Selasa, 29 September 2026

Rabu, 30 September 2026 : Matematika

  Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

Mata Pelajaran           : Matematika

Hari, Tanggal              :  Rabu, 30 September 2026

Fase / Kelas                 : B / 3C

 Materi                          : Kalimat Matematika terkait Pengurangan dan Penjumlahan

Pertemuan Ke             : 3

Capaian Pembelajaran : 

Peserta didik dapat memahami dan menggunakan kalimat matematika untuk menyatakan situasi sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah. Peserta didik mampu menentukan operasi yang sesuai, menyelesaikan kalimat matematika, serta menjelaskan hubungan antara cerita, simbol matematika, dan hasil perhitungan.

Tujuan Pembelajaran (TP ): 

  • Menjelaskan pengertian kalimat matematika.
  • Mengenal simbol + (penjumlahan), − (pengurangan), dan = (sama dengan).
  • Mengubah soal cerita sederhana menjadi kalimat matematika.
  • Menentukan operasi penjumlahan atau pengurangan yang tepat berdasarkan suatu masalah.
  • Menyelesaikan kalimat matematika penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat memusatkan perhatian pada soal dan angka yang diberikan guru. Guru mengajak siswa mengamati bilangan, memahami informasi yang diketahui dan ditanyakan, kemudian menentukan apakah soal tersebut menggunakan penjumlahan (+) atau pengurangan (−) sebelum menuliskan kalimat matematikanya.
    • Meaningful (Bermakna): Guru menghubungkan kalimat matematika dengan kehidupan sehari-hari, misalnya menghitung jumlah buku, pensil, buah, atau benda lainnya. Siswa menyelesaikan masalah seperti: “Di perpustakaan terdapat 235 buku. Kemudian datang 125 buku baru. Berapa jumlah buku sekarang?” Siswa menuliskan kalimat matematika 235 + 125 = 360.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid bermain kartu kalimat matematika secara berkelompok. Setiap kelompok mengambil kartu soal cerita, kemudian menentukan apakah menggunakan penjumlahan atau pengurangan dan menuliskan kalimat matematikanya pada papan tulis mini. Kelompok yang dapat menentukan operasi dan menjelaskan cara penyelesaiannya dengan benar mendapat apresiasi dari guru.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ):

    1. Peserta didik mengenal pengertian dan bentuk kalimat matematika.

    2. Peserta didik mengidentifikasi simbol +, −, dan = dalam kalimat matematika.

    3. Peserta didik menghubungkan situasi atau soal cerita dengan operasi penjumlahan dan pengurangan.

    4. Peserta didik mengubah soal cerita menjadi kalimat matematika.

    5. Peserta didik menyelesaikan kalimat matematika penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah.


    Materi Matematika :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, tanya jawab, latihan mandiri.  

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    Q.S. Al-Kahfi: 25 menjelaskan operasi penjumlahan (300 + 9 tahun) dan Q.S. Al-'Ankabuut: 14 menjelaskan operasi pengurangan (1000 - 50 tahun) dalam konteks sejarah kehidupan para nabi.

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 




    1. Pengertian Kalimat Matematika

    Kalimat matematika adalah kalimat yang menggunakan angka, tanda operasi, dan tanda sama dengan (=) untuk menunjukkan suatu hubungan atau perhitungan matematika.

    Contoh:

    245 + 123 = 368

    Artinya, 245 ditambah 123 hasilnya 368.

    Contoh lainnya:

    500 − 175 = 325

    Artinya, 500 dikurangi 175 hasilnya 325.

    2. Mengenal Simbol Matematika

    SimbolNamaArti
    +TambahMenjumlahkan
    −KurangMengurangi
    =Sama denganMenunjukkan hasil atau kesamaan

    Contoh:

    125 + 75 = 200

    • 125 dan 75 disebut bilangan yang dijumlahkan.
    • Tanda + menunjukkan operasi penjumlahan.
    • 200 merupakan hasil penjumlahan.

