Selasa, 27 Oktober 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 : Matematika

 Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

Mata Pelajaran           : Matematika

Hari, Tanggal              :  Rabu, 28 Oktober 2026

Fase / Kelas                 : B / 3C

 Materi                          : Pembagian Bilangan Cacah sampai 1.000

Pertemuan Ke             : 4

Capaian Pembelajaran : 

Murid dapat melakukan operasi pembagian bilangan cacah 1 hingga 100 dengan contoh benda-benda di sekitar. 

Tujuan Pembelajaran (TP ): 

  • Melakukan pembagian bilangan cacah 1 hingga 100
  • Memahami pembagian sebagai pengurangan berulang.
  • Memahami pembagian sebagai kebalikan dari perkalian.
  • Menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan pembagian bilangan cacah 1 hingga 100
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat belajar dengan fokus dan teliti dalam memahami pembagian sebagai penguragan berulang. Peserta didik memperhatikan setiap angka, tanda operasi, dan langkah pengurangan agar memperoleh jawaban yang tepat.
    • Meaningful (Bermakna): murid dapat memahami bahwa pembagian digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menghitung sisa buku dalam beberapa rak, sisa pensil dalam beberapa kotak, sisa buah dalam beberapa keranjang. 
    • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui permainan kartu pembagian, menyusun benda konkret, bekerja dalam kelompok, serta berlomba menemukan pasangan kartu soal dan jawaban dengan tepat. Guru memberikan apresiasi sehingga pembelajaran terasa menyenangkan dan meningkatkan kepercayaan diri peserta didik.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ):

    1. Murid dapat membagi bilangan cacah 1 hingga 100.

    2. Pembagian sebagai kebalikan perkalian

    3. Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan pembagian bilangan cacah 1 hingga 100. 


    Materi Matematika :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, latihan mandiri.  

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    QS. Al-Baqarah Ayat 261
    Ayat ini mengumpamakan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. 
    Makna Matematis: Menggambarkan pelipatgandaan pahala secara eksponensial (menjadi 700 kali lipat atau bahkan lebih bagi siapa yang Allah kehendaki). 

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 




    Pengertian Pembagian sebagai Pengurangan Berulang

    Pembagian adalah cara membagi suatu bilangan menjadi beberapa kelompok yang sama banyak.

    Pembagian dapat dilakukan dengan pengurangan berulang, yaitu mengurangi suatu bilangan dengan bilangan yang sama secara terus-menerus sampai hasilnya nol.

    Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

    Ibu mempunyai 12 buah jeruk. Jeruk tersebut akan dibagikan kepada beberapa anak. Setiap anak mendapat 3 buah jeruk. Berapa kali pengambilan yang diperlukan sampai jeruk habis?

    Penyelesaian:

    • Mula-mula ada 12 jeruk.

    • Pengambilan pertama: (12-3=9)

    • Pengambilan kedua: (9-3=6)

    • Pengambilan ketiga: (6-3=3)

    • Pengambilan keempat: (3-3=0)

    Kita melakukan pengurangan sebanyak 4 kali.

    Jadi, (12\3=4).

    Artinya, 12 jeruk dapat dibagi menjadi 4 kelompok yang masing-masing berisi 3 jeruk.

    Langkah-Langkah Pembagian dengan Pengurangan Berulang

    Perhatikan contoh berikut.

    Hitunglah (20\5)!

    20 Langkah 1 (20-5=15)

    15 Langkah 2 (15-5=10)

    10 Langkah 3 (10-5=5)

    5 Langkah 4 (5-5=0)

    Jadi, 20 ÷ 5 = 4

    Bilangan 20 dikurangi 5 sebanyak 4 kali hingga hasilnya 0.


    Kesimpulan: Hasil pembagian diperoleh dengan menghitung berapa kali bilangan pengurang dikurangkan sampai habis atau mencapai nol.


    Contoh Soal dan Pembahasan

    No.

