Rabu, 21 Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 : IPAS

Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

Mata Pelajaran           : IPAS

Hari, Tanggal              :  Kamis, 22 Oktober 2026

Fase / Kelas                 : B / 3C

 Materi                           : Perubahan Bentuk Energi dalam Kehidupan sehari-hari

Pertemuan Ke             : 1

Capaian Pembelajaran : 

Peserta didik mampu mengenali berbagai bentuk energi yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, mengidentifikasi sumber energi dan perubahan bentuk energi pada benda di sekitarnya, serta melakukan pengamatan dan eksperimen sederhana untuk memahami proses perubahan energi. Peserta didik mampu menyampaikan hasil pengamatan secara lisan maupun tertulis dan menunjukkan sikap ingin tahu, teliti, serta bertanggung jawab dalam menggunakan energi.

Tujuan Pembelajaran (TP ):

  • Menjelaskan pengertian energi dengan bahasa sederhana secara tepat.
  • Mengidentifikasi berbagai bentuk energi, seperti energi panas, cahaya, bunyi, gerak, dan listrik.
  • Menjelaskan contoh perubahan bentuk energi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
  • Mengidentifikasi perubahan energi pada alat-alat yang digunakan di rumah dan sekolah.
  • Melakukan eksperimen sederhana tentang perubahan bentuk energi dengan mengikuti petunjuk dan aturan keselamatan.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat memusatkan perhatian pada materi dan menyadari perubahan energi yang terjadi di sekitarnya.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan konsep perubahan energi dengan pengalaman sehari-hari.
  • Joyful (Menyenangkan): Guru dapat menunjukkan gambar radio, lalu peserta didik menyebutkan perubahan energi yang terjadi.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): 

1. Peserta didik mengenal pengertian energi dan manfaatnya.

2. Peserta didik mengidentifikasi bentuk-bentuk energi.

3. Peserta didik menjelaskan proses perubahan bentuk energi.

4. Peserta didik melakukan eksperimen sederhana.


Materi IPAS :

Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, Diskusi  

بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

Apa kabarnya hari ini?
Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

  • 😊 Senyum dan memberi salam.
  • 🙏 Duduk dengan rapi.
  • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
  • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
  • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.

QS. An-Nahl ayat 10

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً

Huwal-lażī anzala minas-samā’i mā’an.

Artinya: “Dialah yang telah menurunkan air dari langit untuk kamu ....”

Hubungan dengan materi IPAS:

  • Air sangat penting bagi kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan.

  • Air yang mengalir dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin pada pembangkit listrik tenaga air.

  • Ayat ini mengajak peserta didik mensyukuri air sebagai karunia Allah Swt.

Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 



1. Pengertian Energi

Energi adalah kemampuan untuk melakukan kegiatan atau menyebabkan perubahan. Kita membutuhkan energi untuk bergerak, belajar, bermain, menyalakan lampu, dan menjalankan berbagai alat.

Contoh sumber energi di sekitar kita adalah matahari, makanan, baterai, dan listrik.

2. Macam-Macam Bentuk Energi

Unsupported client – Canva

a. Energi panas

Energi yang dapat membuat benda menjadi hangat atau meningkatkan suhunya.

Contoh: panas matahari dan panas dari setrika.

Relacionar Columnas: Match the Phrasal Verbs to the Correct Images.

b. Energi cahaya

Energi yang membantu kita melihat benda.

Contoh: cahaya matahari dan cahaya lampu.

Bambino Con Tamburo Vettoriali, Illustrazioni e Clipart

c. Energi bunyi

Energi yang dihasilkan oleh benda yang bergetar dan dapat didengar oleh telinga.

Contoh: bunyi bel, gitar, dan drum.

¿Cuál es la principal diferencia entre rodar y girar para niños? - Giggle Academy Blog

d. Energi gerak

Energi yang dimiliki benda karena bergerak.

Contoh: bola menggelinding, sepeda berjalan, dan kipas berputar.