    450 − 125 = 325

    • 450 merupakan bilangan yang dikurangi.
    • 125 merupakan bilangan pengurang.
    • 325 merupakan hasil pengurangan.

    3. Kalimat Matematika Penjumlahan

    Kalimat matematika penjumlahan digunakan ketika suatu masalah menunjukkan adanya penggabungan atau penambahan jumlah.

    Contoh:

    Di perpustakaan terdapat 235 buku cerita. Kemudian, sekolah mendapat tambahan 124 buku cerita.

    Kalimat matematikanya:

    235 + 124 = 359

    Jadi, jumlah buku cerita sekarang adalah 359 buku.

    Contoh lainnya:

    Siti mempunyai 125 kelereng. Budi memberikan 75 kelereng kepada Siti.

    Kalimat matematika:

    125 + 75 = 200

    Jadi, Siti mempunyai 200 kelereng.

    4. Kalimat Matematika Pengurangan

    Kalimat matematika pengurangan digunakan ketika suatu masalah menunjukkan jumlah yang berkurang, diambil, diberikan, atau tersisa.

    Contoh:

    Di dalam keranjang terdapat 450 buah jeruk. Sebanyak 125 jeruk dibagikan kepada warga.

    Kalimat matematikanya:

    450 − 125 = 325

    Jadi, jeruk yang tersisa adalah 325 buah.

    Contoh lainnya:

    Rani mempunyai 375 stiker. Sebanyak 150 stiker diberikan kepada temannya.

    Kalimat matematika:

    375 − 150 = 225

    Jadi, stiker Rani yang tersisa adalah 225 stiker.

    5. Mengubah Soal Cerita Menjadi Kalimat Matematika

    Untuk mengubah soal cerita menjadi kalimat matematika, lakukan langkah berikut:

    Langkah 1

    Baca soal dengan teliti.

    Langkah 2

    Tentukan informasi yang diketahui.

    Langkah 3

    Tentukan apa yang ditanyakan.

    Langkah 4

    Tentukan apakah menggunakan penjumlahan atau pengurangan.

    Langkah 5

    Tuliskan kalimat matematikanya.

    Contoh:

    Pak Budi memiliki 325 ekor ikan. Ia membeli lagi 125 ekor ikan.

    Diketahui:

    • Ikan awal = 325 ekor
    • Ikan yang dibeli = 125 ekor

    Karena jumlah ikan bertambah, maka menggunakan penjumlahan.

    Kalimat matematika:

    325 + 125 = 450

    Jadi, Pak Budi mempunyai 450 ekor ikan.

    Contoh Kalimat Matematika dalam Kehidupan Sehari-hari

    Contoh 1 – Penjumlahan

    Di kelas terdapat 18 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan.

    Kalimat matematika:

    18 + 15 = 33

    Jadi, jumlah siswa adalah 33 orang.

    Contoh 2 – Pengurangan

    Perpustakaan mempunyai 750 buku. Sebanyak 125 buku dipinjam siswa.

    Kalimat matematika:

    750 − 125 = 625

    Jadi, buku yang masih ada di perpustakaan adalah 625 buku.

    Contoh 3 – Bilangan yang belum diketahui

    Dina mempunyai beberapa pensil. Setelah membeli 25 pensil, jumlah pensilnya menjadi 80.

    Kalimat matematika:

    □ + 25 = 80

    Maka:

    80 − 25 = 55

    Jadi, pensil Dina sebelumnya ada 55 buah.

    Latihan Soal !

    1. Perpustakaan sekolah memiliki 325 buku. Sekolah mendapat sumbangan 247 buku lagi.
    Buatlah kalimat matematika dan tentukan jumlah buku sekarang!

    2. Pak Andi memiliki 750 bibit tanaman. Sebanyak 325 bibit ditanam di kebun sekolah.
    Buatlah kalimat matematika dan tentukan sisa bibit tanaman. 

    3. Siti mengumpulkan 236 stiker. Kemudian ia mendapatkan 158 stiker dari temannya. 
    Buatlah kalimat matematika dan tentukan jumlah stiker Siti!