    Soal Pembagian

    Pengurangan Berulang

    Jawaban

    1

    (15\3)

    15 − 3 − 3 − 3 − 3 − 3 = 0

    5

    2

    (24\4)

    24 − 4 − 4 − 4 − 4 − 4 − 4 = 0

    6

    3

    (30\5)

    30 − 5 − 5 − 5 − 5 − 5 − 5 = 0

    6

    4

    (36\6)

    36 − 6 − 6 − 6 − 6 − 6 − 6 = 0

    6

    5

    (40\8)

    40 − 8 − 8 − 8 − 8 − 8 = 0

    5


    Latihan Soal

    Kerjakan soal-soal berikut dengan menggunakan cara pengurangan berulang!

    Bagian 1. Pilihan Ganda

    Pilihlah jawaban yang paling tepat.

    1. Hasil dari (18\3) adalah ....

    a. 3

    b. 5

    c. 6

    d. 9

    2. Bentuk pengurangan berulang yang tepat untuk (20\4) adalah ....

    a. 20 − 2 − 2 − 2 − 2

    b. 20 − 4 − 4 − 4 − 4 − 4 = 0

    c. 20 − 5 − 5 − 5 = 0

    d. 20 − 4 = 16

    3. Hasil dari (34\2) adalah ....

    a. 14

    b. 15

    c. 16

    d. 17

    4. Bilangan 32 dikurangi 8 secara berulang sampai nol. Banyak pengurangan yang dilakukan adalah ....

    a. 2 kali

    b. 3 kali

    c. 4 kali

    d. 5 kali

    5. Hasil dari (45\5) adalah ....

    a. 4

    b. 5

    c. 6

    d. 9




    Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 


    Senin, 26 Oktober 2026

    Selasa, 27 Oktober 2026 : Bahasa Indonesia

      Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : Bahasa Indonesia

    Hari, Tanggal              :  Selasa, 27 Oktober 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                           : Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif  

    Pertemuan Ke             : 2

    Capaian Pembelajaran : 

    Peserta didik mampu memahami informasi dari teks lisan, tulisan, dan visual serta menggunakan kosakata dan kaidah kebahasaan untuk menyampaikan gagasan secara lisan dan tertulis dengan jelas sesuai konteks. Dalam pembelajaran ini, peserta didik diarahkan untuk memahami perbedaan kalimat aktif dan kalimat pasif serta menggunakannya dalam kalimat sederhana yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

    Tujuan Pembelajaran (TP ): 

    • Menjelaskan pengertian kalimat aktif dan kalimat pasif dengan benar.
    • Mengidentifikasi ciri-ciri kalimat aktif dan kalimat pasif.
    • Membedakan kalimat aktif dan kalimat pasif dalam teks sederhana.
    • Mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif dan sebaliknya dengan tepat.

    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati setiap kalimat Subjek / kata kerja dengan teliti dan menentukan apakah kalimat tersebut kedalam kalimat aktif atau pasif. 
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat embuat kalimat berdasarkan pengalaman, seperti membantu orang tua, piket kelas, membaca buku, dan merawat tanaman.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat bermain kartu Ajaib aktif-pasif,  Setiap kelompok mengambil satu kartu kalimat dan mengubahnya menjadi bentuk lain.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): 

    1. Memahami pengertian kalimat aktif dan pasif

    2. Mengenali ciri-ciri kalimat aktif dan pasif

    3. Membedakan kalimat aktif dan pasif

    4. Mengubah kalimat aktif menjadi pasif dan sebaliknya

    5. Menulis kalimat aktif dan pasif berdasarkan pengalaman sehari-hari


    Materi Bahasa Indonesia :

    Model / Metode Pembelajaran : Problem Based Learning (PBL)

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Tanya jawab, diskusi, demonstrasi, penugasan, dan permainan bahasa. 

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.

    Contoh Kalimat Pasif (Fi'il Majhul) dalam Al-Qur'an
    • QS. Al-Baqarah (2:183):
      يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامَ...
      • Kata pasif: Kutiba (كُتِبَ - diwajibkan).
      • Makna/Hikmah: Menggunakan bentuk pasif untuk menunjukkan keagungan perintah atau kasih sayang Allah (rahmah), di mana fokusnya adalah kewajiban puasa itu sendiri bagi hamba, tanpa harus mengekspresikan pelakunya secara langsung di awal kata kerja tersebut.

