jum'at, 18 September 2026

Fase / Kelas                 : B / 3C

 Materi                           : Definisi Zat dan Wujud Benda

Pertemuan Ke             : 1

Capaian Pembelajaran : 

Peserta didik mampu mengenali berbagai benda yang terdapat di lingkungan sekitar, mengidentifikasi sifat dan wujud benda, serta menjelaskan perubahan wujud zat berdasarkan hasil pengamatan terhadap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran (TP ):

  • Menjelaskan pengertian zat dengan bahasa sederhana.
  • Mengidentifikasi macam-macam wujud zat.
  • Menjelaskan ciri-ciri zat padat, cair, dan gas.
  • Mengelompokkan benda berdasarkan wujud zatnya.
  • Mengidentifikasi berbagai perubahan wujud zat.
  • Menjelaskan contoh perubahan wujud zat dalam kehidupan sehari-hari.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat belajar memusatkan perhatian, mengamati dengan teliti, dan menyadari benda-benda yang ada di lingkungan sekitar.
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat kemudian menghubungkan pengalaman tersebut dengan konsep perubahan wujud zat. Murid dapat memahami bahwa perubahan wujud zat bukan hanya materi di buku, tetapi terjadi di sekitar mereka setiap hari.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui permainan tebak perubahan wujud zat, menentukan apakah benda tersebut termasuk padat, cair, atau gas

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): 

    1Peserta didik mengenal pengertian zat melalui benda-benda yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
    2Peserta didik mengidentifikasi tiga macam wujud zat, yaitu padat, cair, dan gas.
    3Peserta didik mengidentifikasi ciri-ciri zat padat, cair, dan gas melalui pengamatan.
    4Peserta didik mengelompokkan berbagai benda berdasarkan wujud zatnya.
    5Peserta didik mengenal perubahan wujud zat yang terjadi karena pemanasan atau pendinginan.



    Materi IPAS :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, Diskusi  

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    QS. Al-Mu'minun Ayat 12–14
    Menjelaskan tahapan penciptaan manusia dari air mani (nutfah), segumpal darah (alaqah), segumpal daging (mudghah), pembentukan tulang, hingga dibentuk menjadi makhluk yang berbentuk lain (ciptaan yang sempurna).

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 



    1. Apa Itu Zat?

    Zat adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang.

    Di sekitar kita terdapat banyak sekali zat. Kita dapat menemukan zat dalam berbagai benda, seperti:

    • batu,
    • meja,
    • air,
    • minyak,
    • udara,
    • es batu,
    • uap air.

    Jadi, benda yang kita jumpai sehari-hari tersusun atas zat.

    Contoh:

    • Air minum merupakan zat.
    • Es batu merupakan zat.
    • Udara yang kita hirup juga merupakan zat.

    2. Macam-Macam Wujud Zat

    Secara sederhana, zat dapat ditemukan dalam tiga wujud, yaitu:

    1. Zat padat
    2. Zat cair
    3. Zat gas

    A. Zat Padat

    Zat padat adalah zat yang mempunyai bentuk dan ukuran yang tetap.

    Contoh:

    • meja,
    • buku,
    • pensil,
    • batu,
    • penghapus,
    • es batu.

    Ciri-ciri zat padat:

    • Bentuknya tetap.
    • Volumenya tetap.
    • Tidak mengikuti bentuk wadah.
    • Dapat dipegang.

    Contoh:
    Pensil dimasukkan ke dalam kotak. Bentuk pensil tetap seperti pensil dan tidak berubah mengikuti bentuk kotak.

    B. Zat Cair

    Zat cair adalah zat yang memiliki volume tetap, tetapi bentuknya mengikuti wadahnya.

    Contoh:

    • air,
    • minyak,
    • sirup,
    • susu,
    • kecap.

    Ciri-ciri zat cair:

    • Bentuknya mengikuti wadah.
    • Volumenya tetap.
    • Dapat mengalir.
    • Permukaannya dapat terlihat ketika berada dalam wadah.

    Contoh:
    Air dimasukkan ke dalam gelas. Air akan berbentuk seperti wadah gelas. Jika dipindahkan ke botol, bentuk air mengikuti botol.

    C. Zat Gas

    Zat gas adalah zat yang tidak mempunyai bentuk dan volume tetap.

    Contoh:

    • udara,
    • uap air,
    • gas yang terdapat dalam balon.