Bóng đèn sáng nhờ dòng điện | Khám phá - Khoa học & Công nghệ

e. Energi listrik

Energi yang digunakan untuk menjalankan berbagai peralatan listrik.

Contoh: televisi, lampu, dan kipas angin.

3. Proses Perubahan Bentuk Energi

Perubahan bentuk energi adalah proses berubahnya energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Perubahan energi sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

1Lampu menyalaEnergi listrik menjadi energi cahaya dan panas
2Kipas anginEnergi listrik menjadi energi gerak dan bunyi
3Setrika listrikEnergi listrik menjadi energi panas
4RadioEnergi listrik menjadi energi bunyi
5Panel suryaEnergi cahaya matahari menjadi energi listrik
6Tubuh saat berlariEnergi kimia dari makanan menjadi energi gerak dan panas
7Buah jatuh dari pohonEnergi potensial gravitasi menjadi energi gerak
8Baterai pada senterEnergi kimia menjadi energi listrik, lalu menjadi energi cahaya dan panas

Mengapa Energi Dapat Berubah?

Energi dapat berubah bentuk ketika suatu benda atau alat bekerja. Misalnya, kipas angin menggunakan energi listrik untuk memutar baling-baling. Energi listrik berubah menjadi energi gerak, disertai sedikit bunyi dan panas.

Energi tidak selalu hilang ketika berubah bentuk. Energi dapat berpindah atau berubah bentuk, meskipun sebagian energi dapat tersebar ke lingkungan sebagai panas atau bunyi.

Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 


Kamis, 22 Oktober 2026 : Pendidikan Pancasila

  Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

Mata Pelajaran           : Pendidikan Pancasila 

Hari, Tanggal              :  Kamis, 22 Oktober 2026

Fase / Kelas                 : B / 3C

 Materi                     : Menunjukan perilaku peduli lingkungan sebagai wujud aturan Tidak Tertulis di masyarakat. 

Pertemuan Ke             : 5 

Capaian Pembelajaran : 

Peserta didik mampu mengenal dan memahami aturan yang berlaku di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Peserta didik mampu mengidentifikasi aturan tertulis dan tidak tertulis serta menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan menghargai orang lain dengan melaksanakan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran (TP ): 

  • Menjelaskan pengertian aturan tertulis dan aturan tidak tertulis dengan bahasa sederhana.
  • Mengidentifikasi contoh aturan tertulis yang berlaku di lingkungan sekolah.
  • Mengidentifikasi contoh aturan tidak tertulis yang berlaku di lingkungan sekolah.
  • Membedakan aturan tertulis dan tidak tertulis berdasarkan contoh yang ditemukan di sekolah.
  • Menjelaskan manfaat mematuhi aturan di lingkungan sekolah.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat memperhatikan dan mengenali berbagai aturan yang berlaku di lingkungan sekolah serta menyadari pentingnya mematuhi aturan tersebut.
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat memahami bahwa aturan membantu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, nyaman, dan menyenangkan bagi semua warga sekolah.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui permainan “Tertulis atau Tidak Tertulis?”, bermain peran, dan mengamati aturan yang terdapat di lingkungan sekolah sehingga pembelajaran menjadi lebih aktif dan menyenangkan.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ): 

    1. Peserta didik mengenal pengertian aturan dan memahami bahwa aturan diperlukan agar kehidupan bersama menjadi tertib dan nyaman.

    2. Peserta didik mengenali ciri-ciri aturan tertulis dan tidak tertulis.

    3. Peserta didik mengidentifikasi berbagai contoh aturan tertulis di lingkungan sekolah.

    4. Peserta didik mengidentifikasi berbagai contoh aturan tidak tertulis di lingkungan sekolah

    5. Peserta didik mengelompokkan aturan di sekolah berdasarkan aturan tertulis dan tidak tertulis.

    Materi Pendidikan Pancasila :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : LKPD, Video Pembelajaran 


    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    Karakter Persatuan dan Toleransi: QS. Al-Hujurat Ayat 13
    Ayat ini merupakan landasan utama dalam kurikulum pendidikan Islam untuk mengajarkan persatuan di tengah keberagaman (multikulturalisme) serta toleransi antarmanusia.
    Karakter Keadilan: QS. Al-Ma'idah Ayat 8
    Ayat ini mengajarkan konsep keadilan yang mutlak, di mana menegakkan keadilan adalah kewajiban moral yang tidak boleh goyah sedikit pun, bahkan terhadap orang atau kelompok yang tidak disukai.