    Video Pembelajaran : 


    Materi Pembelajaran

    1. Pengertian Kalimat Aktif

    Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu tindakan atau pekerjaan.

    Ciri-ciri kalimat aktif:

    • Subjek melakukan tindakan.

    • Umumnya menggunakan kata kerja berawalan me- atau ber-.

    • Menjelaskan siapa yang melakukan pekerjaan.

    Contoh:

    • Ibu memasak sayur.

    • Rani menyapu halaman.

    • Adik membaca buku.

    • Ayah mencuci mobil.

    2. Pengertian Kalimat Pasif

    Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai atau menerima suatu tindakan.

    Ciri-ciri kalimat pasif:

    • Subjek menerima tindakan.

    • Sering menggunakan kata kerja berawalan di- atau ter-.

    • Menekankan benda atau orang yang dikenai tindakan.

    Contoh:

    • Sayur dimasak oleh Ibu.

    • Halaman disapu oleh Rani.

    • Buku dibaca oleh Adik.

    • Mobil dicuci oleh Ayah.

    3. Perbedaan Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif

    Kalimat Aktif

    Kalimat Pasif

    Siti menulis surat.

    Surat ditulis oleh Siti.

    Budi menendang bola.

    Bola ditendang oleh Budi.

    Ibu menggoreng ikan.

    Ikan digoreng oleh Ibu.

    Kakak menyiram tanaman.

    Tanaman disiram oleh Kakak.

    Dika membersihkan meja.

    Meja dibersihkan oleh Dika.

    Ingat! Pada kalimat aktif, subjek melakukan tindakan. Pada kalimat pasif, subjek dikenai tindakan. Kata di- sebagai awalan kata kerja ditulis serangkai, misalnya ditulis dan dibaca. Kata depan di ditulis terpisah, misalnya di kelas dan di halaman.


    Latihan Soal

    A. Tentukan apakah kalimat berikut termasuk kalimat aktif atau pasif!

    1. Ibu memasak nasi di dapur.

    2. Bola ditendang oleh Beni.

    3. Kakak membaca buku cerita.

    4. Tanaman disiram oleh Siti.

    5. Ayah mencuci sepeda.

    B. Ubahlah kalimat berikut!

    1. Rina menulis surat. Ubahlah menjadi kalimat pasif.

    2. Buku dibaca oleh Andi. Ubahlah menjadi kalimat aktif.

    3. Ibu menggoreng ikan. Ubahlah menjadi kalimat pasif.

    4. Pintu dibuka oleh Kakak. Ubahlah menjadi kalimat aktif.

    5. Dodi membersihkan papan tulis. Ubahlah menjadi kalimat pasif.

    Kunci Jawaban

    1. Aktif.

    2. Pasif.

    3. Aktif.

    4. Pasif.

    5. Aktif.

    6. Surat ditulis oleh Rina.

    7. Andi membaca buku.

    8. Ikan digoreng oleh Ibu.

    9. Kakak membuka pintu.

    10. Papan tulis dibersihkan oleh Dodi.




    Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 

    Selasa, 27 Oktober 2026 : Matematika

      Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : Matematika

    Hari, Tanggal              :  Selasa, 27 Oktober 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                          : Pembagian Bilangan Cacah sampai 1.000

    Pertemuan Ke             : 3

    Capaian Pembelajaran : 

    Murid dapat melakukan operasi pembagian bilangan cacah 1 hingga 100 dengan contoh benda-benda di sekitar. 