    Ciri-ciri zat gas:

    • Bentuknya mengikuti ruang yang ditempatinya.
    • Volumenya dapat berubah.
    • Dapat memenuhi ruang.
    • Umumnya tidak dapat dilihat secara langsung.

    Contoh:
    Udara yang dimasukkan ke dalam balon akan memenuhi ruang di dalam balon.

    3. Perubahan Wujud Zat

    Zat dapat mengalami perubahan wujud. Perubahan tersebut dapat terjadi karena pemanasan atau pendinginan.

    https://chatgpt.com/s/w_6aab791bac2081918fd09c414270622b

    Ada beberapa perubahan wujud zat yang perlu kita ketahui.

    A. Mencair

    Mencair adalah perubahan wujud dari padat menjadi cair.

    Contoh:

    • Es batu dibiarkan di tempat yang panas menjadi air.
    • Mentega dipanaskan menjadi cair.
    • Cokelat dipanaskan menjadi leleh.

    Padat → Cair

    B. Membeku

    Membeku adalah perubahan wujud dari cair menjadi padat.

    Contoh:

    • Air dimasukkan ke dalam freezer menjadi es.
    • Jus yang dibekukan menjadi es.
    • Lilin cair yang dibiarkan dingin menjadi padat.

    Cair → Padat

    C. Menguap

    Menguap adalah perubahan wujud dari cair menjadi gas.

    Contoh:

    • Air yang dipanaskan menghasilkan uap.
    • Pakaian basah menjadi kering setelah dijemur.
    • Air di lantai lama-kelamaan menghilang ketika terkena panas.

    Cair → Gas

    D. Mengembun

    Mengembun adalah perubahan wujud dari gas menjadi cair.

    Contoh:

    • Bagian luar gelas berisi es menjadi basah.
    • Uap air berubah menjadi titik-titik air pada permukaan yang dingin.

    Gas → Cair

    E. Menyublim

    Menyublim adalah perubahan wujud dari padat menjadi gas tanpa melalui wujud cair.

    Contoh:

    • Kapur barus yang diletakkan di lemari lama-kelamaan mengecil dan habis.

    Padat → Gas

    F. Mengkristal

    Mengkristal adalah perubahan wujud dari gas menjadi padat.

    Contoh sederhana dapat ditemukan pada pembentukan kristal es dalam kondisi tertentu.

    Gas → Padat

    4. Tabel Perubahan Wujud Zat
    PerubahanDariMenjadiContoh
    MencairPadatCairEs menjadi air
    MembekuCairPadatAir menjadi es
    MenguapCairGasAir dipanaskan
    MengembunGasCairTitik air pada gelas dingin
    MenyublimPadatGasKapur barus mengecil
    MengkristalGasPadatPembentukan kristal es

    Cara Mudah Mengingat

    Padat → Cair = Mencair
    Cair → Padat = Membeku
    Cair → Gas = Menguap
    Gas → Cair = Mengembun
    Padat → Gas = Menyublim
    Gas → Padat = Mengkristal



    REFLEKSI / KESIMPULAN PEMBELAJARAN : 

    Setelah mempelajari materi definisi zat dan macam-macam wujud zat, murid dapat memahami bahwa zat adalah segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Zat dapat ditemukan di sekitar kita dan memiliki berbagai wujud.

    Murid mengetahui bahwa terdapat tiga macam wujud zat, yaitu:

    1. Zat padat, memiliki bentuk dan volume yang tetap, contohnya batu, meja, dan buku.
    2. Zat cair, memiliki volume tetap tetapi bentuknya mengikuti wadah, contohnya air, minyak, dan susu.
    3. Zat gas, tidak memiliki bentuk dan volume tetap serta memenuhi ruang yang ditempatinya, contohnya udara dan uap air.

    Dengan memahami wujud zat, murid dapat mengidentifikasi berbagai benda di lingkungan sekitar berdasarkan wujudnya serta memahami sifat masing-masing wujud zat dalam kehidupan sehari-hari.


    Rabu, 16 September 2026

    Kamis, 17 September 2026 : IPAS

       Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : IPAS

    Hari, Tanggal              :  Kamis, 17 September 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                           : Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna 

    Pertemuan Ke             : 3

    Capaian Pembelajaran : 

    Peserta didik mampu memahami siklus hidup makhluk hidup serta mengidentifikasi tahapan pertumbuhan dan perkembangan hewan. Peserta didik dapat mengamati, mengurutkan, dan menjelaskan perubahan bentuk tubuh hewan dalam siklus hidupnya serta mengomunikasikan hasil pengamatannya secara sederhana.