    4. Di dalam sebuah keranjang terdapat 900 buah mangga. Sebanyak 365 buah dibagikan kepada warga.
    Buatlah kalimat matematika dan tentukan sisa mangga!

    5. Sekolah memiliki 428 buku cerita dan membeli lagi 315 buku cerita.
    Berapa jumlah buku cerita yang dimiliki sekolah sekarang? Tuliskan kalimat matematikanya!


    Kunci Jawaban : 
    1. 325 + 247 = 572 buku
    2. 750 − 325 = 425 bibit
    3. 236 + 158 = 394 stiker
    4. 900 − 365 = 535 mangga
    5. 428 + 315 = 743 buku cerita

    Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 


    Senin, 28 September 2026

    Selasa, 29 September 2026 : Matematika

     Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : Matematika

    Hari, Tanggal              :  Selasa, 29 September 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                          : Kalimat Matematika terkait Pengurangan dan Penjumlahan

    Pertemuan Ke             : 2

    Capaian Pembelajaran : 

    Peserta didik dapat memahami dan menggunakan kalimat matematika untuk menyatakan situasi sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah. Peserta didik mampu menentukan operasi yang sesuai, menyelesaikan kalimat matematika, serta menjelaskan hubungan antara cerita, simbol matematika, dan hasil perhitungan.

    Tujuan Pembelajaran (TP ): 

  • Menjelaskan pengertian kalimat matematika.
  • Mengenal simbol + (penjumlahan), − (pengurangan), dan = (sama dengan).
  • Mengubah soal cerita sederhana menjadi kalimat matematika.
  • Menentukan operasi penjumlahan atau pengurangan yang tepat berdasarkan suatu masalah.
  • Menyelesaikan kalimat matematika penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat memusatkan perhatian pada soal dan angka yang diberikan guru. Guru mengajak siswa mengamati bilangan, memahami informasi yang diketahui dan ditanyakan, kemudian menentukan apakah soal tersebut menggunakan penjumlahan (+) atau pengurangan (−) sebelum menuliskan kalimat matematikanya.
    • Meaningful (Bermakna): Guru menghubungkan kalimat matematika dengan kehidupan sehari-hari, misalnya menghitung jumlah buku, pensil, buah, atau benda lainnya. Siswa menyelesaikan masalah seperti: “Di perpustakaan terdapat 235 buku. Kemudian datang 125 buku baru. Berapa jumlah buku sekarang?” Siswa menuliskan kalimat matematika 235 + 125 = 360.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid bermain kartu kalimat matematika secara berkelompok. Setiap kelompok mengambil kartu soal cerita, kemudian menentukan apakah menggunakan penjumlahan atau pengurangan dan menuliskan kalimat matematikanya pada papan tulis mini. Kelompok yang dapat menentukan operasi dan menjelaskan cara penyelesaiannya dengan benar mendapat apresiasi dari guru.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ):

    1. Peserta didik mengenal pengertian dan bentuk kalimat matematika.

    2. Peserta didik mengidentifikasi simbol +, −, dan = dalam kalimat matematika.

    3. Peserta didik menghubungkan situasi atau soal cerita dengan operasi penjumlahan dan pengurangan.

    4. Peserta didik mengubah soal cerita menjadi kalimat matematika.

    5. Peserta didik menyelesaikan kalimat matematika penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah.


    Materi Matematika :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, tanya jawab, latihan mandiri.  

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    Q.S. Al-Kahfi: 25 menjelaskan operasi penjumlahan (300 + 9 tahun) dan Q.S. Al-'Ankabuut: 14 menjelaskan operasi pengurangan (1000 - 50 tahun) dalam konteks sejarah kehidupan para nabi.

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 




    1. Pengertian Kalimat Matematika

    Kalimat matematika adalah kalimat yang menggunakan angka, tanda operasi, dan tanda sama dengan (=) untuk menunjukkan suatu hubungan atau perhitungan matematika.

    Contoh:

    245 + 123 = 368

    Artinya, 245 ditambah 123 hasilnya 368.