    Tujuan Pembelajaran (TP ): 

  • Melakukan pembagian bilangan cacah 1 hingga 100
  • Memahami pembagian sebagai pengurangan berulang.
  • Memahami pembagian sebagai kebalikan dari perkalian.
  • Menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan pembagian bilangan cacah 1 hingga 100
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat belajar dengan fokus dan teliti dalam memahami pembagian sebagai penguragan berulang. Peserta didik memperhatikan setiap angka, tanda operasi, dan langkah pengurangan agar memperoleh jawaban yang tepat.
    • Meaningful (Bermakna): murid dapat memahami bahwa pembagian digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menghitung sisa buku dalam beberapa rak, sisa pensil dalam beberapa kotak, sisa buah dalam beberapa keranjang. 
    • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui permainan kartu pembagian, menyusun benda konkret, bekerja dalam kelompok, serta berlomba menemukan pasangan kartu soal dan jawaban dengan tepat. Guru memberikan apresiasi sehingga pembelajaran terasa menyenangkan dan meningkatkan kepercayaan diri peserta didik.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ):

    1. Murid dapat membagi bilangan cacah 1 hingga 100.

    2. Pembagian sebagai kebalikan perkalian

    3. Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan pembagian bilangan cacah 1 hingga 100. 


    Materi Matematika :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, latihan mandiri.  

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    QS. Al-Baqarah Ayat 261
    Ayat ini mengumpamakan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. 
    Makna Matematis: Menggambarkan pelipatgandaan pahala secara eksponensial (menjadi 700 kali lipat atau bahkan lebih bagi siapa yang Allah kehendaki). 

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 




    Pengertian Pembagian sebagai Pengurangan Berulang

    Pembagian adalah cara membagi suatu bilangan menjadi beberapa kelompok yang sama banyak.

    Pembagian dapat dilakukan dengan pengurangan berulang, yaitu mengurangi suatu bilangan dengan bilangan yang sama secara terus-menerus sampai hasilnya nol.

    Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

    Ibu mempunyai 12 buah jeruk. Jeruk tersebut akan dibagikan kepada beberapa anak. Setiap anak mendapat 3 buah jeruk. Berapa kali pengambilan yang diperlukan sampai jeruk habis?

    Penyelesaian:

    • Mula-mula ada 12 jeruk.

    • Pengambilan pertama: (12-3=9)

    • Pengambilan kedua: (9-3=6)

    • Pengambilan ketiga: (6-3=3)

    • Pengambilan keempat: (3-3=0)

    Kita melakukan pengurangan sebanyak 4 kali.

    Jadi, (12\3=4).

    Artinya, 12 jeruk dapat dibagi menjadi 4 kelompok yang masing-masing berisi 3 jeruk.

    Langkah-Langkah Pembagian dengan Pengurangan Berulang

    Perhatikan contoh berikut.

    Hitunglah (20\5)!

    20 Langkah 1 (20-5=15)

    15 Langkah 2 (15-5=10)

    10 Langkah 3 (10-5=5)

    5 Langkah 4 (5-5=0)

    Jadi, 20 ÷ 5 = 4

    Bilangan 20 dikurangi 5 sebanyak 4 kali hingga hasilnya 0.


    Kesimpulan: Hasil pembagian diperoleh dengan menghitung berapa kali bilangan pengurang dikurangkan sampai habis atau mencapai nol.


    Contoh Soal dan Pembahasan

    No.

    Soal Pembagian

    Pengurangan Berulang

    Jawaban

    1

    (15\3)

    15 − 3 − 3 − 3 − 3 − 3 = 0

    5

    2

    (24\4)

    24 − 4 − 4 − 4 − 4 − 4 − 4 = 0

    6

    3

    (30\5)

    30 − 5 − 5 − 5 − 5 − 5 − 5 = 0

    6

    4

    (36\6)

    36 − 6 − 6 − 6 − 6 − 6 − 6 = 0

    6

    5

    (40\8)

    40 − 8 − 8 − 8 − 8 − 8 = 0

    5


    Latihan Soal

    Kerjakan soal-soal berikut dengan menggunakan cara pengurangan berulang!

    Bagian 1. Pilihan Ganda

    Pilihlah jawaban yang paling tepat.