    Tujuan Pembelajaran (TP ): Menjelaskan pengertian metamorfosis sempurna dan Menyebutkan hewan yang mengalami metamorfosis sempurna.

    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati dan memperhatikan proses perubahan bentuk hewan dengan fokus dan tenang. Mengamati gambar/video metamorfosis dengan fokus dan melakukan refleksi
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan materi metamorfosis sempurna dengan pengalaman yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. "Siapa yang pernah melihat ulat atau kupu-kupu disekitar rumah?". Menghubungkan metamorfosis dengan pengalaman melihat ulat, kupu-kupu, atau nyamuk. 
    • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui permainan, aktivitas kelompok, dan kegiatan kreatif sehingga materi lebih mudah dipahami dan menyenangkan. Permainan kartu, puzzle, tebak tahap, dan menggambar siklus. 

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): 

    Peserta didik mengenal pengertian siklus hidup makhluk hidup dan Peserta didik mengidentifikasi perubahan bentuk yang dialami beberapa hewan selama hidupnya.

    Materi IPAS :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, Diskusi  

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    QS. Al-Mu'minun Ayat 12–14
    Menjelaskan tahapan penciptaan manusia dari air mani (nutfah), segumpal darah (alaqah), segumpal daging (mudghah), pembentukan tulang, hingga dibentuk menjadi makhluk yang berbentuk lain (ciptaan yang sempurna).

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 



    1. Apa Itu Metamorfosis?
    Metamorfosis adalah proses perubahan bentuk tubuh hewan selama pertumbuhan dan perkembangannya.
    Beberapa hewan mengalami perubahan bentuk yang sangat berbeda dari saat menetas hingga menjadi dewasa.
    Contohnya:
    • Kupu-kupu
    • Nyamuk
    • Lalat
    • Kumbang 
    2. Pengertian Metamorfosis Sempurna
    Metamorfosis sempurna adalah perubahan bentuk hewan yang melalui empat tahap, yaitu:
    Telur → Larva → Pupa → Hewan Dewasa
    Pada metamorfosis sempurna, bentuk hewan ketika masih larva berbeda jauh dengan bentuk hewan dewasanya.
    Ciri-ciri metamorfosis sempurna:
    1. Memiliki empat tahap perkembangan.
    1. Dimulai dari telur.
    1. Memiliki tahap larva.
    1. Memiliki tahap pupa/kepompong.
    1. Bentuk larva berbeda dengan hewan dewasa.
    1. Setelah tahap pupa, hewan berubah menjadi dewasa. 
    3. Tahapan Metamorfosis Sempurna
    🥚 A. Telur
    Tahap pertama adalah telur.
    Hewan dewasa menghasilkan telur. Telur kemudian berkembang dan menetas menjadi larva.
    Contoh:
    Kupu-kupu betina meletakkan telur di permukaan daun.
    🐛 B. Larva
    Setelah telur menetas, muncul larva.
    Larva adalah hewan muda yang bentuknya berbeda dari hewan dewasa.
    Contoh pada kupu-kupu, larvanya disebut ulat.
    Ulat biasanya banyak makan untuk memperoleh energi sehingga tubuhnya tumbuh semakin besar.
    🟤 C. Pupa
    Setelah melalui tahap larva, hewan memasuki tahap pupa.
    Pada kupu-kupu, pupa disebut kepompong.
    Pada tahap ini terjadi perubahan besar pada tubuh hewan hingga menjadi bentuk dewasa.
    🦋 D. Hewan Dewasa
    Setelah tahap pupa selesai, keluarlah hewan dewasa.
    Pada kupu-kupu, hewan dewasanya memiliki sayap dan dapat terbang.
    Kupu-kupu dewasa kemudian berkembang biak dan menghasilkan telur kembali.
    Dengan demikian, siklus hidupnya berulang.
    Urutannya:
    Telur → Ulat → Kepompong → Kupu-kupu dewasa → Telur kembali
    4. Contoh Hewan yang Mengalami Metamorfosis Sempurna
    5. Contoh Metamorfosis Sempurna Kupu-Kupu
    Telur
    ⬇️
    Ulat (Larva)
    ⬇️
    Kepompong (Pupa)
    ⬇️
    Kupu-kupu Dewasa
    ⬇️
    Menghasilkan Telur
    Hal yang perlu diperhatikan
    Bentuk ulat sangat berbeda dengan kupu-kupu dewasa. Ulat tidak memiliki sayap dan lebih banyak menggunakan waktunya untuk makan dan tumbuh.
    Ketika menjadi kepompong, terjadi perubahan besar dalam tubuhnya. Setelah selesai, keluarlah kupu-kupu dewasa.
    F. Metamorfosis Sempurna dalam Kehidupan Sehari-hari
    Peserta didik dapat menemukan contoh metamorfosis sempurna di lingkungan sekitar.
    Contoh pertanyaan pemantik:
    • Pernahkah kalian melihat ulat di daun?
    • Menurut kalian, apakah ulat akan tetap menjadi ulat?
    • Bagaimana ulat dapat berubah menjadi kupu-kupu?
    • Pernahkah kalian melihat jentik-jentik di air?
    • Menurut kalian, jentik-jentik akan berubah menjadi apa?
    Pertanyaan tersebut dapat digunakan untuk mengajak peserta didik menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari.