    Contoh lainnya:

    500 − 175 = 325

    Artinya, 500 dikurangi 175 hasilnya 325.

    2. Mengenal Simbol Matematika

    SimbolNamaArti
    +TambahMenjumlahkan
    −KurangMengurangi
    =Sama denganMenunjukkan hasil atau kesamaan

    Contoh:

    125 + 75 = 200

    • 125 dan 75 disebut bilangan yang dijumlahkan.
    • Tanda + menunjukkan operasi penjumlahan.
    • 200 merupakan hasil penjumlahan.

    450 − 125 = 325

    • 450 merupakan bilangan yang dikurangi.
    • 125 merupakan bilangan pengurang.
    • 325 merupakan hasil pengurangan.

    3. Kalimat Matematika Penjumlahan

    Kalimat matematika penjumlahan digunakan ketika suatu masalah menunjukkan adanya penggabungan atau penambahan jumlah.

    Contoh:

    Di perpustakaan terdapat 235 buku cerita. Kemudian, sekolah mendapat tambahan 124 buku cerita.

    Kalimat matematikanya:

    235 + 124 = 359

    Jadi, jumlah buku cerita sekarang adalah 359 buku.

    Contoh lainnya:

    Siti mempunyai 125 kelereng. Budi memberikan 75 kelereng kepada Siti.

    Kalimat matematika:

    125 + 75 = 200

    Jadi, Siti mempunyai 200 kelereng.

    4. Kalimat Matematika Pengurangan

    Kalimat matematika pengurangan digunakan ketika suatu masalah menunjukkan jumlah yang berkurang, diambil, diberikan, atau tersisa.

    Contoh:

    Di dalam keranjang terdapat 450 buah jeruk. Sebanyak 125 jeruk dibagikan kepada warga.

    Kalimat matematikanya:

    450 − 125 = 325

    Jadi, jeruk yang tersisa adalah 325 buah.

    Contoh lainnya:

    Rani mempunyai 375 stiker. Sebanyak 150 stiker diberikan kepada temannya.

    Kalimat matematika:

    375 − 150 = 225

    Jadi, stiker Rani yang tersisa adalah 225 stiker.

    5. Mengubah Soal Cerita Menjadi Kalimat Matematika

    Untuk mengubah soal cerita menjadi kalimat matematika, lakukan langkah berikut:

    Langkah 1

    Baca soal dengan teliti.

    Langkah 2

    Tentukan informasi yang diketahui.

    Langkah 3

    Tentukan apa yang ditanyakan.

    Langkah 4

    Tentukan apakah menggunakan penjumlahan atau pengurangan.

    Langkah 5

    Tuliskan kalimat matematikanya.

    Contoh:

    Pak Budi memiliki 325 ekor ikan. Ia membeli lagi 125 ekor ikan.

    Diketahui:

    • Ikan awal = 325 ekor
    • Ikan yang dibeli = 125 ekor

    Karena jumlah ikan bertambah, maka menggunakan penjumlahan.

    Kalimat matematika:

    325 + 125 = 450

    Jadi, Pak Budi mempunyai 450 ekor ikan.

    Contoh Kalimat Matematika dalam Kehidupan Sehari-hari

    Contoh 1 – Penjumlahan

    Di kelas terdapat 18 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan.

    Kalimat matematika:

    18 + 15 = 33

    Jadi, jumlah siswa adalah 33 orang.

    Contoh 2 – Pengurangan

    Perpustakaan mempunyai 750 buku. Sebanyak 125 buku dipinjam siswa.

    Kalimat matematika:

    750 − 125 = 625

    Jadi, buku yang masih ada di perpustakaan adalah 625 buku.

    Contoh 3 – Bilangan yang belum diketahui

    Dina mempunyai beberapa pensil. Setelah membeli 25 pensil, jumlah pensilnya menjadi 80.

    Kalimat matematika:

    □ + 25 = 80

    Maka:

    80 − 25 = 55

    Jadi, pensil Dina sebelumnya ada 55 buah.



    Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 

    Murid telah memahami kalimat matematika pengurangan bilangan cacah sampai 1.000. Murid dapat menentukan operasi pengurangan yang sesuai berdasarkan soal atau cerita, menyusun kalimat matematika dengan benar, serta menghitung hasil pengurangan secara tepat dengan memperhatikan nilai tempat satuan, puluhan, dan ratusan. Melalui pembelajaran ini, murid juga mampu menerapkan konsep pengurangan dalam berbagai situasi kehidupan sehari-hari, seperti menghitung jumlah benda yang tersisa, selisih jumlah barang, dan menyelesaikan masalah sederhana dengan teliti.

    Selasa, 29 September 2026 : Bahasa Indonesia

      Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : Bahasa Indonesia

    Hari, Tanggal              :  Selasa, 29 September 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                           : Sumatif 2 Bahasa Indonesia 

    Pertemuan Ke             : 1

    Capaian Pembelajaran : 

    Peserta didik mampu memahami informasi dari teks yang dibaca dan didengar, menemukan informasi penting, mengidentifikasi ide pokok dan ide pendukung, serta memahami penggunaan bahasa untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik juga mampu memahami makna ungkapan atau majas sederhana dan menerapkannya dalam konteks yang sesuai.

    Tujuan Pembelajaran (TP ): 

  • Menjelaskan pengertian ide pokok dalam sebuah paragraf.
  • Menentukan ide pokok dari sebuah paragraf sederhana.
  • Mengidentifikasi ide pendukung yang terdapat dalam paragraf.
  • Membedakan ide pokok dan ide pendukung.
  • Menjelaskan pengertian kerja sama.
  • Mengidentifikasi contoh kerja sama di lingkungan sekolah dan rumah.
  • Menunjukkan manfaat kerja sama dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menjelaskan pengertian majas dengan bahasa sederhana.
  • Mengenali macam-macam majas sederhana, seperti majas personifikasi, metafora, dan hiperbola.
  • Menentukan jenis majas yang digunakan dalam kalimat sederhana.
  • Memahami makna kalimat yang menggunakan majas.
  • Menyelesaikan soal berdasarkan bacaan, cerita, dan kalimat yang berkaitan dengan ketiga materi.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengetahui bahwa akan  dilaksanakan sumatif 2 Bahasa Indonesia bab 2. 
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat memahami ide pokok dan pendukung, materi kerjasama dan pengertian majas dan macam-macamnya. 
    • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat menyelesaikan latihan soal dengan baik dan benar. 

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): 

    No.Alur Tujuan PembelajaranMateri
    1Peserta didik memahami pengertian dan ciri-ciri ide pokok dalam sebuah paragraf.Ide Pokok
    2Peserta didik menemukan ide pokok dari paragraf sederhana melalui kegiatan membaca.Ide Pokok
    3Peserta didik memahami pengertian dan fungsi ide pendukung.Ide Pendukung
    4Peserta didik mengidentifikasi ide pendukung yang terdapat dalam sebuah paragraf.Ide Pendukung
    5Peserta didik membedakan ide pokok dan ide pendukung berdasarkan bacaan.Ide Pokok & Pendukung
    6Peserta didik memahami pengertian dan pentingnya kerja sama dalam kehidupan sehari-hari.Kerja Sama
    7Peserta didik mengidentifikasi contoh kerja sama di lingkungan sekolah dan rumah.Kerja Sama
    8Peserta didik menjelaskan manfaat kerja sama dan menunjukkan sikap bekerja sama dengan teman.Kerja Sama
    9Peserta didik memahami pengertian majas sebagai penggunaan kata atau kalimat dengan makna tertentu agar bahasa lebih menarik.Majas
    10Peserta didik mengenali majas personifikasi, metafora, dan hiperbola melalui contoh sederhana.Macam-Macam Majas
    11Peserta didik menentukan jenis majas dan memahami maknanya dalam sebuah kalimat.Majas
    12Peserta didik menerapkan pemahaman ide pokok, ide pendukung, kerja sama, dan majas dalam latihan sebagai persiapan Sumatif Harian ke-2.Penguatan & Sumatif

    Materi Bahasa Indonesia :

    Model / Metode Pembelajaran : Soal Sumatif 2 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Proyektor 

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.