    1. Hasil dari (18\3) adalah ....

    a. 3

    b. 5

    c. 6

    d. 9

    2. Bentuk pengurangan berulang yang tepat untuk (20\4) adalah ....

    a. 20 − 2 − 2 − 2 − 2

    b. 20 − 4 − 4 − 4 − 4 − 4 = 0

    c. 20 − 5 − 5 − 5 = 0

    d. 20 − 4 = 16

    3. Hasil dari (34\2) adalah ....

    a. 14

    b. 15

    c. 16

    d. 17

    4. Bilangan 32 dikurangi 8 secara berulang sampai nol. Banyak pengurangan yang dilakukan adalah ....

    a. 2 kali

    b. 3 kali

    c. 4 kali

    d. 5 kali

    5. Hasil dari (45\5) adalah ....

    a. 4

    b. 5

    c. 6

    d. 9




    Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 


    Minggu, 25 Oktober 2026

    Senin, 26 Oktober 2026 : Pendidikan Pancasila

       Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : Pendidikan Pancasila 

    Hari, Tanggal              :  Senin, 26 Oktober 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                     : Menunjukan perilaku peduli lingkungan sebagai wujud aturan Tidak Tertulis di masyarakat. 

    Pertemuan Ke             : 5 

    Capaian Pembelajaran : 

    Peserta didik mampu mengenal dan memahami aturan yang berlaku di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Peserta didik mampu mengidentifikasi aturan tertulis dan tidak tertulis serta menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan menghargai orang lain dengan melaksanakan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari.

    Tujuan Pembelajaran (TP ): 

  • Menjelaskan pengertian aturan tertulis dan aturan tidak tertulis dengan bahasa sederhana.
  • Mengidentifikasi contoh aturan tertulis yang berlaku di lingkungan sekolah.
  • Mengidentifikasi contoh aturan tidak tertulis yang berlaku di lingkungan sekolah.
  • Membedakan aturan tertulis dan tidak tertulis berdasarkan contoh yang ditemukan di sekolah.
  • Menjelaskan manfaat mematuhi aturan di lingkungan sekolah.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat memperhatikan dan mengenali berbagai aturan yang berlaku di lingkungan sekolah serta menyadari pentingnya mematuhi aturan tersebut.
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat memahami bahwa aturan membantu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, nyaman, dan menyenangkan bagi semua warga sekolah.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui permainan “Tertulis atau Tidak Tertulis?”, bermain peran, dan mengamati aturan yang terdapat di lingkungan sekolah sehingga pembelajaran menjadi lebih aktif dan menyenangkan.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): 

    1. Peserta didik mengenal pengertian aturan dan memahami bahwa aturan diperlukan agar kehidupan bersama menjadi tertib dan nyaman.

    2. Peserta didik mengenali ciri-ciri aturan tertulis dan tidak tertulis.

    3. Peserta didik mengidentifikasi berbagai contoh aturan tertulis di lingkungan sekolah.

    4. Peserta didik mengidentifikasi berbagai contoh aturan tidak tertulis di lingkungan sekolah

    5. Peserta didik mengelompokkan aturan di sekolah berdasarkan aturan tertulis dan tidak tertulis.

    Materi Pendidikan Pancasila :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : LKPD, Video Pembelajaran 


    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    Karakter Persatuan dan Toleransi: QS. Al-Hujurat Ayat 13
    Ayat ini merupakan landasan utama dalam kurikulum pendidikan Islam untuk mengajarkan persatuan di tengah keberagaman (multikulturalisme) serta toleransi antarmanusia.
    Karakter Keadilan: QS. Al-Ma'idah Ayat 8
    Ayat ini mengajarkan konsep keadilan yang mutlak, di mana menegakkan keadilan adalah kewajiban moral yang tidak boleh goyah sedikit pun, bahkan terhadap orang atau kelompok yang tidak disukai.

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 


    PENJABARAN MATERI

    📖 Materi Pembelajaran

    1. Pengertian Aturan

    Aturan adalah ketentuan yang dibuat untuk mengatur perilaku seseorang agar kehidupan bersama menjadi tertib, aman, nyaman, dan teratur.

    Aturan dapat ditemukan di rumah, sekolah, maupun masyarakat.

    Contoh:

    • Datang ke sekolah tepat waktu.
    • Menggunakan seragam sesuai ketentuan.
    • Menjaga kebersihan kelas.
    • Menghormati guru dan teman.
    • Mengantre dengan tertib.