    HewanTahapan
    🦋 Kupu-kupuTelur → ulat → kepompong → kupu-kupu
    🦟 NyamukTelur → jentik-jentik → pupa → nyamuk dewasa
    🪰 LalatTelur → belatung → pupa → lalat dewasa
    🪲 KumbangTelur → larva → pupa → kumbang dewasa

    Pengertian Metamorfosis Tidak Sempurna

    Metamorfosis tidak sempurna adalah perubahan bentuk tubuh hewan yang tidak melalui tahap kepompong (pupa).

    Hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna memiliki tiga tahapan utama, yaitu:

    Telur → Nimfa → Hewan Dewasa

    Bentuk nimfa hampir mirip dengan hewan dewasa, tetapi ukurannya lebih kecil dan belum memiliki bentuk tubuh serta alat reproduksi yang sempurna.

    ahapan Metamorfosis Tidak Sempurna

    1. 🥚 Telur

    Hewan dewasa bertelur. Telur kemudian menetas menjadi nimfa.

    2. 🐛 Nimfa

    Nimfa adalah hewan muda yang bentuknya mirip dengan hewan dewasa.

    Nimfa biasanya:

    • berukuran lebih kecil,
    • belum memiliki sayap yang sempurna,
    • belum dapat berkembang biak.

    Nimfa akan mengalami beberapa kali pergantian kulit untuk tumbuh menjadi lebih besar.

    3. 🦗 Hewan Dewasa

    Setelah mengalami beberapa kali pergantian kulit, nimfa tumbuh menjadi hewan dewasa.

    Hewan dewasa sudah memiliki bentuk tubuh yang lengkap dan dapat berkembang biak.


    D. Contoh Hewan yang Mengalami Metamorfosis Tidak Sempurna

    🦗 1. Belalang

    Siklus hidup belalang:

    Telur → Nimfa → Belalang Dewasa

    Nimfa belalang sudah menyerupai belalang dewasa, tetapi ukurannya lebih kecil dan sayapnya belum berkembang sempurna.

    🪳 2. Kecoa

    Siklus hidup kecoa:

    Telur → Nimfa → Kecoa Dewasa

    Nimfa kecoa memiliki bentuk yang hampir sama dengan kecoa dewasa, tetapi ukurannya lebih kecil dan belum memiliki tubuh yang berkembang sempurna.

    🦗 3. Jangkrik

    Siklus hidup jangkrik:

    Telur → Nimfa → Jangkrik Dewasa

    Nimfa jangkrik menyerupai jangkrik dewasa. Setelah beberapa kali berganti kulit, jangkrik menjadi dewasa.

    🪲 4. Capung

    Siklus hidup capung:

    Telur → Nimfa → Capung Dewasa

    Nimfa capung hidup di air. Setelah tumbuh dan mengalami perubahan, capung menjadi dewasa dan dapat terbang.

    Ciri-Ciri Metamorfosis Tidak Sempurna

    Metamorfosis tidak sempurna memiliki beberapa ciri, yaitu:

    1. Hanya memiliki tiga tahap utama.
    2. Tidak memiliki tahap kepompong/pupa.
    3. Anak hewan disebut nimfa.
    4. Bentuk nimfa hampir mirip dengan hewan dewasa.
    5. Nimfa mengalami beberapa kali pergantian kulit.
    6. Setelah tumbuh besar, nimfa menjadi hewan dewasa

    Perbedaan Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna

    Metamorfosis SempurnaMetamorfosis Tidak Sempurna
    Memiliki 4 tahapMemiliki 3 tahap
    Telur → Larva → Pupa → DewasaTelur → Nimfa → Dewasa
    Ada tahap kepompongTidak ada tahap kepompong
    Bentuk larva berbeda dari dewasaBentuk nimfa mirip dengan dewasa
    Contoh: kupu-kupuContoh: belalang