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 


    PENJABARAN MATERI

    📖 Materi Pembelajaran

    1. Pengertian Aturan

    Aturan adalah ketentuan yang dibuat untuk mengatur perilaku seseorang agar kehidupan bersama menjadi tertib, aman, nyaman, dan teratur.

    Aturan dapat ditemukan di rumah, sekolah, maupun masyarakat.

    Contoh:

    • Datang ke sekolah tepat waktu.
    • Menggunakan seragam sesuai ketentuan.
    • Menjaga kebersihan kelas.
    • Menghormati guru dan teman.
    • Mengantre dengan tertib.

    2. Aturan Tertulis

    Aturan tertulis adalah aturan yang dibuat dan dicatat dalam bentuk tulisan sehingga dapat dibaca dan diketahui oleh orang yang harus mematuhinya.

    Contoh aturan tertulis di sekolah:

    • Siswa datang tepat waktu.
    • Siswa memakai seragam sesuai jadwal.
    • Siswa mengikuti kegiatan pembelajaran.
    • Siswa menjaga kebersihan sekolah.
    • Siswa tidak boleh membawa benda yang dilarang sekolah.
    • Siswa mengerjakan tugas yang diberikan guru.
    • Siswa mengikuti tata tertib sekolah.

    Contoh:
    Di depan kelas terdapat tulisan:

    “Buanglah sampah pada tempatnya.”

    Aturan tersebut merupakan aturan tertulis karena dapat dibaca dalam bentuk tulisan.

    3. Aturan Tidak Tertulis

    Aturan tidak tertulis adalah aturan yang tidak dicatat secara resmi, tetapi dipahami dan dilakukan bersama berdasarkan kebiasaan, kesopanan, dan norma yang berlaku.

    Contoh di sekolah:

    • Mengucapkan salam ketika bertemu guru.
    • Berbicara dengan sopan kepada guru dan teman.
    • Menghargai teman yang sedang berbicara.
    • Tidak memotong pembicaraan orang lain.
    • Meminta izin ketika ingin menggunakan barang milik teman.
    • Membantu teman yang mengalami kesulitan.
    • Tidak mengejek atau mengganggu teman.

    Aturan tersebut mungkin tidak selalu tertulis di papan pengumuman, tetapi tetap perlu dilakukan karena merupakan perilaku yang baik dan menghargai orang lain.

    4. Perbedaan Aturan Tertulis dan Tidak Tertulis

    Aturan TertulisAturan Tidak Tertulis
    Dicatat atau dituliskanTidak harus dituliskan
    Dapat dibaca oleh warga sekolahBiasanya dipahami melalui kebiasaan dan kesopanan
    Biasanya terdapat dalam tata tertib sekolahBerkaitan dengan norma dan kebiasaan baik
    Contoh: datang tepat waktuContoh: berbicara sopan
    Contoh: memakai seragam sesuai jadwalContoh: menghormati guru

    5. Mengapa Kita Harus Mematuhi Aturan?

    Mematuhi aturan sangat penting karena dapat:

    • menciptakan ketertiban;
    • membuat kegiatan belajar lebih nyaman;
    • menjaga keamanan;
    • melatih kedisiplinan;
    • menunjukkan sikap tanggung jawab;
    • menghargai hak orang lain;
    • menciptakan hubungan yang baik dengan guru dan teman.

    6. Akibat Tidak Mematuhi Aturan

    Jika aturan tidak dilaksanakan, dapat terjadi:

    • kegiatan belajar menjadi terganggu;
    • lingkungan menjadi tidak tertib;
    • orang lain merasa tidak nyaman;
    • terjadi perselisihan;
    • mendapatkan teguran atau konsekuensi sesuai aturan sekolah.