    Ringkasan Materi untuk SH ke-2

    1. Ide Pokok dan Ide Pendukung

    • Ide pokok adalah gagasan utama atau inti pembahasan dalam sebuah paragraf.
    • Ide pendukung adalah informasi yang menjelaskan, memperkuat, atau mendukung ide pokok.
    • Cara menemukan ide pokok: baca paragraf dengan teliti, tentukan hal yang paling banyak dibahas, kemudian simpulkan inti paragraf.
    • Ide pendukung biasanya berupa contoh, penjelasan, alasan, atau informasi tambahan.

    Contoh:
    Setiap hari siswa kelas 3 menjaga kebersihan kelas. Mereka menyapu lantai, membersihkan papan tulis, dan membuang sampah pada tempatnya.

    • Ide pokok: Siswa kelas 3 menjaga kebersihan kelas.
    • Ide pendukung: Menyapu lantai, membersihkan papan tulis, dan membuang sampah pada tempatnya.

    2. Kerja Sama di Lingkungan Sekolah dan Rumah

    • Kerja sama adalah kegiatan yang dilakukan bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu.
    • Contoh di sekolah:
      • Melaksanakan piket kelas.
      • Membersihkan halaman sekolah.
      • Mengerjakan tugas kelompok.
      • Menata buku di perpustakaan.
    • Contoh di rumah:
      • Membersihkan rumah bersama keluarga.
      • Merapikan kamar.
      • Membantu orang tua.
    • Manfaat kerja sama: pekerjaan menjadi lebih ringan, cepat selesai, menumbuhkan persatuan, dan mempererat hubungan dengan orang lain.
    3. Majas
    Majas adalah penggunaan bahasa dengan cara tertentu agar kalimat menjadi lebih menarik dan memiliki makna khusus.
    Jenis MajasPengertianContoh
    PersonifikasiMemberikan sifat manusia kepada benda atau alam.Angin berbisik di telingaku.
    MetaforaMembandingkan sesuatu secara langsung dengan sesuatu yang lain.Rina adalah bintang kelas.
    HiperbolaMenggunakan ungkapan yang sangat berlebihan.Aku sudah menunggumu seribu tahun.

    Fokus yang Perlu Dipelajari Sebelum SH-2

    Peserta didik sebaiknya mampu:

    • menentukan ide pokok dari sebuah paragraf;
    • menentukan ide pendukung dari sebuah paragraf;
    • membedakan ide pokok dan ide pendukung;
    • menentukan contoh kerja sama di sekolah dan rumah;
    • menjelaskan manfaat kerja sama;
    • mengenali personifikasi, metafora, dan hiperbola;
    • menentukan jenis majas dalam sebuah kalimat;
    • memahami makna kalimat yang menggunakan majas;
    • menjawab soal berbentuk cerita atau bacaan berdasarkan ketiga materi tersebut.


    Refleksi / Kesimpulan : 

    Murid dapat mengerjakan Sumatif 2 Bahasa Indonesia dengan baik melalui pemahaman materi puisi, ide pokok dan ide pendukung, majas, serta kerja sama. Murid mampu memahami unsur dan makna puisi, menentukan ide pokok dan ide pendukung dalam bacaan, mengenali penggunaan majas sederhana, serta memahami pentingnya kerja sama di lingkungan sekolah dan rumah. Melalui kegiatan sumatif, murid dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan berbahasa yang telah dipelajari dengan teliti dan bertanggung jawab.


    Cari Blog Ini

    Diberdayakan oleh Blogger.

    Rabu, 30 September 2026 : Matematika

       Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd. Mata Pelajaran           : Matematika Hari, Tanggal              :  Rabu, 30 Septem...

     

    Risky Melina Sari Template by Ipietoon Cute Blog Design