    REFLEKSI / KESIMPULAN PEMBELAJARAN : 



    Kamis, 17 September 2026 : Matematika

    Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : Pendidikan Pancasila 

    Hari, Tanggal              :  Kamis, 17 September 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

    Materi                           : Bangga Menjadi Anak Indonesia dan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Persatuan

    Pertemuan Ke             3 (Menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan) 

    Capaian Pembelajaran : 

    Peserta didik mampu mengenal dan menunjukkan sikap bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia serta memahami pentingnya Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Peserta didik mampu menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dalam berkomunikasi dengan teman, guru, keluarga, dan masyarakat yang memiliki latar belakang daerah dan bahasa yang berbeda.

    Tujuan Pembelajaran (TP ): 


  • Menjelaskan arti bangga menjadi anak Indonesia.
  • Menyebutkan contoh keberagaman bahasa daerah di Indonesia.
  • Menjelaskan fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
  • Menunjukkan sikap bangga menggunakan Bahasa Indonesia.
  • Menggunakan Bahasa Indonesia untuk berkomunikasi dengan teman yang berbeda daerah.
  • Menghargai teman yang menggunakan bahasa daerah yang berbeda.
  • Menunjukkan perilaku yang mencerminkan persatuan dalam kehidupan sehari-hari.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyadari bahwa Bahasa Indonesia membantu mereka berkomunikasi dengan teman yang memiliki latar belakang berbeda.
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menyimpulkan bahwa Bahasa Indonesia menjadi bahasa bersama yang membantu mereka berkomunikasi dan menjaga persatuan.
    • Joyful (Menyenangkan): Guru menyiapkan beberapa kartu berisi nama daerah dan bahasa daerah. Murid dapat mengambil kartu secara bergantian dan menyebutkan informasi yang diketahui.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): 

    1.Peserta didik mengenal Indonesia sebagai negara yang memiliki banyak suku, budaya, dan bahasa daerah.
    2.Peserta didik mengidentifikasi berbagai bahasa daerah yang ada di Indonesia.
    3.Peserta didik memahami bahwa keberagaman bahasa merupakan kekayaan bangsa Indonesia.
    4.Peserta didik memahami kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
    5.Peserta didik mengidentifikasi contoh penggunaan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.
    6.Peserta didik menunjukkan sikap bangga menggunakan Bahasa Indonesia.
    7.Peserta didik mempraktikkan penggunaan Bahasa Indonesia untuk berkomunikasi dengan teman yang berbeda daerah.

    Materi Pendidikan Pancasila :

    Model / Metode Pembelajaran : Problem Based Learning (PBL) 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Menampilkan gambar contoh perilaku persatuan, toleransi, dan keadilan.


    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    Karakter Persatuan dan Toleransi: QS. Al-Hujurat Ayat 13
    Ayat ini merupakan landasan utama dalam kurikulum pendidikan Islam untuk mengajarkan persatuan di tengah keberagaman (multikulturalisme) serta toleransi antarmanusia.
    Karakter Keadilan: QS. Al-Ma'idah Ayat 8
    Ayat ini mengajarkan konsep keadilan yang mutlak, di mana menegakkan keadilan adalah kewajiban moral yang tidak boleh goyah sedikit pun, bahkan terhadap orang atau kelompok yang tidak disukai.

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 


    PENJABARAN MATERI

    1. Aku Bangga Menjadi Anak Indonesia
    Indonesia adalah negara yang memiliki banyak suku, agama, budaya, adat istiadat, makanan khas, pakaian tradisional, dan bahasa daerah.
    Walaupun memiliki banyak perbedaan, kita tetap merupakan satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia.
    Sebagai anak Indonesia, kita harus merasa bangga terhadap bangsa dan negara kita.
    Contoh sikap bangga menjadi anak Indonesia:

    • Menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik.
    • Menghormati bendera Merah Putih.
    • Menyanyikan lagu kebangsaan dengan sikap yang baik.
    • Menjaga persatuan dan kerukunan.
    • Menghargai budaya daerah lain.
    • Menyukai dan melestarikan budaya Indonesia.
    • Menjaga kebersihan lingkungan.
    • Berteman dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan suku dan daerah.
    Contoh:
    Rani berasal dari Lampung, sedangkan Siti berasal dari Jawa. Mereka memiliki bahasa daerah yang berbeda. Ketika bermain bersama di sekolah, mereka menggunakan Bahasa Indonesia agar dapat saling memahami.
    Sikap tersebut menunjukkan bahwa mereka bangga menjadi anak Indonesia dan menjaga persatuan.