    2. Aturan Tertulis

    Aturan tertulis adalah aturan yang dibuat dan dicatat dalam bentuk tulisan sehingga dapat dibaca dan diketahui oleh orang yang harus mematuhinya.

    Contoh aturan tertulis di sekolah:

    • Siswa datang tepat waktu.
    • Siswa memakai seragam sesuai jadwal.
    • Siswa mengikuti kegiatan pembelajaran.
    • Siswa menjaga kebersihan sekolah.
    • Siswa tidak boleh membawa benda yang dilarang sekolah.
    • Siswa mengerjakan tugas yang diberikan guru.
    • Siswa mengikuti tata tertib sekolah.

    Contoh:
    Di depan kelas terdapat tulisan:

    “Buanglah sampah pada tempatnya.”

    Aturan tersebut merupakan aturan tertulis karena dapat dibaca dalam bentuk tulisan.

    3. Aturan Tidak Tertulis

    Aturan tidak tertulis adalah aturan yang tidak dicatat secara resmi, tetapi dipahami dan dilakukan bersama berdasarkan kebiasaan, kesopanan, dan norma yang berlaku.

    Contoh di sekolah:

    • Mengucapkan salam ketika bertemu guru.
    • Berbicara dengan sopan kepada guru dan teman.
    • Menghargai teman yang sedang berbicara.
    • Tidak memotong pembicaraan orang lain.
    • Meminta izin ketika ingin menggunakan barang milik teman.
    • Membantu teman yang mengalami kesulitan.
    • Tidak mengejek atau mengganggu teman.

    Aturan tersebut mungkin tidak selalu tertulis di papan pengumuman, tetapi tetap perlu dilakukan karena merupakan perilaku yang baik dan menghargai orang lain.

    4. Perbedaan Aturan Tertulis dan Tidak Tertulis

    Aturan TertulisAturan Tidak Tertulis
    Dicatat atau dituliskanTidak harus dituliskan
    Dapat dibaca oleh warga sekolahBiasanya dipahami melalui kebiasaan dan kesopanan
    Biasanya terdapat dalam tata tertib sekolahBerkaitan dengan norma dan kebiasaan baik
    Contoh: datang tepat waktuContoh: berbicara sopan
    Contoh: memakai seragam sesuai jadwalContoh: menghormati guru

    5. Mengapa Kita Harus Mematuhi Aturan?

    Mematuhi aturan sangat penting karena dapat:

    • menciptakan ketertiban;
    • membuat kegiatan belajar lebih nyaman;
    • menjaga keamanan;
    • melatih kedisiplinan;
    • menunjukkan sikap tanggung jawab;
    • menghargai hak orang lain;
    • menciptakan hubungan yang baik dengan guru dan teman.

    6. Akibat Tidak Mematuhi Aturan

    Jika aturan tidak dilaksanakan, dapat terjadi:

    • kegiatan belajar menjadi terganggu;
    • lingkungan menjadi tidak tertib;
    • orang lain merasa tidak nyaman;
    • terjadi perselisihan;
    • mendapatkan teguran atau konsekuensi sesuai aturan sekolah.

    7. Contoh Penerapan di Sekolah

    Situasi 1:
    Bel masuk berbunyi. Rani segera masuk kelas dan menyiapkan buku.

    ➡️ Rani telah melaksanakan aturan sekolah.

    Situasi 2:
    Budi melihat sampah di lantai. Ia mengambil sampah tersebut dan membuangnya ke tempat sampah.

    ➡️ Budi menunjukkan sikap bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan.

    Situasi 3:
    Siti sedang berbicara dengan guru. Andi menunggu sampai Siti selesai berbicara sebelum menyampaikan pendapatnya.

    ➡️ Andi telah melaksanakan aturan tidak tertulis berupa menghargai orang lain.