    7. Contoh Penerapan di Sekolah

    Situasi 1:
    Bel masuk berbunyi. Rani segera masuk kelas dan menyiapkan buku.

    ➡️ Rani telah melaksanakan aturan sekolah.

    Situasi 2:
    Budi melihat sampah di lantai. Ia mengambil sampah tersebut dan membuangnya ke tempat sampah.

    ➡️ Budi menunjukkan sikap bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan.

    Situasi 3:
    Siti sedang berbicara dengan guru. Andi menunggu sampai Siti selesai berbicara sebelum menyampaikan pendapatnya.

    ➡️ Andi telah melaksanakan aturan tidak tertulis berupa menghargai orang lain.

    8. Sikap yang Perlu Dibiasakan

    Peserta didik dapat membiasakan:

    🌟 Datang tepat waktu
    🌟 Memakai seragam sesuai ketentuan
    🌟 Mengikuti pembelajaran dengan tertib
    🌟 Menjaga kebersihan kelas
    🌟 Berbicara santun
    🌟 Menghormati guru
    🌟 Menghargai teman
    🌟 Mengantre dengan tertib
    🌟 Meminta izin ketika diperlukan
    🌟 Bertanggung jawab terhadap tugas

    Aturan tidak tertulis biasanya tumbuh dari kebiasaan, nilai kesopanan, kepedulian, dan kesepakatan dalam masyarakat.

    Contoh aturan tidak tertulis di masyarakat:

    • Menyapa tetangga dengan sopan.

    • Membantu tetangga yang membutuhkan pertolongan.

    • Menjaga kebersihan lingkungan bersama.

    • Mengikuti kegiatan gotong royong sesuai kemampuan.

    • Tidak mengganggu ketenangan orang lain.

    • Menghargai orang yang sedang berbicara.

    • Mengembalikan barang yang dipinjam.

    Aturan tidak tertulis membantu masyarakat hidup rukun, tertib, nyaman, dan saling menghargai.

    Catatan: Tidak semua aturan tidak tertulis memiliki sanksi resmi. Namun, kita tetap perlu melaksanakannya sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama.

    Perilaku Peduli Lingkungan

    Peduli lingkungan adalah sikap memperhatikan, menjaga, dan melakukan tindakan yang bermanfaat bagi kebersihan serta kelestarian lingkungan.

    Contoh perilaku peduli lingkungan:

    Di rumah:

    • Membuang sampah pada tempatnya.

    • Membantu menyapu halaman.

    • Menghemat air.

    • Merawat tanaman.

    Di sekolah:

    • Melaksanakan piket kelas.

    • Menjaga kebersihan meja dan lantai.

    • Memilah sampah sesuai tempat yang tersedia.

    • Tidak mencoret-coret dinding.

    Di masyarakat:

    • Ikut membersihkan lingkungan bersama warga.

    • Tidak membuang sampah ke selokan.

    • Membantu membersihkan fasilitas umum.

    • Mengajak orang lain menjaga kebersihan dengan sopan.

    Perilaku tersebut menunjukkan bahwa kita peduli terhadap kenyamanan dan kesehatan bersama.

    Hubungan Aturan Tidak Tertulis dengan Gotong Royong

    Gotong royong adalah kegiatan bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan yang bermanfaat bagi semua orang.

    Dalam masyarakat, warga sering memiliki kebiasaan saling membantu menjaga kebersihan lingkungan. Kebiasaan tersebut merupakan salah satu contoh penerapan aturan tidak tertulis.

    Manfaat gotong royong:

    1. Pekerjaan menjadi lebih ringan.

    2. Lingkungan menjadi bersih dan nyaman.

    3. Mempererat persaudaraan.

    4. Menumbuhkan rasa tanggung jawab.

    5. Melatih kerja sama dan kepedulian.

    6. Menciptakan kerukunan di masyarakat.

    Gotong royong dapat dilakukan tanpa membeda-bedakan teman atau tetangga. Setiap orang dapat berpartisipasi sesuai kemampuan.