    2. Indonesia Memiliki Banyak Bahasa Daerah

    Indonesia memiliki masyarakat yang berasal dari berbagai daerah. Setiap daerah memiliki bahasa yang digunakan oleh masyarakatnya.

    Contohnya:

    DaerahContoh Bahasa Daerah
    JawaBahasa Jawa
    SundaBahasa Sunda
    BaliBahasa Bali
    LampungBahasa Lampung
    Sumatra BaratBahasa Minangkabau
    Sulawesi SelatanBahasa Bugis
    KalimantanBahasa Banjar

    Bahasa daerah merupakan kekayaan budaya Indonesia. Oleh karena itu, kita harus menghargai dan melestarikannya.

    Namun, karena setiap daerah dapat memiliki bahasa yang berbeda, kita membutuhkan bahasa yang dapat digunakan bersama.

    Bahasa tersebut adalah Bahasa Indonesia.

    3. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Persatuan

    Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia.

    Bahasa Indonesia membantu masyarakat dari berbagai daerah untuk berkomunikasi dan saling memahami.

    Misalnya:

    Edo berasal dari Papua.
    Budi berasal dari Jawa.
    Made berasal dari Bali.

    Mereka mungkin memiliki bahasa daerah yang berbeda. Ketika bertemu di sekolah, mereka dapat menggunakan Bahasa Indonesia untuk berbicara bersama.

    Dengan demikian, Bahasa Indonesia membantu menciptakan persatuan dan kesatuan.

    Ingat!

    Berbeda bahasa daerah, tetap satu Bahasa Indonesia.

    4. Mengapa Kita Harus Bangga Menggunakan Bahasa Indonesia?

    Kita harus bangga menggunakan Bahasa Indonesia karena:

    1. Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan.
    2. Bahasa Indonesia dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan orang dari berbagai daerah.
    3. Bahasa Indonesia menjadi salah satu identitas bangsa Indonesia.
    4. Bahasa Indonesia membantu menjaga persatuan.
    5. Bahasa Indonesia digunakan dalam kegiatan pendidikan dan kehidupan sehari-hari.
    5. Sikap Bangga Menggunakan Bahasa Indonesia

    Sikap bangga terhadap Bahasa Indonesia dapat ditunjukkan melalui tindakan sederhana.

    Di sekolah

    • Berbicara dengan teman menggunakan Bahasa Indonesia ketika diperlukan.
    • Menjawab pertanyaan guru dengan Bahasa Indonesia yang baik.
    • Membaca buku berbahasa Indonesia.
    • Menulis tugas menggunakan Bahasa Indonesia.
    • Tidak mengejek teman karena logat atau bahasa daerahnya.

    Di rumah

    • Berkomunikasi dengan anggota keluarga menggunakan Bahasa Indonesia sesuai kebutuhan.
    • Membaca cerita atau buku berbahasa Indonesia.
    • Membantu adik belajar Bahasa Indonesia.

    Di lingkungan masyarakat

    • Menggunakan Bahasa Indonesia ketika berbicara dengan orang dari daerah berbeda.
    • Menghargai orang yang menggunakan bahasa daerah.
    • Tidak merendahkan bahasa atau logat daerah tertentu. 
    6. Menghargai Bahasa Daerah

    Bangga menggunakan Bahasa Indonesia bukan berarti kita tidak boleh menggunakan bahasa daerah.

    Bahasa daerah juga merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

    Kita dapat menggunakan bahasa daerah ketika berada di lingkungan yang sesuai, misalnya berbicara dengan keluarga atau masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut.

    Ketika bertemu orang yang berbeda daerah dan mungkin tidak memahami bahasa daerah kita, kita dapat menggunakan Bahasa Indonesia.

    Jadi:

    Bahasa daerah memperkaya budaya Indonesia, sedangkan Bahasa Indonesia menyatukan kita sebagai bangsa Indonesia.


    Refleksi / Kesimpulan : 


    Cari Blog Ini

    Diberdayakan oleh Blogger.

    Jum'at, 18 September 2026 : Seni Rupa

       Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd. Mata Pelajaran           : Seni Rupa Hari, Tanggal              :  Jum'at, 18 S...

     

    Risky Melina Sari Template by Ipietoon Cute Blog Design