    8. Sikap yang Perlu Dibiasakan

    Peserta didik dapat membiasakan:

    🌟 Datang tepat waktu
    🌟 Memakai seragam sesuai ketentuan
    🌟 Mengikuti pembelajaran dengan tertib
    🌟 Menjaga kebersihan kelas
    🌟 Berbicara santun
    🌟 Menghormati guru
    🌟 Menghargai teman
    🌟 Mengantre dengan tertib
    🌟 Meminta izin ketika diperlukan
    🌟 Bertanggung jawab terhadap tugas

    Aturan tidak tertulis biasanya tumbuh dari kebiasaan, nilai kesopanan, kepedulian, dan kesepakatan dalam masyarakat.

    Contoh aturan tidak tertulis di masyarakat:

    • Menyapa tetangga dengan sopan.

    • Membantu tetangga yang membutuhkan pertolongan.

    • Menjaga kebersihan lingkungan bersama.

    • Mengikuti kegiatan gotong royong sesuai kemampuan.

    • Tidak mengganggu ketenangan orang lain.

    • Menghargai orang yang sedang berbicara.

    • Mengembalikan barang yang dipinjam.

    Aturan tidak tertulis membantu masyarakat hidup rukun, tertib, nyaman, dan saling menghargai.

    Catatan: Tidak semua aturan tidak tertulis memiliki sanksi resmi. Namun, kita tetap perlu melaksanakannya sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama.

    Perilaku Peduli Lingkungan

    Peduli lingkungan adalah sikap memperhatikan, menjaga, dan melakukan tindakan yang bermanfaat bagi kebersihan serta kelestarian lingkungan.

    Contoh perilaku peduli lingkungan:

    Di rumah:

    • Membuang sampah pada tempatnya.

    • Membantu menyapu halaman.

    • Menghemat air.

    • Merawat tanaman.

    Di sekolah:

    • Melaksanakan piket kelas.

    • Menjaga kebersihan meja dan lantai.

    • Memilah sampah sesuai tempat yang tersedia.

    • Tidak mencoret-coret dinding.

    Di masyarakat:

    • Ikut membersihkan lingkungan bersama warga.

    • Tidak membuang sampah ke selokan.

    • Membantu membersihkan fasilitas umum.

    • Mengajak orang lain menjaga kebersihan dengan sopan.

    Perilaku tersebut menunjukkan bahwa kita peduli terhadap kenyamanan dan kesehatan bersama.

    Hubungan Aturan Tidak Tertulis dengan Gotong Royong

    Gotong royong adalah kegiatan bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan yang bermanfaat bagi semua orang.

    Dalam masyarakat, warga sering memiliki kebiasaan saling membantu menjaga kebersihan lingkungan. Kebiasaan tersebut merupakan salah satu contoh penerapan aturan tidak tertulis.

    Manfaat gotong royong:

    1. Pekerjaan menjadi lebih ringan.

    2. Lingkungan menjadi bersih dan nyaman.

    3. Mempererat persaudaraan.

    4. Menumbuhkan rasa tanggung jawab.

    5. Melatih kerja sama dan kepedulian.

    6. Menciptakan kerukunan di masyarakat.

    Gotong royong dapat dilakukan tanpa membeda-bedakan teman atau tetangga. Setiap orang dapat berpartisipasi sesuai kemampuan.

    Kaitan dengan Nilai Pancasila

    Perilaku peduli lingkungan dan gotong royong mencerminkan nilai-nilai Pancasila, terutama:

    • Sila Kedua: Kemanusiaan yang adil dan beradab, melalui sikap saling membantu dan menghargai.

    • Sila Ketiga: Persatuan Indonesia, melalui kerja sama dan menjaga kerukunan.

    • Sila Kelima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, melalui tanggung jawab bersama menjaga lingkungan agar nyaman digunakan semua orang.

    Dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila, kita belajar menjadi warga yang peduli, bertanggung jawab, dan suka menolong.

    LKPD 

    Refleksi / Kesimpulan : 


    Cari Blog Ini

    Diberdayakan oleh Blogger.

    Rabu, 28 Oktober 2026 : Matematika

      Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd. Mata Pelajaran           : Matematika Hari, Tanggal              :  Rabu, 28 Oktober...

     

    Risky Melina Sari Template by Ipietoon Cute Blog Design