    Kaitan dengan Nilai Pancasila

    Perilaku peduli lingkungan dan gotong royong mencerminkan nilai-nilai Pancasila, terutama:

    • Sila Kedua: Kemanusiaan yang adil dan beradab, melalui sikap saling membantu dan menghargai.

    • Sila Ketiga: Persatuan Indonesia, melalui kerja sama dan menjaga kerukunan.

    • Sila Kelima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, melalui tanggung jawab bersama menjaga lingkungan agar nyaman digunakan semua orang.

    Dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila, kita belajar menjadi warga yang peduli, bertanggung jawab, dan suka menolong.

    LKPD 

    Refleksi / Kesimpulan : 


    Selasa, 20 Oktober 2026

    Rabu, 21 Oktober 2026 : Matematika

    Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : Matematika

    Hari, Tanggal              :  Rabu, 21 Oktober 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                          : Pembagian Bilangan Cacah sampai 1.000

    Pertemuan Ke             : 1

    Capaian Pembelajaran : 

    Murid dapat melakukan operasi pembagian bilangan cacah 1 hingga 100 dengan contoh benda-benda di sekitar. 

    Tujuan Pembelajaran (TP ): 

  • Melakukan pembagian bilangan cacah 1 hingga 100
  • Memahami pembagian sebagai pengurangan berulang.
  • Memahami pembagian sebagai kebalikan dari perkalian.
  • Menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan pembagian bilangan cacah 1 hingga 100
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat belajar dengan fokus dan teliti dalam memahami pembagian sebagai penguragan berulang. Peserta didik memperhatikan setiap angka, tanda operasi, dan langkah pengurangan agar memperoleh jawaban yang tepat.
    • Meaningful (Bermakna): murid dapat memahami bahwa pembagian digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menghitung sisa buku dalam beberapa rak, sisa pensil dalam beberapa kotak, sisa buah dalam beberapa keranjang. 
    • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui permainan kartu pembagian, menyusun benda konkret, bekerja dalam kelompok, serta berlomba menemukan pasangan kartu soal dan jawaban dengan tepat. Guru memberikan apresiasi sehingga pembelajaran terasa menyenangkan dan meningkatkan kepercayaan diri peserta didik.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ):

    1. Murid dapat membagi bilangan cacah 1 hingga 100.

    2. Pembagian sebagai kebalikan perkalian

    3. Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan pembagian bilangan cacah 1 hingga 100. 


    Materi Matematika :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, latihan mandiri.  

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    QS. Al-Baqarah Ayat 261
    Ayat ini mengumpamakan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. 
    Makna Matematis: Menggambarkan pelipatgandaan pahala secara eksponensial (menjadi 700 kali lipat atau bahkan lebih bagi siapa yang Allah kehendaki). 

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 




    Pengertian Pembagian sebagai Pengurangan Berulang

    Pembagian adalah cara membagi suatu bilangan menjadi beberapa kelompok yang sama banyak.

    Pembagian dapat dilakukan dengan pengurangan berulang, yaitu mengurangi suatu bilangan dengan bilangan yang sama secara terus-menerus sampai hasilnya nol.

    Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

    Ibu mempunyai 12 buah jeruk. Jeruk tersebut akan dibagikan kepada beberapa anak. Setiap anak mendapat 3 buah jeruk. Berapa kali pengambilan yang diperlukan sampai jeruk habis?

    Penyelesaian:

    • Mula-mula ada 12 jeruk.

    • Pengambilan pertama: (12-3=9)

    • Pengambilan kedua: (9-3=6)

    • Pengambilan ketiga: (6-3=3)

    • Pengambilan keempat: (3-3=0)

    Kita melakukan pengurangan sebanyak 4 kali.

    Jadi, (12\3=4).

    Artinya, 12 jeruk dapat dibagi menjadi 4 kelompok yang masing-masing berisi 3 jeruk.

    Langkah-Langkah Pembagian dengan Pengurangan Berulang

    Perhatikan contoh berikut.

    Hitunglah (20\5)!

    20 Langkah 1 (20-5=15)

    15 Langkah 2 (15-5=10)

    10 Langkah 3 (10-5=5)

    5 Langkah 4 (5-5=0)

    Jadi, 20 ÷ 5 = 4

    Bilangan 20 dikurangi 5 sebanyak 4 kali hingga hasilnya 0.


    Kesimpulan: Hasil pembagian diperoleh dengan menghitung berapa kali bilangan pengurang dikurangkan sampai habis atau mencapai nol.


    Contoh Soal dan Pembahasan

    No.

    Soal Pembagian

    Pengurangan Berulang

    Jawaban

    1

    (15\3)

    15 − 3 − 3 − 3 − 3 − 3 = 0

    5

    2

    (24\4)

    24 − 4 − 4 − 4 − 4 − 4 − 4 = 0

    6

    3

    (30\5)

    30 − 5 − 5 − 5 − 5 − 5 − 5 = 0

    6

    4

    (36\6)

    36 − 6 − 6 − 6 − 6 − 6 − 6 = 0

    6

    5

    (40\8)

    40 − 8 − 8 − 8 − 8 − 8 = 0

    5


    Latihan Soal

    Kerjakan soal-soal berikut dengan menggunakan cara pengurangan berulang!

    Bagian 1. Pilihan Ganda

    Pilihlah jawaban yang paling tepat.

    1. Hasil dari (18\3) adalah ....

    a. 3

    b. 5

    c. 6

    d. 9

    2. Bentuk pengurangan berulang yang tepat untuk (20\4) adalah ....

    a. 20 − 2 − 2 − 2 − 2

    b. 20 − 4 − 4 − 4 − 4 − 4 = 0

    c. 20 − 5 − 5 − 5 = 0

    d. 20 − 4 = 16

    3. Hasil dari (35\7) adalah ....

    a. 4

    b. 5

    c. 6

    d. 7

    4. Bilangan 32 dikurangi 8 secara berulang sampai nol. Banyak pengurangan yang dilakukan adalah ....

    a. 2 kali

    b. 3 kali

    c. 4 kali

    d. 5 kali

    5. Hasil dari (45\9) adalah ....

    a. 4

    b. 5

    c. 6

    d. 9





    Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 


    Senin, 19 Oktober 2026

    Selasa, 20 Oktober 2026 : Matematika

      Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd.

    Mata Pelajaran           : Matematika

    Hari, Tanggal              :  Selasa, 20 Oktober 2026

    Fase / Kelas                 : B / 3C

     Materi                          : Perkalian Bilangan Cacah sampai 1.000

    Pertemuan Ke             : 3

    Capaian Pembelajaran : 

    Pada akhir Fase B, peserta didik mampu memahami dan melakukan operasi hitung bilangan cacah, termasuk perkalian, menggunakan berbagai strategi dan representasi. Peserta didik mampu menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan operasi perkalian serta menjelaskan proses dan hasil perhitungannya.

    Tujuan Pembelajaran (TP ): 

  • Menjelaskan pengertian perkalian sebagai penjumlahan berulang.
  • Menentukan hasil perkalian bilangan cacah dengan tepat.
  • Menggunakan berbagai strategi untuk menyelesaikan perkalian.
  • Menyelesaikan perkalian bilangan cacah sampai 1.000 dengan teknik yang tepat.
  • Menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan perkalian dalam kehidupan sehari-hari.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat belajar dengan fokus dan teliti dalam memahami perkalian sebagai penjumlahan berulang. Peserta didik memperhatikan setiap angka, tanda operasi, dan langkah perhitungan agar memperoleh jawaban yang tepat.
    • Meaningful (Bermakna): murid dapat memahami bahwa perkalian digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menghitung jumlah buku dalam beberapa rak, jumlah pensil dalam beberapa kotak, jumlah buah dalam beberapa keranjang, atau jumlah siswa dalam beberapa kelompok.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui permainan kartu perkalian, menyusun benda konkret, bekerja dalam kelompok, serta berlomba menemukan pasangan kartu soal dan jawaban dengan tepat. Guru memberikan apresiasi sehingga pembelajaran terasa menyenangkan dan meningkatkan kepercayaan diri peserta didik.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP ):

    1. Peserta didik mengenal perkalian sebagai penjumlahan berulang.

    2. Peserta didik menghubungkan perkalian dengan kelompok benda yang memiliki jumlah sama.

    3. Peserta didik memahami fakta perkalian dasar melalui tabel perkalian.

    4. Peserta didik menentukan hasil perkalian bilangan cacah menggunakan strategi yang sesuai.

    5. Peserta didik melakukan perkalian dengan bilangan yang menghasilkan nilai sampai 1.000.


    Materi Matematika :

    Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning 

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video pembelajaran, tanya jawab, latihan mandiri.  

    بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 3C SD Al-Azhar 2.

    Apa kabarnya hari ini?
    Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

    Semoga hari ini kita semua diberi kesehatan, semangat belajar, dan menjadi anak yang baik serta berakhlak mulia.

    💛 Sebelum belajar, jangan lupa adabnya ya:

    • 😊 Senyum dan memberi salam.
    • 🙏 Duduk dengan rapi.
    • 👂 Mendengarkan saat guru berbicara.
    • ✋ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    • 🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
    QS. Al-Baqarah Ayat 261
    Ayat ini mengumpamakan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. 
    Makna Matematis: Menggambarkan pelipatgandaan pahala secara eksponensial (menjadi 700 kali lipat atau bahkan lebih bagi siapa yang Allah kehendaki). 

    Perhatikan Video Pembalajaran Berikut : 



    1. Pengertian Perkalian

    Perkalian adalah penjumlahan berulang dari bilangan yang sama.

    Contoh:

    3 × 5

    artinya 5 dijumlahkan sebanyak 3 kali.

    5 + 5 + 5 = 15

    Jadi:

    3 × 5 = 15

    2. Perkalian Menggunakan Kelompok Benda

    Misalnya terdapat 4 kelompok. Setiap kelompok berisi 3 bola.

    3 + 3 + 3 + 3 = 12

    Maka:

    4 × 3 = 12

    3. Perkalian Bilangan Cacah

    Contoh:

    25 × 4 = ...

    25 + 25 + 25 + 25 = 100

    Jadi:

    25 × 4 = 100

    Contoh lainnya:

    125 × 4 = 500

    Jadi, 125 × 4 = 500.

    Sifat-sifat perkalian

    a. Perkalian dengan angka 1

    Bilangan apa pun jika dikalikan 1, hasilnya bilangan itu sendiri.

    Contoh: 7 x 1 = 7

    b. Perkalian dengan angka 0

    Bilangan apa pun jika dikalikan 0, hasilnya 0.

    Contoh: 25 x 0 = 0

    c. Sifat pertukaran (komutatif)

    Urutan bilangan yang dikalikan dapat ditukar tanpa mengubah hasilnya.

    Contoh:

    3 x 5 = 15 
    5 x 3 = 15 

    Perkalian bilangan satu angka dengan bilangan dua angka

    Contoh: 23 x 3 = ... 

    Cara pertama: Menguraikan bilangan.

    Bilangan 23 terdiri atas 20 dan 3.

    23 x 3 = (20 x 3 ) + (3 x 3)
    =60+9=69

    Jadi, (23 x 3=69).


    Latihan Soal !

    1. 12 x 15 = ...
    2. 32 x 11 = ...
    3. 25 x 12 = ...
    4. 20 x 15 = ...
    5. 27 x 14 = ...


    Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran : 


    Cari Blog Ini

    Diberdayakan oleh Blogger.

    Kamis, 22 Oktober 2026 : IPAS

    Nama Guru                  : Risky Melina Sari, S.Pd. Mata Pelajaran           : IPAS Hari, Tanggal              :  Kamis, 22 Oktober 2026 F...

     

    Risky Melina Sari Template by Ipietoon Cute Blog Design